Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Belajar Part I


__ADS_3

"Vian, ke rumah gue yok main game. Gue ada game baru."


"Let's go." Vian menggendong tasnya.


"Kita nggak jadi belajar nih?" tanya Anita.


"Besok saja lah, masih lama kan ulangannya." Kata Fara.


"Iya, otak gue juga udah mau meledak dua jam terakhir pelajaran matematika." Gita setuju untuk tidak belajar lagi hari ini.


"Ya udah deh, ke rumah lo aja yuk." Ajak Anita.


"Ok."


"Ta, bilang Gilang gih kalau kita ada acara jadi nggak bisa belajar hari ini." Raka menyuruh Gita untuk mengabari Gilang.


"Kok gue, lo aja yang ngomong."


"Pacaranya lo bukan gue."


"Lo sama Gilang sudah jadian?" samber Devan yang sedang pas di meja Gita.


"Iya." Jawab Fara dan Anita bersamaan.


"Kenapa? kaget?" Ejek Anita.


"Gita, jadi lo tolak gue waktu itu gara-gara Gilang." Devan kesal.


"Heloo... dulu lo bilang apa sama Gita. Bukannya lo maki Gita kalau malu-maluin dan lo lebih memilih Kak Qila. Sekarang kenapa putar haluan waktu Gita jadi semakin cantik." Fara memasang dada.


"Lo jangan ikut camput, itu bukan urusan lo." Devan mendorong Fara agar menyingkir dari hadapannya dan bisa leluasa berbicara dengan Gita.


"Eiitss... santai bos." Raka menahan Fara agar tidak jatuh. "Lo kira lo bisa gitu bertindak sesuka hati lo, urusan Gita itu urusan kita." Raka mendorong Devan agar mundur.


"Iya.. urusan kita dengar nggak!" Seru Vian.! Devan langsung cabut dengan hati yang penuh kemarahan.


"Pergi jauh-jauh deh, manusia nggak tahu diri." Kata Fara.


"Ingat ya lo Ta, jangan dekat-dekat sama Devan. Dia itu berbahaya, dia bukan Devan teman kecil kita dulu." Raka mengingatkan Gita. Gita mengangguk tanda mengerti, dia juga paham kalau Devan itu sudah berubah.


"Dah yuk balik." Raka merangkul Vian. Gita mengirimkan pesan Gilang sebelum meninggalkan sekolah.


...Gita...


...Kak, hari ini kita nggak belajar dulu ya.....


...Gita pulang dulu...


...Semangat rapatnya lagi....


...Gilang...


...Kenapa nggak belajar hari ini?...


...Gita...


...Ada tugas kelompok, jadi kami berdiakusi...


...berenam. Besok baru kita belajar bareng Kak Gilang...


...Gilang...


...Siapa saja?...

__ADS_1


...Gita...


...Fara, Anita, Raka sama Vian...


...Gilang...


...Ok...


"Ini kelompok belajar apa bermain?" Gumam Gilang sambil mengantongi ponselnya.


"Gilang, mau kemana?" tanya Monika.


"Gue ada urusan penting, rapatnya sudah selesaikan?"


"Iya sudah selesai hari ini, tinggal besok kita ajukan dulu ke kepala sekolah." Jawab Qila.


"Kalau gitu gue duluan." Gilang langsung keluar.


"Ck.. kenapa susah banget sih dekat sama Gilang." gumam Monika kesal. Sudah hampir dua tahun menyukai Gilang tapi tak pernah bisa dekat.


...♡◇◇◇♡...


Gilang langsung menyusul ke rumah Gita, dia tidak percaya begitu juga dengan alasan Gita.


"Gilang, lo kesini?" Qila kaget.


"Iya, gue mau melihat adik- adik lo dan yang lain katanya sedang belajar kelompok jadi melewatkan belajar bareng gue." jelas Gilang.


"Belajar kelompok." Qila tertawa. "Nggak mungkin banget."


"Ya maka dari itu gue samperin ke sini."


"Oiya Lang.. boleh gue tanya sesuatu?" tanya Qila.


"Lo sama Gita benaran sudah jadian?" Qila penasaran.


"Iya.. gue udah jadian. Apa lo sama Gita sekarang tidak baik-baik saja?"


"Kita baik-baik saja, hanya saja gue menjadi tidak enak sama Gita. Gue terlalu jahat sama dia."


