
Tuk..tuk..tukk...
Gita mengetuk pintu ruangan milik Gilang.
“Masuk.”Sahut Gilang.
Gita membuka pintu lalu berjalan mendekati Gilang, dia memeluk Gilang dari belakang.
“Hey..sayang.” Gilang menoleh ke belakang sebentar dan kembali lagi ke kerjaanya.
“Apa masih sibuk?” tanya Gita.
“Lumayan, kenapa?”
“Emm. Kangen aja. Kita udah lama nggk pergi bareng kan.” Kata Gita sambil melepaskan
pelukannya. Dia berjalan lalu duduk di kursi depan Gilang.
“Memangnya mau kemana?” tanya Gilang.
“Makan, apa sajalah yang penting pergi sama kamu. Oiya.. kita juga belum fitting baju
kan. Gimana kalau hari ini setelah kamu selesaikan kerjaan kamu.” Kata Gita.
“Ok. Ayo kita berangkat.” Gilang menutup laptopnya lalu mengajak Gita berangkat.
“Sekarang?”
“Iya sekarang.” Gilang memakia jasnya.
“Terus kerjaannya gimana?” tanya Gita.
“Tinggal sedikit lagi, nanti aku kerjakan di rumah.” Kata Gilang lalu menggandeng tangan
Gita.
“Selesaikan saja dulu, daripada nanti waktunya istirahat di buat lembur.”
“Nggak masalah, kalau perginya sama kamu tuh nggak bikin capek. Justru bikin aku tambah
semangat. Jadi mau lembur sampai pagi pun nggak masalah.” Kata Gilang sembari
membawa Gita keluar dari ruangannya.
“Dasar tukang gombal.”
“Lila, kamu boleh pulang sekarang.”
“Baik Pak.”
“Mbak Lila duluan ya.”
“Iya.”
Gilang tidak melepaskan genggaman tangannya, bahkan mengemudi pun dia tetap
menggenggam tangan Gita dengan sesekali dia mencium punggung tangan Gita.
“Sayang, kenapa di genggam terus tangan aku.”
“Biarin saja, biar nggak lepas.”
“Memangnya mau lepas kemana, lagian ini kan di mobil akunya juga nggak bakalan ilang.”
“Biarin saja, buaya sekarang tuh nggak bisa lihat cewek yang nggak di iket sama
pawangnya. Matanya langsung melotot, apalagi calon istri aku ini yang sangat
cantik.” Kata lalu memberikan ciuman lembut di punggung tangan Gita lagi.
Gita dan Gilang sampai di rumah makan, Gilang langsung memesankan makanan kesukaan
Gita.
__ADS_1
“Mau tambah nggak?” taya Gilang.
“Nggak, ini udah cukup banyak. Tapi aku mau es creamnya dulu aja.” Cgita meringis.
“Baiklah, sebentar ya kamu tunggu dulu disini.”
“Ok.”
Gilang menaruh gelas berisikan ice cream, kemudian dia duduk di sampung Gita. Gita pun
langsung menyenderkan tubuhnya di lengan Gilang.
“Duduk yang bener doong kalau makan.” Kata Gilang.
“Ini udah paling bener.” Kata nya sambil memasukan es cream ke mulutnya.
“Kangen banget ya sama aku.”
“Banget. Mau nggak?” Gita mau menyuapi Gilang. Gilang pun langsung membuka mulutnya
lebar.
“Nanti setelah menikah jadinya mau honey moon dimana?” tanya Gilang.
“Kemana saja yang penting sama kamu.” Ujar Gita sambil tertawa.
“Ya kalau honey moon ya pasti sama aku memangnya mau sama siapa?” Ucap Gilang
dengan nada meninggi.
“Ya sama kamu.” jawab Gita sambil mengecup bibir Gilang cepat.
“Awas aja ya kamu pergi sama yang lain.”
“Ihh.. apaan sih orang bercanda juga. Cemburuan banget deh.”
“Habisnya kamu sukanya mancing-mancing bikin emosi.”
Gilang menggelengkan kepala, sekali lagi dia mengingatkan dirinya sendiri jangan
pernah debat sama Gita kalau dirinya akan kalah.
