Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Kerja II


__ADS_3

Gita menghindar dari ocehan Win ke luar,


dia menari kursi dan duduk menikmati cemilan yang ada di piringya.


“Hey..” Sapa Radit.


“Hey, juga.”


“Boleh nggak duduk di sebelah lo.” Tunjuk Radit di kursi sebelah Gita.


“Boleh, duduk saja ini kan tempat umum


jadi nggak perlu ijin.” Kata Gita sambil memasukan cemilan ke mulutnya. Dia


sama sekali tidak ada jaimnya, bahkan dia tidak ingin bersikap anggun di depan


cowok ganteng seperti Radit yang menjadi artis idola kaum hawa. Baginya Gilang lebih dari segalanya.


“Enak banget sepertinya lo makan?” kata


Radit.


“Lo mau?” Gita menatap Radit.


“Radit mengangguk, “Tapi sayang ini


membuat gue gendut, dan pasti manager gue marah-marah kalau gue tahu makan-makan seperti itu.” Jelas Radit.


Gita menoleh ke kanan lalu kekiri, dan


tak ada orang yang memperhatikan mereka berdua.


“Ambil saja satu lalu makan, mumpung


nggak ada orang yang melihat kita.” Gita menyodorkan piring kecilnya.


Radit lalu ikut menoleh ke kanan dan


ke kiri, dia mengambil satu makanan yang ada di piring Gita.


“Lo ramah banget ya, padahal kita kan


baru kenal tak hanya itu lo asyik banget di ajak ngobrol.” Batin Radit. Sejak awal bertemu Gita dia sudah terpana bahkan


felling dia mengatakan kalau Gita itu orang baik, dan sangat pantas untuk di jadikan pasangan hidup.


“Ehhem.. maaf mengganggu, Radit bisa kita


ngobrol berdua sebentar.” Aura mendatangi Gita dan Radit.


“Bicara saja.” Kata Radit.


“Kita nggak bisa bicara disini, ini masalah pribadi dan gue nggak bisa bilang kalau ada orang lain.” Kata Aura.


“Gita bukan orang lain, dia teman gue.”


Jelas Radit.


“Teman, lo emang sangat humbel ya baru


saja bertemu saja sudah berteman. Atau memang lo seperti itu setiap bertemu


dengan cewek-cewek.” Aura melipat kedua tangannya di dada, di tambah tatapan yang tajam kepada Gita. Gita menelan cake perlahan, lalu dia berdiri.


“Silahkan kalau kalian mau ngobrol, gue kesana dulu.” Gita tidak mau terlibat dengan permasalahan dua artis yang sedang


membintangi filmnya itu.


“Lo disini saja.” Radit menarik tangan


Gita. Dengan cepat Gita menepis tangan Radit, itu akan sangat bahaya baginya


karena Aura akan salah paham dengan apa yang dia lihat.


“Maaf Radit, ini kan masalah kalian jadi


tidak bagus jika orang lain seperti gue disini.” Gita langsung kabur sebelum


terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Gita buru-buru mengajak Fara untuk


kembali ke kamarnya, dia mau cerita sama Fara dengan apa yang baru saja dia


alami.


“Ada apa Git, gue masih mau makan lo


ajak gue balik.” Kata Fara.

__ADS_1


“Tadi kan gue duduk di luar sama Radit,


terus Aura nyamperin kayak cemburu gitu sama gue.” Cerita Gita.


Tuk! Fara memukul kepala Gita pakai


punselnya.


“Lagian lo ngapain berdua-duaan sama


Radit, gue aduin nih sama Kak Gilang.” ancam Fara.


“Siapa coba yang berdua-duaan, orang dia


yang nyamperin gue makan.” Ujar Gita.


“Em, awas lo ya dekat-dekat sama dia


meskipun dia memang ganteng. Jadi gini Radit sama Aura itu dulu di gosipkan


pacaran, nah katanya juga Radit putusin Aura karena dia sudah ada cewek lain.”


“Ooo gitu, pantesan asem banget wajahnya


pas lihat gue, untung gue buruan kabur.” Kata Gita.


Pukul delapan pagi syuting sudah di


mulai lagi, Gita dan team yang lain sudah bersedia di lokasi.


Buughh!


“Fajar, bisa nggak sih lo hati-hati


kalau bekerja lihat nih semua peralatan make upnya Aura jadi berceceran.”


