Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
89. Ashley yg sedang mengerjai Hery


__ADS_3

Setelah ke dua org tua nya menghilang dari pandangan nya,Daddy segera berjalan ke arah ruang kerja nya.


Daddy segera mencari no kontak Willy setelah ia sudah di dalam ruang kerja nya dan duduk di kursi milik nya.


Willy adalah pria yg sudah berumur 35 tahun sekarang dan juga yg telah menjaga Hery ketika kecil dulu,.Pria itu lah,pengawal yg di sebut oleh Hery kemaren,yg telah di utus oleh Daddy nya untuk menjaga mereka di Paris.


Setelah Daddy menemu kan no kontak nya Willy,ia segera menekan tombol warna hijau.Baru saja Daddy ingin bersuara,saat terdengar nada tersambung dan langsung di angkat oleh Willy,tapi sudah di sambut dengan pertanyaan duluan oleh Willy.


"Siapa yg harus aku jaga sekarang,Tuan?" tanya pria yg berada di seberang telepon tersebut dengan nada penasaran nya.


"Apa kah kau begitu pengangguran sekarang hm?" tanya Daddy balik dengan nada mengejek tanpa menjawab pertanyaan Willy,sedang kan Willy tergelak saat mendengar pertanyaan Tuan nya yg sudah seperti kakak bagi diri nya.


Willy sebenar nya mempunyai sebuah Perusahaan yg ia diri kan sendiri dari 10 tahun lalu tapi karena ia tidak begitu suka mengurus nya,jadi ia hanya memerintah kan Asisten kepercayaan nya untuk mengurus Perusahaan nya itu.


Ia lebih menyukai mengerja kan perkerjaan yg di beri kan oleh Daddy,jika sudah tidak ada perkerjaan,ia memilih pergi bersenang-senang.


Tapi walau pun begitu,ia sanggup menjaga diri nya sendiri,ia juga lebih waspada terhadap sekitar dan setiap perkerjaan yg di perintah kan oleh Tuan nya,ia selalu berhasil mengerja kan nya.Maka dari itu,Daddy lebih suka memilih nya untuk misi pelindungan yg berkaitan dengan keluarga nya.


"Memang nya Tuan pernah menelepon ku hanya untuk bercanda.Jika bukan untuk perkerjaan,memang nya apa yg membuat Tuan, hingga harus menelepon pria penganggur ini hm?" jwb Willy dengan nada menyindir,sekalian bertanya sambil tersenyum.


Daddy nya Hery memang jarang menelepon nya,tapi ketika menelepon,hanya selalu perkerjaan yg di bahas.Kecuali kalau mereka ber dua bertemu secara langsung,baru akan bercanda gurau dan ngobrol panjang lebar.


"Dasar" umpat Daddy dengan wajah yg tersenyum hingga membuat Willy tertawa kecil di seberang sana.


"Aku ingin kau segera berangkat ke sini dan org yg kau jaga kali ini adalah menantu ku" ucap Daddy lagi,ia langsung bicara ke inti nya.Wajah nya kembali datar,terbukti kalau Hery adalah duplikat nya karena memiliki wajah yg selalu datar dengan keadaan apa pun kecuali pada orang-orang atau keadaan tertentu.


"Memang nya siapa yg akan menjadi ancaman bagi menantu mu,Tuan?" tanya Willy dengan nada penasaran.


"Mantan istri ku" jwb Daddy singkat dengan nada serius.

__ADS_1


"What?" ucap Willy dengan nada kesal,ia jadi berpikir,kenapa mantan istri Tuan nya itu tidak berhenti menganggu Tuan nya dan keluarga Tuan nya,membuat ia semakin kesal saja.


"Baik,besok aku akan langsung berangkat Tuan" lanjut Willy lagi setelah berpikir sesaat.


"Hm" jwb Daddy singkat.


Setelah mereka ber dua selesai berbicara,Daddy segera manutup telepon nya dan menyandar kan kepala nya ke belakang lalu memejam kan mata nya sebentar.


Sudah tidak ada cinta lagi dan hanya ada kebencian saja untuk mantan istri nya itu sejak wanita itu memilih untuk meninggal kan nya demi pria lain.


Sekarang yang hanya ia pikir kan adalah hanya melindungi keluarga nya dari bahaya apa pun.


Di kamar Hery.


"Kenapa kau tidak mengajak ku untuk bertemu dengan mertua tadi sore?Bahkan kau tidak bilang sama aku,kalau kau ingin bertemu dengan mertua..." tanya Ashley dengan nada kesal sambil menatap ke luar jendela,karena saat ini ia sedang berdiri dengan melipat kan ke dua tangan nya di depan dada dan menghadap ke arah jendela.


Sudah 5 menit,ia meluap kan kekesalan nya dengan terus menggerutu sambil mondar mandir dan sekarang kaki nya sudah lelah karena mondar mandir selama 5 menit.


Tapi seperti nya lebih menyenang kan,jika melihat wajah kesal istri nya saja dari pada berdebat dengan istri nya.


"Apa karena kau ingin bertemu dengan calon istri mu itu,maka nya tidak mau mengajak ku?" tanya Ashley dengan nada menyindir,lagi-lagi ia menjadi kesal saat mengingat wanita genit yg tadi sore.


