Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
114. Jonathan yang kaget


__ADS_3

Mobil milik nya Jonathan melaju dengan kecepatan sedang,membelah jalanan yang hampir di penuh dengan lalu lalang nya berbagai kendaraan karena jam nya pulang kerja dan yang lain sebagai nya.


Di dalam perjalanan, Desi dan Jonathan hanya duduk dalam diam tanpa suara,Jo yang diam dengan wajah kesal nya sedang kan Desi diam sambil menatap Jo dari samping sambil berpikir.


"Nona,apa kau tidak bosan terus menatap ku hm?" tanya Jo dengan mengeram kesal tanpa menoleh,seperti nya ia harus membunuh sahabat nya itu saat ini juga karena memberi wanita aneh ini kepada dirinya.


Kenapa dirinya seperti orang bodoh sekarang,gara-gara ulah sahabat nya dan wanita yang bernama Desi ini,ia jadi tidak berdaya seperti ini.


Ia memang suka bergonta ganti wanita tapi ia tidak mungkin mempermain kan wanita ini,apa lagi wanita ini adalah sahabat nya istri sahabat nya,bisa-bisa nyawa nya melayang terlebih dahulu sebelum sempat mempermain kan wanita aneh ini.


Lagi pula ia juga tidak suka mempermain kan wanita polos seperti Desi,karena wanita-wanita yang ia pacarin rata-rata liar semua,walau pun ia hanya berciuman tanpa berhubungan intim tapi wanita-wanita yang ia pacarin selalu ia suruh buat perjanjian kalau antara mereka tidak akan ada pernikahan,karena ia belum siap untuk menikah


Lalu bagaimana dengan Desi,apa lagi kalau sampai Desi meminta ia menikahi nya nanti,ia sudah memerhati kan gerak gerik nya Desi seminggu ini,seperti nya memang hanya sinyal bahaya yang ia tangkap.


Dan yang membuat Desi beda dari wanita-wanita yang ia pacari adalah ini,terus menatap nya tanpa henti hingga ia merasa kan mata nya Desi ada di mana-mana saat ini.


Sedang kan wanita-wanita yang pernah ia pacarin,tidak pernah menatap nya dengan mata yang ia duga seperti di penuhi tatapan cinta ini,mereka hanya datang sebentar dan berc**m*n sebentar,memintak uang lalu pergi.


"Aku tahu aku tampan.Tapi kau tidak perlu juga,menatap ku sampai tidak sempat berkedip begitu" ucap Jo lagi saat Desi terus menatap dirinya tanpa menjawab pertanyaan nya tadi.


"Nona, kalau...." ucapan nya Jo langsung di potong oleh pertanyaan nya Desi.


"Tuan,mau kah kau jadi pacar ku?" tanya Desi dengan 1 tarikan nafas dan wajah malu nya,ia sudah berpikir banyak kali tapi ia tidak mampu mengendali kan dirinya untuk mencoba,ia juga mengabai kan peringatan dari Dokter Ryan kemaren.


Hingga membuat Jonathan langsung kaget saat mendengar pertanyaan nya Desi dan.....


"Ciiitttt...."


"Auchk" pekikan Desi.


Terdengar suara decitan ban mobil karena di rem mendadak dan di susul dengan suara pekikan Desi karena kepala nya terhuyung ke depan lalu terhantuk atas nya dashboard dengan sedikit keras hingga membuat dahi nya memerah.


Untung saja berhenti nya di jalanan sepi.Jika tidak,mungkin akan terjadi kecelakaan saat ini.


"Apa kau baik-baik saja,Nona?" tanya Jo setelah barusan ia ikut sedikit terhuyung juga.


Rasa kaget nya langsung menghilang saat melihat dahi Desi yang terlihat sangat memerah karena ulah nya.


"Maaf maaf" ucap Jo dengan wajah bersalah nya,sambil membantu Desi mengelus-elus dahi nya.


Jonathan juga mengambil cream pereda sakit yang selalu ia simpan di dashboard mobil nya,ia segera mengoles kan cream pereda sakit itu ke dahi nya Desi agar tidak bengkak,ia juga sedikit menghembus-hembus kan dahi nya Desi setelah selesai mengoles.


