Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Perpindahan Fajar


__ADS_3

Rutinitas pagi


yang selalu sama seperti biasa, Gita datang dengan jam yang mepet. Dia


buru-buru mau ke ruangannya namun di hadang sama Ratna. Gita mengerem mendadak


saat lari dengan kecepatan yang sangat tinggi itu.


“Ouuu.. hampir


saja.” Ujar Gita sambil memegang dadanya yang deg-degan itu.


“Gita bisa kita


ngobrol sebentar.” Kata Ratna dengan muka datar, bahkan dia tidak punya rasa


bersalah tiba-tiba berdiri di tengah jalan.


“Ngobrol apa


Mbak?”


“Kita ngobrol di


kantin saja.” Ratna mengajak Gita ngobrol di kantin karena saat pagi kantin


masih sepi jadi bisa leluasa menanyakan banyak hal kepada Gita.


Gita menarik


kursi, dan duduk berhadapan sama Ratna. Gita sudah merasa tidak enak karena


Ratna terus menatapnya dengan tajam dan ekspresi wajahnya yang datar.


“Ada apa ya mb?”


tanya Gita lagi.


“Gita sebenarnya


lo punya masalah hidup apa sama gue, sampai semua anggota gue lo ambil dan


masukkan ke dalam team lo.” Ratna mulai mengeluarkan unek-uneknya dia emosi


karena anggotanya terus berkurang.


“Maksud Mbak


Ratna apa ya?” Gita bingung.


“Kemarin lo


ambil Bella, sekarang Fajar sebenci itu kah lo sama gue sampai-sampai semua


anggota gue lo bujuk buat masuk ke team lo.” Ratna semakin emosi.


‘Gita


benar-benar nggak ngerti, Fajar masuk team gue?”


“Gita, memangnya


gue punya salah apa sama lo sampai semua orang lo hasut dan juga


menjelek-jelekkan gue di depan mereka.”


“Gita tidak


pernah menjelekkan siapapun, Gita juga nggak tahu kalau Fajar pindah. Tapi


kenapa Mbak Ratna bisa menuduh Gita yang melakukan. Kepindahan anggota itu


bukannya dari Bos Gilang sendiri dan tentunya karena keinginan dari orang


tersebut. Jadi kenapa Mbak Ratna tidak tanya sama langsung sama bos dan juga


Fajar.” Kata Gita, dia tidak mau di salahkan karena  memangdia tidak tahu apa-apa tentang


kepindahan Fajar ke tamnnya.


Selesai ngobrol


dengan Ratna Gita bergegas ke ruangannya untuk melihat apa benar Fajar pindah


ke teamnya. Gita berhenti di tengah-tengah pintu, dia langsung ke meja Win.


“Mas Win, bisa


kita bicara sebentar di luar.”Ajak Gita.


“Ok.” Win langsung


berjalan mengikuti Gita.


Gita menengok


kanan kiri, takut ada yang melihat dan mendengar percakapan mereka.


“Ada apa Gita?”


“Benar ya kalau


Fajar pindah ke tema kita?” tanya Gita.


“Iya, mulai tadi


pagi dia pindah ke team kita. Bos Gilang sudah mengirim pesan kepindahan Fajar,


memangnya ada apa?”


“tadi Mbak Ratna


mencegat gue, dan mengira kalau gue yang mempengaruhi mereka untuk pindah ke

__ADS_1


team kita.” Kata Gita.


“Ratna?”


“Iya, gue paham


sih kenapa dia melakukan semua itu karena dia mulai kehilangan anggotanya. Bisa


kah Mas Win tanyakan ini sama Fajar sekaligus Bella.”


“Masuk lah, kita


akan rapat sebentar.”


Gita masuk lebih


dulu lalu duduk di sebelah Fara dan Bella, kemudian Win menyusul masuk.


“Selamat pagi


teman-teman, sebelum kita mulai pekerjaan pagi ini saya mau menanyakan sesuatu


dulu kepada anggota baru kita Bella dan Fajar sebelum kita pindah tugas besok


ke pabrik.”


“Iya Mas.” Jawab


Bella dan Fajar bersamaan.


“Bella dan


Fajar, apakah kamu pindah ke sini dengan sebuah paksaan, hasutan atau yang


lain?” tanya Win.


“Tidak mas,


kalau gue benar-benar senang bos Gilang memindahkan gue ke team ini.Karena gue


merasa di hargai.” Jelas Bella.


“Fajar?”


“Gue juga tidak


ada paksaan ataupun hasutan dari siapapun, justru saya sendiri yang mengajukan


pindah dari team ini.”


“Kenapa kamu


baru mengajukan saja? Apa karena ada sesuatu hal?”Ina menjadi kepo karena dulu


team mereka selalu di pandang sebelah mata dan sekarang saat mulai bersinar


mereka ingin masuk ke teamnya.


