
Ryan diam beberapa menit dengan wajah kesal nya yang berubah menjadi serius dan kening yang berkerut dalam,pertanda ia sedang berpikir dengan keras.
Hingga membuat wajah khawatir nya Hery menjadi bercampur dengan kesal karena menunggu jawaban dari Ryan.
"Apa aku menyuruh kau ke sini,hanya untuk berdiam diri saja ?" tanya Hery dengan wajah yang kesal.
"Auchk " pekik Ryan sambil mengelus-elus kening nya yang terasa sangat sakit karena Hery menyentik nya dengan kuat.
"Apa kau tidak bisa bertanya dengan baik-baik?"tanya Ryan dengan ketus sambil terus mengelus-elus kening nya yang sudah memerah.
'Dasar sahabat tidak tahu diri' umpat Ryan di dalam hati.
"Aku sudah bertanya,kau saja yang tuli" jawab Hery dengan nada santai nya sambil menatap kesal ke arah Ryan.
Ia sudah bertanya tadi,tapi Ryan tetap saja diam,yah walau pun pertanyaan yang tidak terdengar bagus untuk di dengar.
"Cepat kata kan,apa yang terjadi dengan istri ku?Apa istri ku baik-baik saja? Kenapa kau hanya diam saja dari tadi?" tanya Hery dengan wajah kesal dan nada yang tidak sabaran karena melihat Ryan yang masih sibuk mengelus-elus kening nya.
' Sudah menganggu konsentrasi ku,sekarang malah banyak bertanya' batin Ryan dengan wajah kesal nya.
"Apa anda masih mengalami siklus haid,Nona?" tanya Ryan dengan wajah serius nya dan waspada tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Hery,ia bukan waspada terhadap Ashley tapi terhadap Hery yang sudah mulai menatap nya dengan tatapan tajam.
Ashley belum sempat menjawab,Hery sudah terlebih dahulu bersuara.
"Apa kau benar-benar ingin mati,hingga menanya kan yang aneh seperti itu kepada istri ku?" tanya Hery,ia berniat untuk melangkah ke arah Ryan,tapi baru saja ingin ke langkah ke 2,Ashley segera menarik tangan nya.
"**** " umpat Ryan dengan suara pelan sambil berlari dan bersembunyi di belakang nya Ars yang sedang menahan tawa.
"Honey,apa kau tidak bisa diam saja dan bersabar untuk menunggu penjelasan dari Dokter Ryan"tegur Ashley dengan wajah kesal nya,untung saja kepala nya sudah berpindah ke atas bantal.Jika tidak,pasti ia akan tersungkur ke atas lantai karena Hery yang berdiri tiba-tiba.
Hery yang mendengar nada kesal istri nya pun,terpaksa menuruti perkataan istri nya dengan wajah yang sedang menahan rasa kesal nya.
"Cepat kata kan,apa hasil pemeriksaan kau?" tanya Hery dengan wajah kesal nya.
"Aku harus menunggu jawaban dari istri kau dulu,baru bisa memberi kau jawaban,Tuan..." ucap Ryan dengan mengeram kesal,ia masih saja bersembunyi di belakang tubuh nya Ars karena takut mendapat kan bogeman mentah dari Hery.
__ADS_1
Ia harus mendengar jawaban nya Ashley dulu,baru bisa memasti kan dugaan nya tentang hasil pemeriksaan nya tadi.
"Honey" tegur Ashley dengan wajah serius nya saat melihat Hery yang ingin memarahi Ryan lagi,wajah serius nya Ashley pun mampu membuat Hery tidak berkutik.
"Seperti nya sudah 3 minggu aku tidak mendapat kan haid,seharus nya 3 minggu yang lalu aku sudah mendapat kan nya Dok..." jawab Ashley sambil berpikir,setelah diam untuk beberapa saat.
"Seperti nya istri kau sedang hamil" ucap Ryan setelah mendengar jawaban dari Ashley.
"Tapi kau harus memeriksa kan istri kau ke rumah sakit dulu,untuk memasti kan nya.Itu hanya perkiraan sementara ku saja"lanjut Ryan lagi sambil tersenyum dan menatap wajah kaget Hery dan Ashley,ia hanya takut kalau dugaan nya salah saja tapi melihat haid istri sahabat nya yang telat,seperti nya dugaan nya tidak mungkin salah.
Sedang kan Ars yang masih berdiri di ambang pintu pun ikut tersenyum karena turut bahagia atas kehamilan Nona muda nya,walau pun hasil nya belum jelas tapi ia percaya dengan kemampuan nya Ryan.
Setelah beberapa detik kemudian,wajah kaget nya Hery berubah menjadi tersenyum bahagia,yang di ikuti oleh Ashley yang baru saja tersadar,ia memang tidak begitu mengerti tentang kehamilan tapi ia pernah mendengar sedikit tentang telat haid dari Ibu.
"Honey,akhir nya aku akan segera menjadi seorang Daddy" ucap Hery tanpa sadar,dengan wajah yang terus tersenyum sambil berjongkok di depan wajah nya Ashley dan memegang kedua tangan istri nya.
"Akhirnya? Jadi kau sengaja membuat aku hamil? Bukan kah kemaren kau berjanji akan menunda kehamilan ku? kau juga bilang,kau pandai cara bagaimana berhubungan nya agar aku tidak hamil dulu" gerutu Ashley dengan wajah kesal nya,hilang sudah senyum bahagia di wajah nya.