" Apa itu bearti,kau ingin menjadi pacar ku?" tanya Desi lagi dengan wajah tersenyum senang bercampur malu nya karena melihat wajah Jo yang begitu dekat dengan wajah nya,apa lagi mendapat kan perhatian dari Jo membuat dirinya semakin senang.


"Apa kau sedang salah minum obat,Nona?" tanya Jo balik tanpa menjawab pertanyaan nya Desi,ia segera menjauh kan wajah nya dari wajah nya Desi.


"Itu tadi,hanya reflek saja.Jangan menganggap nya lebih" lanjut Jo lagi sambil menyimpan cream yang ia keluar kan tadi.


"Aku serius,Tuan..." jawab Desi dengan wajah yang tersenyum.


" Kita hanya baru dekat beberapa hari ini saja,kau malah sudah meminta ku menjadi pacar mu.Kau ini ada-ada saja,Nona" ucap Jo dengan wajah tidak percaya nya bercampur bingung sambil melaju kan kembali mobil nya dengan kecepatan pelan.


"Apa kau sedang bercanda,Nona?" tanya Jo dengan wajah penasaran nya sambil menggeleng-geleng kan kepala nya dengan sedikit cepat.


Ia tidak habis pikir dengan isi pikiran nya Desi,semakin hari tingkah nya malah semakin konyol.


"Apa wajah ku terlihat seperti bercanda,Tuan?" tanya Desi dengan mengerucut kesal dan memaling kan wajah nya ke depan padahal ia sedang serius,ia sudah jatuh cinta pada pria ini ketika baru pertama ketemu kemaren.


"Tapi perkataan kau tidak masuk akal,Nona" ucap Jo dengan tersenyum lucu sambil melirik sekilas ke arah bibir Desi yang sedang mengerucut.


Wanita aneh ini memang cantik sih,langsing dan memiliki tubuh yang padat.Yah lumayan sih,tapi ia tidak suka terikat terlalu dalam dengan wanita.


"Aku memang sudah mencintai mu dari pertama kita berpapasan di pernikahan Hery dan Ashley kemaren" ucap Desi dengan nada kesal nya karena Jo tidak mempercayai nya.


Jonathan terdiam dengan wajah kaget nya,saat mendengar pernyataan cinta dari Desi untuk nya.Kemudian ia menoleh untuk menatap Desi beberapa saat lalu kembali fokus ke depan.

__ADS_1


Jika di lihat dari mata nya,memang terlihat serius.Tapi apa mungkin baru bertemu dan belum kenal sama sekali sudah bisa jatuh cinta,ia masih merasa ini agak mustahil.


"Baik,jika kau tidak percaya akan aku bukti kan sekarang" ucap desi dengan nada yakin nya.


"Aku tetap tidak percaya,walau pun kau mau memberi ku dengan bukti apa pun" jawab Jo dengan asal,pokok nya ia tidak bisa mempercayai wanita aneh ini.


Bagaimana bisa begitu mudah mencintai seorang pria dengan begitu cepat,sedang kan dirinya sendiri saja sulit untuk mencintai wanita.Selama ini,wanita-wanita yang ia pacarin,hanya untuk hiburan semata saja,sekalian untuk menghilang kan rasa sepi nya saja.


"Baik lah,kau harus menjadi pacar ku setelah aku membukti kan nya" ucap Desi dengan wajah yang menuntut sambil menatap bibir nya Jonathan.


"Baik" jawab Jo dengan nada yakin nya tanpa menoleh ke arah Desi.


"Tapi... hhmmm" mulut nya Jo langsung di bungkam oleh Desi tanpa peringatan terlebih dahulu hingga membuat Jo membelalak kan mata nya dan segera menghenti kan mobil nya,untung saja ia melaju kan mobil nya dengan pelan tadi,jadi tidak begitu sulit untuk menghenti kan nya.


"Hhmm" Jo berusaha melepas kan bibir nya Desi dari bibir nya,tapi seperti nya Desi tidak mau melepas kan nya begitu saja.