Catrin memarai Fajar yang tidak sengaja menyenggol Bella make up artis GG


entertaiment.


“Maaf Catrin, gue kan nggak sengaja.”


“Makanya kalau jalan itu nggak hanya


pakai kaki doang mata juga di pakai.” Catrin Marah. “Bella lo juga, kalau kerja


bisa cepat nggak sih, lihat tuh Aura sudah marah gimana kalau dia nggak mau lanjut syuting.”


barang yang berceceran, “Lo bukanya bantun malah marah-marah.” Kata Gita.


“Lo nggak usah ikut campur deh, ini team


gue.”


“Catrin, mau ini team lo atau team siapa


pun kita ini kerja bareng kalau ada apa-apa kita harus saling bantu bukannya


berlagak jadi bos.” Gita kesal melihat Catrin yang sangat mengatur dan galak.


“Diam lo. Udah buruan kalian berdua


kesana.” Kata Catrin.


“Sok jadi bos banget sih dia, gue pecat


baru tahu rasa lo.” Gita geregetan.


“Udah biarin saja, nggak usah di


dengarin. Ayok kerja lagi.” Ajak Win.


Dalam syuting Aura mulai berulah, banyak


hal yang tidak sesuai dengannya dan meminta untuk di ulang take nya.


“Ya Tuhan, ternyata lebih enak


mengerjakan proyek di kantor daripada disini. Mana panas, capek di tambah


artisnya bewelnya minta ampun.” Omel Fara.


“Em.. dia kira ratu apa main suruh ina


inu kepada asistennya.” Sahut Gita.


“Kalau gue jadi asistennya udah gue


tendang itu muka songongnya.” Fara geregetan.

__ADS_1


“Kalau gue sih nggak perlu memberikan


tendangan, tinggal minumnya kasih racun kan tidak ada bukti.” Otak-otak jahat


Gita dan Fara mulai bekerja.


“Kalian ngomongin gue?” Kata Aura yang


sudah ada di dekat mereka berdua tanpa di sadari.


“Ah.. nggak, itu kucing teangga ngeselin


banget mau gue kasih racun.” Gita ngeles.


“Iya, songong soalnya. Kalau lo kan


sangat baik, manis cantik pula masa iya kita ngomongin lo.” Fara pura-pura


tersenyum, meskipun dia aslinya mau mutah saat memuji Aura.


“Gita, bisa minta tolong sebentar.”


Radit ikut nimbrung.


“Minta tolong apa ya?” tanya Gita.


“Lo bisa bantuin pembacaan naskah ini


kan, asisten gue lagi pergi.” Kata radit.


“Gue?” Gita bingung karena urusan itu


bukan bagian Gita.


“Iya, tolong ya. Gue tunggu disana.”


Kata Radit.


“Kenapa jadi gue?” Gita menatap Fara. Fara


hanya bisa megangkat kedua tangannya.


Aura kesal merasa tersaingi sama Gita,


bisa-bisanaya Radit lebih meminta tolong kepada Gita daripada dirinya.


Gita duduk di sebelah Radit, dia


membantu Radit membacakan teks serta memberikan arahan sedikit. Gita


menyenderkan tubuhnya ke kursi, dia mengipasi tubuhnya dengan tangannya.


“Panas banget.” Katanya.


“Hey, minum.” Fajar menyodorkan air


mineral dingin untuk Gita.


“Makasih.” Gita menerima dengan


ragu-ragu karena dia tidak kenal dengan orang yang memberinya minum.


“Gue Fajar, orang yang lo tolong tadi.”


“Ah.. Fajar. Makasih ya.” Gita membuka


dan segera meminymnya untuk menghargai orang yang memberinya.


“Kita belum kenalan resmi kan, nama gue


Fajar gue team Ratna.”


“Gita, gue team Mas Win.”


“Gue sudah tahu, lo sangat terkenal di


team kami bahkan sering menjadi pembicaraan.” Kata Fajar.


“Oiya. Wah jadi artis rupanya gue.”


“kedangan lo di perusahaan ini sangat


merubah banyak hal, jadi sangat wajar kalau jadi perbincangan.”


“Memangnya aku merubah apa?”


“Merubah team Win jadi lebih baik dan


kembali menjadi pesaing terberat buat team Ratna.” Jelas Fajar. Gita hanya

__ADS_1


menagngguk-angguk mendengar penjelasan dari Fajar.


__ADS_2