Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Bakti Sosial IV (Jangan Sentuh Aku)


__ADS_3

Gita melihat ke arah langit, pagi yang


begitu cerah tiba-tiba berubah mendung saat menjelang siang. Angin dingin


berhembus dengan kencang, membawa banyak awan untuk berkumpul dan menjadikan awan hitam. Matahari yang tampak gagah memamerkan pancaranya kini menhilang tertelan langit yang sangat pekat.


“Tadi panas sekarang mendung banget.”


Keluah Gita.


“Benar, cuaca sekarang itu nggak jelas


kayak perasaan cewek suka nggak jelas. Kadang sejuk, kadang panas kadang


mendung. Lebih parah lagi kalau seperti petir yang meledak-ledak.” Celoteh


Vian, dia menatap Gita lalu Fara sembari mengeluarkan semua unek-uneknya selama


ini saat menghadapi Gita dan Fara. Fara tanpa berkata-kata langsung menabok


punggung Vian.


“Fara, lo benar-benar ya nggak dimana


tempat main tabok-tabok saja. Gue ini, eh.. hujan.” Vian tidak meneruskan


mengomel sama Fara. Dia mengangkat menadahan tanganya untuk memastikan hujan beneran atau Cuma perasaannya.


Saat rintik hujan semakin banyak, Vian


menarik tangan Fara, tangan yang satunya hendak menarik Gita namun Gita sudah


lebih dulu di tarik sama Farhan untuk berteduh.


Farhan membawa Gita meneduh di satu


rumah yang sedang tidak ada penghuninya, jadi mereka berdua hanya bisa berada


di teras depan.


Gita mengusap rambutnya yang basah,


kemudian dia mengusap tangan dan bajunya yang lumayan basah. Angin yang bertiup


semakin kencang membuat tubuhnya menggigil, di tambah bajunya yang basah


membuat dingin semakin menusuk-nusuk tulang. Farhan melepaskan kemejanya, lalu


memakainkan ke tubuh Gita.


“Gita nggak apa-apa kok Kak.” Gita


hendak melepaskan kemejanya namun di tahan sama Farhan.


“Pakai saja, lo kelihatan kedinginan


begitu. Kita duduk di situ yuk” Kata Farhan menunjuk kursi panjang yang terbuat


dari bambu.


Gita memejamkan matanya saat petir


menyambar dengan suara yang sangat keras, dia terus memainkan tangannya karena cemas. Andai saja dia bersama Gilang pasti dia akan sembunyi di balik pelukan Gilang.


“Lo takut ya?” tanya Farhan sambil


memegang tangan Gita, dia mencoba menenangkan Gita yang terlihat pucat karena ketakutan.


“Gita nggak apa-apa.” Katanya sambil

__ADS_1


menarik tangannya agar terlepas dari Farhan.


Farhan masih tidak kehilangan akal untuk


tetap bisa dekat dengan Gita, dia mencoba memberi kehangatan dengan mengusap


kedua telapak tangannya lalu menaruh di pipi Gita.


“Dengan begini akan mengurangi dingin.”


Kata Farhan.


“Biar Gita coba sendiri.” Gita menurun


kan tangan Farhan dari pipinya. Dia menggosokkan tangannya lalu menaruh di


pipinya.


Gita memejamkan matanya saat melihat


kilat, dia berusaha untuk tidak teriak agar tidak menarik perhatian Farhan. Seperti


yang sering di katakan Gilang dia tidak boleh menciptakan hal romantis dan


kesempatan seseorang untuk dekat dengannya.


“Gita..” panggil Farhan.


“Ya.” Jawab Gita pelan dengan mengelus


tangannya yang masih saja dingin.


“Gue mau bicara sama lo.” Kata Farhan


sambil membalikan dirinya hingga melihat kearah Gita. Gita sedikit menggeserkan


“Bicara saja, ada masalah apa?”


“Ada masalah besar dalam diri gue.” Kata


Farhan dengan sangat serius.


“Masalah apa?” Gita was-was.


“Masalah perasaan gue sama lo, gue nggak


bisa menahan lagi kalau sebenarnya gue itu suka sama lo.” Farhan menatap Gita


dengan sangat lekat.


Wanita yang di hadapannya itu hanya diam, antara membeku karena kedinginan dan juga kaget dengan pernyataan cintanya.


Meskipun dia pernah di tolak Gita, namun Farhan masih berharap penolakannya itu karena mereka berdua belum saling mengenal, dan Gita masih memikirkan mantan pacarnya.


