
Hari berikutnya Gilang langsung mengadakan rapat
kantor dadakan dengan megumpulkan seluruh karyawan perusahannya dalam segala
bidang. Wajah Gilang yang sangat bijaksana dan kini menghilang. Wajahnya
berubah sangat murka.
“Apa ada anak kantor
sini yang ikut andil dalam masalah kemarin?” tanya Gilang dia ingin pengakuan
secara jujur meskipun sebenarnya dia tahu siapa dalang dari semua ini. Semua
terdiam dan menunduk, mereka tidak ada yang mau mengaku karena takut hukuman
yang akan di berikan sama Gilang.
“Kalau tidak ada yang
mengaku, selain saya pecat tanpa pesangon saya akan buat tuntutan karena
membuly orang yang tidak bersalah.” Jelas Gilang.
“Maaf kan saya Pak.”
Salah satu karyawan laki-laki paruh baya mengangkat tanganya. “Saya tidak tahu
kalau istri saya kemari dan membuat kekacauan. Saya minta maaf untuk istri saya
dan saya rela jika memang harus di pecat.” Lelaki itu sangat mengerti jika
istrinya bersalah jadi berani mengaku meskipun resikoya dia tidak dapat bekerja
lagi di perusahaannya Gilang.
“Baik, saya terima
kejujuran kamu. Ada lagi?” tanya Gilang dia tidak mencari orang yang hanya
korban disini tapi dia mencari pelaku utama.
Catrin ragu-ragu
mengangkat tangannya, dia sebenarnnya yang mengahsut ibu-ibu dari para suami
yang bekerja di perusahaan Gilang.
“Apa tujuan kamu
melakukan itu?” tanya Gilang.
“Saya iri dan tidak
suka kenapa Pak Gilang mengistimewakan Gita, padahal dia tidak pandai. Dan saya
suka sama Pak Gilang jadi saya cemburu kalau Gita dekat dengan Pak Gilang.”
Catrin mengakuinya.
“Catrin, saya sudah
berbaik hati untuk kamu tapi kamu malah ngelunjak. Kamu tahu sampai sekarang
kenapa kamu masih bettahan disini?” tanya Gilang. Catrin menggelengkan kepala.
“Itu karena Gita
meminta saya agar tidak memecat kamu. Saya juga tahu siapa yang menumpahkan
kopi di laptop Gita. Kami hanya diam memberikan kesempatan untuk kamu. Sunggug
sangat di sayangkan kepintaran kamu sia-sia karena hati kamu yang tidak bersih.”
Kata Gilang. Memang sangat di sayangkan kepintaran dan kreatifitas Catrin yang
terawang akan sangat bagus dan karirnya cemerlang hilang begitu saja karena
hatinya tidak baik.
“Maaf Pak, saya mohon
jangan laporkan saya ke polisi, dan saya juga mau melakukan apa saja asal tidak
di pecat dari perusahaan ini.” Kata Catrin. Dia maju ke depan sambil bersimpuh
meminta maaf sama Gilang.
“Maaf Catrin saya tidak
bisa memnuhi permintaan kamu.” Kata gilang dengan tegas. Dia harus memberikan
pelajaran dan contoh kepada karyawan yang lain agar tidak mengulangi kesalahan
yang sama. Biar mereka berpikir beberapa kali jika mau melakukan hal yang
jahat.
“Pak Gilang, saya minta
maaf. Tolong berikan kesempatan kepada saya lagi untuk merubah menjadi orang ag
lebih baik lagi.” Catrin meminta kesempatan kedua kalinya kepada Gilang.
“Maaf Catrin saya tetap
tidak bisa menerima kamu lagi disini. Silahkan kamu ikut dengan Lila.” Kata
Gilang.
“Ingat ya kalian semua,
saya harap kalian kerja disini profesional jangan bawa urusan pribadi di kerjaan.
