Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Liburan Dadakan


__ADS_3

Gita meregangkan kedua tangannya saat


turun dari bus, dia tersenyum melihat Gilang yang  bersandar di mobilnya sembari melipat kedua tangannya di dada.


Dia seperti melihat seorang CEO di drama yang sering dia tonton. Sangat tampan, berdemage dan tak bisa dia untuk mengabaikannya, di tambah kacamata hitam dan jas yang di pakainya membuat tak hanya dirinya yang meleyot melihatnya.


“Hhm, jaga tuh mata. Nanti jatuh,


ngelihatin calon suami gue.” Kata Catrin sedikit menyenggol Gita dan dia


sengaja menyeret kopernya menginjak kaki Gita.


“Aaah.. manusia halu dasar lo.” Kata


Gita sambil mengangkat satu kakinya. Catrin menoleh dengan memberikan lirikan


ingin membunuh tapi Gita hanya membalas dengan menjulurkan lidah.


Gilang berdiri tegak lalu menghampiri


anak buahnya, dia ingin berterima kasih karena semua anak buahnya sudah bekerja


sangat keras untuk projek kali ini.


“Selamat sore semua, saya ucapkan terima


kasih kepada kalian semua yang telah bekerja keras untuk proyek kali ini.


Semoga kerja keras kalian ini membuahkan hasil yang luar biasa dan di terima


oleh masyarakat.”


“Amin.” Jawab mereka serentak.


“Dan besok saya akan memberikan libur


untuk kalian. Selamat sore dan selamat beristirahat saya akan menunggu kerja


keras kalian lagi.”


“Yeeee!” semua teriak happy karena


mendapatkan libur, setelah beberapa hari kerja di luar perusahaan. Mereka


langsung membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing.


“Gue mau molor seharian besok, jadi


kalian berdua jangan ganggu gue.” Nino menunjuk Ina dan Win yang selalu saja


mengganggu liburnya. “Kalian juga.” Nino menunjuk Gita, Fara dan Vian.


“Idih berasa paling penting saja lo.”


Kata Ina.


“Emang, udah lah gue mau cabut pulang.”


Nino melambaikan tangannya.


“Nino, anterin gue pulang!” seru Ina


sambil mengejar Nino.


“Ogah, sama Win sana.” Nino menolak.


“Gita, lo mau bareng sekalian sama gue?”


tanya Win.


“Nggak usah, gue bareng Vian saja yang


sejalan.”


“Ok, kalau gitu gue duluan.”


“Iya Mas.”


“Lila, kamu juga boleh pulang dulu.


Besok kamu juga ambil libur biar saya yang menghendel semua pekerjaannya. Kamu


pasti lelah dari kemarin repot.” Kata Gilang.


“Makasih Bos.” Kata Lila. Dia pamit


undur diri.


“Kalau gitu guejuga balik dulu deh, Vian


sekarang lo anterin gue ya Raka nggak bisa jemput ada urusan katanya.” Fara

__ADS_1


meminta di anterin Vian.


“Kalian bertiga bareng gue saja, biar


gue anterin.” Kata Gilang.


“Nggak usah Lang, gue bawa mobil sendiri


kok.” Vian menolak karena membawa mobil.


“Gampang mobil lo nanti biar sopir gue


yang bawain, kalian pasti capek kan di dalam bus. Udah buruan masuk.”  Gilang merangkul Gita membawa ke mobilnya dan


membukan pintu untuk Gita.


“Makasih sayang.” Kata Gita. Gilang


mengangguk sembari tersenyum tak lupa tangannya dia taruh di atas kepala Gita.


Takut kepalanya membentur karena Gita sering sembarangan.


Gilang mengemudi untuk membawa ketiga


orang spesialnya itu, meskipun dia jarang menunjukan secara jelas namun dia


selalu mengistimewakan mereka bertiga saat di kantor.


“Kalian tidur saja, nanti kalau sudah


sampai gue bangunin.” Kata Gilang. Dia tisak tega melihat wajah capek mereka


bertiga. Tanpa basa-basi mereka pun langsung memejamkan matanya. Gita yang


awalnya berniat menemani Gilang menyetir pun tetap tertidur.


Setelah hampir dua jam mengemudi


akhirnya Gilang memarkirkan mobilnya, dia meregangka lehernya, lalu kedua


tangannya.


