
Krruuukk...kruuukkk... perut Gita
berbunyi, dia memegangi perutnya.
“Kamu lapar?” tanya Gilang.
“Iya belum makan, semua makanan tadi
Gita tinggal disana. Harusnya Gita bawa kesini kan.” Katanya dengan penuh
penyesalan kenapa Makananya di tinggal begitu saja bahakan mengatakan kalau
dirinya tidak nafsu makan.
“Tenang saja, aku pesankan makanan
kesukaan kamu.” Gilang mengacak-acak rambut Gita.
Gilang menelpon Lila untuk memesankan
makanan dan membawanya ke kamar. Sedangkan Gita asik menjatuhkan tubuhnya ke kasur Gilang yang empuk.
“Sayang, kasur kamu lebih empuk dari
punya ku deh.” Ucap Gita sembari menjatuhkan tubuhnya. Dia menggerak-gerakan tangannya.
“Oiya.” Gilang ikut mengecek kasurnya
dengan mendudukinya.
“Apa malam ini kamu mau tidur disini?”
Gilang menawari Gita untuk tidur di kamarnya.
“Tidur disini, berdua satu kasur?” tanya
Gita sambil menatap Gilang lekat.
“Iya, tidur berdua.” Gilang tersenyum
nakal, dia mencoba menggoda Gita.
“No!” Gita mengangkat satu jari
telunjuknya ke atas.
“Kenapa? Kamu bilang suka kasur disini
karena empuk kan.” Gilang masih saja meneruskan menggoda Gita.
“Iya, tapi kan nggak boleh tidur berdua.
Nanti kamu aneh-aneh lagi sama aku, bisa-bisa mama marah besar sama aku.” Kata Gita.
“Kalau mau aneh-aneh kan nggak perlu nunggu kamu tidur, sekarang juga bisa.” Gilang mendorong Gita hingga dia posisi
tertidur.
Gilang mengurung Gita dengan kedua
tangannya hingga tidak bisa bergerak. Gilang memandang Gita sangat lekat,
membuat jantung Gita sudah berdegup tidak karuan. Gita bisa mencium wangi tubuh
Gilang yang tidak pernah berubah sejak dia mengenal Gilang, wangi yang selalu
membuat dia kecanduan ingin berada dalam pelukannya.
Gilang yang awalnya ingin menggoda kini dia terbawa suasana, dia terpesona dengan wajah Gita yang sangat sendu. Gilang
merapikan rambut yang menutupi kening Gita lalu dia mencium kening Gita. Tubuh
Gita sudah panas dingin, wajahnya merah padam. Hatinya meleleh saat terus
memandangi bola mata Gilang yang sangat indah dan tentu saja sangat menghipnotisnya.
Gita mendorong tubuh Gilang, dia takut
kalau Gilang melakukan hal yang tidak di inginkan. Mereka berdua duduk seperti
semula, dan mejadi salah tingkah.
Gilang menarik Gita dalam pelukannya
agar tidak cemas karena ulahnya baru saja. Dia tahu Gita pasti berpikiranbaneh-aneh dan sangat takut.
“Jangan takut, aku tidak akan pernah
melakukan yang aneh-aneh.” Gilang memberikan kenyaman dalam pelukannya.
“Kalau kamu mau tidur sini, biar aku
__ADS_1
tidur di sofa.” Gilang menunjuk Sofa lumayan besar dengan dagunya.
“Biar Gita tidur di kamar saja, nanti
badan Kak Gilang sakit-sakit lagi tidur di sofa.” Kata Gita dia mencoba mengatur detak jantungnya agar kembali normal.
“Baiklah. Nanti saja ya pas udah nikah
kita tidur bareng. Gimana kalau kita menikah secepatnya, biar aku bisa peluk
kamu setiap hari.” Kata Gilang mempererat pelukannya.
“Sabar, Kak Qila dulu. Nanti biar Gita
suruh dia menikah baru deh kita.” ujar Gita.
“Berarti Kak Andini juga harus buruan
nikah nih.” Kata Gilang.
Selesai makan Gita langsung bergegas ke
kamarnya, semakin malam di kamar Gilang bisa-bisa dia tidur di kamar Gilang.
Akan sangat bahaya Meskipun Gita percaya kalau Gilang tidak akan melakukan
hal-hal itu namun dia hanya menjaga takutnya ada setan lewat dan membujuknya.
