Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Part Fara-Raka (Aku suka kamu II)


__ADS_3

Derrt....derrt... deerttt....


Sayup-sayup dia mendengar ponselnya


berbunyi, dia mencari ponselnya dengan mata tertutup. Dia mengucek matanya agar


bisa terbuka dan melihat untuk menggeser tombol hijau.


“Halo, siapa nih. Nggak tahu apa ini


sudah malam.” Omlenya dengan suara khas orang bangun tidur.


“Sorry mengganggu, tapi gue harus


mendengar jawaban lo sekarang juga.” kata Raka.


Fara langsung terduduk dengan


kedua mata yang terbuka lebar, dia memegangi dadanya yang ikut berdetak sangat keras.


“Jam berapa sekarang?” batinya sambil


mengangkat tangan kirinya.


“Ah..lupa gue nggak pakai jam kan.” Gerutunya sambil menghidupkan lampu  utama untuk melihat jam di dinding.


“Lima menit lagi Far, kalau lo masih


diam saja berarti lo tolak gue.” Kata Raka memutuskan sepihak.


“Raka tunggu..” Fara mengatur napas


karena dia sangat panik jadi ngos-ngosan.


“Far, lo habis lari kok ngos-ngosan


gitu?” tanya Raka.


“Iya, lo kejar gue mulu kan gue jadi capek.”


Omel Fara. Sebenarnya dia ingin menjawab pertanyaan ini dengan santai dan romantis. Namun Raka mendesaknya membuat dia gugup.


“Ya gimana kalau nggak di kejar nanti lo


hilang lagi.” Raka tertawa kecil.


“Ok, Gue ada satu pertanyaan kalau lo bisa jawab gue bakalan terima lo.” Kata Fara.


“Apa pertanyaanya”


“Gue tahu di dalam hati kecil lo masih


menyimpan rasa sayang untuk Prisil, dan kapan saja dia akan datang menemui lo. Jika suatu hari dia menemui lo lagi dan meminta lo kembali apa yang akan lo


lakukan?” tanya Fara.


“Pertanyaan konyol.” Kata Raka.


“Ini bukan pertanyaanya konyol Raka,


cinta masalalu yang belum selesai akan selalu terbuka lagi dan bisa memikat hati lo lagi. Entah kapan waktunya, pasti akan ada perbincangan yang di awali dengan kata apa kabar.”


“Ok, gue bakal jawab ini kalau memang


ini penting buat lo, dan jawaban gue bisa meyakinkan lo untuk menerima gue.” Kata Raka.


“Katakan.”


“Bagi gue sesuatu yang sudah pergi makan


selamanya tidak ada pintu lagi baginya. Seseorang yang benar-benar menghargai suatu hubungan tidak akan mengkhianatinya dengan alasan apapun.” Jawab Raka dengan serius.


“Bagaimana kalau gue yang pergi?”


“Memangnya mau pergi kemana? Selingkuh?”


“Ya bisa saja gue melakukan hal yang


sama.” Fara mengetes Raka.


“Setelah lo memmutuskan menerima gue,


berarti tidak ada celah sedikitpun lo untuk berpaling bahkan melirik sedikitpun


ke pria lain. Jika itu terjadi gue akan bunuh cowok itu.” Kata  Raka semakin serius.

__ADS_1


“Wah lo bahaya juga ya.” Fara bergidik


mendengar ancaman dari Raka. Dan dia merasa jawaban Raka dari dalam hati.


“Pukul dua belas sudah mau habis, apa lo


tidak berniat menjawabnya?” Raka mempertanyakan jawaban Fara lagi.


“Ya gue mau jadi pacar lo.” Kata Fara


lalu mematikan ponselnya. Fara menjatuhkan tubuhnya di kasur. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sambil mengentak-hentakkan kakinya di kasur.


Dia senang cintanya ternyata tidak


bertepuk sebelah tangan, bahkan dia tidak mengira kalau Raka juga suka dengan


dirinya.


Dia tidak tahu keputusannya benar atau salah saat menerima Raka, namun dia akan mengusahakan yang terbaik dengan hubungan barunya ini.


Ting.. satu buah pesan masuk ke ponsel


Far


...Raka...


...Berarti mulai sekarang kita pacaran?...


...Fara...


...Ya...


...Raka...