“Sayang bangun.” Bisik Gilang di telinga


Gita.


“Udah sampai ya.” Gita meregangkan kedua


“Vian.. Fara bangun.” Gilang


membangunkan Vian dan Fara pelan takutnya mereka kaget.


Vian menggaruk-garuk pipinya sembari


menarik tubuhya hingga terduduk tegak, dia perlahan turun di susul Fara dan


Gita. Mereka bertiga belum sadar kalau mereka turun bukan di depan rumah


masing-masing.


“Eh.. kita dimana?” Gita tersadar.


“Iya, kita bukannya di rumah ini dimana


sih?” Fara menoleh kanan-kiri yang tampak sangat asing.


“Ini di hotel bukan sih kita?” Vian


melihat ke arah Gilang.


“Iya, kalian masuk saja aku sudah


pesankan kamar buat kalian bertiga.” Kata Gilang.


“Sayang kamu nanti satu kamar sama Fara,


lo sama gue Vian.” Kata Gilang mengajak Gita, dan juga kedua temannya yang


masih bingung antara belum sepenuhnya sadar karena bangun tidur dan juga


bingung karena Gilang tidak membawa mereka ke rumahnya justru mengajaknya


nginep di hotel.


Gita melangkah pelan agar berjalan


sejajar dengan Gilang, sembari dia ingin bergelayutan dengan Gilang.


“Memangnya ada acara apa? Kok membawa


kita ke mari?” tanya Gita.

__ADS_1


“Besok kan kalian libur, jadi aku aja


kalian liburan. Kita udah lama kan nggak liburan bareng ya ini buat hadiah


kalian semua yang sudah bekerja keras.” Kata Gilang sembari mengusap kepala


Gita lembut.


“Wah.. lo emang bos paling the best deh


kak Gilang.” Fara mengangkat ke dua jempol ke arah Gilang.


“Lo tahu saja gue lagi butuh liburan.


Thanks ya lo emang bos dan sahabat ter the best.” Puji Vian.


“Kalian jangan terlalu memuji, kalian


bisa panggil bos di dalam perusahaan tapi di luar itu kita adalah sahabat. Jadi


ini hanya ajakan gue buat liburan seperti dulu waktu kita masih sekolah.” Kata


Gilang.


Gilang sengaja memesan kamar mereka


bersebelahan, jadi kalau ada apa-apa mereka gampang kalau komunikasi.


“Kalian beberes dulu, nanti jam tujuh


kita akan makan malam.” Kata Gilang.


“Boleh nggak kalau aku tidur lagi.” Kata


Gita, dia masih ketagihan tidur. Tidur dengan posisi badan semua rebahan bukan


dengan duduk.


“Benar, badan gue udah mau retak-retak


ini.” Fara juga merasakan hal yang sama dengan Gita.


“Baiklah, begini saja kalian nanti


kabarin saja siap jam berapa makan malamnya. Tapi ingat ya kalian berdua harus


mandi.” Kata Gilang.


“Ya kalau gue sih pasti mandi, entah


kalau pacar lo ini.” Sindir Gita.


“Enak saja, gue juga mandi kali


mentang-mentang gue yang suka ngaret mandi lalu di kata nggak mandi.” Gita


ngedumel.


“Iya..iya, katanya capek buruan masuk


sana nanti kemalaman lagi kita makannya.” Gilang membukakan pintu dan menyuruh


cewek-cewek masuk.


“Da..da.. sampai ketemu nanti sayang.”


Gita menutup pintunya.


“Daa..”  Gilang melambaikan tangannya.


Gita dan Fara berlari bersamaan lalu


menjatuhkan tubuhnya ke kasur bersamaan.


“Gue bakalan tidur dari sekarang sampai


sore lagi.” Kata Gita dengan mata tertutup.


“Lo nggak lapar apa tidur sehari


semalam. Ingat ya kalau nanti kita akan makan.” Fara mengingatkan Gita.


“Iyee..iyee.. udah ah gue mau tidur


dulu.” Kata Gita, dia memperbaiki posisi tidurnya tak lupa dia memeluk bantal


guling.


“Gue mandi aja ah, gatel-gatel badan


gue.” Fara bangun, dia lebih memilih mandi dulu daripada tidur sama Gita. Dia

__ADS_1


tidak tahan karena gerah di badannya.


__ADS_2