Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Kencan Pertama


__ADS_3

"Dooor!" Gita mengagetkan Gilang.


"Astaga, bikin kaget aja sih. Sini duduk." Gilang menarik pelan tangan Gita agar duduk di sebelahnya.


"Mikirin apaan sih, kayaknya serius banget?" tanya Gita.


"Mikirin masa depan kita." Katanya sambil tersenyum jahil.


"Bercanda aja, apa masalahnya shudah selesai?"


"Ya, semua berkat lo. Gue sama Bayu berbaikan lagi. Lo emang pacar yang bisa di andalkan. Lo memang tidak salah pilih."


"Dan gue juga beruntung mendapatkan pacar yang sayang banget sama gue, nggak peduli mau gue gendut ataupun cantik." Gita menyenderkan kepalanya di bahu Gilang. Gilang mengusap lembut rambut Gita.


...♡◇◇◇♡...


Liburan telah usai Gita dan yang lain sudah harus kembali ke sekolah.


"Rasana baru berapa menit liburan udah sekolah aja." keluh Vian.


"Iya, belum puas jalan-jalan sudah di suruh mikir lagi." Fara duduk di kursinya dengan lemas.


"Ya mau gimana lagi, namanya juga anak sekolahan. Daripada udah kerja kita nggak akan bisa tuh yang namanya liburan. Pasti kerja..kerja..dan kerja. Jadi nikmati aja." Kata Anita.


"Iya nikmatin jadi beban orang tua, sebelum kita jadi orang tua." Kata Gita lalu tertawa.


"Kelakuan lo ya." Anita geleng kepala.


"Ada Bu Ida." Seru teman sekelas Gita. Semua langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.


"Selamat pagi, Kalian semua ini nggak pernah mendengarkan nasehat ibu. Nilai kalian jelek semua. Ibu sebagai wali kelas kalian malu sama kelas-kelas sebelah." Bu Ida wali kelas Gita pagi-pagi sudah marah-marah.


"Gita, Raka, Fara dan Vian nilai kalian paling rendah di antara teman-teman kalian."


"Kami sudah berusaha Buk, tapi ya gimana orang susah." jawab Raka.


"Iya Buk, udah mau botak ini kepala." timpal Gita.


"Kalian berdua di kasih tahu ngelawan saja. ujian besok kalian haru mendapatkan nilai di atas rata-rata. Kalau tidak kalian akan tinggal kelas. Kalian bisa minta tolong sana teman sekelas yang pandai, Devan misalnya."


"Saya bersedia buk."


"Buk, saya mau les aja. Soalnya kalau mau sama teman sering banyak bercandanya." kata Gita.


"Benar juga. Lebih baik kalian memang les." Kata Bu Ida.


Bel tanda istirahat sudah berbunyi, semua anak langsung keluar.


"Git, biar gue aja yang ngajarin lo." Devan memaksa untuk mengajari Gita.


"Maaf, Devan bukan gue nggak mau tapi gue kalau sama teman sendiri cenderung banyak mainnya." Gita beralasan karena dia tidak mau di ajarin Devan. Semenjak Devan memperlakukan dia dengan tidak baik Gita enggan untuk dekat-dekat lagi.


"Ok."


Gita pergi meninggalkan Devan, menyusul yang lain ke kantin.


"Gimana masih ngejar lo buat ngajarin ya?" tanya Fara.

__ADS_1


"Iya, ngeyel banget dia." Gita minum es jeruk di depannya sampai hampir habis.


"Gita, es jeruk gue." kata Vian ngegas.


"Ya elah pelit amat lo An, gue minum dikit juga."


"Lo kata dikit, ini habis kali Git." omel Vian.


"Ya udah tinggal pesen lagi kenapa sih lo."


"Kebiasaan lo," Vian ngedumel sambil pesan minuman lagi.


"Terus kita belajarnya sama siapa?" tanya Fara.


"Kan ada Anita, dia bisa kali ngajarin kita." kata Vian sambip berjalan ke kursinya lagi.


"Benar, gue setuju lo kan paling pinter di antara kita semua." Gita setuju dengan ide Vian.


"Kalian kenapa nggak cari les aja sih, nilai gue aja minim banget."