Ia kira tidak di sengaja ,ternyata suami nya memang sengaja membuat nya hamil.Walau pun di dalam hati nya,ia memang bahagia juga akan menjadi seorang Mommy tapi ia juga menjadi kesal karena merasa di bohongi.
"Lalu bagaimana dengan kuliah ku?" tanya Ashley yang langsung menyela perkataan suami nya,wajah nya masih saja kesal.
Sedang kan Ars dan Ryan sedang menahan tawa di samping dan di belakang pasangan suami istri itu.
'Ternyata wanita yang di nikahi oleh Hery polos juga ya dan bibit nya Hery juga ternyata sangat unggul..' pikir Ars dan Ryan secara bersamaan.
"Tenang saja,Honey.nanti akan aku pikir kan,sekarang kita ke rumah sakit terlebih dahulu ya" jawab Hery dengan lembut sambil tersenyum dan mengelus-elus perut datar nya Ashley.
Ashley menghela nafas dengan pelan saat mendengar nada lembut dari suami nya dan wajah bahagia yang terus tersemat di wajah suami nya.
"Ayo,biar aku gendong saja" ucap Hery dengan nada semangat saat melihat anggukan kepala dari sang istri,wajah bahagia nya tidak pudar sedikit pun.
Kemudian Hery segera mengendong istri nya dengan gaya bridal,lalu berjalan keluar dari ruangan nya dengan istri nya yang berada di dalam gendongan nya.
Meninggal kan Ars dan Ryan yang masih berdiri tanpa suara.
__ADS_1
"Seperti nya kita ini hanya roh halus yang sedang berada di alam manusia saja" ucap Ars dengan wajah datar,lalu ia segera mengejar langkah lebar Tuan nya sambil sedikit berlari.
"Kau benar" ucap Ryan sambil menggeleng-geleng kan kepala dengan pelan dan langsung mengikuti langkah lebar Ars yang cepat itu,dari belakang.
"Honey,ajak Agatha ya" pinta Ashley setelah mereka berdua berada di dalam lift,masih dengan suara lemah nya sambil menyandar kan kepala nya di dada bidang suami nya.
Ia juga ingin sahabat baik nya mengetahui kabar bahagia ini dan sekalian misi pertama untuk menyatu kan sahabat nya itu dengan Ars.
"Baik lah.Apa pun mau mu,Honey" jawab Hery sambil tersenyum,ia juga mengerti apa tujuan istri nya itu,Ashley pun ikut tersenyum sambil menatap wajah tampan Hery yang sedang menatap lurus ke depan.
Terlihat Ars dan Ryan berjalan terburu-buru agar bisa 1 lift bersama Hery dan juga Ashley,hampir saja pintu lift tertutup,akhir nya mereka berdua pun sempat juga masuk ke dalam lift tempat Hery dan Ashley berada dengan nafas yang terengah-engah.
"Ars,bawa juga Agatha pergi ke rumah sakit" perintah Hery dengan nada tegas nya tanpa menatap Ars yang ada di belakang nya.
"Apa kau sedang bercanda,Tuan?" tanya Ars dengan wajah kaget nya,hampir saja ia hilang rasa hormat nya kepada Tuan nya.
Padahal dalam seminggu ini,ia sudah mati-matian menghindari Agatha dan Tuan nya sangat mengetahui hal itu.Apa sekarang Tuan nya itu sengaja ingin membuat dirinya terjebak di dalam situasi yang sulit itu.
"Apa wajah serius ku ini,kau tidak bisa melihat nya dengan jelas?" tanya Hery balik dengan nada kesal nya tanpa menjawab pertanyaan nya Ars.
"Baik Tuan" jawab Ars dengan nada pasrah,pada akhir nya.Tidak ada guna nya ia berdebat dengan Tuan nya,jika memang Tuan nya sengaja menjebak dirinya.
"Mencoba itu tidak ada salah nya kan,dari pada tidak sama sekali" bisik Ryan di samping telinga nya Ars sambil tersenyum.
Ryan yang sudah tahu tentang Ars dan Agatha dari Hery pun,ikut memberi semangat kepada Ars.
Sedang kan Ars hanya mampu memutar bola mata nya dengan malas saat mendengar bisikan dari Ryan barusan,ia sedang berusaha menutup luka yang ada di hati nya yang sudah angsur-angsur mengering saat ini,kenapa pula ia harus membuka luka di hati nya kembali.
Ars segera keluar dari lift saat lift sudah terbuka di 1 tingkat di bawah lantai ruangan kerja milik nya Hery,karena ruang manggang nya Agatha hanya berjarak satu tingkat saja dengan milik Hery dan juga Ars.
Sedang kan Ryan,Hery dan juga Ashley melanjut kan lift mereka untuk ke lantai bawah,untuk menuju ke mobil mereka.
"Cepat ikut aku " perintah Ars yang berusaha terus menampil kan wajah datar nya dengan kedua tangan yang berada di dalam saku celana milik nya,setelah ia sudah sampai di depan nya Agatha.
"Hah?" Agatha langsung berdiri dari duduk nya dengan wajah bingung nya karena tersentak kaget oleh suara tinggi yang tiba-tiba dari Ars.
__ADS_1
"Maksud Tuan" tanya Agatha,masih dengan wajah bingung nya sambil terus menatap wajah Ars dengan perasaan rindu bercampur bahagia karena sudah sebulan lebih ia menanti,baru lah dapat melihat wajah pria yang selalu membuat nya galau.