Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Terima kasih


__ADS_3

Gilang melepaskan bibir Gita dan mulai turun ke leher Gita, dia membuat Gita merasakan panas yang luar biasa. Setelah lehernya dia mencium pundak lalu ke lengan Gita.


Dia menurunkan tali dari lingerie milik Gita. Gita hanya diam, kali ini dia ingin mencoba tidak melarikan diri. Meskipun takut dia akan menghadapinya karena tidak ingin membuat Gilang kecewa lagi.


“Apa boleh?” bisik Gilang di telinga Gita. Gita perlahan mengangguk, Gilang tersenyum karena Gita memberikan apa yang dia inginkan. Untuk mengurangi rasa


grogi Gita, Gilang memberikan ciuman yang lebih lembut lagi agar Gita bisa lebih menikmati. Perlahan tali lingerie sudah terlepas dari dari pundak Gita.


Gilang terus memberikan ciuman, tangannya perlahan melepaskan lingerie Gita hingga tersisa dalaman milik Gita. Gilang melepaskan ciumannya, dia mengangkat tubuhnya dan melihat lekuk tubuh istrinya yang semakin sexy saat mengenangkan dalaman saja.


“Sayang, aku malu.” Kata Gita pelan, dia menutupi tubuhnya dengan tangan.


“Malu kenapa? Aku kan suami kamu.” Kata Gilang sembari menanggalkan handuk yang tadi membalut tubuhnya hingga tersisa boxer. Dia menurunkan tangan Gita yang


menghalangi dirinya untuk memandang tubuhnya yang indah.


“Boleh aku membuka ini?” tanya Gilang lagi. Dia meminta persetujuan Gita takutnya Gita masih belum siap. Meskipun sangat ragu Gita mengangguk, dia akan menyerahkan mahkotanya malam ini.


Gilang mengangkat tubuh Gita, dia mencium dada Gita sebelum membuka kaitan yang


membungkus mahkotanya. Gilang menciumnya denga lembut, membuat Gita semakin merasakan sensasi  panas di dalam tubuhnya.


Gilang kemudian menurunkan Gita lagi, dengan mengangkat tengkuknya dia kembali mencium bibir Gita dan melakukan hal paling initi dari semua pemanasan yang di


lakukannya. Gita mengikuti semua arahan Gilang tanpa protes. Gita memejamkan


matanya, tangannya menggegam erat di punggung Gilang. Merasakan sakit, panas,


sampai dia menitikan air mata.


Gilang memberikan ciuman super lembut agar Gita lebih menikmati, dan melupakan rasa sakitnya. Gilang beralih mencium leher Gita, dan menurun. Malam ini mereka


berdua melebur bersama, menikmati hal yang selama ini sudah dinantikan. Terutama oleh Gilang, dia sangat menantikan momen ini.


Gilang terus memberikan serangan lembut kepada Gita, dia juga tak lepas menciumi


setiap inci tubuh Gita. Gilang sangat menikmati kegiatan malam ini dan yang


pasti dia akan kecanduan dengan istrinya ini. Sampai akhirya kegiatan itu selesai, Gilang mengecup kening Gita. Dia mengusap air mata yang membasahi Gita.


“Maafin aku ya sayang, membuat kamu kesakitan.” Kata Gilang sembari mengecup ubun-ubun Gita. Gita tersenyum sangat lemah.


“I love you.” Gilang memberikan kecupan di bibir Gita dan membiarkan istrinya


beristirah dan tidur.


“I Love you too.” Kata Gita lemah. Dia merasa sangat lelah dan ingin tidur. Gilang


menarik Gita dalam pelukannya, mengusap kepalanya lembut agar Gita segera terlelap.


Gita merasa tubuhnya pegal-pegal, dia malas sekali membuka matanya meskipun sang surya sudah menyinari kamarnya lewat celah-celah jedela.


“Pagi sayang.” Gilang mengecup kening Gita.


“Pagi..” jawabnya dengan mata yang masih susah terbuka.

__ADS_1


“Buruan mandi gih, yuk sarapan.” Ajak Gilang.


“Em..” katanya sambil membuka matanya. Dia melihat ke tubuhnya langsung mendelik, Gita menarik selimut sampai ke dada.


“Apa tadi malam sudah terjadi, kenapa aku tidak memakai baju sama sekali? Apa


semalam aku minum soju atau semacamnya sampai aku melakukannya.” Batinnya


bingung. Dia masih mencoba mengingat yang sudah terjadi pada dirinya.