"Ya seengagknya kita pas rata-rata aja gue udah bahagia." Jawab Fara.


"Iya, gue tuh males banget kalau di suruh les. Yang ada gue ngantuk tahu nggak." jawab Gita.


"Gue udah dapat orang yang bakalan ngajarin kita." Raka menarik kursi dab duduk dengan melipat kedua tangannya.


"Siapa?" tanya Gita, Fara, Anita dan Vian penasaran.


"Gilang." Jawab Raka mantap.


"Benar, dia orang yang sangat tepat untuk ngajarin dia." kata Anita.


"Gita, ini demi nilai ujian semester kita loh." Bujuk Vian.


"Ya tapi kan dia juga punya kesibukan sendiri, belajar sendiri. Udahlah kita les aja." Gita masih menolak.


"Kalau les harus keluar biaya lagi loh, mending biayanya buat jajan." Anita juga ikut membujuk Gita.


Gita merenungkan sebentar, "Ok deh. Siapa yang mau ngomong?" tanya Gita. Dan semua langsung menunjuk ke arah Gita.


"Kok gue?"


"Lo kan pacarnya, pasti dia mau melakukan semuanya dong demi lo." kata Fara merenges sampai kelihatan semua deretan gigi putihnya.


"Gue lagi yang jadi tumbalnya." Gita manyun.


"Cuma ngomong gitu apa sih beratnya Ta."


"Kalau emang nggak berat kenapa nggak lo aja yang ngomomg Ka?" Gita membalikan omongan Raka.


"Ya kalau gue itu ngomong agak aneh, sebagai cowok coolnya ilang nanti."


"Idih.. sok cool lo."


...♡◇◇◇♡...


Bel pulang sekolah berbunyi, Gita sama Gilang janjian untuk pergi. Gita menungu Gilang di dekat tempat parkir.

__ADS_1


"Maaf ya menunggu agak lama, habis ada rapat osis." Gilang mengacak rambut Gita.


"Iya nggak apa-apa, kita mau kemana?"


"Anterin gue ke toko buku sebentar lo keberatan nggak?"


"Ah.. nggak kok. Ayok." jawab Gita semangat.


"Ok." Gilang menggandeng Gita lalu membukakan mobil untuknya.


"Gini nih kalau pacaran sama cowok pinter, sekali kencan ke toko buku, jangan-jangan besok ke perpustakaan." Keluh Gita ketika sudah duduk di mobil.


"Ngomong apa?"


"Ah.. nggak. Nggak ngomong." Gita merenges.


Seoanjang perjalanan mereka berdua diam, mereka berdua tiba-tiba merasa canggung.


"Mau beli buku apa Kak?" Gita basa-basi membuka obrolan.


"Buku-buku pelajaran di sekolah ada yang kurang lengkap jadi harus gue lengkapi." jawabnya masih fokus menyetir.


"Kak Gilang suka banget ya belajar?"


"Lumayan, tapi ada yang paling gue suka selain belajar."


"Apa? Main basket, atau main game?"


"Kamu." jawab Gilang sambil tersenyum manis banget.


"Ih.. gombal banget." wajah Gita merona di gombai Gilang.


"Kok gombal sih, ini beneran kalau lo itu menu utama dalam hidup gue."


"Benar-benar, kalau ada ajang raja gombal Kak Gilang deh juaranya." kata Gita.


Gilang tersenyum manis membuat hati Gita meleleh, jantungnya mulai tidak aman.


"Gombalan ini hanya akan berlaku buat pacar gue saja." Gilang melepas sabuk pengamannya lalu turun dari mobil. Gita langsung mengikuti Gilang.


"Berapa cewek yang sudah di gombalin seperti ini?" Tanya Gita.


"Em.." Gilang mengerutkan keningnya seakan dia sedang menghitung berapa mantan jumlah mantan yang di gombalinya.


"Banyak ya?"


"Nggak ada."


"Dasar buaya." gumam Gita pelan.


"Ngomong apa?"


"Nggak."


"Bohong banget, gue dengar loh."


"He..he... bercanda." Gita berjalan lebih dulu takut Gilang marah.

__ADS_1


"Tunggu, jangan kabur buaya betinaku." Gilang berlari mengejar Gita.


__ADS_2