Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Maaf


__ADS_3

Gilang melepar tasnya, dia mengatur napas agar tidak kesal.


"Berani sekali Devan memeluk Gita, dia pasti sengaja." katanya sambil melipat kedua tangannya.


Deerrtt.....Deeeeerrrtt.... panggilan masuk dari Gita. Gilang hanya melirik sekilas, lalu membalikan ponselnya agar dia tidak melihatnya.


Ting!


Ting!


Ting!


Bunyi pesan masuk bertubi-tubi tapi Gilang memilih untuk tidak membukannya.


"Mas Gilang makan dulu." Seru Bik Siti dari bawah. Gilang tidak menjawab langsung turun.


"Bik, Kakak belum pulang?" tanya Gilang.


"Belum Mas, tapi barusan telpon ke rumah minta di jemput soalnya mobil temannya mogok. Hp Mas Gilang nggak aktif katanya."


"Oh.. ya Bik. Kalau gitu Gilang jemput Kak Andini dulu aja." Gilang mengambil kunci mobil dan langsung pergi.


♡♤♤♤♡


Raka memutar lagu di mobil agak keras untuk menghilangakan rasa bosan. Sedangkan Gita sedang berpikir bagaimana caranya untuk membujuk Gilang.


"Raka, nanti sampai di rumah Kak Gilang gue harus ngomong apa ya?" tanya Gita sambil menoleh ke arah Raka.


"Maaf." Katanya dengan malas.


"Maaf sih udah dari tadi gue ngomongnya tapi tetap saja masih marah." Kata Gita.


"Ya kalau gitu jelasin."


"Gue udah jelasin tadi, tapi Kak Gilang nggak mau dengar gimana donk?"


"Ya udah kita pulang coba lagi besok."


"Ih.. daritadi jawabnya asal-asalan, kayak nggak iklas nganterin gue." Gita manyun.


"Emang nggak iklas." Jawab Raka, dia fokus menyetir sambil bernyanyi mengikuti lagu yang sedang di putarnya.


"Ya udah turunin aja gue disini, anterin aja saja pacar lo yang ngeselin itu." Gita melipat kedua tangannya di dada dan bibirnya semakin manyun.

__ADS_1


"Kenapa jadi bawa-bawa Prisil, nggak ada urusannya sama dia tahu." Raka membela ceweknya.


Gita membuang muka, dia melihat kerah luar jendela dengan kedua tangan yang masih terlipat di dada.


Setelah beberapa saat mereka saling diam, Raka merasa dia bersikap keterlaluan sama Gita.


"Ta.." panggil Raka. Gita tak menjawab dia kesal dengan Raka.


"Maaf deh gue bercanda. Nanti lo coba bujuk Gilang dengan ngomong yang halus. Dan lo terima aja apa yg dia katakan dan bilang kalau lo benar-benar menyesal dan tak akan mengulanginya lagi." Raka memberikan saran kepada Gita.


Raka sudah parkir di depan rumah Gilang, dia mengelus rambut Gita.


"Maaf deh, jangan ngambek gitu."


"Hem." Gita menurunkan tangan Raka dari atas kepalanya.


"Buruan turun, gue tungguin disini."


Gita melepas sabuk pengamannya lalu membuka pintu dan langsung pergi.


"Hah.. ribet juga anak cewek kalau udah ngambek. Gue yang harusnya ngambek malah di ambekin balik." Raka geleng kepala.


Gita mengetuk pintu perlahan, "Permisi." Gita mengetuk agak keras karena penghuni rumah tidak kunjung membukakan pintu.


"Mobil sama motornya di rumah, berarti Kak Gilang emang sengaja nggak mau angkat telpon gue." Gita menghela napas panjang. Gita kembali mengetuk pintu agak keras.


"Sebentar." kata seseorang dari luar dengan samar-samar.


"Mbak Gita, masuk."


"Kak Gilangnya ada Bik?"


"Mas Gilang nggak ada di rumah Mbak, baru beberapa menit lalu pergi." Kata Bik Siti.


"Bibik bohongin Gita ya, itu mobil sama motornya ada." Gita menunjuk ke garasi.


"Mana berani bibik bohong Mbak, Mas Gilang pergi pakai mobilnya Mbak Andini." Jelas Bik Siti.


"Ya sudah deh Bik Gita pulang dulu."


"Nggak di tungguin aja Mbak, paling sebentar lagi pulang." Kata Bik Siti.


"Gita pulang dulu aja Bik, soalnya sama kakaknya Gita. Jadi nggak bisa lama-lama."

__ADS_1


"Ya udah Mbak hati-hati pulangnya, nanti bibik sampaiin sama Mas Gilang."


"Iya Bik,makasi ya."


Gita membuka pintu mobil lalu masuk dengan wajah manyun.


"Gilang belum mau maafin?" tanya Raka.


"Belum ketemu, dia lagi pergi." Katanya manyun sambil memasang sabuk pengaman.


"Mau di tungguin dulu?" tanya Raka.


"Pulang aja deh, takutnya pulang malam nanti pada cariin kita." Kata Gita.


"Ya udah kita pulang dulu, besok pagi kita kesini lagi."


"Iya."


Dengan rasa kecewa dia pergi meninggalkan rumah Gilang.


"Udah, nggak usah pasang muka kusut gitu. Besok Gilang juga sudah nggak ngambek lagi. Tinggal lo kasih penjelasan."


"Tapi kalau besok dia masih marah gimana?"


"Gilang nggak akan bisa marah lama-lama sama lo, tenang saja." Raka menenangkan Gita. Dia paham kalau Gilang hanya kesal saja bukan marah sama Gita.


"Harusnya tadi gue langsung menolak pas Devan peluk gue." gumamnya pelan.


"Ya harusnya begitu, lo hindari saja Devan jangan saling berhubungan. Kalau bisa tak perlu bertegur sapa." kata Raka.


"Ka, kenapa lo jadi benci banget sama Devan? Kita kan dulu sahabatan." Gita masih belum tahu alasan sebenarnya kenapa Raka tidak suka dengan Devan.


"Waktu sudah berubah Ta, dia bukan sahabat kita dulu lagi. Dia orang asing, jadi lo jangan dekat-dekat."


"Alasan lo masih ambigu, gue nggak paham."


"Sudah lah nggak perlu di bahas lagi soal dia, sekarang lo pikirkan saja bagaiaman membujuk Gilang besok." kata Raka.


"Lo bilang dia besok akan baikan dan nggak marah sama gue, lo nggak jelas deh."


"Ya meskipun nggak marah juga dia pasti ngambek dan minta di bujuk."


"Ah... begitu." Gita mengangguk pelan.

__ADS_1


"Jadi cewek kok nggak peka, sebenarnya lo cewek beneran apa jadi-jadian sih." Kata Raka. Gita memukul Raka, karena merasa terbuly oleh Raka.


__ADS_2