Ia tersenyum tipis saat merasa kan c**m*n paksa nya Desi yang agak kaku,ia hendak mengguna kan tenaga nya untuk melepas kan c**m*n mereka tapi melihat Desi yang seperti memaksa,ia pun langsung membalas nya.


Setelah beberapa saat...


"Bagaimana?" tanya Desi sambil mengambil nafas setelah sudah melepas kan c**m*n mereka barusan.


"Biasa saja" jawab Jo dengan nada santai nya,sambil menyentuh bibir basah milik nya dan menatap bibir basah nya Desi.


Ada rasa berbeda, yang hati nya rasa kan saat mereka berc**m*n tadi,rasa itu tidak pernah ia rasa kan pada wanita-wanita yang pernah ia pacarin.


Tapi ia segera menepis rasa itu,ia tidak mau terikat dalam pernikahan,ia pikir pernikahan itu tidak bebas,sedang kan ia adalah pria yang ingin hidup tanpa komitmen.


"Tidak apa,aku bisa mempraktik kan nya lagi nanti, hingga bisa" ucap Desi dengan wajah memerah nya,padahal tadi malam ia sudah menonton banyak adegan dewasa di youtube.


Ternyata hasil nya hanya biasa saja,itu bearti ia harus mencoba nya lagi kan.


"No Nona , obat apa yang kau minum tadi,sebelum ke Perusahaan ?" tanya Jo dengan wajah kaget nya,sudah berani menerkam bibir nya,sekarang malah mengata kan akan mempraktik kan nya nanti lagi hingga bisa.


"Tidak " jawab Jo setelah selesai menelisik wajah nya Desi,memang tidak terlihat sakitan tapi terlihat aneh menurut nya.


"Jadi,jangan bertanya lagi,aku minum obat apa atau mengata kan aku salah minum obat,Tuan" ucap Desi,wajah kesal nya sudah mulai menghilang.


"Satu lagi,mulai sekarang kau adalah pacar ku" ucap Desi dengan wajah yang tersenyum puas karena pergobanan nya barusan tidak sia-sia,ternyata jebakan kecil nya berhasil.


"A apa?" tanya Jo dengan wajah tidak percaya nya bercampur kaget,kenapa wanita ini tidak tahu malu dan pemaksa sekali.


"Kau sudah berjanji,Tuan.Jadi tidak boleh mengingkari nya lagi" ucap Desi tanpa memperduli kan wajah kaget nya Jo.


"Kapan aku berjanji,Nona?" tanya Jo dengan wajah bingung nya.


"Barusan,coba Tuan pikir-pikir lagi..." jawab Desi dengan wajah tersenyum nya sambil menatap Jo yang langsung terdiam dengan pikiran nya.


Wajah nya Jo langsung berubah menjadi kesal saat sudah teringat dengan tanya jawab antara dirinya dan Desi tadi,ternyata wanita ini menjebak nya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh tadi.


"Tapi itu hanya......" ucapan nya Jo lagi-lagi di potong oleh Desi,hingga membuat Jo menghenti kan perkataan nya.


"Jika Tuan tidak mau menjadi pacar ku,aku akan memberitahu Tuan...." belum sempat Desi menyebut nama pria yang membantu nya selama seminggu ini,Jo sudah lebih dulu menyela nya.


"Oke Oke,aku akan menjadi pacar mu" ucap Jo akhir nya dengan nada yang semakin kesal dan terpaksa,saat mendengar Desi yang ingin menyebut nama nya Hery.


"Jika ingin uang ,mintak saja dengan cara baik-baik.Tidak perlu memeras ku dengan cara seperti ini" ucap Jo sambil melaju kan kembali mobil nya dengan kecepatan sedang,ia ingin segera sampai ke rumah wanita aneh ini,agar ia tidak semakin kesal karena masih berdekatan dengan wanita aneh ini.


"Aku tidak mengingin kan uang mu,aku hanya mengingin kan cinta mu saja Tuan" ucap Desi dengan senyum yang tidak pudar dari wajah nya.


Jo hanya mampu mendengus kesal saat mendengar perkataan nya Desi.Cinta,ia tidak terlalu percaya dengan cinta,tapi wanita aneh ini malah bahas tentang cinta sama dirinya.


