Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Part Raka Fara


__ADS_3

Dalam hati Fara terus mengumpat kepada


dirinya sendiri yang terus mencoba untuk lepas kepada Raka padahal dalam


hatinya dia masih sayang. Dia ingin meminta Raka tinggal, namun saat berhadapan


dengan Raka dia terus mengomel mengatakan kalau dirinya jomblo dan tidak ada


hubungan sama sekali dengan Raka.


“Fara...Fara.. tunggu.” Raka menarik


tangan Fara.


“Lepasin aku!” Fara menepis tangan Raka.


“Fara dengarin dulu, aku akan


menjelaskan semuanya.” Raka memegang tangan Fara.


“Masalah apa? Kita nggak punya masalah


dan tidak punya urusan. Ah... kita sudah tak saling kenal bukan. Jadi berhenti


mengejar aku untuk menjelasakan sesuatu hal yang nggak penting buatku.” Fara


menepis tangan Raka untuk yang kedua kalinya.


“Fara, please dengarin gue sebentar


saja. Selama ini aku emang salah karena tidak berpikir jernih dan membuat


keputusan gegabah. Aku tidak memikirkan perasaan kamu.” Meskipun Fara marah dan


berusaha mengindari penjelasannya Raka tetap menjelaskan. Raka benar-benar


memohon agar Fara mau mengerti.


“Dan sayangnya sekarang pikiran aku yang


sudah berubah jernih. Semua penjelasan kamu tidak ada artinya lagi. Semua


perasaan dalam hati ini sudah menghilang.” Fara menatap Raka dengan nanar.


“Bohong, mana mungkin perasaan itu


hilang dengan begitu cepat.” Raka tidak percaya dengan omongan Fara. Dia tahu


kalau kekasih hatinya sangat mencintainya, sebelum setelah dia memutuskan


memilih orang tuaya daripada Fara dia hampir setiap hari mengikuti kemana pun


Fara pergi. Dia juga tahu kalau Fara terus menangis karena dirinya disaat


sendiri. Tak hanya itu dia juga sering terlihat pura-pura tegar di hadapan Gita


dan Vian.


“Kenapa tidak mungkin, bukan kah di


dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Satu dekit saja bisa mengubah dunia


apalagi hanya hati yang sudah tertinggal lama. Itu bukan hal yang sudah.”


“Baiklah, aku memang sadar kalau aku


salah dan tak pantas lagi untuk mendapatkan hati dan kepercayaan kamu. Tapi aku


minta katakan sama aku sambil melihat mataku kalau kamu memang tidak mau


bersamaku lagi.” Kata Raka. Dia ingin melihat kesungguhan Fara kalau memang


sudah tidak ingin bersamanya lagi.


Tangan Fara bergetar, mana mungkin dia


bisa mengatakan semua itu sembari menatap mata Raka. Dia sangat lemah jika


harus menatap kedua bola mata Raka yang selalu saja membuatnya terhipnotis.  Bibirnya yang selalu saja menyejukan ketika


dia tersenyum.


“Kalau kamu tidak bisa melakukannya


berarti perasaan untuk atu itu masih ada, bahkan tidak berkurang sedikit pun.”


Kata Raka.

__ADS_1


“Siapa bilang aku tidak bisa


melakukannya.”


Fara melipat kedua tangannya di dada,


lalu mengangkat kepalanya, mereka berdua saling bertatap dan masing-masing


melihat rindu yang tercermin dari kedua mata mereka.


“Aku sudah tidak cinta lagi sa..emmmp.”


Fara mendelik, kaget Raka menarik


dirinya dalam pelukannya dan mencium bibirnya. tangannya lemas, dan lipatanya


terbuka hingga posisi lurus. Fara sedang mencerna apa yang sedang dia rasakan.


Sebuah ciuman pertama yang baru saja Raka berikan setelah mereka berpacaran


beberapa tahun. Raka menarik dirinya, berhenti memberikan ciuman kepada Fara.


“Apa yang kamu lakukan, padahal kita


sudah tidak berhubungan.” Ucapnya dengan nada datar dan pandangan menjadi


kosong karena shock.


“Karena kita tidak ada hubungan makanya


aku menjalin hubungan ini lagi. Aku sudah mencuri lebih dulu dan kamu tidak


akan bisa moolakku lagi.” Raka mengusap bibir Fara dengan ibu jarinya.


