
Raka mengerutkan keningnya melihat Fara
yang tak kunjung beranjak dari kursinya.
“Malah bengong, jadi mau jalan atau
nggak?” Raka menyenggol lengan Fara.
“Ah.. iya.” Katanya dengan kaget.
“Kalau iya jalan bukan malah bengong
lagi.” Kata Raka.
“Iya.” Fara bergegas menggantung tasnya
di bahunya. Dia berjalan di depan dan di ikuti Raka.
“Mau kemana?” tanya Raka saat sampai di
tempat parkir.
“Pulang.” Jawab Gita simpel.
“Pulang? Bukanya tadi mau pergi makan
sama Anita kenapa jadi pulang?” kata Raka sambil memakai helmnya.
“Takut ngerepotin lo.” Kata Raka.
“Nggak repot dan nggak ada yang marah
juga, gue jomblo sekarang.” Katanya sambil memakaikan helm Fara.
“Mentang-mentang jomblo terus bebas gitu
pergi sama cewek-cewek.” Kata Fara dengan nada sedikit ketus.
“Iya dong, sama kayak lo juga bebaskan
bertemu dan pergi sama cowok manapun.” Kata Raka sambil menghidupkan motornya.
“Apa kata lo lah Ka, malas juga gue
debat sama lo.” Omel Fara sambil naik motor.
Fara menikmati perjalanan bareng Raka,
rasanya nyaman sekali di bonceng Raka kali ini.
“Pegangan.” Kata Raka tiba-tiba.
“Mau apa lo?!” teriak Fara.
“Ya pegangan aja, takut jatuh ntar gue
mau ngebut.” Jawab Raka dengan teriakan juga.
“Jangan ngebut-ngebut, gue nggak suka.”
Katanya sambil pegang pundak Raka. Raka tidak memperdulikan ucapan Fara dia tetap saja menambah kecepatan mengemudinya.
“Raka, gue masih mau hidup. Gue aduin lo
sama Gita!” teriak Fara dengan tangan yang memegang erat pundak Raka.
“Dasar tukang adu.” Kata Raka saat
__ADS_1
berhenti di lampu merah. Raka memindah tangan Fara dari pundak ke pinggangnya.
Fara hendak menghindar namun di tahan sama Raka.
“Begini lebih aman.” Katanya sambil
menjalankan motornya.
Deg..deg...deg... detakan jantung Fara
mulai menuju tidak beraturan saat dia mengeratkan pelukan saat Raka menambahkan kecepatan mengemudinya lagi.
“Pasti ini modus Raka buat gue
jatuh cinta sama dia. Nggak boleh di biarin ini. Fara lo harus kuat tahan godaan meskipun ini sangat romantis. Lo jangan mau jatuh cinta karena lo itu hanya akan menjadi pelampiasannya. Fara lo pasti bisa, jangan jatuh cinta. Cayooo.” Fara menyemangati diri-sendiri dalam hati.
Raka memparkirkan motornya di sebuah
sebuah warung steak yang lumayan terkenal di area dekat sekolah. Raka mendorong pintu lalu mempersilahkan Fara masuk lebih dulu. Bahkan Raka menarik kursi untuk Fara duduk.
“Raka, hari ini lo kenapa? Kesambet,
kesurupan atau sedang mabok?” Fara benar-benar heran kenapa Raka memperlakukan dirinya melebihi seorang pacar. Lebih kayak majikan dan pembantu.
“Memangnya kenapa? Gue bisa seperti itu
sama Gita.” Katanya sambil duduk.
“Gita atau Prisil?” Fara menyindir Raka.
“Ck.” Raka berdecak kesal ketika Fara
menyebut nama Prisil. "Tanya aja Gita kalau lo nggak percaya.” Ujarnya sambil
membaca menu di hadapannya.
Raka melambaikan tangannya, “Mbak, beef
steak dua, ice cappucino satu, orange float satu.” Raka memesankan Fara sekalian.
“Baik Mas, tunggu sebentar.” Kata
pelayan.
“Lo main pesan-pesan aja, kenapa nggak tanya gue dulu.” Omel Fara.
“Biasanya lo juga pesan itu kalau sama
Gita, atau lo mau ganti? Biar gue panggil mbaknya kesini.” Kata Raka.
“Nggak usah.”
“Beneran?”
“Iya.”
