
Gita melihat Raka yang sedang makan udang, dia beberapa kali menelan ludah karena ingin sekali makan udang. Hanya saja alergi yang menghalanginya.
“Raka, gue mau itu.” Gita menunjuk udang
di piring Raka.
“Jangan aneh-aneh.” Jawab Raka sambil memasukan udang asam manis kemulutnya.
“Aaaa, nih makan daging aja. Nggak usah
kepingin itu.” Gilang menotong daging lalu menyuapi Gita. Gita membuka mulutnya
namun matanya terus memandangi udang milik Raka.
"Raka, dikit aja." Gita masih merengek memint udang milik Gita.
"Udah deh nggak usah cari penyakit, lo mai berbaring berhari-hari di rumah sakit." Omel Raka.
"Salah sendiri kenapa lo pesan udang. Ada nggak sih yang bisa menyembuhkan alergi gue ini, biar gue bisa makan udang sepuasnya.” Kata Gita manyun.
“Daging juga nggak kalah enak. Aaaa.. dulu.” Gilang kembali menyuapi Gita lagi.
“Please ya, kalian berdua bisa nggak
jangan bermesraan di depan gue.” Omel Fara sambil memasukan nasi ke dalam mulutnya.
“Iya, nggak menghormati para jomblo di
sini.” Tambah Vian.
“Aaaa...” Raka menyeodorkan udang yang
sudah dia kupas ke mulut Fara.
“Raka lo kenapa sih?” Fara kaget.
“Aaaaa. Katanya iri sama Gita dan Gilang, nih gue supapin biar samaan." Kata Raka terus berusaha menyuapi Fara.
“Raka, nggak usah resek lo.” Fara mendorong tangan Raka.
“Rese gimana sih gue itu mau suapin lo biar lo nggak kelihatan jomblo ngenes." ujar Raka.
“Raka gue emang mau romantis-romantisan tapi bukan sama lo.” Omel Fara. Dan saat mulut Fara terbuka lebar karena mau ngomel, menjadi kesempatan Raka menyuapi Fara.
“Anggap aja sekarang gue pacar lo,
daripada nanti lo menangis di pojokan lihat sahabat-sahabat lo pacaran.” Kata
Raka dengan entang.
“Ya Tuhan, hilangkan ingatan anak ini
tentang mantan dan kenangannya agar dia bisa berpikir jernih lagi.” Fara menadahkan kedua tangannya ke atas sambil mengunyah nasi udang yang sudah mendarat di mulutnya.
“Dan jadiin dia pacar gue, amin.” Raka
mengamini.
“Sumpah manusia satu ini.” Fara
menyumpal mulut Raka dengan makanan sampai penuh agar tidak terus mengganggunya.
__ADS_1
“Lihat noh, sahabat satu lo sejak tadi
gandengan tangan. Lo masih mau jomblo?” Raka menyenggol lengan Fara. Fara menatap Gita yang jelas berhadapan dengan dirinya.
“Lihat ke dua tangan gue di atas, noh
Kak Gilang sedang potong daging.” Ujar Gita. Fara dan Gita saling berpandangan.
“Brati...” Kata Fara dan Gita bersamaan.
Mereka berdua langsung melihat ke arah Anita. Anita langsung menarik tangannya
dari genggaman Bayu. Gita dan Fara menatap Anita dengan tatapan butuh
penjelasan.
“Iya, gue udah jadian sama Kak Bayu
seminggu yang lalu.” Kata Anita malu-malu.
“Wah.. lo jadian nggak ngasih tahu kita.” Gita merasa kecewa.
“Lo nggak ngganggep kita sahabat ya, hal
besar seperti itu lo nggak ngomong sama kita.” Omel Fara.
“Giliran sakit hati ntar nangis-nangisnya sama kita.” Gita nyinyir.
“Tahu nggak kenapa Anita nggak mau
ngomong sama kalian?” Kata Raka sok tahu.
“Takut menyakiti perasaan Fara, kan
jadinya Fara doang yang jomblo.” Kata Raka sambil tertawa.
