
Gita menghindar dari ocehan Win ke luar,
dia menari kursi dan duduk menikmati cemilan yang ada di piringya.
“Hey..” Sapa Radit.
“Hey, juga.”
“Boleh nggak duduk di sebelah lo.” Tunjuk Radit di kursi sebelah Gita.
“Boleh, duduk saja ini kan tempat umum
jadi nggak perlu ijin.” Kata Gita sambil memasukan cemilan ke mulutnya. Dia
sama sekali tidak ada jaimnya, bahkan dia tidak ingin bersikap anggun di depan
cowok ganteng seperti Radit yang menjadi artis idola kaum hawa. Baginya Gilang lebih dari segalanya.
“Enak banget sepertinya lo makan?” kata
Radit.
“Lo mau?” Gita menatap Radit.
“Radit mengangguk, “Tapi sayang ini
membuat gue gendut, dan pasti manager gue marah-marah kalau gue tahu makan-makan seperti itu.” Jelas Radit.
Gita menoleh ke kanan lalu kekiri, dan
tak ada orang yang memperhatikan mereka berdua.
“Ambil saja satu lalu makan, mumpung
nggak ada orang yang melihat kita.” Gita menyodorkan piring kecilnya.
Radit lalu ikut menoleh ke kanan dan
ke kiri, dia mengambil satu makanan yang ada di piring Gita.
“Lo ramah banget ya, padahal kita kan
baru kenal tak hanya itu lo asyik banget di ajak ngobrol.” Batin Radit. Sejak awal bertemu Gita dia sudah terpana bahkan
felling dia mengatakan kalau Gita itu orang baik, dan sangat pantas untuk di jadikan pasangan hidup.
“Ehhem.. maaf mengganggu, Radit bisa kita
ngobrol berdua sebentar.” Aura mendatangi Gita dan Radit.
“Bicara saja.” Kata Radit.
“Kita nggak bisa bicara disini, ini masalah pribadi dan gue nggak bisa bilang kalau ada orang lain.” Kata Aura.
“Gita bukan orang lain, dia teman gue.”
Jelas Radit.
“Teman, lo emang sangat humbel ya baru
saja bertemu saja sudah berteman. Atau memang lo seperti itu setiap bertemu
dengan cewek-cewek.” Aura melipat kedua tangannya di dada, di tambah tatapan yang tajam kepada Gita. Gita menelan cake perlahan, lalu dia berdiri.
“Silahkan kalau kalian mau ngobrol, gue kesana dulu.” Gita tidak mau terlibat dengan permasalahan dua artis yang sedang
membintangi filmnya itu.
“Lo disini saja.” Radit menarik tangan
Gita. Dengan cepat Gita menepis tangan Radit, itu akan sangat bahaya baginya
karena Aura akan salah paham dengan apa yang dia lihat.
“Maaf Radit, ini kan masalah kalian jadi
tidak bagus jika orang lain seperti gue disini.” Gita langsung kabur sebelum
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Gita buru-buru mengajak Fara untuk
kembali ke kamarnya, dia mau cerita sama Fara dengan apa yang baru saja dia
alami.
“Ada apa Git, gue masih mau makan lo
ajak gue balik.” Kata Fara.
__ADS_1
“Tadi kan gue duduk di luar sama Radit,
terus Aura nyamperin kayak cemburu gitu sama gue.” Cerita Gita.
Tuk! Fara memukul kepala Gita pakai
punselnya.
“Lagian lo ngapain berdua-duaan sama
Radit, gue aduin nih sama Kak Gilang.” ancam Fara.
“Siapa coba yang berdua-duaan, orang dia
yang nyamperin gue makan.” Ujar Gita.
“Em, awas lo ya dekat-dekat sama dia
meskipun dia memang ganteng. Jadi gini Radit sama Aura itu dulu di gosipkan
pacaran, nah katanya juga Radit putusin Aura karena dia sudah ada cewek lain.”
“Ooo gitu, pantesan asem banget wajahnya
pas lihat gue, untung gue buruan kabur.” Kata Gita.
Pukul delapan pagi syuting sudah di
mulai lagi, Gita dan team yang lain sudah bersedia di lokasi.
Buughh!
“Fajar, bisa nggak sih lo hati-hati
kalau bekerja lihat nih semua peralatan make upnya Aura jadi berceceran.”