Dan jika ada yang berani bermacam-macam disini saya dengan tegas akan menuntut
kalian dan mempejarakan.” Kata Gilang.
Tok...Tok...Tokk... Pintu
ruangan Gilang terketuk perlahan.
“Masuk.” Kata Gilang.
“Pak Gilang, Aura sama
Radit ingin menemui bapak.”
“Suruh saja dia masuk” kata
Gilang.
“Baik Pak.” Kata Lila,
__ADS_1
dia keluar lalu menyuruh masuk Aura dan Radit.
Gilang duduk sembari
melipat kedua tanganya di dada, tatapannya tajam ke arah dua orang yang membuat
onar di perusahaannya itu. Dan membuat kerjaan baru untuk perusahanan karena
harus klarifikasi dan sebagainnya.
“Pak Gilang, saya
kesini mau meminta maaf atas semua kejadian ini.” Kata Radit memulai bicara
dulu.
“Radit, apa yang kamu
lakukan ini bisa menghancurka GG enteraiment tahu nggak, dan kamu membuat acara
tanpa sepengetahuan saya itu sudah melanggar aturan disini.” Gilang marah.
“Iya Pak saya tahu saya
salah, saya terima segela resiko dari bapak.” Radit pasrah.
“Iya Pak, saya juga mau
meminta maaf karena telah membuat perusahan menanggung ulah saya ini.” Aura angkat bicara.
“Kalau kalia sudah
menyadari semua ini lalu apa yang akan kalian lakukan?” tanya Gilang.
“Pertama saya akan
meminta maaf sama Gita, lalu akan meminta maaf ke publik karena telah menghasut
orang-orang untuk membenci Gita dan mengatakan kalau dia pelakor. Saya akan
membersihkan nama baik Gita.” Kata Aura.
“Saya juga akan
melakukan itu. Saya juga minta maaf sama Bapak karena berani sekali melamar
calon istri bapak.”
“Saya akan tunggu
klarifikasi kalian atas kejadian ini, setelah itu kalian bisa temui saya. Baru
kita bicarakan kontrak kalian.” Kata Gilang.
“Baik Pak terima kasih
atas waktunya.
“Hem.”
Setelah kepergian Aura
dan Radit, kini giliran Fara dan Vian yang masuk keruangan Gilang.
“Kak Gilang, gimana
keadaan Gita?” tanya Fara sambil menarik kursinya.
bisa di hubungi.” Kata Vian.Mereka berdua cemas karena belum bisa mendengar
kabar sahabatnya itu.
“Gita baik-baik saja,
dia hanya sedikit demam karena air es yang di guyurkan sama Catrin.” Jelas Gilang.
“Sorry lang, gue tidak
bisa menjaga Gita kemarin karena gue sedang di luar.” Vian merasa bersalah
karena tidak bisa menjaga Gita.
“Tidak apa-apa Vian,
makasih ya lo selalu menjaga Gita.”
“Kita kan sahabat
harusnya memang saling bantu kan.” Kata Gilang.
“Gue mau ke rumah Gita,
kalian mau ikut?” tanya Gilang.
“Iya-iya gue iku.” Kata
Fara.
...◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇...
(Keresahan anak-anak kantor)
Di kantor sedang trending topik pengakuan Gilang yang mengatakan kalau Gita itu calon istri dari Gilang.
Nino duduk bersila di
kursinya, dia menggaruk kepalanya memikirkan sesuatu yang tidak masuk di
akalnya.
“Kejadian kemarin itu
apa benar kenyataan?” tanya Nino kepada teman-temannya.
“Gue juga masih tidak
menyangka kalau Gita itu calon dari bos kita, kalau gue tahu dari awal pasti
gue tidak akan erani dekat-dekat.” Kata Fajar. Dia masih syok dan ada rasa
takut kalau Gilang tahu perasannya terhadap Gita bisa-bisa di pecat dadakan
dia.
