
Gita menggeliat saat alarm di ponselnya sudah meraung-raung. Dia mengambil lalu mematikan alarmnya.
"Far, jadi lihat sunrice nggak?" kata Gita sambil mengangkat tubuhnya agar duduk.
"Eem.... emang udah pagi?" tanya Fara.
"Udah, kalau kita nggak cepat nanti matahati keburu meninggi." Kata Gita.
"Baiklah, ayo kita bangun. Good morning Gita." Fara meregangkan kedua tangannya.
"Morning juga, udah ayo buru pakai acara salam. Udah buruan ayo kita cuci muka dulu."
Setelah cuci muka mereka berdua langsung pergi ke pantai. Mereka bermain air dan juga foto-foto.
"Aaaaaa!" teriak Gita.
"Sini gue ajarin teriakan yang sangat luar biasa."
"Coba."
"Aaaauuuuooooooooo..." Seru Fara.
"Aih jangan keras-keras, nanti kalau tarzan kesini gimana?"
"Ya kita ajak kenalan, nanti biar kita diajak jalan-jalan ke hutan." mereka berdua mulai menghalu.
"Lo aja sono. Far lo tahu nggak cara memanggil mermai?"
"Mau ngapain lo?'
"Ya gue mau kenalan lah, habis itu ikut jadi mermaid. Biar adem terus pikiran."
"Haiih.. ngomong apa sih lo nggak jelas. Udah sana pose gue foto." Ujar Fara sembari mendorong tubuh Gita pelan agar munduran sedikit.
Setelah selesai main mereka berdua mencari sarapan karena perutnya susah sangat lapar.
"Habis ini kita mau kemana?" tanya Gita.
"Tidur aja lagi, habis itu siang kita main lagi sama belanja." jelas Fara.
"Ok Siap."
...◇◇◇◇◇...
Gita dan Fara kembali lagi ke kamarnya setelah perut sudah kenyang. Mereka mau tidur lagi sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya.
"Begini Git cara menikmati hidup dengan san..." Fara menghentikan ucapannya dan juga langkahnya saat melihat Gilang dan Raka di depan pintu sambil melipat dua tangannya.
Gita yang awalnya senyum lebar pun jadi meredup, dia dan Fara saling berpandangan.
"Matilah kita Far, gimana mereka bisa tahu kita ada disini?" Bisik Gita. Fara menggeleng pelan.
"Hei sayang, kalian kok disini?" Fara senyum-senyum sambil melangkah kan kakinya pelan.
"Iya, sejak kapan disini kok nggak bilang-bilang." Tambah Gita.
Gilang dan Raka tidak menjawab, mereka hanya memandang Gita dan Fara dengan sorotan tajam.
__ADS_1
Gita menoleh ke arah Fara, sambil garuk-garuk kepala karena bingung harus bagaimana karena Gilang dan Raka nggak ada respon.
"Cabut aja yuk, daripada melihat mereka diem bagitu lebih serem kan." Kata Fara.
"Iya juga. Gue hitung sampai tiga kita balik badan langsung lari ya." Bisik Gita.
"Ok."
"Satu... dua.. tiga..." Gita dan Fara membalikan badan cepat dan...
"A..a...a..." seru Gita dan Fara bersamaan sembari memegangi telingannya yang di jewer sama Gilang dan Raka.
"Mau kemana lagi kalian?" Gilang gemas banget sama calon istrinya yang unik itu.
"Mau kabur lagi?" Raka menarik telinga Fara lebih keras.
"Nggak...nggak ampun sayang." Fara memegangi telinganya.
"Masuk." Raka melepaskan jeweran telinganya.
"Kamu juga masuk."
Gita dan Fara disuruh duduk di kasur, mereka di sidang kembali.
"Berani ya kalian sembunyi-sembunyi pergi begini, mana pakai baju yang tidak senonoh lagi." Ujar Raka.
"Siapa yang ngajarin kamu seperti itu?" Gilang menatap tajam.
"Ngajariin apa?" tanya Gita dengan polosnya. Dia nggak tahu apa yang di bicarakan Gilang.
"Hah..." Gilang menghela napas panjang lalu melanjutkan ucapannya, "kamu kenapa keluar pakai baju sexy?"
"Iya, kapan?" Fara ikut menanyakan tuduhan Gilang.
Gilang menatap Raka, lalu mengusap rambutnya ke belakang. Dia sadar kalau semua itu tipuan dari Anita.
