Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Pemecatan Catrin


__ADS_3

 Hari berikutnya Gilang langsung mengadakan rapat


kantor dadakan dengan megumpulkan seluruh karyawan perusahannya dalam segala


bidang. Wajah Gilang yang sangat bijaksana dan kini menghilang. Wajahnya


berubah sangat murka.


“Apa ada anak kantor


sini yang ikut andil dalam masalah kemarin?” tanya Gilang dia ingin pengakuan


secara jujur meskipun sebenarnya dia tahu siapa dalang dari semua ini. Semua


terdiam dan menunduk, mereka tidak ada yang mau mengaku karena takut hukuman


yang akan di berikan sama Gilang.


“Kalau tidak ada yang


mengaku, selain saya pecat tanpa pesangon saya akan buat tuntutan karena


membuly orang yang tidak bersalah.” Jelas Gilang.


“Maaf kan saya Pak.”


Salah satu karyawan laki-laki paruh baya mengangkat tanganya. “Saya tidak tahu


kalau istri saya kemari dan membuat kekacauan. Saya minta maaf untuk istri saya


dan saya rela jika memang harus di pecat.” Lelaki itu sangat mengerti jika


istrinya bersalah jadi berani mengaku meskipun resikoya dia tidak dapat bekerja


lagi di perusahaannya Gilang.


“Baik, saya terima


kejujuran kamu. Ada lagi?” tanya Gilang dia tidak mencari orang yang hanya


korban disini tapi dia mencari pelaku utama.


Catrin ragu-ragu


mengangkat tangannya, dia sebenarnnya yang mengahsut ibu-ibu dari para suami


yang bekerja di perusahaan Gilang.


“Apa tujuan kamu


melakukan itu?” tanya Gilang.


“Saya iri dan tidak


suka kenapa Pak Gilang mengistimewakan Gita, padahal dia tidak pandai. Dan saya


suka sama Pak Gilang jadi saya cemburu kalau Gita dekat dengan Pak Gilang.”


Catrin mengakuinya.


“Catrin, saya sudah


berbaik hati untuk kamu tapi kamu malah ngelunjak. Kamu tahu sampai sekarang


kenapa kamu masih bettahan disini?” tanya Gilang. Catrin menggelengkan kepala.


“Itu karena Gita


meminta saya agar tidak memecat kamu. Saya juga tahu siapa yang menumpahkan


kopi di laptop Gita. Kami hanya diam memberikan kesempatan untuk kamu. Sunggug


sangat di sayangkan kepintaran kamu sia-sia karena hati kamu yang tidak bersih.”


Kata Gilang. Memang sangat di sayangkan kepintaran dan kreatifitas Catrin yang


terawang akan sangat bagus dan karirnya cemerlang hilang begitu saja karena


hatinya tidak baik.


“Maaf Pak, saya mohon


jangan laporkan saya ke polisi, dan saya juga mau melakukan apa saja asal tidak


di pecat dari perusahaan ini.” Kata Catrin. Dia maju ke depan sambil bersimpuh


meminta maaf sama Gilang.


“Maaf Catrin saya tidak


bisa memnuhi permintaan kamu.” Kata gilang dengan tegas. Dia harus memberikan


pelajaran dan contoh kepada karyawan yang lain agar tidak mengulangi kesalahan


yang sama. Biar mereka berpikir beberapa kali jika mau melakukan hal yang


jahat.


“Pak Gilang, saya minta


maaf. Tolong berikan kesempatan kepada saya lagi untuk merubah menjadi orang ag


lebih baik lagi.” Catrin meminta kesempatan kedua kalinya kepada Gilang.


“Maaf Catrin saya tetap


tidak bisa menerima kamu lagi disini. Silahkan kamu ikut dengan Lila.” Kata


Gilang.


“Ingat ya kalian semua,


saya harap kalian kerja disini profesional jangan bawa urusan pribadi di kerjaan.


