
Setelah hampir sebulan pernikahan mereka,akhir nya malam ini tiba juga.Malam di mana resepsi pernikahan Hery bersama Ashley yg akan di ada kan Di Hotel ternama.
Semua persiapan sudah siap,kerabat dekat mau pun jauh dari kedua orang tua nya Ashley,juga dari keluarga nya Hery sudah berada di dalam ruangan menunggu.
Hotel tersebut pun sudah di sulap bak kerajaan mewah,dekorasi-dekorasi yg terlihat sangat indah di sudut-sudut mau pun di sisi-sisi Hotel tersebut karena bertabur bunga-bunga putih yg di lengkapi lampu kristal.
Terlihat sahabat nya Hery yg sudah berada di dalam Hotel dari tadi, Dokter Ryan dan juga Jonathan yg sejak pagi tadi sudah tiba di sini.Karena ia sudah tahu jadwal resepsi nya dari kemaren jadi ia tidak perlu terburu-buru seperti kemaren lagi.
Ryan dan Jo sedang duduk di meja yg ada di sudut ruangan tersebut,karena mereka memang tidak menyukai keramaian,mereka pun mengobrol sambil menunggu sepasang suami istri yg mau mengada kan resepsi pernikahan itu keluar.
Mereka berdua pun mengobrol banyak hal tentang masalah masing-masing,kadang mereka tertawa kadang juga saling membalas rasa kesal masing-masing.
Agatha dan Desi juga sudah berada di sana dengan mata yg menatap ke arah yg berbeda,Desi yg dengan wajah tersenyum nya,sedang menatap Jo yg sibuk mengobrol bersama Ryan hingga tidak menyadari kalau ada wanita yg sedang menatap diri nya dan Agatha yg Dengan wajah sedih nya,sedang menatap Ars yg hanya cuek saja terhadap keberadaan nya,bahkan Ars seperti tidak melihat keberadaan nya di sana hingga membuat dirinya semakin sedih saja.
Mereka semua sudah Di Hotel tersebut sejak jam 3 sore tadi,termasuk juga dengan Grandma,Grandpa,daddy,keluarga mereka dan juga kedua orang tua nya Ashley,Daniel berserta keluarga mereka yg lain nya.
Sedang kan Ars dan Mark sibuk di halaman Hotel,mereka berdua sibuk meminimalisasi keadaan sekitar agar tidak ada sesuatu buruk yg akan terjadi saat resepsi berlangsung nanti,mereka berdua juga mengecek orang-orang yg keluar masuk tanpa ada yg terlewati.
Sementara di seberang jalan sana,tidak jauh dari Hotel.Seorang wanita muda sedang menatap tajam ke arah Hotel yg sudah mulai di penuhi dengan keramaian itu dari dalam mobil milik nya.
Ia mengepal kan kedua tangan nya dengan wajah yg memerah karena sedang marah saat memikir kan pria yg sudah di incar-incar kan oleh nya sejak dulu,sekarang sudah menjadi milik wanita lain,bahkan mereka sekarang sedang mengada kan resepsi pernikahan yg sangat megah dan secara besar-besaran.
Hingga semakin membuat diri nya memanas karena sudah di penuhi amarah dan hati nya juga terasa begitu sakit dan sesak.
"Jika aku tidak bisa memiliki mu,wanita j*l*ng itu juga tidak akan aku biar kan untuk bisa memiliki mu.Lihat saja,sebentar lagi kau akan menjadi milik ku" gumam wanita muda itu dengan berapi-api sambil menangis,ia sudah menunggu sejak lama dan ia tidak akan menyerah begitu saja.
Kemudian ia pun menyala kan mobil nya lalu ia pergi dari sana dengan membawa seluruh rasa marah yg ada di dalam hati nya.
(Kembali ke Hotel).
Ars yang dari tadi memang sudah menyadari kalau ada mobil yg terlihat aneh berada di seberang jalan itu,hanya menatap dalam diam,mobil yg ia anggap aneh itu mulai menghilang dari pandangan nya.
Tidak lupa,ia juga segera mengecek flat mobil tersebut,kenapa perasaan nya jadi tidak nyaman saat ini.Ia menoleh kan kepala nya ke kiri dan ke kanan untuk mencari Mark,seperti nya Mark sedang memeriksa area pintu masuk dari samping nya Hotel,ia pun kembali fokus kan diri nya di depan Hotel dan mengamati sekitar nya.
__ADS_1
---
Sedang kan di dalam sebuah kamar Hotel,sepasang suami istri yg kembali ingin menjadi pengantin itu,masih sibuk di poles sama orang-orang MUA.
"Honey,aku keluar sebentar ya?" tanya Hery yg sudah terlebih dulu selesai di make up,sambil mengecup sekilas pipi istri nya,ia ingin pergi memeriksa keadaan di luar sebentar.
"Pergi lah Honey,aku sebentar lagi juga akan selesai,nanti aku akan menyusul mu" jwb Ashley dengan wajah tersenyum malu karena Hery mengecup nya di depan para MUA,sambil menatap wajah suami nya yg baru saja selesai di make up,terlihat semakin tampan dan mempersona dari pantulan cermin yg ada di depan nya.
"Cup"
"Baik lah" ucap Hery,ia kembali mengecup sekilas pipi istri nya.
Hery menelisik rambut-rambut para MUA tersebut,sebelum ia berjalan keluar dari dalam kamar Hotel tersebut.
Hery berjalan hingga ke tempat Ars berada,sambil mengamati setiap sisi dan sudut Hotel yg ia lewati dengan kening yg mengernyit.
