Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Dia Milikku


__ADS_3

Hari yang sangat membahagiakan untuk Gita dan Gilang. Meskipun buka pernyataan cinta yang sangat romantis seperti namun hari itu terasa sangat indah. Kehaluan mereka berdua menjadi kenyataan.


Gita duduk di meja makan sambil melihat sekeliling ruang makan.


"Lo cari siapa Git?" tanya Fara sambil duduk di sebelahnya.


"Nggak cari siapa-siapa, hanya perut gue yang sudah lapar." Gita ngeles, dia ingin melihat pacar barunya itu.


"Iya nih, cowok-cowok pada kemana sih lama banget. Anita ikut duduk di sebelah Gita.


"Makan-makan." Vian masuk dari luar dan langsung duduk.


"Nenek dimana?" tanya Raka.


"Pergi ada acara gitu." jawab Gita.


"Ya udah yuk kita langsung makan saja." Kata Raka.


Gita dan Gilang saling berhadapan, Gita mencuri-curi pandang ke ke arah Gilang.


"Heh.. kenapa lo senyum-senyum sendiri." bisik Fara.


"Memangnya nggak boleh apa senyum?"


"Senyum lo itu penuh arti tahu nggak, lo pasti mikir mesum kan lihat wajah ganteng kak Gilang." tuduh Fara.


"Ngaco, pikiran lo aja tuh yang mesum. Lagian apa salahnya ngekihatin pacar sendiri." Kata Gita kembali melihat wajah Gilang sambil senyum-senyum.


"Uhuuuk...uhuuukkkkk...." Fara tersedak karena kaget ketika Gita mengatakan Gilamg itu pacarnya.


"Fara.. pelan-pelan. Gita memberikan gelas air putih di sampingnya. Fara meneguk air putih sampai setengah.


"Pelan-pelan Far, masih banyak nih nggak usah buru-buru." Kata Raka.


"Mungkin nggak pernah makan enak ini bocah." celoteh Vian sambil tertawa. Fara mengambil tempe goreng lalu melepar ke arah Vian.


"Mulut lo jangan ngasal kalau ngomong, gue lempar sambal nih." Fara mendelik.


"Takut..." Vian ngeledek Fara.


"Udah-udah jangan pada ribut, makan yang benar."


...♡◇◇◇♡...


Selesai makan Fara dan Anita menarik Gita menjauh dari pada cowok.


"Ada apa sih tarik-tarik gue, gue masih mau di luar belum ngantuk." Keluh Gita belum mau di ajak ke kamar. Dia ingin menikmati malam bersama Gilang.


"Jawab jujur, lo beneran pacaran atau cuman halu lo aja?"


"Ya beneran jadian lah."

__ADS_1


Anita dan Fara menatap lekat dengan dahi yang mengerut. Mereka berdua seperti mencari jawaban dari wajah Gita.


"Ih.. kalian kenapa ngelihatin gue begitu coba?"


"Lo emang berani menyatakan perasaan sama Kak Gilang?"


"Ya berani, makanya gue udah jadian."


"Beneran nih, selamat Gita." Anita memeluk Gita, Fara pun juga menyusul memeluk Gita.


"Git, apa lo sudah..." Fara menggantungkan ucapanya.


"Sudah apa maksud lo?" Gita bingung.


"Kiss." Fara menyentuh bibirnya.


Wajah Gita merona, "Apaan sih lo."


"Lo malu-malu, berarti sudah nih. Gimana rasanya manis, lembut gitu." Anita heboh.


"Apaan sih kalian, gue belum ciuman. Mungkin hampir tapi tidak jadi." ujar Gita malu-malu.


"Yah.. pendengar setia kecewa nih." Fara kecewa.


"Padahal gue udah penasaran banget rasanya kayak apa?" Anita meringis.


"Ya lo coba aja sendiri sono sama kodok atau sama cicak noh yang nempel di atap." Gita tertawa renyah.


"Oiya.. ngomong-ngomong kapan dan gimana kok bisa tiba-tiba jadian." Anita kepo kronologinya.


"Nggak tahu sih terjadi begitu saja, ketika yang namanya Sandra menyatakan perasaannya."


"Oiya.. bisa gitu jatuh cinta tiba-tiba mana belum tahu sifat aslinya." Anita geleng kepala.