"Gita itu anak yang sangat baik bukan, dia akan merasa sangat kehilangan lo sebagai kakak kalau lo menghindarinya."


"Iya gue tahu, masuk yuk lo bukanya harus ngajarin mereka." Qila mengajak Gilang masuk ke dalam.


"Lo bisa panggilkan mereka?"


"Kenapa lo nggak kasih mereka kejutan saja." kata Qila memberikan ide.


"Benar juga, apa gue boleh langsung masuk?" tanya Gilang.


"Masuk saja. Pasti mereka kumpul di kamar situ."


Gilang mendorong pintu perlahan, dan benar dia melihat Gita dan yang lain sedang asyik main game, dan ngobrol.


"Jadi ini ya namanya belajar kelompok ya." kata Gilang sambil melipat ke dua tangannya di dada.


"Kak Gilang.." kata Gita, Fara dan Anita bersamaan. Mereka bertiga langsung berdiri.


"Gilang.." Raka berdiri menaruh stik psnya.


"Buruan turun dan ambil semua buku pelajarannya, kita akan belajar matematika sekarang." kata Gilang.


"Yaah..jangan matematika dulu lah. Bahasa indonesia aja." tawar Gita.

__ADS_1


"Setuju, biar otak kita nggak semakin meledak." kata Fara.


"Ok, kita belajar bahasa indonesia dulu." Kata Gilang.


"Git, tadi lo wa apaan kok Gilang malah kesini?" bisik Fara.


"Gue bilang kalau kita belajar kelompok."


"Dia tidak semudah itu ya di bohongi." kata Anita.


"Ya begitulah, dia kan jenius." kata Gita.


Gita, Fara, Vian, Anita dan Raka turun dan langsung berkumpul di ruang tamu.


Gilang mulai mengajari mereka, benar-benar dari dasar. Gilang mengajari mereka sangat telaten. Gilang memberikan lima pertanyaan untuk di jawab.


"Lang, ini soal hikayat kalau gue ganti sama pantun bisa nggak?" kata Vian setelah setelah membaca soal yang di beriakan Gilang.


"Ini bocah sinting kali ya, tawar menawar soal." Fara menggelengkan kepalanya.


"Ya siapa tahu bisa gitu."


"Coba gue mau dengar pantun lo." Gilang berjalan mendekati Vian.


"Ok.. dengarkan baik-baik. Ku kita tikus ternyata laba-laba, ku kira mbaknya serius ternyata pura-pura. Musik." Seru Vian.


"Yaah... korban tik tok." Seru Raka sambil melempar penghapus ke tubuh Vian. Vian langsung tertawa terbahak-bahak.


"Gita.. sekarang giliran lo." tunjuk Gilang.


"Pantun?" tanya Gita.


"Iya.. sayang." jawab Gilang dengan pedenya, sedangkan Gita langsung melotot ke arah Gilang.


"Ciieee sayang." Kata Fara dan Anita barengan. Wajah Gita langsung merona malu dengan teman-temannya.


"Bucin nih..bucin." sahut Vian.


"Dilarang ngebucin saat belajar, nggak kasihan apa lihat para jomblo disini." Protes Fara.


"Eiitss... kalian aja gue kagak. Gue udah ada cewek." Kata Raka.


"Bohong banget lo, gue nggak pernah lihat lo bawa cewek."


"Tanya aja Gita, kalau nggak percaya."


"Git emang iya buaya kayak dia punya pacar?" tanya Fara dengan nada nggak percaya.


"Punya."


"Yaahh.. Fara patah hati dong." kata Gilang sambil tertawa.


"Eh mana ada Fara patah hati, lagian kenapa gue patah hati." Fara mengerutkan kening.


"Beneran lo Far suka sama gue? Kalau iya gue jadiin nih pacar kedua." Raka menggerak-gerakkan kedua alisnya. Dia senang melihat Fara kesal karenanya.


"Idih.. amit-amit. Jadi orang pede banget. Itu cewek yang mau jadi pacar lo pasti katarak."


"Ih.. nggak terima gue. Pacar gue cantik di kata katarak."


"Ya emang, masa cewek cantik mau sama manusia jadi-jadian gitu." Fara bergidik.


"Udah jadian aja, daripada berantem terus." kata Gilang.

__ADS_1


"Ogah." jawab Raka dan Fara bareng.


__ADS_2