“Sejak pertama lo masuk ke kampus, hati


gue sudah terpaut sama lo. Lo yang selalu terlihat sedih dan tak punya semangat


itu membuat gue ingin masuk ke dunia lo dan menghibur lo.” Jelas Farhan.


“Kak, Gita sangat berterima kasih kalau


Kak Farhan selama ini ternyata memperhatikan Gita bahkan me!miliki perasaan lebih. Tapi maaf Gita tidak bisa.” Gita memberikan penolakan secara halus untuk kedua kalinya.


“Kenapa tidak bisa?” Farhan merasa kecewa kembali di tolak.


“Gita sudah punya pacar.” Gita jawab dengan jujur.


“Pacar masa lalu lo itu, yang entah

__ADS_1


kemana nggak tahu tempatnya. Gita kenapa lo nggak bisa membuka hati lo untuk


orang yang selalu ada di dekat lo. Dan membiarkan hati lo untuk terluka.” Ujar Farhan mulai terpancing emosi karena penolakan Gita.


“Pacar Gita itu sungguhan, dia bukan


kisah masa lalu yang telah hilang. Pacar Gita itu selalu ada dimanapun Gita


pergi. Bagiamana bisa Kak Farhan bilang pacar Gita itu hanya sekedar masa lalu.” Gita kesal dengan penilaian Farhan, menurutnya dia sok tahu tentang hidupnya.


“Gita, lo nggak usah berpura-pura lagi.


Cowok yang lo bawa kemarin itu hanya pra-pura kan.” Farhan memegang tangan


Gita.


“Gita nggak pura-pura itu memang pacar


Gita.” Gita mencoba melepas tangan Farhan. Namun Farhan semakin mempererat genggaman tangannya.


“Pasti lo bohong, gue kurang apa sih


sampai lo begitu tidak tertarik sama gue. Lo menolak gue terus menerus.” Farhan menarik tangan Gita hingga dia mendekat. Kesabarannya mulai habis.


Farhan berubah menjadi kesetanan, dia


tidak bisa mengontrol diri karena penolakan Gita. Dia menarik Gita semakin dekat dia mengincar bibir Gita yang mulai membiru karena tubuhnya semakin dingin.


Farhan semakin brutal, mendekat tubuhnya lalu mendorong hingga Gita posisi tubuhnya tertidur di kursi, Gita memalingakan wajahnya saat wajah Farhan mulai berusahan semakin mendekatinya. Gita mencoba berontak namun Farhan masih sangat kuat.


Hujan semakin deras, tempat semakin sepi


Farhan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, ingin sekali memilik Gita


seutuhnya dengan bisa dengan melakukan hal yang tidak pantas itu. Dengan begitu Gita pasti tidak akan menolaknya.


“Kak Farhan sadar.” Ucapnya dengan


ketakutan. Tangannya menahan agar Farhan tidak menyentuh dirinya. Namun lama-lama melemah juga.


“Gue sangat sadar, tapi di dekat lo


membuat gue mabuk. Lo sangat candu biarkan gue memiliki lo seutuhnya." Farhan masih berusaha untuk merenggut Gita.


Gita akhirny melepaskan tangannya tang tidak kuat menahan Farhan, air matanya menetes sangat deras.


Farhan mengusap rambut Gita, dia siap menempelkan bibirnya. Gita memejamkan matamya lalu mendorong tubuh Farhan dengan sisa tenaga yang dia punya.


Dan doronga itu berhasil membuat Farhan menjauh darinya. Farhan lumayan kualahan dengan gebrakan Gita dia sedikit terjengkang kebelakang.


“Kak, jaga kesopanan kakak. Lo itu


mahasiswa teladan dan juga ketua di sini. Jangan berperilaku yang tidak senonoh. Dan yang perlu Kak Farhan ingat Gita sudah punya pacar, jadi sekuat


apapun Kak Farhan berusaha mendekati Gita. Maka Gita memiliki dua kali lipat


kekuatan untuk tidak menerima.” Gita yang hendak berlari lalu menoleh sebentar, dia memberikan kemeja yang di berikan kepadanya tadi.


"Gita kecewa sama Kak Farhan."


Gita lalu berlari meninggalkan Farhan


yang masih terdiam, dia merasa seperti manusia yang tidak berguna. Dia menutup


wajahnya dengan kedua tangannya, kemudian mengusap wajah dia menyesal dengan apa yang dia perbuat.


Dia sama sekali tidak sadarr dengan apa


yang baru saja dia perbuat, obsesinya memiliki Gita membuat dia kehilangan akal.

__ADS_1


__ADS_2