
Gita menghela napas, dia menghidupkan air lalu berendam di bathup. Dia mulai membayangkan yang tidak-tidak.
“Gimana ini, kenapa gue deg-degan banget sih.” Gita memainkan air.
“Hah.. nggak mungkin kan aku berendam disini sampai pagi.” Keluh Gita.
Setelah hampir setengah jam dia berendam, akhirnya Gita mengakhiri mandinya. Dia
sengaja membawa ganti baju di kamar mandi.
“Lah.. kenapa gue pakai baju dinas. Aduh Gita gimana sih lo.” Dia mengangkat baju
tidur warna merah dengan renda-renda hitam.
Gita mengacak-acak rambutnya yang masih basah, dia semakin bingung mau keluar karena memakai pakaian seperti itu.
Tuk..tuk..tuk...
“Sayang,” panggil Gilang.
“Iyaa.” jawab Gita dengan gemetar.
“Kamu nggak tidur kan? Kok lama banget mandinya.” Kata Gilang.
“Iya ini udah mau selesai.” Jawab Gita dengan gugup. Jantungnya berdetak sangat
kencang. Lebih kencang dengan saat pertama dia di tembak Gilang dan di cium
bibirnya untuk pertama kali.
Gita perlahan membuka pintu, dia menongolkan kepalanya untuk melihat keberadaan Gilang. Gita membuka lebar-lebar pintu lalu keluar dengan mata yang masih
mencari keberadaan Gilang.
“Sayang..” Panggil Gita pelan saat tidak menemukan Gilang di kamarnya.
“Iya..” jawab Gilang. Dia baru saja keluar untuk memesan makan malam. Gilang terdiam, dia sangat terpana dengan kecantikan Gita. Pertama kali melihat lekuk tubuh Gita yang sangat sexy terbalut dengan piyama yang sexy.
Perlahan Gilang berjalan mendekati Gita yang sedang mengeringkan rambutnya.
“Biar aku bantu.” Gilang mengambil hairdryer dari tangan Gita.
“Nggak usah sayang, aku bisa sendiri kok.” Ujar Gita.
“Nggak apa-apa, sekali-kali aku manjain kamu.” Kata Gilang.
__ADS_1
Gilang mengambil sedikit demi sedikit rambut Gita lalu mengeringkan, dia mencium aroma wangi rambut Gita. Tak hanya itu aroma tubuhnya membuat dia tak tahan ingin menciumnya. Sedangkan Gita menghela napas sembari memegangi dadanya. Jantungnya semakin tidak normal.
Setelah kering Gilang menekan tombol on off kemudian mencabut sambungan listriknya. Dia memutar tubuh Gita, Gilang mengatur napasnya dia mencoba menahan diri untuk memulainya. Dia ingin ngobrol, makan malam dulu namun hasratnya sudah tidak bisa di tahan. Gita sangat menggoda dirinya malam ini.
Gilang menggendong Gita, lalu menurunkan di ranjang perlahan dan dia berada di atas
Gita. Dia terus memandangi wajah Gita yang terlihat bersinar. Gilang mengusap rambut yang sedikit menutupi wajah Gita. Dia kemudian mendekatkan wajah nya dan mencium kening Gita.
Darah Gita mengalir sanngat cepat, suhunya benar-benar meninggi. Dia sangat gugup dan ketakutan jadi satu. Tapi dia tidak bisa berkata apa-apa.
Gilang perlahan mencium bibir Gita, dia memulai dengan perlahan. Dengan jantung yang masih berdetak cepat Gita pun memberikan balasan ciuman itu. Dia merespon dari ciuman yang di berikan sama Gilang.
Gilang melepaskan bibir Gita, lalu mengarah ke bagaian leher Gita. Dia mencium Gita
dengan sangat lembut lagi. Membuat Gita memejamkan matanya, Gita memejamkan
matanya. Dia merasa tidak karuan saat ini.
Gilang kembali ke bibir Gita, dia terus ******* dengan nikmat. Gita pun seperti hilang kesadaran saat menikmatinya.