Dan jika ada yang berani bermacam-macam disini saya dengan tegas akan menuntut


kalian dan mempejarakan.” Kata Gilang.


Tok...Tok...Tokk... Pintu


ruangan Gilang terketuk perlahan.


“Masuk.” Kata Gilang.


“Pak Gilang, Aura sama


Radit ingin menemui bapak.”


“Suruh saja dia masuk” kata


Gilang.


“Baik Pak.” Kata Lila,

__ADS_1


dia keluar lalu menyuruh masuk Aura dan Radit.


Gilang duduk sembari


melipat kedua tanganya di dada, tatapannya tajam ke arah dua orang yang membuat


onar di perusahaannya itu. Dan membuat kerjaan baru untuk perusahanan karena


harus klarifikasi dan sebagainnya.


“Pak Gilang, saya


kesini mau meminta maaf atas semua kejadian ini.” Kata Radit memulai bicara


dulu.


“Radit, apa yang kamu


lakukan ini bisa menghancurka GG enteraiment tahu nggak, dan kamu membuat acara


tanpa sepengetahuan saya itu sudah melanggar aturan disini.” Gilang marah.


“Iya Pak saya tahu saya


salah, saya terima segela resiko dari bapak.” Radit pasrah.


“Iya Pak, saya juga mau


meminta maaf karena telah membuat perusahan  menanggung ulah saya ini.” Aura angkat bicara.


“Kalau kalia sudah


menyadari semua ini lalu apa yang akan kalian lakukan?” tanya Gilang.


“Pertama saya akan


meminta maaf sama Gita, lalu akan meminta maaf ke publik karena telah menghasut


orang-orang untuk membenci Gita dan mengatakan kalau dia pelakor. Saya akan


membersihkan nama baik Gita.” Kata Aura.


“Saya juga akan


melakukan itu. Saya juga minta maaf sama Bapak karena berani sekali melamar


calon istri bapak.”


“Saya akan tunggu


klarifikasi kalian atas kejadian ini, setelah itu kalian bisa temui saya. Baru


kita bicarakan kontrak kalian.” Kata Gilang.


“Baik Pak terima kasih


atas waktunya.


“Hem.”


Setelah kepergian Aura


dan Radit, kini giliran Fara dan Vian yang masuk keruangan Gilang.


“Kak Gilang, gimana


keadaan Gita?” tanya Fara sambil menarik kursinya.


bisa di hubungi.” Kata Vian.Mereka berdua cemas karena belum bisa mendengar


kabar sahabatnya itu.


“Gita baik-baik saja,


dia hanya sedikit demam karena air es yang di guyurkan sama Catrin.” Jelas Gilang.


“Sorry lang, gue tidak


bisa menjaga Gita kemarin karena gue sedang di luar.” Vian merasa bersalah


karena tidak bisa menjaga Gita.


“Tidak apa-apa Vian,


makasih ya lo selalu menjaga Gita.”


“Kita kan sahabat


harusnya memang saling bantu kan.” Kata Gilang.


“Gue mau ke rumah Gita,


kalian mau ikut?” tanya Gilang.


“Iya-iya gue iku.” Kata


Fara.


...◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇...


(Keresahan anak-anak kantor)


Di kantor sedang trending topik pengakuan Gilang yang mengatakan kalau Gita itu calon istri dari Gilang.


Nino duduk bersila di


kursinya, dia menggaruk kepalanya memikirkan sesuatu yang tidak masuk di


akalnya.


“Kejadian kemarin itu


apa benar kenyataan?” tanya Nino kepada teman-temannya.


“Gue juga masih tidak


menyangka kalau Gita itu calon dari bos kita, kalau gue tahu dari awal pasti


gue tidak akan erani dekat-dekat.” Kata Fajar. Dia masih syok dan ada rasa


takut kalau Gilang tahu perasannya terhadap Gita bisa-bisa di pecat dadakan


dia.


