
Gita turun mobil Raka sambil membaca buku biologi, hari ini kelasnya ada ulangan. Dia jalan dan fokus kepada bukunya.
"Pagi." Sapa Gilang.
"Pagi." jawabnya namun tak melihat siapa yang menyapanya.
"Membra sel adalah membra semipermeabel pada... pada.. ah.. pada apa ya? masa padamu nggak mungkin lah kan gue padanya." Gita terkekeh, dia berhenti lalu membuka bukunya lagi.
"Ah.. pada sebuah sel yang mengelilingi dan membungkus." Katanya sambil mangguk-mangguk.
Gilang tersenyum melihat tingkah Gita, dia hanya berjalan di samping Gita tanpa sambil menjaga dirinya kalau hendak menabrak seseorang atau tiang karena dia terlalu fokus sama bukunya.
"Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dalam maupum luar, yang di sebabkan karena kontraksi otot yang menggerakan tulang. Ah.. salah ini harusnya hati yang menggerakan bukan otot. " Kata Gita sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Teori darimana yang menggerakan tubuh itu hati." Gilang mencubit hidung Gita, dia sudah tidak kuat menahan tawa melihat tingkah konyol Gita.
"Kata gue lah, eh.. Kak Gilang sejak kapan disini?" Gita kaget.
"Sejak tadi dari parkiran, lo terlalu fokus sama belajar, sampai nggak melihat gue dan tentunya nggak melihat jalan. Gimana coba kalau jatuh."
"Nggak apa-apa asal jatuhnya di pelukan Kak Gilang." jawab Gita sambil menggandeng lengan Gilang.
"Dasar nakal, udah sarapan belum?" tanya Gilang.
"Udah, tapi ya kalau mau di kasih bekal lagi Gita nggak akan tolak dan pasti Gita makan kok, beneran." Kata Gita menadahkan tangannya dengan semangat.
"Dasar perut karet." Gilang mengacak-acak rambut Gita.
"Ya kan nggak boleh menolak pemberian dari pacar tersayang." Gita meringis.
Gilang memberikan kotak bekal berisikan sandwich kesukaan Gita lalu mengantarnya ke kelasnya.
"Gita!" Teriak Fara sambil berlari menghampirinya.
"Apaan sih lo pagi-pagi berisik."
"Pagi Kak Gilang." Fara mengangguk lalu meringis.
"Pagi. Gita gue balik ke kelas dulu ya." kata Gilang.
"Iya Kak, hati-hati." Kata Gita sambil melambaikan tangan saat Gilang sudah mulai berjalan.
"Kelas Kak Gilang tuh cuma di lantai dua, kayak pergi jauh saja pakai hati- hati segala." Nyinyir Fara.
"Eh jangan salah, bisa aja pas jalan kesandung kalau nggak hati-hati." Kata Gita.
__ADS_1
"Iya..iyaa.. biar cepat. Sekarang gue tanya apa lo udah jadi menyelidiki Raka."
"Oh soal itu, lo sepertinya akan kecewa dengan jawabnanya jadi nggak usah tahu saja." Kata Gita sambil jalan ke kursinya.
"Kenapa emang?" tanya Fara penasaran.
"Nggak jelas jawabannya, ngegantung banget." Jawab Gita sambil senyum memandangi sandwich dari Gilang.
Praaagh!
Tempat makan Gita terjatuh karena tidak sengaja tersenggol sama Mita yang hendak berdiri hingga sandwichnya tumpah.
"Yah..sandwich gue." Kata Gita. Dia jongkok mau memunguti sandwich yang bercecer di lantai.
"Upps... sorry Git, ke injak." Kata Mita sambil menutup mulut dengan tangan kanannya.
"Lo sengaja ya Mit?!" Gita mendongakkan kepalanya.
"Sepertinya sih iya, lagian sandwich udah jatuh ke lantai masih di pungutin. Nggak mampu apa beli lagi." ejek Mita. Dia menertawakan Gita puas banget.
Gita membanting tempat makannya, emosinya meluap, "Eh! anak baru, jangan songong lo ya." Gita memarik rambut Mita.
"Aaaa... lepasin, sakit tauk." pekik Mita.
