
Gilang berdiri di tenda sambil manangis,
dia tidak bisa meneruskan pencarian Gita karena hujan benar-benar turun dengan
sangat lebat dan sudah di larang untuk melanjutkan pencarian. Gilang tidak bisa
membayangkan apa yang sedang di hadapi Gita.
“Sayang.. lo harus bertahan..besok pagi
aku akan menjemputmu.” Ucap lirih Gilang.
“Gilang, lebih baik sekarang lo
istirahat agar besok punya tenaga untuk mencari Gita.” Raka memegang pundak
Gilang. Gilang mengguk lalu ikut masuk ke dalam tenda lagi.
Dia duduk meringkuk sembari memegangi
kakinya.
Raka duduk menemani Gilang setelah Fara
tertidur, dia menepuk bahu Gilang untuk menguatkan.
“Sekarang Gita pasti sedang kedinginan,
lapar dan juga ketakutan.” Gilang sangat sedih, dia melihat ke arah pintu
tenda.
“Gita bakalan baik-baik saja, Gita itu
cewek yang kuat dia tidak mudah menyerah dalam keadaan.”
“Bagaimana kalau dia tidak bisa
bertahan, apa dia akan meniggalkan gue?” jelas Gilang.
“Lo jangan terlalu berpikir, sekarang
tidur saja.” Suruh Raka.
“Bagaimana bisa tidur orang yang gue
sayangi sedang tidak tentu ke adaannya.” Gilang menolak.
Matahari mulai memunculkan tubuhnya,
perlahan sinarnya masuk ke tenda menyadarkan Gilang yang sempat tertidur.
Perlahan Gilang membuka matanya, dan di luar sudah sangat ramai.
Gilang beranjak dan berjalan mendekati
Vian, “Vian gimana keadaan lo?” tanya Gilang.
“Sudah lebih baik, bagaimana dengan Fara
dan Gita?” tanya Vian. Gilang menunjuk Fara yang masih tertidur dan di temani
Raka.
“Gita?”
Gilang menghela napas panjang lalu
menggeleng kepala, “Gita belum di temukan.”
“Gilang ayo kita cari.” Vian bangun dan
ingin turun membantu mencari Gita.
“Vian..Vian.. lo tenang, lo masih belum
fit. Biar gue yang cari Gita.
“Gilang, coba cari ke dasar jurang.
Terakhir kita sedang bicara di atas jurang dan tiba-tiba gemuruh datang dan
menghantam kita semua. Dan sebelum semuanya menghilang aku melihat Gita
terseret lumpur.” Cerita Vian.
“Lo tenang saja, gue pasti akan bawa
kembali Gita.”
Setelah mendengarkan cerita dari Vian,
__ADS_1
Gilang melakukan pencarian sesuai clue yang di berikan Vian bersama Raka dan
beberapa anggota tim sar untuk mempermudah dan mempercepat pencarian.
++
Matahari yang mulai meninggi sangat
menyengat kulit, mata Gita perlahan terbuka. Dia sama sekali tak bisa bergerak,
tubuhnya terasa berat. Semua tubuhnya terasa sakit dan perih.
Gita mencoba untuk duduk tapi seperti
ada lem yang melekat hingga dia tidak bisa bangun.
“Apa sebenarnya yang terjadi.” Rintihnya
pelan, sangat pelan hanya dia sendiri yang mendengarnya. Gita mencoba mengingat
kejadian sebelum dia terkapar tak berdaya dengan di penuhi lumpur.
“Gita.. lo harus bangun. Pasti mereka
mencari lo.” Gita berusaha mengerakan tubuhnya namun semua terasa kaku.
Bergeser sedikitpun terasa nyeri sebadan-badan.
“Sabar Gita, pasti mereka akan datang
menolong lo.” Ujarnya sembari berhenti berusaha mengeluarkan tubuhnya dari
lumpur.
Matahari semakin tinggi, panasnya mulai
menyengat ke kulit. Tenggorokan Gita semakin kering, perutnya keroncongan.
Sudah hampir tiga hari dia terjebak tanpa minum dan makan. Pandangannya
kunang-kunang, dia semakin tidak bisa merasakan tubuhnya.