“Makanya kalau mau
deketin orang itu di cek dulu dia sudah punya pacar, calon suami atau suami
belum. Jangan main dekatin aja, kalau
ada teman ngomong juga dengerin kan gue udah bilang Gita punya pawang. Ngeyel
sih.” Kata Fara.
__ADS_1
“Fara, berati semalam
ini lo tahu kalau Gita itu calon istri dari bos Gilang?” tanya Ina.
“Tentu saja tahu, kita
kan juga satu sekolah dulu, dan kami bersahabat.” Jelas Gita.
“Vian juga?” tanya
Bella sembari melihat Vian yang sejak tadi malah asyik main game.
“Iya, dia juga.
“Jadi apa alasan kalian
diam saja saat tahu kalau Gita itu calon istri bos, apa kalian punya misi
tertentu?” Win jadi sedikit panik. Apa lagi dia sering banget memarahi Gita,
menjewernya.
“Tidak ada alasan
khusus, memang Gita sama bos Gilang tidak mau mempublis hubungan mereka.” Kata
Fara.
“Gue nggak punya muka
lagi buat ketemu bos Gilang dan juga Gita tentunya.” Kata Fajar.
“Kalau lo nggak punya
muka bisa ganti muka kucing atau muka apa gitu.” Kata Vian sambil memasukan
ponselnya. Dia ikut gabung dengan yang lain karena terlihat sangat seru melihat
wajah-wajah yang kaget,syok karena cemas.
“Hah.. kira-kira gue
malakukan hal apa ya?’ Nino berpikir dia perah menyalahi Gita atau tidak.
“Ah.. gue sering
ngambilin makanan dia, gue pasti akan menggantinya Gita. Jadi jangan pecat gue.”
Kata Nino.
“Ya mapun Gita itu
tidak segitunya Mas Nino, kalian mau tahu nggak kenapa gita tidak suka
mempublis hubungannya?”
“Apa?’ tanya Win.
“Karena kalian akan
bersikap berlebihan. Sedangkan Gita tidak suka dengan hal-hal seperti itu.”
jelas Fara.
“Kalau bisa kalian
bersikap seperti biasa, anggap saja Gita karyawan biasa. Dia anggota seperti
kita. Kalau tidak di bisa saja keluar dari perushaan.” Jelas Vian.
Ratna dan Roy datang
masuk ke raungan Win tanpa permisi, langsung nyelonong saja.
“Dimana Gita?” tanya
Roy.
“Bisa nggak kalian itu
sopan, ketuk pintu dulu atau salam atau apa gitu.” Protes Ina.
“Lagi buru-buru jadi
nggak sempat.” Kata Roy.
“Mau ngapain sih kalian
kemari?” Tanya Fara dengan kesal.
“Gue cari Gita, dimana
dia?” tanya Roy.
“Nggak datang.” Jawab
Fara.
“Kalian jangan begitu
sembunyiin Gita biar tidak mau ketemu kita berdua kan.” Roy menuduh team Win
menyembunyikan Gita.
“Sembarangan saja kalau
ngomong, memang Gita nggak datang. Kenapa lo cari Gita pasti mau baik-baikin
dia kan karena tahu calon ibu bos.” Tebak Fara.
“Diam lo, siapa juga
yang mau sok baik. Gue Cuma mau minta maaf.”
“Iya, gue kesini hanya
mau minta maaf karena telah salah sangka dengan Gita, apalagi soal hal yang di
lakukan sama Catrin. Bella Mbak juga minta maaf ya sama lo.” Ratna meminta maaf
sama Bella.
Bella terdiam, dia
masih sakit dengan ucapan-ucapan mereka saat masih satu team. Vian menyenggol
tangan Bella agar dia memberikan jawaban sama Ratna.
Bella mengangguk sambil
tersenyum, “Iya Mbak, Bella juga minta maaf karena sering buat Mbak Ratna susah
waktu masih disana.” Kata Bella.
__ADS_1