"Bisa kalau dia itu oppa oppa korea, misal Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Jong dae dan teman-temanya." Gita nyengir.


"Bercanda mulu." Anita kesal.


"Haha, tapi benar kata Gita."


"Ok..ok... lanjut..lanjut."


"Setelah itu, Kak Gilang menarik gue di pelukanya. Dia bilang Gita hanya milik gue, dan lo Sandra gue nggak peduli dengan perasaan lo. Karena hati gue sudah dimiliki Gita." Gita menirukan ucapan Gilang.


"Aaaa so sweet banget." Seru Anita dan Fara. Mereka bertiga menjadi sangat heboh.


"Tapi.."


"Tapi apa? Jangan bilang semua yang lo ceritain ini halunya lo doang." Fara menatap Gita tajam. Gita merenges, dia cengar-cengir.


"Wah, gue rasa anak ini ngerjain kita." Anita melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


"Nggak..enggak. Gue beneran jadian kalau nggak percaya tanya Kak Gilang." Gita senyam-senyum membuat Fara dan Anita semakin tidak yakin.


"Terus tapi lo apa?"


"Bayu, dia tiba-tiba bilang Kalau Kak Gilang menerima cintanya Sandra. Dia mengajak gue jadian."


"Kesambet setan apaan Bayu, dulu sama lo bencinya setengah mati sekarang mau jadiin lo pacar."


"Karma itu namanya Far, ya sekarang Gita berubah dari upik abu..."


"Menjadi babu." potong Fara sambil tertawa puas.


"Git, bukan gue loh yang ngomong." Anita angkat tangan saat tatapan Gita tajam kearah Fara dan Anita.


"Gue sentil hati lo nanti jatuh cinta lo sama ucup."


"Ideeh.. amit-amit." Fara bergidik.


"Udah ah ngantuk mau tidur." Gita merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut sampai leher.


"Katanya belum ngantuk, mau begadang. eh tahunya.."


...♡♤♤♤♡...


Gilang duduk di sebelah Bayu yang sedang main gitar sendirian di teras. Semenjak kejadian siang itu Bayu jadi galau dan malas berkumpul sama yg lain.


"Bay.."


"Ada apa Lang?" Bayu menghentikan main gitarnya.


"Gue sama Gita sudah jadian, jadi gue harap lo jangan ganggu dia. Gue nggak tahu sejak kapan lo suka sama Gita, dan bukan juga gue tidak peduli sama perasaan lo. Tapi ini kali ini gue tidak bisa membiarkan lo ataupun orang lain mendekati Gita." jelas Gilang.


"Apa kita harus bersaing?"


"Bersaing?" Gilang tertawa. "Lo mau bersaing mengambil pacar gue?" Gilang berdiri menatap jauh ke depan, dia melipat kedua tangannya.


"Gue kira lo sahabat gue, nyatanya lo mau menikung gue. Gue semakin nggak tahu sama jalan pikiran lo Bay. Sekarang terserah lo mau berbuat apa. Tapi gue tidak akan pernah menyerahkan Gita." Gilang pergi masuk dengan kecewa. Dia merasa yang barusan ngobrol itu bukan Bayu yang di kenalnya dulu.


Bayu menunduk, dia juga tidak tahu dengan apa yang dia katakan.


"Kenapa jadi begini?" katanya.


"Coba lo turunkan ego lo, pasti tidak akan terjadi seperti ini." Raka muncul dan duduk di samping Bayu.


"Memang salah gue memiliki perasaan kepada Gita?"


"Tidak salah, kita memang tidak tahu kapan cinta itu datang, tapi apa lo pernah berpikir pantas nggak lo buat Gita."


"Lo meremehkan gue?"


"Bayu, coba lo pikir sekali lagi. Coba lo tanya hati kecil lo. Apa perasaan yang muncul itu cinta atau hanya sekedar penasaran . Gue rasa lo hanya mencintai fisik Gita bukan seutuhnya Gita. Dan jika lo terus memaksakan keinginan lo itu. Maka lo akan kehilangan keduanya, cinta dan lebih parahnya akan kehilangan sahabat yang sangat baik. Dan lo belun tentu menemukannya di masa depan lo." Nasehat Raka. Raka menepuk pundak Bayu pelan lalu meninggalkannya masuk agar Bayu bisa memikirkan lagi keinginanya.

__ADS_1


__ADS_2