Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Penyelamatan III


__ADS_3

Gilang berdiri di tenda sambil manangis,


dia tidak bisa meneruskan pencarian Gita karena hujan benar-benar turun dengan


sangat lebat dan sudah di larang untuk melanjutkan pencarian. Gilang tidak bisa


membayangkan apa yang sedang di hadapi Gita.


“Sayang.. lo harus bertahan..besok pagi


aku akan menjemputmu.” Ucap lirih Gilang.


“Gilang, lebih baik sekarang lo


istirahat agar besok punya tenaga untuk mencari Gita.” Raka memegang pundak


Gilang. Gilang mengguk lalu ikut masuk ke dalam tenda lagi.


Dia duduk meringkuk sembari memegangi


kakinya.


Raka duduk menemani Gilang setelah Fara


tertidur, dia menepuk bahu Gilang untuk menguatkan.


“Sekarang Gita pasti sedang kedinginan,


lapar dan juga ketakutan.” Gilang sangat sedih, dia melihat ke arah pintu


tenda.


“Gita bakalan baik-baik saja, Gita itu


cewek yang kuat dia tidak mudah menyerah dalam keadaan.”


“Bagaimana kalau dia tidak bisa


bertahan, apa dia akan meniggalkan gue?” jelas Gilang.


“Lo jangan terlalu berpikir, sekarang


tidur saja.” Suruh Raka.


“Bagaimana bisa tidur orang yang gue


sayangi sedang tidak tentu ke adaannya.” Gilang menolak.


Matahari mulai memunculkan tubuhnya,


perlahan sinarnya masuk ke tenda menyadarkan Gilang yang sempat tertidur.


Perlahan Gilang membuka matanya, dan di luar sudah sangat ramai.


Gilang beranjak dan berjalan mendekati


Vian, “Vian gimana keadaan lo?” tanya Gilang.


“Sudah lebih baik, bagaimana dengan Fara


dan Gita?” tanya Vian. Gilang menunjuk Fara yang masih tertidur dan di temani


Raka.


“Gita?”


Gilang menghela napas panjang lalu


menggeleng kepala, “Gita belum di temukan.”


“Gilang ayo kita cari.” Vian bangun dan


ingin turun membantu mencari Gita.


“Vian..Vian.. lo tenang, lo masih belum


fit. Biar gue yang cari Gita.


“Gilang, coba cari ke dasar jurang.


Terakhir kita sedang bicara di atas jurang dan tiba-tiba gemuruh datang dan


menghantam kita semua. Dan sebelum semuanya menghilang aku melihat Gita


terseret lumpur.” Cerita Vian.


“Lo tenang saja, gue pasti akan bawa


kembali Gita.”


Setelah mendengarkan cerita dari Vian,

__ADS_1


Gilang melakukan pencarian sesuai clue yang di berikan Vian bersama Raka dan


beberapa anggota tim sar untuk mempermudah dan mempercepat pencarian.


++


Matahari yang mulai meninggi sangat


menyengat kulit, mata Gita perlahan terbuka. Dia sama sekali tak bisa bergerak,


tubuhnya terasa berat. Semua tubuhnya terasa sakit dan perih.


Gita mencoba untuk duduk tapi seperti


ada lem yang melekat hingga dia tidak bisa bangun.


“Apa sebenarnya yang terjadi.” Rintihnya


pelan, sangat pelan hanya dia sendiri yang mendengarnya. Gita mencoba mengingat


kejadian sebelum dia terkapar tak berdaya dengan di penuhi lumpur.


“Gita.. lo harus bangun. Pasti mereka


mencari lo.” Gita berusaha mengerakan tubuhnya namun semua terasa kaku.


Bergeser sedikitpun terasa nyeri sebadan-badan.


“Sabar Gita, pasti mereka akan datang


menolong lo.” Ujarnya sembari berhenti berusaha mengeluarkan tubuhnya dari


lumpur.


Matahari semakin tinggi, panasnya mulai


menyengat ke kulit. Tenggorokan Gita semakin kering, perutnya keroncongan.


Sudah hampir tiga hari dia terjebak tanpa minum dan makan. Pandangannya


kunang-kunang, dia semakin tidak bisa merasakan tubuhnya.