“Nggak lucu!” Fara semakin kesal di
ledekin Raka.
"Bukannya gue nggak mau ngomong, kita baru cari waktu yang tepat. Ya gue nggak tega sama Raka." Kata Anita.
"Gue jadi kambing hitam lagi."
"Gue doang nih yang jomblo, Fara lo mau nggak jadi pacar gue." Kata Vian tiba-tiba.
"Ogah, kayak nggak ada manusia lain aja gue pacaran sama lo." Fara bergidik.
"Gue cakep, baik hati, tidak sombong dan suka menabung." Vian membanggakan diri.
"Cakep sih, tapi otak lo gesrek."
"Vian, hati-hati lo. Fara punya gue jangan nikung gue lo." Raka mengancam Vian.
"Dasar buaya-buaya gila, emangnya siapa juga yang mau sama lo."
"Raka, jangan keterlaluan deh ntar Fara baper tanggung jawab." Kata Gita.
"Sorry nih ya, no baper...baper." tegas Fara.
Gita berdesis, "Awas aja ntar galauin Raka." kata Gita.
__ADS_1
"Ssstt, biarin mereka berdua begitu. Siapa tahu akan tumbuh cinta beneran." Kata Gilang merangkul Gita.
"Kayak cinta kita." Gita menyenderkan kepalanya di pundak Gilang.
"Yah, tumbuh dengan sedikit paksaan." kata Gilang. Gita tertawa kecil, dia geli sendiri kalau ingat saat dia menolak Gilang.
...♡♤♤♤♡...
Setelah selesai makan Gita, Fara dan Gita duduk di kursi panjang bersila, menikmati semilirnya angin pantai.
“Kenapa lo Far?” tanya Gita sambil
meletakkan kelapa muda yang ada di tangannya.
“Gita, lo harus menasehati Raka agar dia
jangan mempermainakan perasaan perempuan.” Fara melipat kedua tangannya. Dia masih kesal dengan Raka yang terus menggodanya saat makan tadi.
“Masudnya perasaan lo?” Gita mengambil
kelapa mudanya dan menyeruputnya.
“Kok gue, perempuan lain.”
“Perempuan lain mana, Raka itu cuma dekat
sama gue, lo dan juga Anita. Lagian nih Far, kalau emang lo bisa gantiin Prisil di hati Raka nggak apa-apa gue setuju banget kok punya kakak ipar lo.” Gita malah kesenangan menjodohkan Fara dengan Raka.
“Aduh, salah ngadu nih gue.” Fara
menyesal dia merasa salah curhat.
“Gue juga setuju kali Far, lo pacaran sama Raka. Keluarganya, sekolahnya
dan teman-temannya sudah jelas lo tahu. Sifatnya pun lo juga sudah mengenalinya
terus apalagi coba yang buat lo ragu. Daripada lo pacaran sama cowok-cowok
nggak jelas dan nanti lo di ghosting.” Anita juga setuju kalau Fara pacaran sama Raka, daripada pacaran sama laki-laki di luar sana yang tidak jelas juntrungnya.
“Iya nanti nangis lagi, patah hati mau loncat dari gedung sekolah.” Goda Gita.
“Issh.. kalian berdua bukannya membantu
malah meledek gue.” Fara manyun.
"Ini nggak ngeledek, tapi saran dan solusi agar hidup lo bahagia." kata Anita.
"Memangnya hidup gue nggak bahagia apa selama ini." Fara berkacak pinggang.
"Ya kalau dari luar sih bahagia, tapi kalau dalam hati ya hancur lebur karena kesepian." Kata Gita sambil tertawa. Dia sedang hobi meledek Fara.
"Udah lo jadian aja, biar kita bisa tripel date. Ya nggak Git?"
"Iya, gue Kak Gilang, Anita sama Kak Bayu dan lo sama Raka."
"Brisik...Brisik." Fara kabur dari Gita dan Anita.
"Pikirkan baik-baik Far, rumah gue terbuka buat lo!" teriak Gita.
"Bodo amat!" Sahut Fara.
__ADS_1