---
4 MUA yg sibuk memoles wajah nya Ashley tiba-tiba menghenti kan gerakan tangan mereka dan perlahan-lahan membuka rambut palsu mereka dan membuang nya ke sembarang tempat.
Ashley yg sedang sibuk bermain game di HP nya,segera bertanya saat merasa kan pergerakan MUA yg tiba-tiba berhenti.
"Kenapa kalian berhenti,apa kah sudah.......?" tanya Ashley dengan wajah bingung nya sambil menghenti kan permainan game nya dan mendongak kan kepala nya dengan perlahan.
Tapi ia tidak mampu menyelesai kan pertanyaan nya,malah wajah bingung nya berubah menjadi terkejut, saat ia melihat 3 org MUA yg sedang tersenyum sinis ke arah dirinya dan 1 nya hanya diam dengan wajah datar nya dan juga rambut mereka yg sudah berubah warna,ia baru menyadari kalau mereka tadi memakai rambut palsu.
"Si siapa ka kalian?" tanya Ashley dengan gugup karena merasa takut,sambil berdiri dari duduk nya dan segera melangkah mundur.
"Kami adalah malaikat pencabut nyawa dan kamu lah yg selanjut nya" ucap salah satu dari mereka dengan wajah dingin nya,sambil mendekat ke arah Ashley.
"Tuan,tolong jangan sakiti aku.Jika kalian mengingin kan uang,suami ku adalah orang kaya,aku akan menyuruh nya memberi sebanyak yg kalian mau" ucap Ashley dengan nada takut dan asal,ia berusaha membujuk pembunuh tersebut tapi seperti nya tidak mempan sama sekali.
Melihat pria itu semakin mendekat dengan pisau sepanjang 20 cm di genggaman tangan kanan nya,semakin membuat ia ketakutan sambil meremas gaun pengantin milik nya dengan gemetar.
__ADS_1
Kenapa ia baru menyadari,kalau ternyata 4 MUA tadi bukan wanita semua tapi 2 pria dan 2 wanita,ia harus bagaimana sekarang,badan nya sekarang sudah kandas di dekat dinding,saat ini ia hanya mampu berdoa saja,semoga suami nya segera datang menolong nya.
"Hahhaha,uang? Kami sudah mendapat kan nya,jadi uang suami kau itu,tidak kami perlu kan lagi" ucap pria yg semakin mendekat itu dengan tawa keras nya dan tawa nya pun menular ke 2 teman yg ada di belakang tubuh nya.
Mereka ber 3 tadi tidak berani bertindak,karena mereka tahu kalau suami dari target mereka itu sangat handal dalam bela diri dan mereka tidak akan bisa mengalah kan nya,tapi ternyata mereka mempunyai kesempatan saat melihat suami target mereka keluar dari dalam kamar.
"Yang kami ingin kan sekarang hanya nyawa kau saja.Nikmati lah,ini hanya sebentar dan tidak akan sakit" lanjut pria itu lagi dengan tersenyum sinis,dengan tangan yg ingin menusuk perut nya Ashley.
"Achk" pekik Ashley karena takut dengan kedua tangan menutup wajah nya,ia sudah pasrah sekarang.
"Auch" terdengar pekikan sakit dari pria tersebut saat pergelangan nya di tendang dengan kuat oleh salah satu wanita dari MUA tadi,hingga membuat pisau yg ia genggam tadi terjatuh ke sudut ruangan.
"Kau" geram pria tersebut dengan nada emosi karena ia baru menyadari kalau ternyata wanita itu menyamar menjadi teman mereka,lalu di mana teman nya yg satu lagi.
2 teman nya segera mendekat ke arah nya dengan wajah emosi yg sama dengan pria tersebut.
"Langkahi dulu mayat ku sebelum membunuh Nona ini" ucap wanita tersebut dengan lantang tanpa ada rasa takut sama sekali,Ashley segera menjauh kan kedua tangan nya dari wajah nya saat mendengar suara wanita yg sedang melindungi diri nya.
Ia jadi bingung sekarang,bukan kah wanita itu tadi teman nya mereka tapi kenapa sekarang malah berbalik menolong dirinya.
"Di mana teman kami?" tanya salah satu teman pria tersebut dengan wajah marah nya.
"Jangan khawatir,teman kalian sudah berada di neraka" jwb wanita itu dengan tersenyum puas.
"Brengsek" umpat ke 3 nya secara bersamaan.
Mereka ber 3 yg sudah di penuhi amarah,segera menyerang wanita yg menyamar menjadi kelompok nya tadi.
Wanita itu segera menangkis dengan lincah saat mereka ber3 menyerang nya dan menyerang kembali saat ia mempunyai kesempatan.
Sedang kan Ashley yg masih berdiri dekat dinding itu,hanya mampu menganga saat melihat permandangan yg menakut kan menurut dirinya,wajah nya menjadi takut juga terkejut sekaligus tapi ia tetap memberani kan diri untuk melihat perkelahian antara 1 lawan 3 itu.
Setelah beberapa serangan,wanita itu berhasil melumpuh kan salah satu dari lawan nya.Tapi ia tetap jadi kewalahan karena terus di serang tanpa henti,tenaga nya sudah hampir habis saat ini,ia menangkis dan menyerang sambil melirik pintu sekilas,berharap Tuan nya akan segera datang.Jika tidak,ia pasti akan mati bersama Nona yg sedang ia selamat kan itu.
__ADS_1