Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Gagal Diet


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, diet Gita berjalan ketat. Dia sudah jogging, mengurangi porsi makan sampai ikut fitnes Gilang.


Gita merebahkan tubuhnya di sofa ruangan fitnes. Niat hatinya hanya istirahat sebentar namun karena kecapean dia terlelap.


Gilang berjalan mendekati Gita, dia tersenyum lalu mengelus rambut Gita.


"Good job, Ta. Kerja keras lo mulai membuhkan hasil." Gilang duduk di lantai sambil mengelus rambut Gita.


"Coklat, pitza, burger, boba, cumi asam manis gue mau makan kalian semua." Gita mengigau. Hampir satu bulan dia benar-benar menghindari makanan cepat saji itu.


Kedua mata Gilang melebar lalu terkekeh mendengar Gita mengigau semua makanan kesukaannya.


"Ta..Ta.. bangun." Gilang membangunkan Gita pelan.


"Emm.." Gita masih belum beranjak.


"Bangun yuk pulang." Bisik Gilang pelan sambil mengelus rambutnya lembut.


Gita perlahan membuka matanya, samar-samar wajah Gilang mulai terlihat. Senyum Gilang merekah, Gita seperti mimpi melihat seorang pangeran seperti di negeri dongeng.


"Setiap hari gue ketemu Gilang, tapi masih saja jantung gue berdebar keras begini. Mana dia terlihat makin ganteng." batin Gita.


"Ayo bangun, jangan terpesona gitu sama gue." Ujar Gilang sambil membantu Gita duduk.


"Siapa yang terpesona."


"Gue yang terpesona." Kata Gilang sambil mengedipkan satu matanya.


"Dasar genit. Udah selesai?"


"Udah. Kita cari makan yuk." ajak Gilang.


"Makan?" Gita mengulangi omongan Gilang takut salah pendengaranya.


"Ya, makan." Gilang menegaskan.


"Kita kan habis olahraga, kalau makan nanti lemaknya nggak jadi keluar." kata Gita. Gilang hanya tersenyum lalu merangkul Gita.


...◇◇◇◇◇...


Gilang membawa ke restauran kesukaan Gita. Dia memesan semua makanan kesukaan Gita.


"Kak, siapa yang mau makan ini?" Gita melihat meja dari ujung sampai ujung.


"Lo." Jawab Gilang singkat, padat dan jelas.


"Gue?" Gita menunjuk dirinya sendiri dengan wajah terkejut. Gilang mengangguk sambil tersenyum jahil.


"Kak, Gita kan lagi died. Sengaja ya mau gagalin diet Gita." Gita manyun.


"Sekali-kali kan nggak apa-apa, besok diet lagi." kata Gilang dengan santai.


"Ya Tuhan, ini anak seenak jidat aja kalau ngomong. Gue berusaha keras diet mau di gagalin." Batin Gita.


"Udah nggak udah mengumpat, buruan makan." Gilang mangambil kan nasi dan lauk ke piring Gita.


"Nggak mau, ini berat badan aku aja belum ada setengah udah mau dibuat kembali normal." Gita menolak mendorong piringnya.


Gilang pindah tempat dan duduk di sebelah Gita. Gita menyandarkan tubuhnya di kursi karena takut melihat pandangan Gilang yang tajam.


"Makan atau gue akan cium lo di sini." Kata Gilang dengan tatapan tajam namun bibirnya tersenyum nakal seakan dia benar-benar akan menciun Gita.

__ADS_1


"Ok..ok.. gue makan." Gita mendorong dada Gilang yang bidang agar menjauh darinya. Gilang tersenyum lalu pindah ke tempat duduknya.


"Makan perlahan dan sedikit saja Ta." Batin Gita. Namun Gilang bisa menebak pikiran Gita jadi dia terus menambahakan lauk di piring Gita.


"Kak.."


"Makan atau..."


"Ya.. ok. Gue makan nih." Gita makan dengan lahap. Dia akhirnya tidak memperdulikan dietnya lagi. Gilang yang menyarankan Gita untuk diet, dan dia juga yang menggagalkannya.


"Anak pintar." Kata Gilang sambil mulai melahap makanannya.


"Ah..aku kenyang sekali." Gita mengusap perutnya.


"Lo senang?" tanya Gilang.


"Senang sekali, lo selalu bisa buat gue senang." Gita merenges.