Catrin memarai Fajar yang tidak sengaja menyenggol Bella make up artis GG
entertaiment.
“Maaf Catrin, gue kan nggak sengaja.”
“Makanya kalau jalan itu nggak hanya
pakai kaki doang mata juga di pakai.” Catrin Marah. “Bella lo juga, kalau kerja
bisa cepat nggak sih, lihat tuh Aura sudah marah gimana kalau dia nggak mau lanjut syuting.”
barang yang berceceran, “Lo bukanya bantun malah marah-marah.” Kata Gita.
“Lo nggak usah ikut campur deh, ini team
gue.”
“Catrin, mau ini team lo atau team siapa
pun kita ini kerja bareng kalau ada apa-apa kita harus saling bantu bukannya
berlagak jadi bos.” Gita kesal melihat Catrin yang sangat mengatur dan galak.
“Diam lo. Udah buruan kalian berdua
kesana.” Kata Catrin.
“Sok jadi bos banget sih dia, gue pecat
baru tahu rasa lo.” Gita geregetan.
“Udah biarin saja, nggak usah di
dengarin. Ayok kerja lagi.” Ajak Win.
Dalam syuting Aura mulai berulah, banyak
hal yang tidak sesuai dengannya dan meminta untuk di ulang take nya.
“Ya Tuhan, ternyata lebih enak
mengerjakan proyek di kantor daripada disini. Mana panas, capek di tambah
artisnya bewelnya minta ampun.” Omel Fara.
“Em.. dia kira ratu apa main suruh ina
inu kepada asistennya.” Sahut Gita.
“Kalau gue jadi asistennya udah gue
tendang itu muka songongnya.” Fara geregetan.
__ADS_1
“Kalau gue sih nggak perlu memberikan
tendangan, tinggal minumnya kasih racun kan tidak ada bukti.” Otak-otak jahat
Gita dan Fara mulai bekerja.
“Kalian ngomongin gue?” Kata Aura yang
sudah ada di dekat mereka berdua tanpa di sadari.
“Ah.. nggak, itu kucing teangga ngeselin
banget mau gue kasih racun.” Gita ngeles.
“Iya, songong soalnya. Kalau lo kan
sangat baik, manis cantik pula masa iya kita ngomongin lo.” Fara pura-pura
tersenyum, meskipun dia aslinya mau mutah saat memuji Aura.
“Gita, bisa minta tolong sebentar.”
Radit ikut nimbrung.
“Minta tolong apa ya?” tanya Gita.
“Lo bisa bantuin pembacaan naskah ini
kan, asisten gue lagi pergi.” Kata radit.
“Gue?” Gita bingung karena urusan itu
bukan bagian Gita.
“Iya, tolong ya. Gue tunggu disana.”
Kata Radit.
“Kenapa jadi gue?” Gita menatap Fara. Fara
hanya bisa megangkat kedua tangannya.
Aura kesal merasa tersaingi sama Gita,
bisa-bisanaya Radit lebih meminta tolong kepada Gita daripada dirinya.
Gita duduk di sebelah Radit, dia
membantu Radit membacakan teks serta memberikan arahan sedikit. Gita
menyenderkan tubuhnya ke kursi, dia mengipasi tubuhnya dengan tangannya.
“Panas banget.” Katanya.
“Hey, minum.” Fajar menyodorkan air
mineral dingin untuk Gita.
“Makasih.” Gita menerima dengan
ragu-ragu karena dia tidak kenal dengan orang yang memberinya minum.
“Gue Fajar, orang yang lo tolong tadi.”
“Ah.. Fajar. Makasih ya.” Gita membuka
dan segera meminymnya untuk menghargai orang yang memberinya.
“Kita belum kenalan resmi kan, nama gue
Fajar gue team Ratna.”
“Gita, gue team Mas Win.”
“Gue sudah tahu, lo sangat terkenal di
team kami bahkan sering menjadi pembicaraan.” Kata Fajar.
“Oiya. Wah jadi artis rupanya gue.”
“kedangan lo di perusahaan ini sangat
merubah banyak hal, jadi sangat wajar kalau jadi perbincangan.”
“Memangnya aku merubah apa?”
“Merubah team Win jadi lebih baik dan
kembali menjadi pesaing terberat buat team Ratna.” Jelas Fajar. Gita hanya
__ADS_1
menagngguk-angguk mendengar penjelasan dari Fajar.