"Honey,kenapa kau malah bilang seperti itu ?" tanya Hery yg tidak nyaman dengan pertanyaan terakhir dari Ashley,Hery segera mendekati Ashley dan memeluk nya dari belakang.


"Aku hanya tidak ingin kau terbebani saja dan di ganggu oleh 2 wanita itu,maka nya aku tidak memberitahu mu" lanjuta Hery setelah ke dua tangan nya sudah menyatu di perut datar nya Ashley.


Ashley tersenyum saat mendengar sedikit penjelasan dari suami nya,ternyata suami nya hanya mengkhawatir kan nya saja.


Tapi ia kembali merubah wajah nya menjadi kesal,ia ingin mengerjai suami nya itu terlebih dahulu baru memaaf kan nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku ya..." lanjut Hery lagi dengan wajah memelas nya,sambil menyandar kan kepala nya di pundak nya Ashley.


"Aku berjanji tidak akan melaku kan nya lagi,untuk seterus nya aku akan jujur pada mu.Tapi kau harus maaf kan aku dulu ya..." ucap Hery lagi dengan nada serius nya saat ia melihat Ashley yg hanya diam saja,seperti nya Ashley memang tidak ingin memaaf kan nya.


Sedang kan Ashley,berusaha menahan geli di telinga dan leher nya karena terkena hembusan nafas nya Hery saat Hery berbicara.


Ia juga menahan tawa nya saat mendengar permohonan dari suami nya yg lebih terdengar seperti sedang mengancam itu,untung saja suami nya berada di belakang nya jadi tidak menyadari perubahan eskpresi wajah nya saat ini.


"Honey" panggil Hery lagi dengan nada memohon,ia sudah bingung mencari kata-kata untuk membujuk istri nya.


"Kau harus jelas kan dulu tentang Ibu kandung mu itu" pinta Ashley dengan nada serius nya tanpa menoleh ke arah Hery.


"Baik lah" ucap Hery dengan nada pasrah,ia benar-benar tidak mau membuat istri nya terbeban terlalu banyak,tapi ia juga tidak mau istri nya marahan sama diri nya.


Hery segera mengendong Ashley untuk duduk di atas sofa,agar Ashley tidak akan lelah berdiri saat mendengar cerita nya nanti.


"Honey,apa yg...." tanya Ashley dengan nada sedikit tinggi karena terkejut saat Hery mengendong nya secara tiba-tiba,ke dua tangan nya Ashley pun secara reflek,sudah berada di leher nya Hery karena takut akan terjatuh.


"Duduk di sini dulu,biar kau tidak lelah saat mendengar cerita ku nanti" ucap Hery yg segera menyela pertanyaan istri nya itu dengan wajah santai nya.


Saat ini Ashley sudah terduduk di atas ke dua paha nya Hery,dengan wajah yg mulai memerah tapi sebisa mungkin Ashley mencoba menahan nya.Ia harus mendengar cerita dari suami nya terlebih dahulu,baru ia boleh ketahuan karena mengerjai suami nya ini.


"Daddy awal nya memang sangat mencintai wanita itu tapi....................................." Hery pun mencerita kan dari awal ke dua org tua nya menikah lalu bercerai karena Ibu kandung nya lebih memilih pria lain yg lebih kaya.Kemudian terus menganggu nya dengan menjodoh-jodoh kan diri nya sama wanita pilihan nya,tapi tentu saja,pilihan nya itu juga bisa menguntung kan buat dia.Kemudian Hery juga mencerita kan kekejaman Ibu kandung nya,lalu Hery mencerita kan sampai kejadian tadi sore,karena wanita itu yg terus memaksa nya untuk bertemu,dan juga tentang Clara yg sedang menyogok wanita tua itu.Di dalam cerita nya pun,Hery tidak mau menyebut Ibu kandung nya dengan sebutan Mommy.Hati nya sudah terlanjur kecewa dengan sikap Ibu kandung nya terhadap Daddy nya,hingga membuat ia enggan untuk menyebut Mommy.


Hening sejenak.


"Apa kau pikir,aku tidak bisa menjaga diri ku sendiri?" tanya Ashley dengan pura-pura kesal saat sudah mengerti apa alasan Hery tidak jujur pada nya.Padahal di dalam hati nya,ia tersenyum bahagia,karena ternyata suami nya sangat mencintai nya dan juga sangat melindungi nya.


"Bukan begitu Honey,aku hanya tidak ingin mengambil resiko saja.Aku....." Hery berkata dengan nada sedikit panik saat melihat Ashley yg langsung bangkit dari pangkuan nya dan terlihat dari wajah istri nya,kalau saat ini ia tidak akan mendapat kan maaf.Perkataan nya juga terpotong oleh perkataan kesal dari Ashley.

__ADS_1


"Aku sudah tidak mau mendengar kan nya lagi,sekarang kau keluar dari kamar ini dan selama 3 hari ini,jangan tidur bersama ku" usir Ashley dengan nada tinggi dan masih pura-pura kesal.


Ashley berbicara sambil melirik sekilas ke arah Hery yg sudah berdiri dari duduk nya,tapi ia lagi-lagi harus menahan tawa nya karena melihat wajah suami nya yg langsung tercengang saat mendengar perkataan nya barusan,terlihat sangat lucu bagi Ashley.


__ADS_2