
Rutinitas pagi
yang selalu sama seperti biasa, Gita datang dengan jam yang mepet. Dia
buru-buru mau ke ruangannya namun di hadang sama Ratna. Gita mengerem mendadak
saat lari dengan kecepatan yang sangat tinggi itu.
“Ouuu.. hampir
saja.” Ujar Gita sambil memegang dadanya yang deg-degan itu.
“Gita bisa kita
ngobrol sebentar.” Kata Ratna dengan muka datar, bahkan dia tidak punya rasa
bersalah tiba-tiba berdiri di tengah jalan.
“Ngobrol apa
Mbak?”
“Kita ngobrol di
kantin saja.” Ratna mengajak Gita ngobrol di kantin karena saat pagi kantin
masih sepi jadi bisa leluasa menanyakan banyak hal kepada Gita.
Gita menarik
kursi, dan duduk berhadapan sama Ratna. Gita sudah merasa tidak enak karena
Ratna terus menatapnya dengan tajam dan ekspresi wajahnya yang datar.
“Ada apa ya mb?”
tanya Gita lagi.
“Gita sebenarnya
lo punya masalah hidup apa sama gue, sampai semua anggota gue lo ambil dan
masukkan ke dalam team lo.” Ratna mulai mengeluarkan unek-uneknya dia emosi
karena anggotanya terus berkurang.
“Maksud Mbak
Ratna apa ya?” Gita bingung.
“Kemarin lo
ambil Bella, sekarang Fajar sebenci itu kah lo sama gue sampai-sampai semua
anggota gue lo bujuk buat masuk ke team lo.” Ratna semakin emosi.
‘Gita
benar-benar nggak ngerti, Fajar masuk team gue?”
“Gita, memangnya
gue punya salah apa sama lo sampai semua orang lo hasut dan juga
menjelek-jelekkan gue di depan mereka.”
“Gita tidak
pernah menjelekkan siapapun, Gita juga nggak tahu kalau Fajar pindah. Tapi
kenapa Mbak Ratna bisa menuduh Gita yang melakukan. Kepindahan anggota itu
bukannya dari Bos Gilang sendiri dan tentunya karena keinginan dari orang
tersebut. Jadi kenapa Mbak Ratna tidak tanya sama langsung sama bos dan juga
Fajar.” Kata Gita, dia tidak mau di salahkan karena memangdia tidak tahu apa-apa tentang
kepindahan Fajar ke tamnnya.
Selesai ngobrol
dengan Ratna Gita bergegas ke ruangannya untuk melihat apa benar Fajar pindah
ke teamnya. Gita berhenti di tengah-tengah pintu, dia langsung ke meja Win.
“Mas Win, bisa
kita bicara sebentar di luar.”Ajak Gita.
“Ok.” Win langsung
berjalan mengikuti Gita.
Gita menengok
kanan kiri, takut ada yang melihat dan mendengar percakapan mereka.
“Ada apa Gita?”
“Benar ya kalau
Fajar pindah ke tema kita?” tanya Gita.
“Iya, mulai tadi
pagi dia pindah ke team kita. Bos Gilang sudah mengirim pesan kepindahan Fajar,
memangnya ada apa?”
“tadi Mbak Ratna
mencegat gue, dan mengira kalau gue yang mempengaruhi mereka untuk pindah ke
__ADS_1
team kita.” Kata Gita.
“Ratna?”
“Iya, gue paham
sih kenapa dia melakukan semua itu karena dia mulai kehilangan anggotanya. Bisa
kah Mas Win tanyakan ini sama Fajar sekaligus Bella.”
“Masuk lah, kita
akan rapat sebentar.”
Gita masuk lebih
dulu lalu duduk di sebelah Fara dan Bella, kemudian Win menyusul masuk.
“Selamat pagi
teman-teman, sebelum kita mulai pekerjaan pagi ini saya mau menanyakan sesuatu
dulu kepada anggota baru kita Bella dan Fajar sebelum kita pindah tugas besok
ke pabrik.”
“Iya Mas.” Jawab
Bella dan Fajar bersamaan.
“Bella dan
Fajar, apakah kamu pindah ke sini dengan sebuah paksaan, hasutan atau yang
lain?” tanya Win.
“Tidak mas,
kalau gue benar-benar senang bos Gilang memindahkan gue ke team ini.Karena gue
merasa di hargai.” Jelas Bella.
“Fajar?”
“Gue juga tidak
ada paksaan ataupun hasutan dari siapapun, justru saya sendiri yang mengajukan
pindah dari team ini.”
“Kenapa kamu
baru mengajukan saja? Apa karena ada sesuatu hal?”Ina menjadi kepo karena dulu
team mereka selalu di pandang sebelah mata dan sekarang saat mulai bersinar
mereka ingin masuk ke teamnya.
