Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Cemburu II


__ADS_3

Krruuukk...kruuukkk... perut Gita


berbunyi, dia memegangi perutnya.


“Kamu lapar?” tanya Gilang.


“Iya belum makan, semua makanan tadi


Gita tinggal disana. Harusnya Gita bawa kesini kan.” Katanya dengan penuh


penyesalan kenapa Makananya di tinggal begitu saja bahakan mengatakan kalau


dirinya tidak nafsu makan.


“Tenang saja, aku pesankan makanan


kesukaan kamu.” Gilang mengacak-acak rambut Gita.


Gilang menelpon Lila untuk memesankan


makanan dan membawanya ke kamar. Sedangkan Gita asik menjatuhkan tubuhnya ke kasur Gilang yang empuk.


“Sayang, kasur kamu lebih empuk dari


punya ku deh.” Ucap Gita sembari menjatuhkan tubuhnya. Dia menggerak-gerakan tangannya.


“Oiya.” Gilang ikut mengecek kasurnya


dengan mendudukinya.


“Apa malam ini kamu mau tidur disini?”


Gilang menawari Gita untuk tidur di kamarnya.


“Tidur disini, berdua satu kasur?” tanya


Gita sambil menatap Gilang lekat.


“Iya, tidur berdua.” Gilang tersenyum


nakal, dia mencoba menggoda Gita.


“No!” Gita mengangkat satu jari


telunjuknya ke atas.


“Kenapa? Kamu bilang suka kasur disini


karena empuk kan.” Gilang masih saja meneruskan menggoda Gita.


“Iya, tapi kan nggak boleh tidur berdua.


Nanti kamu aneh-aneh lagi sama aku, bisa-bisa mama marah besar sama aku.” Kata Gita.


“Kalau mau aneh-aneh kan nggak perlu nunggu kamu tidur, sekarang juga bisa.” Gilang mendorong Gita hingga dia posisi


tertidur.


Gilang mengurung Gita dengan kedua


tangannya hingga tidak bisa bergerak. Gilang memandang Gita sangat lekat,


membuat jantung Gita sudah berdegup tidak karuan. Gita bisa mencium wangi tubuh


Gilang yang tidak pernah berubah sejak dia mengenal Gilang, wangi yang selalu


membuat dia kecanduan ingin berada dalam pelukannya.


 Gilang yang awalnya ingin menggoda kini dia terbawa suasana, dia terpesona dengan wajah Gita yang sangat sendu. Gilang


merapikan rambut yang menutupi kening Gita lalu dia mencium kening Gita. Tubuh


Gita sudah panas dingin, wajahnya merah padam. Hatinya meleleh saat terus


memandangi bola mata Gilang yang sangat indah dan tentu saja sangat menghipnotisnya.


Gita mendorong tubuh Gilang, dia takut


kalau Gilang melakukan hal yang tidak di inginkan. Mereka berdua duduk seperti


semula, dan mejadi salah tingkah.


Gilang menarik Gita dalam pelukannya


agar tidak cemas karena ulahnya baru saja. Dia tahu Gita pasti berpikiranbaneh-aneh dan sangat takut.


“Jangan takut, aku tidak akan pernah


melakukan yang aneh-aneh.” Gilang memberikan kenyaman dalam pelukannya.


“Kalau kamu mau tidur sini, biar aku

__ADS_1


tidur di sofa.” Gilang menunjuk Sofa lumayan besar dengan dagunya.


“Biar Gita tidur di kamar saja, nanti


badan Kak Gilang sakit-sakit lagi tidur di sofa.” Kata Gita dia mencoba mengatur detak jantungnya agar kembali normal.


“Baiklah. Nanti saja ya pas udah nikah


kita tidur bareng. Gimana kalau kita menikah secepatnya, biar aku bisa peluk


kamu setiap hari.” Kata Gilang mempererat pelukannya.


“Sabar, Kak Qila dulu. Nanti biar Gita


suruh dia menikah baru deh kita.” ujar Gita.


“Berarti Kak Andini juga harus buruan


nikah nih.” Kata Gilang.


Selesai makan Gita langsung bergegas ke


kamarnya, semakin malam di kamar Gilang bisa-bisa dia tidur di kamar Gilang.


Akan sangat bahaya Meskipun Gita percaya kalau Gilang tidak akan melakukan


hal-hal itu namun dia hanya menjaga takutnya ada setan lewat dan membujuknya.