“Tidak, mungkin


merasa tenang dalam bekerja. Dulu gue masih baru dan tidak memilikikeberanian


untuk meminta.”


“Fajar, lo bukan


mata-mata dari team Ratna kan?” Kata Nino.


“Pasti tidak,


gue benar-benar tulus masuk ke team ini.”


“Baiklah, kalian


bisa mulai bekerja.”


Makan siang tiba


Fajar lagsung buru-buru membawakan makanan kepada teman-teman barunya. Dia


membawakan makanan sebagai ucapan terima kasih karena menerima dia dengan


tangan terbuka.


“Wah ada apa nih


bagi-bagi makanan.” Kata Nino.


“Ini sebagai


ucapan terima kasih aku karena kalian mau menerima gue disini.” Kata Fajar yang


masih sibuk membagikan makanan.


“Lo nggak perlu


repot-repot seperti ini.” Kata Win.


“Nggak apa-apa


Mas.” Fajar melihat Win sambil tersenyum. “Gita ini untuk kamu.” Fajar


memberikan dua bungkus makanan yang berbeda.


“Makasih.”


“Ssttt..” Fara menyenggol


tangan Gita.


“Apa?”


“Gue rasa Fajar

__ADS_1


emang suka sama lo deh, selain dia pindah karena di tindas sama teman-temannya


dia kesini juga karena lo.” Bisik Fara.


“Heh.. jangan


asal deh nanti jadi gosip.” Kata Gita.


“Bahagia banget


ya lo pindah kesini.” Kata Roy sambil berjalan mendekati Fajar lalu


merangkulnya. Fajar langsung menunduk dia tidak berani mengangkat kepalanya.


“Ya tentunya


sangat bahagia, karena disini itu semua saling menghargai bukan saling


menginjak.” Sahut Fara.


“Hah.. terlalu


naif ucapan lo itu, sok suci tahu nggak. Kalian sengaja kan mau menghancurkan


team kita.” Catrin datang sambil melipat kedua tangannya.


“Mereka sendiri


yang datang ke team kita, bagaimana bisa kita yang mau menghancurkan team


kalian?” Tanya Nino, dia menarik tangan Fajar hingga dia pindah kesisinya.


“Kalian lebih


baik pergi dari ruangan ini, karena kalau kalian mau protes silahkan ketemu Bos


Gilang langsung.” Kata Win.


Roy mengusap


rambut dengan tangan kanannya, di tambah senyum nyinyir di bibirnya, dia ingin


sekali memukul wajah Win yang membuatnya kesal karena mengusir dirinya.


“Kenapa nggak terima?”


Nino maju mendekat ke tubuh Roy, dia siap jika harus baku hantam dengan Roy.


“Roy.. Catrin


kembali ke ruangan!” Seru Ratna.


“Ck!” Roy


menoleh sambil berdecak, dia kembali membalikan tubuhnya lalu memukul wajah


Nino kemudian petutnya hingga Nino terkapar.


“Woi!” Vian yang


tadi asyik makan dan hanya melihat perdebatan antara seniornya itu langsung


naik meja dan memberikan pukulan balasan untuk Nino.


“Anak baru lo


jangan ikut campur!” Roy mengusap ujung bibirnya yang kena hantaman Vian. Dan memberikan balasan pukulan ke wajah Vian, Vian pun kembali memberikan balasan.~~~~


“Anak baru atau


lama itu tidak jadi masalah, karena setiap ada orang yang menyakiti team gue


sama saja menyakiti gue.” Katanya sembari menarik kerah Roy.


“Cukup kalian,


Vian lepaskan Roy.” Win menarik Vian agar perkelahiannya berhenti. “Ratna, bawa


semua anggota lo, gue nggak mau ada keributan lagi dan buat bos Gilang tahu dan


marah.” Kata Win.


“Catrin, bawa


Roy. Win lo pasti sangat dendam sama gue karena belum bisa move on dari gue,


tapi kenapa lo buat gue sehancur ini?” Tanya Ratna dengan mata berkaca-kaca.


“Apa lagi salah


gue sama lo? Gue tidak pernah meminta mereka datang kesini. Ratna, jangan


selalu sambungkan masalah yang terjadi sama lo ini dengan masa lalu kita.


Karena apa gue sudah move on dari dulu, bahkan gue sudah memiliki cinta yang


lain. Jadi cukup untuk mengungkitnya.”


“Pembohong.”


“Gue nggak


pernah berbohong, gue sudah pacaran dan sebentar lagi tunangan sama Ina.” Kata


Win dengan santai, tanpa memikirkan perasaan Ina yang kaget, dan hampir saja


jantungan mendengarnya.


“Gue nggak


percaya.” Kata Ratna sambil pergi.


“Kalian makan

__ADS_1


lagi, sebentar lagi jam makan siang habis.” Kata Win sambil pergi meninggalkan


ruangannya.


__ADS_2