Tangan Mita sekuat tenaga hendak menarik rambut Gita namun di tahan sama Fara.
"Mau apa lo?" Kata Fara sambil senyum sinis.
"Aaa...sakit...sakit lepasin gue." pekit Mita lagi. Anak-anak yang sudah datang tidak berani melerai.
"Gita berhenti!" teriak Gilang dari ambang pintu lalu lari mendekati Gita. Gilang datang setelah ada salah satu murid kelas Gita mengadu pada Gilang kalau pacarnya itu berkelahi.
"Kak.. tolong." Rintih Mita. Fara langsung melepasakan pegangannya. Sedangkan Gita masih menarik rambut Mita.
"Gita, lepaskan!" kata Gilang dengan nada tegas. Gita pun perlahan melepaskan jambakan pada rambut Mita.
"Kak tolongin Mita, Gita sama Fara tiba-tiba menyerang gue." Mita memeluk Gilang. Dia berusaha menghasut Gilang agar memarahi Gita dan membencinya.
"Gita minta maaf." Kata Gilang sambil mendorong pelan agar Mita tidak memeluknya.
"Minta maaf, nggak mau." kata Gita ketus.
"Gita minta maaf!" suruh Gilang.
"Nggak!"
__ADS_1
"Gita!"
"Nggak, kenapa harus Gita yang minta maaf. jelas-jelas dia yang salah." Gita gemas banget ingin nampol wajah Mita.
"Gue salah apa, gue bilang nggak sengaja tapi lo langsung menarik rambut gue." Mita memutarbalikan fakta.
"Eh jangan memutar balikan fakta, jelas-jelas lo yang injak itu makanan." Fara ikut emosi.
"Gue udah minta maaf, tapi kalian berdua terus mengereroyok gue." Mita mulai beraksi. Dia terus memojokan Gita agar Gilang marah besar.
"Gita sekali lagi gue bilang, lo minta maaf atau.."
"Atau apa? mau bawa gue ke Bk? bawa aja." Kata Gita tanpa rasa takut. Dia pergi meninggalka Gilang dan Mita yang terus cari kesempatan kepada Gilang.
"Gita tunggu!" Teriak Gilang namun di abaikan sama Gita.
Gilang berlari mengejar Gita yang jalannya sudah jauh.
"Gita tunggu." Gilang menarik tangan Gita.
"Lo kenapa sih?"
"Kak Gilang yang harusnya kenapa bukan Gita. Dia yang salah bukan Gita." Kata Gita dengan emosi.
"Iya gue tahu Gita nggak salah, tapi dengan lo menyerang dia itu jadi salah. Kenapa lo serang dia?" tanya Gilang lagi.
"Iya Gita memang salah, belain saja dia terus." Gita marah.
"Gita, gue bukan belain siapa-siapa. Tapi kalau lo berantem nanti bisa kena skors. Nilai kedisiplinan lo nanti kurang lagi." Gilang menjelaskan kepada Gita kenapa dia meminta Gita agar minta maaf.
"Kak..." Mita sudah nyusulin Gita dan Gilang. Gipang menoleh tanpa menjawab.
"Tadi Pak Rudi datang ke kelas, dia minta kita bertiga ke ruangannya. Gita langsung jalan ke ruangan Pak Rudi tanpa menunggu Gilang.
"Maafin Mita ya Kak." Mita kembali mengambil kesempatan, dengan memposisikan dirinya sebagai korban.
"Kenapa minta maaf sama gue, memangnyao punya salah sama gue?"
"Karena gue, lo sama Gita jadi berantem. Gue nggak tahu kalau Gita seemosional itu. Padahal gue juga sudah minta maaf tapi dia tetap saja menyerang gue." Mita memasang mimik sedih.
"Tenang saja, gue sama Gita tidak marahan kok. Dan gue tahu banget bagaimana Gita. Dia tidak akan seemosi itu kalau tidak di ganggung." Kata Gilang.
"Jadi Kak Gilang tuduh gue yang membuat masalah duluan sama Gita."
"Gue nggak pernah bilang begitu." Jawab Gilang sambil jalan menyusul Gita ke ruangan Pak Rudi.
__ADS_1