Gita masuk perlahan, berusaha tidak
menimbulkan suara. Dia melihat ke kasur mengecek Fara sudah tidur apa belum.
“Celingak-celinguk kayak mau maling saja
lo, darimana coba baru kembali ke kamar?” tanya Fara.
“Heheh.. habis pacaran lah. Udah lama
nggak ketemu kan kangen.” Gita menjatuhkan diri ke kasur.
“Kalian berdua-duaan di kamar habis
ngapain coba? Unboxing ya?” Fara langsung mengintrogasi calon adik ipar lo.
“Astaga mulut lo ya licin amat kalau
ngomong, unboxing lagi dikiranya gue apaan.”
mau dp gitu.” Kata Fara.
Gita melepar bantal ke wajah Fara, “Sekarang gue tanya, lo sama Raka udah unboxing belum?”
“Eh sorry ya Raka itu cowok baik-baik.
Nggak pernah melakukan hal ekstrim tahu.” Fara memuji Raka.
“Kamu pikir Kak Gilang cowok apaan, enak
aja. Udah ah..tidur.” Gita menari selimutnya sampai menutupi dadanya.
Gilang masih belum bisa tidur, dia tersenyum
mengingat hal berani yang dia lakukan kepada Gita tadi. Untung saja dia bisa
menahan diri untuk tidak mencium bibir Gita.
Di harus menjaga kehormatan Gita sebagai
wanita, dia tidak akan pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar memberikan
kecupan dan pelukan. Karena dia ingin memeiliki semuanya saat dia menikah
dengannya.
Lagi enak-enaknya melamun, Gilang terganggu karena bunyi ponselnya, mengangkat ponselnya saat melihat
panggilan masuk dari Raka.
“Ada apa Ka?” tanya Gilang.
“Tidak apa-apa, gue hanya nggak bisa
tidur gue rasa lo belum tidur jadi gue telpon lo.” jelas Raka.
“Lo kangen sama Fara kali jadi nggak
bisa tidur.” Kata Gilang.
“Yah itu salah satunya. Oiya Lang, gue
mau lamar Fara secepatnya.”
__ADS_1
“Lo sudah mantap?”
“Iya, gue nggak bisa terus di tinggal
seperti ini. Gue mau bersama-sama menghabiskan hari dan meikmati malam-malam yang indah bersama dia. Bukan hanya lewat virtual.” Kata Raka.
“Benar juga, gue juga ingin mempercepat
pernikahan gue sama Gita. Hanya saja dia masih mau menunggu Qila menikah.”
“Yah.. dia kan anak bontot, jadi harus
menuggu kakak-kakaknya nikah dulu.” Raka terkekeh.
“Iya, gue harus bujuk Qila dan Kak
Andini cepat-cepat menikah. Kapan rencana lo mau melamar Fara?” tanya Gilang.
“Setelah kerjaan kalian beres, gue akan
menyusul ke sana. Bisa lo aturkan tempat disana untuk gue.” Raka minta tolong
sama Gilang.
“Tentu saja bisa, gue akan carikan
tempatnya dulu yang bagus untuk melamar Fara.”
“Gue tutup dulu telponnya.”
“Ok, selamat malam sayang.” Kata Gilang
terkekeh.
“Malam juga sayang, semoga mimpiin gue.” Balas Raka dengan tawa juga.
Mendengar sahabatnya ingin melamar
pujaan hatinya, membuat Gilang gundah dia juga ingin cepat-cepat menikah dengan
Gita.
"Gue harus segera mempersunting Gita nih, gue juga sudah ingin tinggal bersama dia." Kata Gilang.
...Gilang...
...Sayang, apa sudah tidur?...
...Gita...
...Belum, kenapa sayang?...
...Gilang...
...I love you...
...Gita...
...I love you too, kamu kenapa?...
...Gilang...
...Kangen...
...Gita...
...Kan tadi baru saja ketemu...
...Gilang...
...Ya kangen lagi, tadi ketemu cuma ngapain. Menikah yuk...
...Gita...
...Kesambet apa lagi nih, kan aku udah bilang....
...Gilang...
...Ya kan aku ingin cepat-cepat tidur sama kamu. ...
...Gita...
...Dasar mesum...
...Gilang...
...Kok mesum sih, beneran aku tuh pingin bisa pelukin kamu kapan pun aku mau....
..."Gita...
...Sayang, sabar. Sekarang kamu tidur saja daripada kamu bayanhin yang aneh-aneh. Gita bobo ya. Dada."...
__ADS_1