
Gilang berjalan-jalan sekalian menikmati
pemandangan, dia melepas penat karena kerja terus. Gilang mengerutkan keningnya
saat melihat seseorang bersender di bawah pohon yang rimbun.
Gilang perlahan mendekati, dan matanya
langsung terbelalak ternyata orang yang bersender di pohon itu Gita. Dia dengan
lelapnya bisa tertidur.
“Astaga sayang, kenapa ***** banget sih
dimana-mana bisa tidur.” Gilang duduk di sebelah Gita.
“Please, Mas Win jangan ganggu Gita.
Kalau mau foto-foto lagi sana sama yang lain Gita masih ngantuk.” Kata Gita
sambil tangannya mendorong lengan Gilang. Jadi sebenarnya Gita ngumpet dari Win
dan yang lain karena dia pingin tidur, dia masih ngantuk.
Gilang mengambil ponsel di kantong
jaketnya, lalu dia mengambil foto Gita. Bagi Gilang tidak ada orang seunik
calon istrinya itu. Gilang meniup wajah Gita, Gita perlahan membuka matanya
saat merasakan tiupan beberapa kali dari Gilang.
Mata Gita masih samar-samar melihat
Gilang yang tersenyum ke padanya, dia pun membalas senyuman Gilang. Gita
langsung bergelayutan di lengan Gilang.
“Kangen.” Rengeknya manja dengan suara
serak khas orang bangun tidur.
Gilang mengusap Gita lalu memeluknya,
dia mengecup lembut kening Gita.
“Tumben manja banget.”
“Sayang, biarin aku tidur sebenatr lagi.”
Gita memposisikan yang ternyaman di pelukan Gilang.
“Kamu begadang lagi ya.” Gita menjawab
dengan anggukan.
“Kebiasaan ya, drama korea mulu.”
__ADS_1
“Gita begadang bukan karena drama korea.”
“Terus apa? Bukanya cuman itu yang buat
kamu begadang.”
“Karena semalam sedang jadi pemeran
utama, gimana bisa tidur.” Gumam Gita tidak jelas.
“Apa?”
“Eemmm.” Gita meggelengkan kepalanya.
Gilang membangunkan Gita setelah
matahari lumayan tinggi, dia mengajak bergabung bersama yang lain untuk
sarapan. Gita berdiri di samping Fara.
“Darimana? Bucin ya lo?” Bisik Fara.
Gita nyengir, “ Tadi gue tidur.”
Gita duduk di kursi pojok setelah Win,
dia siap memakan bubur ayam yang baru saja diantar. Baru saja sendok berisikan
full bubur mau mendarat ke mulutnya tersenggol jatuh saat Aura lewat dan air
“Aduh Gita, sorry ya nggak sengaja kaki
gue kesleo.” Kata Aura.
“Sengaja kan lo?!” Fara yang di depannya
Gita ngegas langsung.
“Beneran kali ini gue nggak sengaja.”
Kata Aura. Catrin senang sekali melihat kejadian itu.
“Ya namanya orang nggak sengaja kan
harusnya di maafin.” Kata Catrin sok bijak padahal dia datang hanya untuk
mengejek.
“Gue maafin tenang saja, lagian gue bisa
pesan lagi.” Kata Gita sambil tersenyum membuat Aura dan Catrin kesal karena
Gita tidak terpancing emosi.
“Makan punya gue saja Git, biar gue
pesan lagi.” Fajar membawa mangkuk di hadapan Gita.
__ADS_1
“Lo makan punya gue saja.” Radit juga
menaruh mangkok buburnya.
“Radit..” Aura muak karena Radir terus
baik kepada Gita.
“Kenapa? Tingkah lo itu bikin gue jijik
tahu.”
“Kalau orang baik mah ada aja yang
baikin balik. Terima kasih tapi kalian makan saja gue bisa pesan lagi kok.”
Kata Gita.
“Ehhemmm,” Gilang berdehem membuat
mereka sedikit mememberikan jarak. Gilang menaruh mangkok buburnya.
“Makan nih, saya masih kenyang." Ujar Gilang sambil mengajak Lila pergi karena ada meeting.
"Makasih bos." Gita menarik mangkok dan siap melahapnya.
...Gita...
...Makasih sayang, kamu jangan lupa makan ya....
...I love you...
...♡♤♤♤♡...
"Gita, tunggu." panggil Radit.
"Ya." Gita menoleh ke belakang.
"Bisa kita ngobrol sebentar?" Radit menunjuk ke kursi panjang.
"Ok." Gita berjalan mengikuti Radit.
"Gue minta maaf ya karena ulah Aura." Radit merasa salah atas kelakuan Aura yang selalu menyalahi Gita terus.
"Oh.. nggak apa-apa, lagian dia seperti ini karena dia itu cemburu lo dekatin gue." Jelas Gita.
"Kenapa cemburu, orang gue nggak ada apa-apa dengan dia." Radit menghela napas panjang. Dia benar-benar sudah tidak ingin bersama Aura.
"Mungkin karena ada rasa yang belum selesai." Kata Gita.
"Sudahlah jangan pikirkan dia, lagian gue hanya ingin berteman sama lo. Dan nggak perlu bawa-bawa dia di pertemanan kita."
"Hanya berteman kan, lo nggak boleh lebih dari itu. Karena gue sudah punya calon suami." kata Gita.
"Aah.." Radit kaget dengan jawaban Gita.
"Gue balik ke kamar dulu ya." Gita langsung pergi. Dia memutus perasaan Radit yang ingin mencoba hatinya.
__ADS_1