"Jika dalam sebulan ini,kau tetap tidak bisa mencintai ku juga,aku akan segera pergi dari hidup mu" ucap Desi lagi dengan wajah serius nya,saat ia melihat wajah terpaksa dan kesal nya Jo karena di paksa menjadi pacar nya.


"Baik,setelah itu jangan menganggu ku lagi" ucap Jo dengan semangat saat mendengar perkataan Desi barusan,ia segera menoleh ke arah Desi dan tersenyum.

__ADS_1


"Baik" jawab Desi dengan tersenyum kecut,ternyata pria yang sedang di kejar nya sama sekali tidak mencintai nya,malah mungkin merasa jijik dengan dirinya.Tapi setidak nya,ia ingin mencoba peruntungan dalam cinta nya terlebih dahulu.Soal hasil nya,nanti saja baru akan ia pikir kan lagi.


Jo tidak menanggapi nya lagi,ia segera menoleh kan kepala nya ke depan kembali dan fokus lurus ke jalan,wajah kesal nya pun sudah menghilang dan berganti menjadi tersenyum santai.


***


Di Mansion Kusuma.


Jam sudah menunjuk pukul 8 malam saat ini,Hery dan Ashley sudah berada di atas kasur sedang melaku kan kegiatan mereka masing-masing.


Untung lah mual nya Ashley juga sudah tidak begitu parah lagi karena ia sudah memakan obat pereda mual dari Dokter Obgyn tadi,jadi makanan-makanan bergizi yang sudah di siap kan oleh Grandma untuk nya tadi dapat ia makan tanpa muntah,hanya saja ia hanya berani memakan sedikit karena takut akan muntah kembali.


Hery sedang duduk bersandar di atas kasur sambil memangku laptop milik nya dan mengecek email-email yang belum sempat ia cek dari tadi sore,sedang kan Ashley sedang berbaring dengan posisi memiring sambil mengetik tombol-tombol yang ada di layar HP nya.


Ashley tersenyum sambil membalas chat-chat dari 2 sahabat nya di grup mereka,ia juga baru saja memasuk kan No WA kakak nya karena ia juga ingin sekalian memberitahu kakak nya tentang kehamilan nya.Sedang kan kedua orang tua nya,ia sudah memberitahu mereka sejak tadi sore,hingga membuat kedua orang tua nya memekik bahagia saat mendengar kabar bahagia dari dirinya.


Lagi pula 2 sahabat nya itu, sudah menganggap kakak nya itu seperti kakak kandung mereka.


Grup WA (Sahabat Terbaik).


"Des,Kakak, aku hamil lho" Ashley.


"Benar kah,wah selamat ya.." Desi.


"Iya,terima kasih ya😘" Ashley


"Tidak lama lagi,kami akan mempunyai keponakan yang lucu-lucu" Desi.


"Wah serius,kakak turut bahagia,suruh suami wajah datar mu itu jaga keponakan kakak dengan baik ya" Daniel.


"Iya,keponakan yang lucu-lucu.Yang terpenting jangan seperti wajah datar Daddy nya" Daniel.


"Ah,kak Daniel bisa sajaπŸ˜‚πŸ˜‚" Desi.


"πŸ˜‚πŸ˜‚" Agatha.


"Memang wajah datar sih,aku saja sampai tidak berani mengajak nya bicara😌 " Agatha.


"πŸ‘" Daniel.


"🀣🀣🀭" Desi.


"😁😁🀫"Ashley.


"πŸ€πŸ˜„"Agatha.


"🀐" Daniel.


"Selamat juga ya ley,tadi aku tidak sempat memberi mu selamat " Agatha.


"Iya,terima kasih😘"Ashley.


"Tidak apa-apa tha,aku juga mintak maaf karena telah mengabai kan mu tadi" Ashley.


"Tidak masalah"Agatha.


"πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”" Agatha.


"Apa yang bisa kami bantu tha?" Ashley.


"Iya,kami siap membantu.Jika kami bisa sih,betul tidak ley? 😁" Desi.


"Benar sekali 😁" Ashley.


(Rehat sejenak karena Ashley sedang ke kamar mandi sebentar) πŸ˜πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2