(Beberapa jam lalu)
Anita cengar-cengir saat dipijat kakinya yang terkilir gegara jatuh.
"Woow...." Anita melebarkan kedua matanya saat di kirimi selfi dari Gita dan Fara.
"Kenapa kamu kayak begitu wajahnya?" tanya Bayu.
"Aku mau lihatin sama kamu tapi kamu nggak boleh lihat." Kata Anita menutup ponselnya.
"Apaan sih, jangan bikin kepo deh?" Bayu jadi kepo.
"Ini Gita sama Fara pergi ke pantai."
"Itu dua bocah di suruh merenungi malah pergi ke pantai." kata Bayu. Gilang dan Raka hanya bisa menghela napas pajang. Dan memendam kekesalanya kepada calon istri mereka yang tingkahnya susah di tebak.
"Ya katanya mereka sedang merenung, sekalian nih mereka menenangkan pikiran. Cuman ya mereka agak-agak gila aja jalan-jalan ke pantainya pakai lingerie." Kata Anita sambil tertawa.
"Apa lingerie itu?" tanya Gilang dengan wajah biasa aja. Agar terlihat tidak peduli dengan yang dilakukan Gita.
"Lo nggak tahu lingerie tuh apa?"
__ADS_1
"Nggak Anita, kalau gue tahu nggak bakalan tanya lo."
"Buka saja google, lo bakalan tahu apa itu lingerie." kata Anita. Dia ingin Gilang dan Raka tahu sendiri.
Gilang mengambil ponsel di kantong celananya. Dia langsung buka google, dia melotot ketika pencariannya sudah terbuka.
"Raka, ambil kunci mobil kita susul mereka sekarang." Gilang meminta Raka mengambil kunci mobil di kamarnya.
"Memangnya kenapa?" Raka jadi panik.
"Ini bahaya, buruan lo ambil gue tunggu di mobil."
"Ok."
"Memangnya apa sih lingerie?" Bayu jadi kepo, melihat Gilang kalang kabut setelah selesai browsing.
"Nggak usah kepo sayang, pijitin aku lagi aja. Biarkan itu jadi urusan mereka.
"Kak.. kok malah bengong?"
"Nggak, kalian ngapain sih ke pantai? disuruh mikir, merenungi kesalahan malah kluyuran lagi kesini." Gilang kembali marah. Kekesalanya bertambah karena di kerjai Anita.
"Ini Gita sama Fara juga lagi merenung, memikirkan gimana nasib masa depan."
"Iya, kita berdua tuh mikir kalau nggak ada kalian apa jadinya."
Gilang mengkode Raka agar membawa pergi Fara. Agar Gita sama Fara tidak saling menjawab terus kalau di nasehatin.
"Ayo ikut aku." Ajak Raka.
"Aduh.. sidang lagi ini mah." Batin Gita.
"Sayang, sebenarnya kamu tuh sungguh-sungguh nggak sih sama pernikahan kita?"
"Tentu saja sungguh-sungguh, kalau tidak mana mungkin Gita sudah menyebar undangan dan yang lainya."
"Terus kenapa kamu nggak pernah nurut sama aku, kamu selalu bantah aku terus."
"Gita nggak membantah."
"Tuh kan jawab lagi."
"Ah.. iya maaf, terus kak Gilang mau Gita Gimana biar Kak Gilang nggak marah?" Kata Gita sambil memegang tangan Gilang.
"Kamu dengarkan semua perkataan aku, jangan nakal lagi. Semua itu bahaya kamu harusnya tahu. Aku suruh kamu merenung , karena sebentar lagi kamu jadi istri dan juga akan jadi ibu. Dan kamu tahu kan kalau pelejaran pertama pada anak itu keluarga terutama seorang ibu. Kalau kamu mau coba-coba ke club ketagihan gimana anak kita nanti."
"Maaf.." kata Gita sambil menundukan kepala.
" Maaf itu nggak hanya sekedar dari mulut, tapi juga dari hati."
"Iya, Gita salah."
"Sekarang beresi semua barang-barang kamu. Kita pulang." Kata Gilang.
"Tapi Gita masih mau di pantai sampai sore."
"Bantah lagi..baru juga..."
__ADS_1
Cup!
Gita mencium bibir Gilang cepat karena Gilang terus mengomel. Gilang mengambil napas dia siap mengomeli Gita. Namun dengan cepat Gita memberikan ciuman lagi. Setelah itu dia langsung bergegas memunguti barang-barangnya.