Raka kembali menarik Fara dalam pelukannya,


dia memberikan ciuman lagi. Dia ingin membuat Fara semakin tidak bisa


meninggalkan dirinya.


Vian menghentikan langkahnya saat


berjalan mendekati mobilnya di parkiran karena melihat Fara sedang berciuman


dengan Raka. Dia melongo dengan wajah bingung, malu dan salah tingkah sendiri.


“Tuhan, cobaan apa lagi ini. Kenapa aku


oleh  Raka dan Fara hingga membuat mereka


menari diri.


Vian merenges sampai deretan gigi


putihnya terlihat semua, dia membalikan badannya lalu mengangkat tangan


berbentuk V.


“Gue nggak melihat apa-apa, sumpah.”


Kata Vian.


“Memangnya lo buta kalau tidak melihat


apa-apa, jelas-jelas disini ada gue sama Fara.” Raka menggandeng tangan Fara


lalu berjalan mendekati Gita.


 “Kenapa ciuman di parkiran, seperti tidak


punya duit saja untuk mencari tepat yang lebih bagus.” Ujar Vian saat Raka berdiri


di sebelahnya.


Raka melirik Vian karena mendengar


ucapannya, Vian pura-pura melihat ke tempat lain agar tidak terkena serangan


dadakan dari Raka.


“Gue bukannya tidak punya duit, karena


keadaan genting.” Ujar Raka pelan.


“Sudahlah, gue mau balik dulu. Kalian


mau bareng atau tidak?”

__ADS_1


“Nggak, kita masih ada urusan.” Kata


Raka.


“Baiklah.”


Fara melihat ke arah tangannya yang di


gandeng sama Raka, “Kenapa gue tidak menghindar?” tanyanya pada dirinya


sendiri.


“Kenapa? Bukannya kamu paling suka kalau


di gandeng tangannya seperti ini setiap kita jalan berdua?” Raka sadar kalau


Fara terus melihat ke arah genggaman tangannya.


Fara mencoba memalingkan wajahnya,


sembari berusaha melepas tangannya dari genggeman Raka. Namun Raka tak akan


membiarkan terjadi begitu saja. Dia yang beberapa hari di buat sedih dan


ketakutan gara-gara hilangnya Fara membuatnya tersadar kalau memang Raka harus


selalu ada di sampingnya.


“Semua sudah berubah, jadi jangan pikir


aku masih sama seperti kemarin.” Kata Fara dengan sedikit bergetar. Dia sedang


berakting utuk tidak menyukai Raka lagi. Dia tidak mau terlalu bahagia dengan


apa yang di lakukan Raka hari ini.  Karena mau buat dia bahagia ataupun sedih sama-sama akan di tinggal


pergi juga.


“Apanya yang berubah, kamu itu tetap


Fara yang sama. Fara yang suka ngambek, emosian tapi imut sih. Fara yang selalu


melindungi sahabat-sahabatnya dan yang pasti sayang sama aku. Dan yang tidak


akan pernah berubah Fara itu pacar gue.” Raka memegang tangan Fara lalu


menciumnya.


“Raka sudahlah, jangan buat aku terlalu


banyak berpikir. Aku capek di permainkan sama kamu, kemarin minta putus


sekarang kamu bilang aku ini pacar kamu. Sebenarnya apa mau kamu?” Fara


benar-benar tidak tahu jalan pikiran Raka.


“Maafin aku, selama ini membuat kamu


kacau. Setelah kehilangan kamu, aku baru tersadar kalau aku tidak bisa hidup


tanpa kamu. Mungkin terdengarnya bulsit tapi kenyataannya aku hampir di buat


gila saat kamu tidak kunjung di temukan.” Jelas Raka.


“Lalu?”


“Aku tetap mau hubungan kita ini di


lanjut. Berikan satu kesempatan untuk gue Far.”


“Aku pergi pasti akan kembali, aku tidak


akan pergi selamanya hanya beberapa saja. Rumahku disini aku hanya berwisata


saja ke sana.” Jelas Raka. Dia akan bilang sama mamanya kalau membatalkan untuk


menetap tapi dia mau berkujung saja.


“Kamu nggak bohong kan?” Fara mulai


luluh.


“Tentu saja, kalau sampai bohong kamu


boleh benci aku seumur hidup dan juga tak perlu kita saling mengenal.” Kata


Raka.

__ADS_1


Fara memeluk Raka,


“Janji ya, jangan pergi lagi.”


__ADS_2