“Kenapa bengong?”


“Kak Gilang, boleh Gita tanya?”


“Apa?”


“Apa kita semalam melakukannya?”


“Kamu nggak ingat?” tanya Gilang sambil duduk di samping Gita.


“Em.. nggak jelas sih. Tapi kok baju Gita nggak ada semua.”


“Oiya, mana coba aku lihat?” goda Gilang dengan ikut mengintip..


Gita hampir saja mau menunjukan, tapi dia kemudian menaikan selimutnya.


“Kok lihat sih?” katanya dengan wajah sangat polos.


“Memang kenapa, orang semalam aku juga sudah lihat dan juga merasakannya. Kenapa nggak boleh lihat?” Gilang masih saja terus menggoda Gita.


“Berarti beneran kita sudah?” Gita masih saja tidak percaya dirinya bear-benar sudah melakukannya.


“Ih.. apaan sih kamu.” Gita mendorong Gilang agar menjauh dari tubuhnya.


“Baiklah, kita mulai nanti malam lagi. Sekarang kamu mandi.” Gilang menggendong Gita ke bathup.


“Nanti malam lagi?”


“Tentunya, kita kan kesini mau honeymoon kalau nggak terus mau ngapai kesini?”  Gilang meletakkan Gita.


“Benar juga, kita bisa tidur di rumah.”


“Tuh pinter, udah jangan pikir aneh-aneh sekarang buruan kamu mandi dan kita


sarapan.


Setelah sarapan pun Gita kembali lagi ke kasurnya, dia benar-benar tidak ingin


kemana-mana hari ini. Dia hanya ingin tidur dan tidak ingin melakukan aktivitas


apapun.


“Sayang, kamu nggak mau jalan-jalan?” tanya Gilang sembari mengusap rambutnya.


“Nggak, Gita mau di kamar saja.” Jawabnya.

__ADS_1


“Beneran?”


“Iya, mata Gita nggak mau di buka.” Katanya sembari memperbaiki posisi tidurnya.


“Kalau kamu tidur, aku harus ngapain dong? Masa jalan-jalan sendiri.” Kata Gilang.


“Kalau Kak Gilang mau keluar jalan-jalan nggak apa-apa. Gita tunggu di sini saja, tapi ingat ya nggak boleh ngecengin cewek-cewek karena kamu udah merebut mahkotaku.”Kata Gita kemudian terlelap.


“Mana mungkin aku ngelirik orang lain, kalau aku hatiku saja sudah mati. Hatiku hanya hidup untuk kamu.” Kata Gilang.


Dia tidak jadi pergi jalan-jalan, dia naik ke ranjang lalu menyusup ke selimut


Gita. Dia memeluk erat Gita lalu ikut tidur. Gita memutar tubuhnya, dia masuk


dalam dekapan Gilang.


“Sayang..”


“Emm..”


“Kamu nggak jadi pergi?”


“Nggak.”


“Kenapa? Katanya bosan di kamar.”


“Mana bisa bosan di kamar kalau ada bidadari cantik seperti ini.” Goda Gilang.


“Bisa aja kamu ya.”


“Aku nggak bosan kok, aku cuma mau ngajak kamu jalan-jalan. Tapi kalau kamunya mau di kamar saja ya udah kita nikmati saja begini. Besok-besok kalau sudah pulang dan bekerja mana mungkin aku bisa memeluk kamu seharian begini.” Kata Gilang.


“Ya udah, kalau begitu begini saja terus sampai kita pulang.” Gita terkekeh.


“Ya kalau Cuma begini saja aku nggak mau. Kan aku maunya lebih.” Kata Gilang.


“Nakal ya.”


“Kok nakal, aku kan mau segera ada Gilang junior di perut kamu.” Gilang mengelus perut Gita.


“Baiklah.”


“Kamu mau melakukannya lagi sekarang?”


“Nggak.”


“Yah..”


“Kamu bilang nanti malam.”


“Beneran ya nanti malam, akan aku tagih nanti malam.”


“Eh.. maksud aku begukan begitu. Malam lain.”


“Nggak mau tahu ya, pokoknya malam tiba kita akan menikmatinya sampai pagi.” Gilang

__ADS_1


menggoda Gita.


“Ya Tuhan, salah ngomong lagi aku.” Ucap Gita.


__ADS_2