
"Ahh..." Gita meneguk es teh pesanannya lalu menaruh gelasnya. "Far, pulang yuk udah abis makanannya." Kata Gita sambil berdiri.
"Siap, siapa nih yang bayar?" Fara meringis.
"Ada Raka, biarin dia yang bayar." ujar Gita.
"Kebiasaan lo!"
"Ta, nggak bareng kita aja. Daripada Fara ngaterin lo pulang." Kata Qila.
"Nggak apa-apa lagian dekat kok kak." Kata Fara. Dia sama sekali nggak keberatan untuk nganterin Gita pulang.
"Lo balik aja dulu, lumayan jauh biar gue yang anterin pulang." Suruh Raka sambil menarik Gita agar duduk.
"Ok, Git gue duluan ya." Fara melambaikan tangan lalu cepat pergi.
"Apaan sih lo Ka, kebiasaan banget kangen lo sama gue."
"Idiih.. nggak ada yang lain apa gue kangen lo. Mana tiap hari ketemu lo sampai bosan." oceh Raka.
"Udah nggak di rumah nggak dimana berantem aja kalian ya."
"Udah yok Kak, pulang udah kenyang gue." Gita mengajak Qila pulang.
"Kalau mau pulang-pulang aja dulu, nggak usah ngajak yang lain. Kita masih mau main." Kata Gilang terlihat Kesal karena Gita ribut ngajak pulang.
"Ka,"
"Kita ngikut Gilang, kan yang bawa mobil Gilang." Raka meringis. Dia sengaja menjebat Gita agar mau pergi bareng mereka.
"Raka! ngeselin banget lo!" batin Gita. Dia menggigit giginya geregetan sama Raka. Gita memukul Raka keras-keras.
"Udah Ta, kan juga nggak ada ruginya kan ikut main." kata Qila.
Dengan berat hati, dan kemarahan yang hanya bisa dia pendam Gita pun ikut jalan dengan mereka.
Malam ini Gilang menuruti kemana saja keinginan Qila yang membuat Gita kesal karena nggak pulang-pulang.
"Beli apaan lagi sih Kak, ini udah malam loh." Gita terus merengek minta pulang.
__ADS_1
"Hah! Gita, lo jangan kayak anak kecil kenapa merengek terus. Lagian siapa suruh lo ikut kita."
"Siapa juga yang mau ikut, gue mau pulang."
"Ya udah naik taksi sono lagian rumah kalian juga berbeda. Jangan nempel aja kayak cicak lo sama Raka."
"Kok, jadi pada berantem sih. Udah yuk kita kesana lihat tuh bonekanya bagus banget." Qila menarik Gita dan jalan duluan untuk melerai debat Gita dan Gilang.
Saat Qila sedang memilih boneka, Gita lebih memilih duduk di kursi yang di sediakan toko boneka. Gilang mengikuti Qila dan membantu memilih boneka untuk Qila. Raka pun ikut memilih boneka untuk pacarnya.
"Ini lucu nggak?" tanya Qila.
"Lucu banget kayak lo." Gombal Gilang yang membuat wajah Qila merona.
"Dasar lelaki sama aja, tukang gombal." kata Gita.
"Iri bilang, nggak usah julid." Kata Gilang sambil tersenyum mengejek.
"Iri. Haha.. sorry bukan gaya gue." Gita memutar tubuhnya. Dia memelakangi Qila dan Gilang.
"Ta, ini bagus nggak?" Raka muncul di depan Gita membawa boneka teddy bear ukuran lumayan besar.
"Hem, bagus." jawabnya asal. Dia mengiyakan milik Raka agar cepat selesai dan pulang.
"Iya, semua cewek suka boneka kan. Dia pasti suka." Jawabnya dengan malas.
"Kalau semua cewek suka, berarti lo juga mau kan gue belikan?" Goda Raka.
"Nggak perlu repot-repot, mending lo bagi gue duit buat gue beli makan."
Mendengar percakapan Raka dan Gita membuat Gilang penasaran. Dia berjalan mendekati Raka yang masih pilih boneka yang bagus untuk di kasih kekaihnya.
"Ka."
"Ada apa?" Raka masih sibuk memilih boneka.
"Memangnya Gita nggak suka boneka?"
"Yah, dia nggak suka. Kalau di kasih boneka bisa dia mutilasi. Ya kalau nggak di mutilasi palingan buat batal dia tidur." Jelas Raka.
__ADS_1
"Dia memang aneh." Gumam Gilang pelan namun di dengar Raka.
"Ya dia memang manusia aneh dan langka, dia lebih suka makan daripada bunga dan boneka." Raka menatap Gita sambil tersenyum.
"Oiya."
"Coba aja lo kasih bunga, pasti dia akan bilang lo kasih gue bunga bank aja lebih bermanfaat daripada bunga beginian." Raka menirukan omongan Gita.
"Dia nggak suka sesuatu yang romantis kah?"
"Tergantung, yang ngasih sih. Dia pasti akan romantis dan mau menerima boneka, bunga itu dari orang yang dia sayang."
"Dan Dia Devan kan."
"Sepertinya, lo kenapa bahas Gita lagi. Katanya mau move on." Raka meramgkul Gilang.
"Nggak segampang itu kali Ka, gue sudah mencoba tapi tetap saja susah." Keluh Gilang.
"Lang, Ka ayo kita pulang gue udah dapat bonekanya." seru Qila.
"Ok. Lo fokus aja sama Qila siapa tahu dia bisa membatu lo move on." Ujar Raka.
...◇◇◇◇◇...
Mereka pulang setelah membeli beberapa boneka pilihanya. Raka memeluk boneka ukuran lumayan besar yang dia siapkan untuk kekasihnya.
"Kok kayak ada yang kurang ya, tapi apa gitu?" Gilang membuka pembicaraan.
"Apa?"
"Nggak tahu."
"Tas udah?" tanya Qila.
"Sudah."
"Boneka yang tadi di beli?" tanya Qila lagi.
"Udah ada di belakang."
__ADS_1
Raka menoleh ke samping, "Lang, Gita ketinggalan!" seru Raka ketika sadar Gita nggak ada di sampingnya. Gilang langsung menginjak rem. Dia berhenti mendadak lalu berputar kembali ke mall diamana dia beli boneka.
"Ya ampun, orang segede dia masih bisa kita." Qila menepuk jidatnya.