“Gelepotan banget sih makan es creamnya, sini aku bersihin.” Gilang mengambil tisu lalu
mengusap es cream yang gelepotan. Baru saja tisu mendarat di dekat bibir Gita, Gilang langsung menghentikannya. Dia sedikit menarik tengkuk Gita lalu memajukan wajahnya. Dia mengecup bibir Gita
dengan lembut.
Gita menarik diri, “Katanya mau membersihkan.” Ucapnya lirih.
“Ini juga sedang di bersihkan.” Gilang kembali menarik Gita lebih maju. Dia kembali
mecium bibir Gita yang sangat manis dan bikin candu. Rasanya dia tidak ingin
melepaskannya. Gita pun mulai menikmati setiap kecupan yang di berikan sama
Gilang.
“Dunia milik berdua, yang disini ngontrak semua.” Kata Fara yang berjalan mendekati
Gita dan Gilang. Dengan cepat Gita melepaskan ciumannya.
“Benar-benar ya kalian berdua.” Kata Fara sambil duduk dan diikuti Raka.
“Ganggu saja sih lu, tahu dari mana kita disini?” tanya Gilang.
“Nggak sengaja saja lewat, mau makan disini lihat mobil lo gue cari sekalian.” Kata Raka.
“Iya lo sengaja kan menewa tempat ini sendiri, biar nggak ada yang ganggu.”
“Iya dong, gue kan mau quality time sama Gita. Tapi malah kalian gangguin.”
“Sembarangan gangguin, kita juga mau quality time kali.” Raka tidak mau kalah.
__ADS_1
“Gilang, lo buaya banget sih. Lo iming-imingin apa si Gita sampai mau di cium sama lo.”
“Idih, buaya gimana. Orang gue sama Gita sebentar lagi mau nikah bagaimana bisa
dibilang buaya.”
“Bilang saja lo irikan, karena lo nggak pernah di cium sama Raka.” Gita melet.
“Kata siapa nggak pernah, kita pernah kok ya kan?” Fara melihat kearah Raka.
“Mulut lo ya Ta, hal seperti itu kan nggak perlu di umbar.” Raka menyentil kening
Gita.
“Ih, siapa yang mengumbar juga.”
“Terus tadi ciuman disini kalau nggak di umbar apaan coba?” Fara membantu menyerang
Gita.
“Memangnya ciuman yang tidak di umbar itu yang bagaimana?”
“Ya..”
“Ya apa? Ciuman di kamar atau di hotel ya?”
“Sembarangan.”
“Gue bilangin mama loh Raka, berani-beraninya ajak Fara ke kamar hotel.”
“Awas lo ya, jangan ngadi-ngadi.”
“Eh.. apaan sih. Kenapa jadi bahasnya ciuman sih. Raka, gimana kalau lo nikahnya
barengan aja sama gue dan Gita.” Gilang tiba-tiba mempunyai ide untuk nikah
bareng.
“Nikah bareng?” Kata Gita dan Fara barengan.
“Ide lo tuh gila ya.”
“Gila gimana sih, jadi nanti kita bisa honey moon bareng. Seru kali nanti kita juga
punya anak bareng.” Kata Gilang.
“Tapi kalau di pikir-pikir boleh juga tuh, biar mama sekalina kalau bikin acara.”
Raka mendadak menyetujuhiide Gilang.
“Yang benar aja lo Ka?”
“Iya, Ta nanti gue mau bilang sama mama. Fara nanti setelah pulang dari sini biar aku
ngomong sama papa-mama kamu.”
“Tapi ini tinggal seminggu lagi, kita belum sebar undangan belum fitting baju. Jangan
ngaco dong sayang.”
“Itu urusan gampang.”
“Benar-benar pada kesurupan ya kalian, bisa-bisanya berpikir seperti itu.” Kata Gilang
sambil menggelengkan kepalanya.
“Kita itu bukan kesurupan, hanya saja biar kalian cepat kita miliki. Ya nggak Lang.”
“Betul.”
“Terserah kalian lah, gue mau makan saja.” Kata Gita.
“Iya, terserah. Gue mah ngikut aja daripada nanti kagak jadi nikah.” Fara pasrah.
__ADS_1