Gilang mengangkat sedikit tubuhnya, dia benar-benar ingin merasakan semua. Baju yang di kenangkan Gita malam ini semakin dekat semakin menggoda saja. Gilang mulai
menurunkan tali kecil yang ada di bahu Gita. Dia ingin melihat dan menikmati sesuatu yang terbalut lingerie. Dia menciumi dada Gita dengan tangan yang terus berusaha melepaskan pakaian Gita.
bergetar.
“Apa kamu belum siap?” tanya Gilang. Gita membalas dengan gelengan pelan.
Gilang tersenyum, dia mengangkat tubuhnya lalu duduk di ranjang yang masih kosong. Gita pun langsung duduk. Dia melihat wajah Gilang lalu menundukan kepala. Dia tahu Gilang pasti kecewa karena dirinya tidak bisa memenuhi keinginanya.
“Kamu.. marah ya?” tanya Gita pelan dan sangat hati-hati.
“Nggak sayang, aku nggak marah kok.” Gilang tersenyum lalu mengusap tangan Gita.
“Tapi kamu kelihatan kecewa sekali.” Kata Gita.
“Nggak sayang, aku akan menunggu sampai kamu siap. Jadi jangan berpikir yang
aneh-aneh. Kita makan yuk, tuh makanannya udah datang." Gilang mengecup kening Gita.
“Biar aku bukakan pintunya.” Gita turu dari ranjang namun langsung di tarik sama Gilang.
“Eh.. lihat baju kamu sexy kayak begitu mau keluar-keluar. Diam saja di sini biar aku
yang buka pintu.” Kata Gilang.
__ADS_1
“Gita meringis sembari menutup dadanya dengan lengan tangannya.
Selesai makan malam, mereka berdua jadi canggung.Tidak tahu mau ngapain lagi. Mau tidur
juga jam belum terlalu malam.
“Kak Gilang mau tidur dulu?” tanya Gita.
“Nggak, kamu saja kalau mau tidur.” Kata Gilang.
“Gita belum bisa tidur.” rengeknya manja.
“Kalau begitu kita nonton tv saja yuk.” Ajak Gilang pindah ke sofa dengan di depannya
ada tv berukuran besar. Gita mengangguk, dia langsung mengambil remot.
Pertama kali hidup, mereka langsung disuguhi drama romantis dengan adegan kiss. Gita pun langsung mengganti chanelnya. Tapi sama saja, seprtinya memang kamar itu sudah di set drama yang di putar hanya film romantis.
Gilang menggaruk kepalanya, dia mengambil ponsel untuk mengalihkannya. Dia membuka game di ponselnya.
“Wah, sepertinya pihak hotel sengaja nih. Mentang-mentang ada pasangan pengantin baru yang di puter filmnya beginian.” Batin Gita.
Akhirnya Gita lebih memilih mematikan saluran tvnya daripada memancing Gilang untuk melakukannya lagi. Dia mengambil ponselnya dan hanya keluar masuk media sosial.
Sampai akhirnya dia sangat mengantuk, kepalanya menempel di bahu Gilang. Gilang menoleh dia meletakkan ponselnya. Gilang segera menggendong Gita ke ranjang. Dia
mengusap rambut Gita, lalu memegang pipinya.
“Kamu pasti sangat gugup, sampai tangan kamu dingin sekali tadi.” Ujarnya sambil
mengecup bibir Gita.
Gilang tadi menghentikan aksinya karena dia tidak tega melihat Gita, tangannya sangat
dingin. Dia bisa saja memaksa Gita namun dia ingin menikmatinya bersama jadi
dia bersabar menunggu Gita sampai siap.
Gilang menyelimuti Gita, “Tidur yang nyanyak ya istriku.”
Gilang belum juga tidur, dia kembali memainkan game di hpnya untuk menghilangkan gabut malam-malam. Dia ingin mengajak Raka jalan-jalan mencari angin malam tapi takutnya dia mengganggu malam pertamanya. Dan akhirnya mengurungkan niatnya.
Gilang merebahkan tubuhnya di samping Gita, dan masuk ke dalam selimut. Dia
memiringkan tubunya, dan memperhatikan istrinya itu.
__ADS_1