“Makanya kalau mau


deketin orang itu di cek dulu dia sudah punya pacar, calon suami atau suami


belum.  Jangan main dekatin aja, kalau


ada teman ngomong juga dengerin kan gue udah bilang Gita punya pawang. Ngeyel


sih.” Kata Fara.

__ADS_1


“Fara, berati semalam


ini lo tahu kalau Gita itu calon istri dari bos Gilang?” tanya Ina.


“Tentu saja tahu, kita


kan juga satu sekolah dulu, dan kami bersahabat.” Jelas Gita.


“Vian juga?” tanya


Bella sembari melihat Vian yang sejak tadi malah asyik main game.


“Iya, dia juga.


“Jadi apa alasan kalian


diam saja saat tahu kalau Gita itu calon istri bos, apa kalian punya misi


tertentu?” Win jadi sedikit panik. Apa lagi dia sering banget memarahi Gita,


menjewernya.


“Tidak ada alasan


khusus, memang Gita sama bos Gilang tidak mau mempublis hubungan mereka.” Kata


Fara.


“Gue nggak punya muka


lagi buat ketemu bos Gilang dan juga Gita tentunya.” Kata Fajar.


“Kalau lo nggak punya


muka bisa ganti muka kucing atau muka apa gitu.” Kata Vian sambil memasukan


ponselnya. Dia ikut gabung dengan yang lain karena terlihat sangat seru melihat


wajah-wajah yang kaget,syok karena cemas.


“Hah.. kira-kira gue


malakukan hal apa ya?’ Nino berpikir dia perah menyalahi Gita atau tidak.


“Ah.. gue sering


ngambilin makanan dia, gue pasti akan menggantinya Gita. Jadi jangan pecat gue.”


Kata Nino.


“Ya mapun Gita itu


tidak segitunya Mas Nino, kalian mau tahu nggak kenapa gita tidak suka


mempublis hubungannya?”


“Apa?’ tanya Win.


“Karena kalian akan


bersikap berlebihan. Sedangkan Gita tidak suka dengan hal-hal seperti itu.”


jelas Fara.


“Kalau bisa kalian


bersikap seperti biasa, anggap saja Gita karyawan biasa. Dia anggota seperti


kita. Kalau tidak di bisa saja keluar dari perushaan.” Jelas Vian.


Ratna dan Roy datang


masuk ke raungan Win tanpa permisi, langsung nyelonong saja.


“Dimana Gita?” tanya


Roy.


“Bisa nggak kalian itu


sopan, ketuk pintu dulu atau salam atau apa gitu.” Protes Ina.


“Lagi buru-buru jadi


nggak sempat.” Kata Roy.


“Mau ngapain sih kalian


kemari?” Tanya Fara dengan kesal.


“Gue cari Gita, dimana


dia?” tanya Roy.


“Nggak datang.” Jawab


Fara.


“Kalian jangan begitu


sembunyiin Gita biar tidak mau ketemu kita berdua kan.” Roy menuduh team Win


menyembunyikan Gita.


“Sembarangan saja kalau


ngomong, memang Gita nggak datang. Kenapa lo cari Gita pasti mau baik-baikin


dia kan karena tahu calon ibu bos.” Tebak Fara.


“Diam lo, siapa juga


yang mau sok baik. Gue Cuma mau minta maaf.”


“Iya, gue kesini hanya


mau minta maaf karena telah salah sangka dengan Gita, apalagi soal hal yang di


lakukan sama Catrin. Bella Mbak juga minta maaf ya sama lo.” Ratna meminta maaf


sama Bella.


Bella terdiam, dia


masih sakit dengan ucapan-ucapan mereka saat masih satu team. Vian menyenggol


tangan Bella agar dia memberikan jawaban sama Ratna.


Bella mengangguk sambil


tersenyum, “Iya Mbak, Bella juga minta maaf karena sering buat Mbak Ratna susah


waktu masih disana.” Kata Bella.

__ADS_1


__ADS_2