Gita masuk perlahan, berusaha tidak


menimbulkan suara. Dia melihat ke kasur mengecek Fara sudah tidur apa belum.


“Celingak-celinguk kayak mau maling saja


lo, darimana coba baru kembali ke kamar?” tanya Fara.


“Heheh.. habis pacaran lah. Udah lama


nggak ketemu kan kangen.” Gita menjatuhkan diri ke kasur.


“Kalian berdua-duaan di kamar habis


ngapain coba? Unboxing ya?” Fara langsung mengintrogasi calon adik ipar lo.


“Astaga mulut lo ya licin amat kalau


ngomong, unboxing lagi dikiranya gue apaan.”


mau dp gitu.” Kata Fara.


Gita melepar bantal ke wajah Fara, “Sekarang gue tanya, lo sama Raka udah unboxing belum?”


“Eh sorry ya Raka itu cowok baik-baik.


Nggak pernah melakukan hal ekstrim tahu.” Fara memuji Raka.


“Kamu pikir Kak Gilang cowok apaan, enak


aja. Udah ah..tidur.” Gita menari selimutnya sampai menutupi dadanya.


Gilang masih belum bisa tidur, dia tersenyum


mengingat hal berani yang dia lakukan kepada Gita tadi. Untung saja dia bisa


menahan diri untuk tidak mencium bibir Gita.


Di harus menjaga kehormatan Gita sebagai


wanita, dia tidak akan pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar memberikan


kecupan dan pelukan. Karena dia ingin memeiliki semuanya saat dia menikah


dengannya.


Lagi enak-enaknya melamun, Gilang terganggu karena bunyi ponselnya, mengangkat ponselnya saat melihat


panggilan masuk dari Raka.


“Ada apa Ka?” tanya Gilang.


“Tidak apa-apa, gue hanya nggak bisa


tidur gue rasa lo belum tidur jadi gue telpon lo.” jelas Raka.


“Lo kangen sama Fara kali jadi nggak


bisa tidur.” Kata Gilang.


“Yah itu salah satunya. Oiya Lang, gue


mau lamar Fara secepatnya.”

__ADS_1


“Lo sudah mantap?”


“Iya, gue nggak bisa terus di tinggal


seperti ini. Gue mau bersama-sama menghabiskan hari dan meikmati malam-malam yang indah bersama dia. Bukan hanya lewat virtual.” Kata Raka.


“Benar juga, gue juga ingin mempercepat


pernikahan gue sama Gita. Hanya saja dia masih mau menunggu Qila menikah.”


“Yah.. dia kan anak bontot, jadi harus


menuggu kakak-kakaknya nikah dulu.” Raka terkekeh.


“Iya, gue harus bujuk Qila dan Kak


Andini cepat-cepat menikah. Kapan rencana lo mau melamar Fara?” tanya Gilang.


“Setelah kerjaan kalian beres, gue akan


menyusul ke sana. Bisa lo aturkan tempat disana untuk gue.” Raka minta tolong


sama Gilang.


“Tentu saja bisa, gue akan carikan


tempatnya dulu yang bagus untuk melamar Fara.”


“Gue tutup dulu telponnya.”


“Ok, selamat malam sayang.” Kata Gilang


terkekeh.


“Malam juga sayang, semoga mimpiin  gue.” Balas Raka dengan tawa juga.


Mendengar sahabatnya ingin melamar


pujaan hatinya, membuat Gilang gundah dia juga ingin cepat-cepat menikah dengan


Gita.


"Gue harus segera mempersunting Gita nih, gue juga sudah ingin tinggal bersama dia." Kata Gilang.


...Gilang...


...Sayang, apa sudah tidur?...


...Gita...


...Belum, kenapa sayang?...


...Gilang...


...I love you...


...Gita...


...I love you too, kamu kenapa?...


...Gilang...


...Kangen...


...Gita...


...Kan tadi baru saja ketemu...


...Gilang...


...Ya kangen lagi, tadi ketemu cuma ngapain. Menikah yuk...


...Gita...


...Kesambet apa lagi nih, kan aku udah bilang....


...Gilang...


...Ya kan aku ingin cepat-cepat tidur sama kamu. ...


...Gita...


...Dasar mesum...


...Gilang...


...Kok mesum sih, beneran aku tuh pingin bisa pelukin kamu kapan pun aku mau....


..."Gita...


...Sayang, sabar. Sekarang kamu tidur saja daripada kamu bayanhin yang aneh-aneh. Gita bobo ya. Dada."...

__ADS_1


__ADS_2