Fara semakin curiga dengan Raka yang sangat perhatian. Bahkan dia memperhatikan menu-menu makanan yang sering dia pesan. Fara rasa ada hal yang sedang di rencanakan sama Raka. Pastinya Raka akan menjahili dirinya.
Sesampai di rumah Fara semakin penasaran
dengan apa yang di lakukan Raka hari ini. Dia mencoba menelpon Gita untuk mencari tahu apa yang di rencanakan Raka untuk dirinya.
“Halo Git.” Sapa Fara ketika panggilannya sudah terjawab.
“Iya Far, ada apa?”
“Gita, bisa minta tolong nggak?” Katanya dengan antusias tinggi.
__ADS_1
“Minta tolong apa?”
“Lo coba deh selidiki Raka sedang
merencanakan apa buat gue."
“Ha..?” Gita bingung dengan omongan Fara.
“Ha..he..ha..he, dengerin makanya kalau gue ngomong.” Fara mengomeli Gita.
“Ini juga di dengerin, maksud lo apa gue
nggak ngerti.” Kata Gita.
“Kakak lo itu sejak tadi aneh, dia itu
melakukan hal-hal kepada gue selayaknya gue ini pacarnya.Gue rasa nih dia mau
baperin gue.” Jelas Fara.
“Hmm, terus.”
"Ya gue minta tolong lo cari tahu, kenapa Raka lakuin itu. Ya lo pura-pura tanya tapi ingat jangan bilang gue yang suruh." jelas Fara.
"Mungkin Raka mulai suka kali sama lo Far, jadi dia menunjukan perhatiannya sama lo."
"Git, lo jangan bercanda deh. Ini soal hati bukan matematika." Kata Fara serius.
"Soal hati sama matematika kan sama. Sama bikin pusing dan juga bikin ruet." Kata Gita sambil terkekeh.
"Ya itu pokoknya, lo harus bantuin cari tahu."
"Kenapa lo ngebet banget sih Far, emang kalau Raka beneran suka sama lo. Lo terima atau lo tolak."
"Nggak tahu, udah lo jangan tanya-tanya kalau lo belum tahu apa yang sedang Raka rencanakan. Dah gue matiin telponnya." Fara memutus sambungan teleponnya.
...♡♤♤♤♡...
Saatnya detektif Gita beraksi, dia siap untuk mengintrogasi Raka. Meskipun sebenarnya dia mager tapi demi sahabatnya Gita rela melakukannya.
"Tok...Tok... Raka, apa lo di dalam?" kata Gita di depan pintu kamar Raka. Gita membuat rekaman di ponselnya agar Fara mendengar sendiri tanpa dia menjelaskan.
"Hm."
"Ok, gue masuk ya." Katanya lagi masih di depan pintu.
"Biasanya lo juga langsung nyelonong. Lo mau apa?" Tanya Raka.
Gita meloncat ke Kasur Raka, dia menelusup masuk ke selimut yang di pakai Raka. Gita memandang Raka dengan tatapan mengintrogasi tanpa bertanya.
"Apaan sih lo?" Raka merasa risih.
"Raka, jujur sama gue lo ada apa perhatian berlebihan sama Fara? tanya Gita.
"Perhatian berlebihan bagaimana? Memamgnya dia cerita apa?" Raka menguap, dia capek dan ingin segera tidur.
"Katanya lo memperlakukan dia seperti pacarnya."
"Apa yang gue lakukan sama dia, persis yang gue lakuin sama lo. Memangnya kenapa salah?" Raka mulai memejamkan matanya.
"Raka jangan tidur dulu." Gita menggoyang-goyangkan tubuh Raka.
"Ta, please gue ngantuk banget. Gue mohon dengan sangat yang mulia bisakah biarkan hambamu ini tidur dengan nyenyak sekarang." Kata Raka dengan formal.
"Baiklah hambaku, tapi jawab dulu satu pertanyaan. kenapa lo perlakukan sama Fara dengan gue. Silahkan jawab dulu pertanyaan ini dulu baru tidur." Gita menimpali omongan Raka dengan nada yang sama.
"Kalian itu sama spesialnya bagi gue. Udah cukup yang mulia?" Kata Raka dengan menghela napas panjang.
__ADS_1
"Baik, terima kasih hambaku. silahkan lanjut tidur." Gita langsung turun dan kembali ke habitatnya.