“Tidak, mungkin
merasa tenang dalam bekerja. Dulu gue masih baru dan tidak memilikikeberanian
untuk meminta.”
“Fajar, lo bukan
mata-mata dari team Ratna kan?” Kata Nino.
“Pasti tidak,
gue benar-benar tulus masuk ke team ini.”
“Baiklah, kalian
bisa mulai bekerja.”
Makan siang tiba
Fajar lagsung buru-buru membawakan makanan kepada teman-teman barunya. Dia
membawakan makanan sebagai ucapan terima kasih karena menerima dia dengan
tangan terbuka.
“Wah ada apa nih
bagi-bagi makanan.” Kata Nino.
“Ini sebagai
ucapan terima kasih aku karena kalian mau menerima gue disini.” Kata Fajar yang
masih sibuk membagikan makanan.
“Lo nggak perlu
repot-repot seperti ini.” Kata Win.
“Nggak apa-apa
Mas.” Fajar melihat Win sambil tersenyum. “Gita ini untuk kamu.” Fajar
memberikan dua bungkus makanan yang berbeda.
“Makasih.”
“Ssttt..” Fara menyenggol
tangan Gita.
“Apa?”
“Gue rasa Fajar
__ADS_1
emang suka sama lo deh, selain dia pindah karena di tindas sama teman-temannya
dia kesini juga karena lo.” Bisik Fara.
“Heh.. jangan
asal deh nanti jadi gosip.” Kata Gita.
“Bahagia banget
ya lo pindah kesini.” Kata Roy sambil berjalan mendekati Fajar lalu
merangkulnya. Fajar langsung menunduk dia tidak berani mengangkat kepalanya.
“Ya tentunya
sangat bahagia, karena disini itu semua saling menghargai bukan saling
menginjak.” Sahut Fara.
“Hah.. terlalu
naif ucapan lo itu, sok suci tahu nggak. Kalian sengaja kan mau menghancurkan
team kita.” Catrin datang sambil melipat kedua tangannya.
“Mereka sendiri
yang datang ke team kita, bagaimana bisa kita yang mau menghancurkan team
kalian?” Tanya Nino, dia menarik tangan Fajar hingga dia pindah kesisinya.
“Kalian lebih
baik pergi dari ruangan ini, karena kalau kalian mau protes silahkan ketemu Bos
Gilang langsung.” Kata Win.
Roy mengusap
rambut dengan tangan kanannya, di tambah senyum nyinyir di bibirnya, dia ingin
sekali memukul wajah Win yang membuatnya kesal karena mengusir dirinya.
“Kenapa nggak terima?”
Nino maju mendekat ke tubuh Roy, dia siap jika harus baku hantam dengan Roy.
“Roy.. Catrin
kembali ke ruangan!” Seru Ratna.
“Ck!” Roy
menoleh sambil berdecak, dia kembali membalikan tubuhnya lalu memukul wajah
Nino kemudian petutnya hingga Nino terkapar.
“Woi!” Vian yang
tadi asyik makan dan hanya melihat perdebatan antara seniornya itu langsung
naik meja dan memberikan pukulan balasan untuk Nino.
“Anak baru lo
jangan ikut campur!” Roy mengusap ujung bibirnya yang kena hantaman Vian. Dan memberikan balasan pukulan ke wajah Vian, Vian pun kembali memberikan balasan.~~~~
“Anak baru atau
lama itu tidak jadi masalah, karena setiap ada orang yang menyakiti team gue
sama saja menyakiti gue.” Katanya sembari menarik kerah Roy.
“Cukup kalian,
Vian lepaskan Roy.” Win menarik Vian agar perkelahiannya berhenti. “Ratna, bawa
semua anggota lo, gue nggak mau ada keributan lagi dan buat bos Gilang tahu dan
marah.” Kata Win.
“Catrin, bawa
Roy. Win lo pasti sangat dendam sama gue karena belum bisa move on dari gue,
tapi kenapa lo buat gue sehancur ini?” Tanya Ratna dengan mata berkaca-kaca.
“Apa lagi salah
gue sama lo? Gue tidak pernah meminta mereka datang kesini. Ratna, jangan
selalu sambungkan masalah yang terjadi sama lo ini dengan masa lalu kita.
Karena apa gue sudah move on dari dulu, bahkan gue sudah memiliki cinta yang
lain. Jadi cukup untuk mengungkitnya.”
“Pembohong.”
“Gue nggak
pernah berbohong, gue sudah pacaran dan sebentar lagi tunangan sama Ina.” Kata
Win dengan santai, tanpa memikirkan perasaan Ina yang kaget, dan hampir saja
jantungan mendengarnya.
“Gue nggak
percaya.” Kata Ratna sambil pergi.
“Kalian makan
__ADS_1
lagi, sebentar lagi jam makan siang habis.” Kata Win sambil pergi meninggalkan
ruangannya.