Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Rindu?


__ADS_3

Gita dan yang lain langsung pindah ke meja makan sesuai arahan dari Andini.


"Wah.. makan besar ini mah. Banyak dan semuanya sangat enak." Kata Raka sambil menarik kursi untuk di dudukinya.


"Benar, ini luar biasa." Fara ikut kagum.


"Ini semua gue siapin untuk adik ipar dong, dan semua ini masakan gue loh.."


"Beneran Kak Andini yang masak semuanya?" tanya Gita penuh ke kaguman.


"Iya donk, demi lo gue masak sebanyak ini." Andini mengambilkan nasi dan lauk di piring Gita. "Kalian jangan pada diem, buruan ambil."


"Wah.. Git. Lo benar-benar beruntung dapat kakak ipar berhati malaikat." Bisik Anita.


"Ssttt." Gita menyenggol tangan Anita pakai sikunya.


"Kak, ini banyak banget." Semua orang terkekeh melihat makanan yang ada di piring Gita.


"Bisa-bisa meledak perut Gita."


"Maaf-maaf, terlalu antusia jadi begini." Andini salah tingkah.


Setelah selesai makan Gita membantu Andini membersihkan peralatan makan.


"Biar Gita bantu Kak."


"Eh.. nggak usah lo duduk saja sana sama yang lain." suruh Andini.


"Nggak apa-apa Kak, biar gue bantuin. Kakak udah masakin gue sama yang lain banyak banget jadi sekarang biar Gita bantu." Gita mengambil alih cuci piring.


"Baikalah kalau maksa, sebentar biar Kakak panggilin Gilang." Andini bergegas memanggil Gilang.


"Nggak usah Kak, biar gue aja." Seru Gita.

__ADS_1


Andini tak mendengarkan omongan Gita, dia tetap memanggil Gilang untuk membantunya.


Tak lama Gilang datang ke dapaur, "Sini biar gue gantiin lo." kata Gita.


"Nggak usah Kak, Gita aja." kata Gita.


"Nggak apa-apa, lo duduk aja di situ." Gilang mengambil piring di tangan Gita.


"Nggak usah Kak." Gita mempertahankan piring di tangannya.


"Baiklah... kalau gitu lo yang pakain sabun gue yang cuci pakai air bersih." Gilang memberikan ide.


"Ok." Gita menyetujuinya.


Sepanjang cuci piring mereka berdua hanya saling pandang sesekali tanpa ngobrol. Mereka menjadi canggung setelah menjalani pelatihan pacaran yang di katakan Raka.


Deg! jantung Gilang dan Gita bersamaan berhenti. saat Gilang salah memeng tangan Gita bukan piring yang di berikan Gita.


"Ada busa di rambut lo." Gilang mengusap dengan lengannya.


Wajah Gita memerah, "Ma..kasih." Gita langsung menundukan wajahnya.


"Wajah lo kenapa merah begitu?" tanya Gilang.


"Enggak,"


"Coba lihat gue." pinta Gilang namun Gita menggelengkan kepala.


"Kalau lo nggak mau berarti benar, lo udah mulai suka ya sama gue." Kata Gilang dengan pedenya.


"Apaan sih lo kak, ngaco deh." Gita masih menundukan kepalanya.


"kalau sekarang juga nggak apa-apa, pelan-pelan aja." Gilang membalikan tubuh Gita. "Gue sabar kok nungguin lo."

__ADS_1


Suhu tubuh Gita meninggi di tatap Gilang, keringatnya mulai keluar.


"Nggak usah tegang begitu." Gilang memegang pipi Gita dengan kedua tangannya. Gilang tersenyum melihat ekspresi Gita yang shock tapi dia tak mengelak.


"Ayo buruan kita selesaikan, nanti kumpul sama yang lain." Gilang mengacak-acak rambut Gita lalu meneruskan kerjaannya. Sedangman Gita masih membeku.


...◇◇◇◇◇...


Gita menatap langit-langit di rumahnya, sambil memegang dadanya karena jantungnya terus berdenyut kencang sejak diantar pulang Gilang.


Kedua mata Gita melebar, "kenapa wajah Gilang ada disitu." Gita mengucek kedua matanya dan wajah Gilang hilang.


Gita bangun lalu pergi ke kamar mandi, dia mengambil sikat dan mengpleskan pasta gigi. Gita mulai menggosok gigi sambil bercermin.


Wajah Gilang tiba-tiba muncul di cermin, Gita mengedip-kedipkan kedua matamya. Namun wajah Gilang yang tersenyum padanya belum hilang.


"Kenapa wajah kak Gilang terus menghantui gue sih. Aduh.. bahaya ini mah pasti ada yang nggak beres." ujar Gita. Dia buru-buru keluar kamar mandi.


Gita mengambil ponselnya dan menelpon Anaita.


"Halo Anita."


"Iya Halo Git, ada apa?" tanya Anita.


"Nit gue mau tanya."


"Apa?"


"Kalau orang melihat bayangan doi terus menerus itu kenapa ya?"


"Biasanya sih kalau lagi rindu, itu biasanya mereka terus terbayang sama orang itu.


"Rindu? masa iya gue rindu sama Kak Gilang?" tanya Gita dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2