“Apa benar ini akhir dari hidup gue.”


Batin Gita dengan mata yang mulai meredup.


“Apa tidak ada yang datang mencariku dan


“Mama, papa, Kak Genta sama Kak Qila,


Raka. Gita sayang banget sama kalian kalau memang ini jalan takdir Gita. Gita


iklas, semoga kalian juga iklas  dan


jangan lupakan Gita.” Air matanya terus menetes.


“Kak Gilang, Gita sayang banget sama Kak


Gilang. Kalau nanti Gita mati semoga Kak Gilang menemukan orang yang lebih baik


dan lebih sayang sama Kak Gilang. Fara, Vian.. semoga hidup kalian bahagia.”


Ucapnya lirih.


Gita kembali tak sadarkan diri, dia


sudah tidak kuat menahan lapar dan dahaga hingga dia jatuh pingsan lagi.


\==


Tim penyelamat menemukan Gita, salah


satu dari mereka mendekatkan jari telunjuknya ke hidung Gita untuk mengecek dia


masih bernapas atau sudah tiada.


“Dia masih hidup, buruan kita angkat.”


Kata salah satu dari mereka.


“Baik.” Mereka berusaha mengeluarkan


Gita dari timbunan lumpur.


Gilang dan Raka yang langung mendekat


untuk membantu mereka. Kedua mata Gilang dan Raka langsung terbelalak melihat


orang kesayangannya terkulai lemas setelah berhasil di keluarkan oleh tim


penyelamat.

__ADS_1


“Gita!” seru Gilang dan Raka.


“Pak, biarkan saya yang menggendongnya.”


Pinta Gilang.


“Baiklah, segera bawa ke tim medis dia


sudah lemah sekali.” Jelas tim penyelamat.


“Baik.” Gilang memberikan peralatan yang


di bawanya kepada Raka.


“Sayang kamu harus kuat.” Gilang


menggendong Gita dengan sedikit lari.


“Gilang hati-hati ini jurang yang


curam.” Raka mengingatkan.


Gilang membawa Gita dengan meneteskan


air mata, dia tidak tega rasanya hancur berkali-kali hatinya karena sering


sekali dia tidak bisa menjaga Gita.


“Dokter..tolong calon istri saya.”


Gilang masuk ke tenda tim medis.


“Tidurkan sini.” Kata Dokter. Dokter


mengecek Gita dan melakukan perawatan.


“Gita.” Fara beranjak dari tenda


mendekati Gita. Dia menangis sesenggukan melihat Gita yang masih tidak berdaya.


“Kamu tenang, dia akan baik-baik saja.”


Raka menari Fara ke dalam pelukannya.


“Gita maafin gue, harusnya lo kemarin


lagsung pergi nggak usah bantuin gue.” Gita menangis sesenggukan di pelukan


Gita.


“Harusnya yang disalahkan gue karena


tidak bisa menjaga kalian.” Vian berdiri diatara Gilang sama Raka.


“Lo tidak perlu menyalahkan diri


sendiri, semua ini memang sudah takdir.” Kata Gilang namun tak melihat ke arah


Vian. Dia terus menatap Gita.


Gilang menyeka wajah Gita agar lumpur


yang ada di wajahnya menghilang. Gilang menyeka tangan dan juga kaki Gita.


Hatinya kembali tersayat melihat luka dan memar yang ada di tangan dan kaki.


Entah berapa pohon dan batuan yang dia tabrak ketika terseret lumpur.


Gilang menaruh kain dan wadah berisikan


air di bawah kursinyta, dia mengusap wajah Gita lalu memberikan kecupan di


kening Gita.


“Raka, kita harus bawa Gita ke rumah


sakit sekarang.” Gilang berdiri, dia ingin Gita mendapatkan perawatan yang


lebih intensif.”


“Ok, gue akan bicara kepada dokter dan


tim penyelamat disini agar bisa membantu kita ke perbatasan desa.” Kata Raka.


“Ok.”


Tak lama mereka pun mendapatkan


persetujuan dan segera memindah Gita ke rumah sakit, dan juga meminta Fara dan


Vian untuk di rawat di rumah sakit karena mereka juga belum fit betul.

__ADS_1


__ADS_2