“Apa benar ini akhir dari hidup gue.”
Batin Gita dengan mata yang mulai meredup.
“Apa tidak ada yang datang mencariku dan
“Mama, papa, Kak Genta sama Kak Qila,
Raka. Gita sayang banget sama kalian kalau memang ini jalan takdir Gita. Gita
iklas, semoga kalian juga iklas dan
jangan lupakan Gita.” Air matanya terus menetes.
“Kak Gilang, Gita sayang banget sama Kak
Gilang. Kalau nanti Gita mati semoga Kak Gilang menemukan orang yang lebih baik
dan lebih sayang sama Kak Gilang. Fara, Vian.. semoga hidup kalian bahagia.”
Ucapnya lirih.
Gita kembali tak sadarkan diri, dia
sudah tidak kuat menahan lapar dan dahaga hingga dia jatuh pingsan lagi.
\==
Tim penyelamat menemukan Gita, salah
satu dari mereka mendekatkan jari telunjuknya ke hidung Gita untuk mengecek dia
masih bernapas atau sudah tiada.
“Dia masih hidup, buruan kita angkat.”
Kata salah satu dari mereka.
“Baik.” Mereka berusaha mengeluarkan
Gita dari timbunan lumpur.
Gilang dan Raka yang langung mendekat
untuk membantu mereka. Kedua mata Gilang dan Raka langsung terbelalak melihat
orang kesayangannya terkulai lemas setelah berhasil di keluarkan oleh tim
penyelamat.
__ADS_1
“Gita!” seru Gilang dan Raka.
“Pak, biarkan saya yang menggendongnya.”
Pinta Gilang.
“Baiklah, segera bawa ke tim medis dia
sudah lemah sekali.” Jelas tim penyelamat.
“Baik.” Gilang memberikan peralatan yang
di bawanya kepada Raka.
“Sayang kamu harus kuat.” Gilang
menggendong Gita dengan sedikit lari.
“Gilang hati-hati ini jurang yang
curam.” Raka mengingatkan.
Gilang membawa Gita dengan meneteskan
air mata, dia tidak tega rasanya hancur berkali-kali hatinya karena sering
sekali dia tidak bisa menjaga Gita.
“Dokter..tolong calon istri saya.”
Gilang masuk ke tenda tim medis.
“Tidurkan sini.” Kata Dokter. Dokter
mengecek Gita dan melakukan perawatan.
“Gita.” Fara beranjak dari tenda
mendekati Gita. Dia menangis sesenggukan melihat Gita yang masih tidak berdaya.
“Kamu tenang, dia akan baik-baik saja.”
Raka menari Fara ke dalam pelukannya.
“Gita maafin gue, harusnya lo kemarin
lagsung pergi nggak usah bantuin gue.” Gita menangis sesenggukan di pelukan
Gita.
“Harusnya yang disalahkan gue karena
tidak bisa menjaga kalian.” Vian berdiri diatara Gilang sama Raka.
“Lo tidak perlu menyalahkan diri
sendiri, semua ini memang sudah takdir.” Kata Gilang namun tak melihat ke arah
Vian. Dia terus menatap Gita.
Gilang menyeka wajah Gita agar lumpur
yang ada di wajahnya menghilang. Gilang menyeka tangan dan juga kaki Gita.
Hatinya kembali tersayat melihat luka dan memar yang ada di tangan dan kaki.
Entah berapa pohon dan batuan yang dia tabrak ketika terseret lumpur.
Gilang menaruh kain dan wadah berisikan
air di bawah kursinyta, dia mengusap wajah Gita lalu memberikan kecupan di
kening Gita.
“Raka, kita harus bawa Gita ke rumah
sakit sekarang.” Gilang berdiri, dia ingin Gita mendapatkan perawatan yang
lebih intensif.”
“Ok, gue akan bicara kepada dokter dan
tim penyelamat disini agar bisa membantu kita ke perbatasan desa.” Kata Raka.
“Ok.”
Tak lama mereka pun mendapatkan
persetujuan dan segera memindah Gita ke rumah sakit, dan juga meminta Fara dan
Vian untuk di rawat di rumah sakit karena mereka juga belum fit betul.
__ADS_1