"Lo mau minum boba, atau ice cream?" tanya Gilang.


"Boleh?" Kedua mata Gita melebar.


"Boleh."


"Tapi Kak.. aku udah kenyang. Lagian mereka akan membuat gue gendut lagi. Sia-sia dong usaha diet gue."


"Nggak ada yang sia-sia." Gilang merangkul Gita.


...◇◇◇◇◇...


"Darimana aja lo baru balik?" tanya Raka ketika Gita baru saja pulang dan merebahkan Tubuhnya.


"Makan."


"Perhatian, baik, nggak pernah mengusik gue soal fisik, nggak jahil kayak lo."


"Terus?"


"Ganteng, pinter pokoknya cowok idaman banget deh tapi yang susah di gapai. Lo sekarang jauh sama dia." Gita mengejek Raka.


"Meskipun jauh gue tetap yang lo sayang kan?" Kata Raka.


"Tentu saja... tidak. Gilang nomor satu di hati gue." Kata Gita sambil tertawa.


"Lo udah dengarkan Lang." Kata Raka.


"Ka.. lo telpon Kak Gilang?" Gita langsung duduk. Gita berusaha merebut ponsel Raka. Dengan sigap Raka mengangkat tangan kanannya agar Gita tidak bisa mengambil ponselnya.


"Ka, please?" rengek Gita.


"Biar Gilang tahu, kasian kan di gantung mulu sama lo." kata Raka.


"Ka, lo itu saudaranya gue apa Kak Gilang." Gita masih berusaha merebut ponselnya. Dengan susah payah Gita akhirnya bisa merebut ponselnya.


"Lo bohongin gue ya." Gita merengut lalu melempar ponsel Raka ke tempat tidur.


"Memangnya mau beneran?" tanya Raka.


"Jangan macam-macam lo!" ancam Gita.


Kleeek.... pintu kamar Gita terbuka, Gita dan Raka langsung menoleh ke arah Pintu.

__ADS_1


"Kak Qila, ada apa?" tanya Gita.


"Bisa kita ngomong sebentar?" tanya Qila.


"Ngomong aja Kak."


"Kita ngobrol di luar." Ajak Qila. Gita melihat ke arah Raka, Raka mengkode untuk mengikuti Qila.


"Ok." Gita pun pergi mengikuti Qila.


...◇◇◇◇◇...


Pagi ini Gita datang telat karena kesiangan. Raka pergi lebih dulu karena jemput pacarnya. Gilang tidak bisa jemput karena ada rapat osis begitu pula Qila.


Gita sudah setengah jam nunggiin angkot juga nggak datang-datang. Alhasil dia telat hampir satu jam.


"Pak, tolong bukain dong. Tadi itu saya nungguin angkot lama banget jadi telat." Gita merengek kepada satpam yang jaga.


"Nggak bisa, makanya kalau angkotnya susah datang satu jam lebih awal." omel satpam


"Pak, masa iya saya datang subuh."


"Ya kalau itu perlu kenapa nggak, kamu itu masih muda harus menanamkan kedisiplinan biar nanti dewasa itu bisa hidup enak." jelas Pak satpam.


"Iya Pak janji, nanti Gita nggak akan ulangi tapi tolong ya bukain." Kata Gita.


"Ya nanti kalau bel istirahat sudah bunyi."


"Kelamaan Pak, mana ini panas gimana kalau saya pingsan."


"Itu bukan urusan saya, salah sendiri datang terlambat."


"Hah..." Gita menghela napas panjang. Dia mengirim pesan kepada Fara dan Anita untuk datang membantunya.


...Gita...


...^^^Far, bantuin gue dong^^^...


...Gue ada di depan gerbang nggak boleh masuk...


...Fara...


...Kok bisa sih, bentar gue cari alasan dulu buat keluar...


...Anita...


...Kebiasaan banget lo Git...


...Gita...


...Kalau mau marah-marah nanti aja Nit, gue lagi butuh bantuan sekarang. Bukan ceramah. Gue udah di ceramahi sama Pak Satpam...


...Fara...


...Gue udah mau otw, lo di bagian sekolah mana?...


...Gita...


...Ok, gue mau ke pintu gerbang belakang...


...Fara...

__ADS_1


...Ok...


Gita perlahan meninggalkan gerbang depan, dia berjalan mengendap agar Pak Satpam tidak curiga dengannya.


__ADS_2