Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Menemani Camer


__ADS_3

Weekend ini Gita di ajak pergi sama mama mertuanya, dia diminta untuk menemani ke kondangan temannya. Rima sengaja mengajak Gita karena untuk di pamerkan kepada teman-temannya.


“Ma..mama..” Panggil Gita sambil masuk ke kamar mamanya.


‘Ada apa sayang?” tanya Wanda.


“Aku hari ini mau pergi sama tante Rima, mau di ajak ke kondangan temannya. Aku harus pakai baju apa?” tanya Gita.


“Kenapa baru bilang sekarang, kan kalau dari semalam kita bisa cari ke mall.” Wanda di buat pusing sama anak perempuannya itu.


“Gita kan lupa.” Kata Gita dengan santai. Dia mengekor mamanya saat mencarikan baju yang pas untuk dirinya.


“Kamu mandi terus sarapan dulu sana, mama pusing kalau kamu terus mengekor di belakang mama.


“Iya ma.” Gita keluar dari kamar mamanya, dan langsung menuju meja makan.


“Pagi.” Sapa Gita, dia menyeret kursi, dia meneguk susu hangat beberapa teguk lalu menyantap nasi goreng yanga ada di hadapannya.


‘Pagi ta, mama mana?” tanya Raka.


“Lagi cariin baju buat gue, lo mau kemana udah rapi banget.” Kata Gita sambil memperhatikan dandanan Raka.


“Kencan dong, weekend begini tuh enaknya kencan bukan Cuma rebahan di rumah.” Raka mengejek Gita.


“Songong lo, lagian gue tidak hanya rebahan di rumah doang ya. Gue mau pergi sama calon mama mertua gue ke kondangan.” Gita menjulurkan lidahnya.


“Ta, gue udah mau nikah sama Fara. Lo kenapa nggak ada kemajuan sih begini-begini saja. Lo nggak takut Gilang di ambil sama orang lain.” Kata Raka.


“Omongan lo ya. Kita sih nikmatin saja pacaranya sebelum ke tahap yang serius. Kan banyak yang harus di persiapkan untuk nantinya. Dari pada kita buru-buru menikah udah gitu nanti pikiran kita masih labil ada masalah dikit ujung-ujungnya berantem besar, ribut mulu dan pisah. Gita nggak mau kayak begitu.”  Kata Gita.


“Ya emang nggak haruis buru-buru juga, tapi nggak selama ini juga. Lo mau jagain jodoh orang nantinya.” Kata Raka.


“Ya nggak mau lah, lagian nih ya yang namanya jodoh mau kita diiket dari kecil kalau nggak jodoh juga ujung-ujungnya tuh pisah. Kayak tuh di serial india yang pernah gue tonton tapi lupa judulnya. Diiket dari kecil noh udah nikah gedenya cowoknya juga kepicut sama cewek lain. Dan ujungnya di sakitin juga dianya. Jadi serahin saja

__ADS_1


semuanya sama Tuhan, kita jalani yang ada. Tuhan pasti sudah memilihkan waktu


yang tepat untuk kita berdua.” Jawab Gita sok bijak meskipun kadang suka


ketar-ketir kalau ada yang deketin Gilang. Namun bagaimana lagi dia masih sangat labil dengan keinginannya.


“Benar juga sih, contohnya saja ada di depan kita yaitu orang tua gue sendiri dan bakal anak yang akan jadi korbannya.” Raka terlihat sedih. Gita merasa bersalah karena


mengingatkan Raka kepada kedua orang tuannya yang sudah pisah.


“Jangan ingat-ingat lagi, lagian orang tua kamu kan Mama Wanda sama Papa Seno. Kedua orang tua kita. Oiya, memangnya kapan lo mau menikah bukannya kita harus menunggu kak Qila menikah dulu.” Kata Gita.


“Aku inginya dalam waktu dekat ini mau menikah sama Fara, dan kita akan pindah ke luar negeri.” Kata Raka.


“Ke luar negeri?” Gita menelan nasi gorengnya dadakan.


“Siapa yang mau tinggal ke luar negeri, mama nggak setuju.” Wanda keluar membawa pakaian yang akan di pakai Gita.


“Raka tuh ma, katanya mau pindah ke luar negeri.”Adu Gita.


“Kan  nanti setiap minggu Raka bisa pulang Ma.”


“Nggak mau, pokoknya mama nggak akan merestui kamu pergi dari sini. Kamu harus tetap tinggal sama mama. Anak-anak mama semua harus dekat sama mama.’ Kata Wanda kekeh. Wanda sudah di buat kesal pagi-pagi sama anaknya, dia bukannya egois tidak memperbolehkan anaknya memiliki impian untuk tinggal di temapat yang mereka inginkan.Hanya saja dia tidak mau jauh dari anak dan cucunya kelak.


“Mama jangan sedih begitu donk, Gita nggak akan pergi tinggalin mama kok. Kalau bisa nih Gita buat rumah sebelah mama. Nanti Gita bilang sama Kak Gilang.’ Gita memeluk Wanda yang sudah meneteskan air matanya.Raka beranjak dari kursinya, dia juga memeluk Wanda.


“Maafin ma, Raka Cuma bercanda


kok. Nggak beneran tinggalnya di luar negeri.” Raka mencium pipi Wanda.


“Benarkah?”


“Iya mama sayang, Raka akan tinggal sama mama selamanya.”

__ADS_1


“janji ya.”


‘Iya mama.”


“Gita, kamu belum mandi ya?” Tanya Wanda.


“Belum.” Gita merenges lalu melepaskan pelukannya.


“Buruan mandi, kasian mama mertua kamu menunggu. Itu bajunya kamu pakai.” Kata Wanda.


“Siap Mama.” Gita menarik gaun yang akan di pakainya lalu dia pergi ke kamarnya.


“Kamu juga Raka, buruan habisin sarapannya kasiha kalau Fara menunggu kamu.”


‘Iya ma.”


Gita ngaca sembari memutarkan tubuhnya, dia tersenyum melihat dirinya yang terlihat anggun dengan balutan gaun warna putih.Gita mengambil sepatu sneakersnya, dan tas kecil di pundaknya.Gita berlari menuruni tangga dengan buru-buru.


“Gita hati-hati, kenapa


sih seneng banget lari-lari.” Wanda menasehati Gita takut dia jatuh.


“Tenang mama, Gita udah sahabatan baik sama udah bestie tangganya dia nggak bakal sakitin Gita.” Katanya dengan santainya.


“Kalau di kasih tahu ada saja jawabanya.” Wanda menjewer putrinya itu. Gita nyengir sambil berusaha melepaskan jeweran mamanya.


“Hati-hati Ta, karena orang terdekat yang justru sering menyakiti.” Sahut Raka.


“Serah lo, udah yuk buruan anterin Gita dulu baru kamu pergi sama Fara.”Gita menarik tangan Raka.


“Pamit dulu sana sama mama.” Raka membalikan tubuh Gita ke arah mamanya lagi


“Ah iya lupa.” Gita mencium tangan Wanda.

__ADS_1


“Gita, kamu pakai gaun kok pakai sepatu kayak begitu sih? Ambil highheels kamu yang mama belikan waktu itu.” Wanda mengomentari dandanan Gita.


“Nggak mau ah ma ribet, takut nanti Gita jatuh. Da mama Gita pergi dulu.”Gita menarik tangan Raka sebelum mamanya ceramah semakin panjang gara-gara dia pakai sepatu sneakers daripada highheels.


__ADS_2