...Baiklah pacarku......


...Tidur gih, besok gue jemput...


...Selamat malam...


“Ah jadi begini rasanya punya pacar yang


benar-benar pacar.” Fara cengar-cengir. Hatinya sedang berasa campur aduh, senang, berbunga-bunga, dan rasa tidak percaya.


Fara merenggangkan kedua tangannya, dia


mengambil ponselnya yang getar terus.


...Raka...


...Pagi sayang.....


...Bangun udah, siang setengah jam lagi gue...


...jemput...


Fara tersenyum lebar membaca pesan dari


Raka.


"Ya ampun sayang, rasanya kok krenyes-krenyes gini ya di panggil sayang." kata Fara sambil senyam-senyum. Dia beranjak dari kasurnya lalu bergegas menuju kamar mandi untuk siap-siap.


“Untuk hari pertama menjadi pacar


Raka, gue harus tampil yang sangat cantik.” Ujarnya sambil menghidupkan shower.


Setelah selesai mandi Fara langsung


memilih baju yang akan dia bawa pergi.


“Ngomong-ngomong Raka bakalan bawa gue


kemana ya?” Fara mengambil kaos warna putih polos dan rok jeans diatas lutut.


“Fara, ada teman kamu.” Teriak Mamanya


dari lantai bawah.


“Ya Ma, sebentar.” Fara buru-buru


mengambil tas ransel kecil. Dia berlari turun dari tangga.


“Hati-hati kenapa Fara, kalau jatuh kan


sakit.” Kata Mamanya.

__ADS_1


“Kalau sekarang jatuhnya lagi nggak


sakit kok ma.” Jawabnya sambil mencium mamanya. “Fara pergi dulu.”


Mamanya mengerutkan kening mencerna apa yang di katakan Fara.


"Dasar anak aneh." katanya sambil menempelkan ponsel di telinganya melanjutkan obrolan yang terputus saat memanggil Fara.


“Hai.” Sapa Fara saat sampai di ruang


tamu.


“Hai.”


“Kita pergi sekarang?” tanya Fara.


“Ok, nyokap lo mana?” Raka mau pamit sama mamanya Fara.


“Tadi gue udah pamit sekalian, mama


sedang menerima telpon.” Kata Fara.


“Baiklah.”


Raka mengajak Fara pergi ke pantai,


sejak dulu dia ingin sekali mengajak pacarnya ke pantai tapi tak pernah


kesampaian. Mereka berdua jalan diam dengan pikiran masing-masing karena masih


canggung.


Raka meraih tangan Fara lalu


menggenggamnya, “Bolehkan gue gandeng tangan lo sekarang?” Tanya Raka.


Fara tersenyum sambil mengangguk. Mulutnya rasanya kaku. Biasanya dia bicara dengan Raka dengan nada tinggi, dan selalu saja debat. Dan sekarang dia bingung harus


bagaimana.


“Kenapa diam saja, apa lo terpaksa


menerima gue?” tanya Raka.


“Nggak terpaksa.” Jawabnya cepat.


“Terus?”


“Gue masih belum terbiasa saja, kita


biasanya tidak seperti ini.” Kata Fara pelan.


“Ok mulai sekarang kita harus


membiasakan diri. Kamu sekarang adalah pacar dan sabahat aku.” Raka menatap


Fara sambil tersenyum.


“Aku, kamu.” Bibir Fara mengembang,


wajahnya memerah saat Raka memanggilnya dengan sebutan aku kamu.


“Kamu nggak suka ya, atau mau ganti


panggilan?” tanya Raka.


“Nggak-nggak, aku kamu saja. Ini sangat


romantis.” Fara malu-malu.


“Benarkah?”


Fara menganggu, “Sangat romantis.”


Raka mengajak Fara berjalan-jalan di


tepi pantai sambil sesekali menarik Fara bermain ombak.


Dua sejoli yang tak pernah berpikir mereka berdua akan bersama. Tidak ada kesan menarik saat mereka bertemu, setiap kali bertemu di kelas ataupun main hanya ribut.


Namun dengan berjalannya waktu saat


salah satu dari mereka tidak hadir, menimbulkan rasa rindu di hati. Dan mulai


cemburu saat salah satu dari mereka bersama dengan teman lawan jenis.

__ADS_1


__ADS_2