Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
147. Agatha yang cengeng


__ADS_3

Sedangkan Ars yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri,langsung berhenti berpikir saat mendengar nada kesal dan juga perkataannya Agatha.


Ia langsung mulai menajamkan pendengarannya dan mencerna semua perkataannya Agatha sambil terus fokus menyetir.


Ia baru menyadari,kalau ia belum memberi jawaban atas perjodohan yang di tawarkan oleh Ayahnya Agatha.Karena 3 hari ini ia sangat sibuk dan isi kepalanya juga lagi error,iapun jadi melupakan hal penting itu.


Sebenarnya bukan melupakan,hanya saja ia bingung mau memberikan jawaban apa kepada Ayahnya Agatha karena di satu sisi ia berniat ingin menikahi Agatha tapi di sisi lain lagi ia masih meragukan pernyataan cinta dari Agatha.


Saat ia baru saja ingin menjawab pertanyaannya Agatha,Agatha malah kembali melanjutkan kalimat demi kalimat dengan terus menerus hingga membuat ia hanya bisa diam saja dan mencerna kalimat-kalimat yang terus keluar dari mulutnya Agatha.


"Apakah karena wanita tadi lebih seksi dari pada aku dan wanita itu lebih cantik dari aku?" lanjut Agatha lagi,ia menjeda perkataannya untuk beberapa detik.Kedua matanya sudah mulai memerah karena menahan tangis saat ia mengingat kembali ketika Ars yang akan bertunangan tadi.Hingga mampu membuat dirinya menjadi sedih dan juga kesal secara bersamaan.


"Makanya kamu lebih memilih untuk bertunangan dengan wanita tadi dari pada menikah denganku" lanjut Agatha dengan nada pelan dan kepala yang sedikit menunduk,tapi masih bisa di dengar oleh Ars.Air matanya,sudah mulai menggenang di sudut kedua matanya.


"Bertunangan?" tanya Ars dengan wajah bingungnya,sambil menatap Agatha sebentar dengan kening yang berkerut dalam.Ia juga menjadi semakin bingung,saat baru menyadari,kalau Agatha sedang menahan tangis.


"Iya.Kamu ingin bertunangan dengan wanita genit itu kan? Jangan mencoba untuk menyangkalnya,aku tidak akan bisa semudah itu,untuk kamu bodohi" jawab Agatha dengan wajah yang memberengut kesal,sambil menatap sekilas ke arah wajah bingungnya Ars dan ia juga segera menepis beberapa tetes air mata yang baru saja ingin terjatuh dari sudut matanya.


"Padahal selama 1 bulan ini,aku sudah berusaha ingin menjelaskannya padamu dan aku juga sudah berusaha untuk mengambil hatimu kembali.3 malam belakangan,aku juga sudah berusaha membuatmu tersentuh dengan kata-kata cintaku" lanjut Agatha lagi,dengan suara yang sudah mulai terdengar serak karena air matanya yang terus meluncur setetes demi setetes.


Ars segera mengurangi laju mobilnya,saat mendengar suara seraknya Agatha.Wajahnya jadi merasa bersalah saat mendengar rentetan rentetan kekesalannya Agatha padanya.


"Apakah aku perlu menyebut kalimat aku cinta padamu sebanyak ribuan kali,baru kamu akan percaya,kalau aku benar-benar mencintaimu?" tanya Agatha tanpa berhenti,sambil terus menepis air matanya yang terus mendesak untuk keluar.


"Padahal aku sudah mencintaimu,sebelum kamu melamarku hari itu.Kenapa juga,sekarang aku harus repot-repot mendekatimu.Seharusnya,hari itu aku terima saja lamaran darimu" lanjut Agatha dengan eskpresi wajah yang penuh penyesalan,lalu bercampur dengan air mata yang mengalir semakin deras.Ia sudah lelah mengejar Ars,tapi hatinya hanya menginginkan Ars saja.


Ars segera menghentikan mobilnya,lalu menepikannya saat mendengar Agatha mengatakan,kalau dia sudah mencintainya sebelum ia melamar hari itu.Apa lagi saat ia mendengar suara tangisannya Agatha,perasaannya langsung menjadi bercampur aduk.


Terlihat di sampingnya,Agatha yang terus terisak dengan kedua kaki Agatha yang sudah berada di atas kursi mobil,kedua tangan yang memenjarakan kedua kakinya dan kepala yang di telungkupkan di antara kedua pahanya.


Terlihat sangat menyedihkan di matanya Ars,hingga membuat Ars semakin merasa bersalah.


Ars segera melepaskan sealbelt miliknya Agatha dan menarik tubuhnya Agatha ke dalam pelukannya dengan wajah khawatirnya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ars sambil mengelus-elus punggungnya Agatha,untuk menenangkan Agatha yang masih terisak.Karena terlalu mengkhawatirkan Agatha yang tiba-tiba saja menangis,ia langsung bingung mau mencari pertanyaan yang tepat untuk bertanya,hingga keluarlah pertanyaan yang begitu.


"Tentu saja,aku sedang menangis.Apa kedua matamu,tidak bisa melihat?" tanya Agatha balik,dengan nada dan wajah kesalnya yang masih di penuhi dengan air mata,sambil membalas pelukannya Ars dengan cepat dan erat.


"Bukan.Maksudku,kenapa kamu malah menangis?" tanya Ars dengan nada pelan,saat ia sudah tersadar dengan pertanyaan bodoh darinya tadi.Tapi wajah khawatirnya menjadi agak mengurang karena senyuman tipis yang ada di wajahnya,saat mendengar nada kesal dari Agatha.


"Karena aku takut kehilanganmu.Aku mohon,masukkan kembali namaku di hatimu karena aku benar-benar sangat mencintaimu" jawab Agatha dengan suara yang masih terisak,hingga membuat bagian depan kemejanya Ars menjadi basah.


Ars langsung tersenyum bahagia saat mendengar pernyataan dari Agatha,yang ntah sudah untuk ke berapa kali nya,keraguannya pada Agatha mulai menghilang secara perlahan-lahan.

__ADS_1


"Lalu,mengapa ketika hari itu kamu menolak lamaran dariku?" tanya Ars.Ia ingin memastikan mana satu yang benar,dari dugaan-dugaan yang ada di dalam kepalanya dari hari itu hingga saat ini.


"Itu,karena aku tidak berani menolak tawaran perjodohan dari Ayah.Aku takut,kalau aku menolak,Ayah akan marah dan penyakit jantung Ayah akan kambuh.Makanya....." ucapan Agatha langsung terhenti saat Ars menyela ucapannya.


"Makanya,kamu lebih memilih untuk menolakku dari pada berkata jujur padaku? Atau kamu tidak mempercayaiku,kalau aku mampu mengatasinya?" tanya Ars dengan nada kesalnya tanpa melepaskan pelukan mereka,malah ars terus mengelus-elus punggungnya agatha tanpa henti.


"Bu bukan begitu.Saat itu,aku hanya bingung saja dan mengkhawatirkan penyakit jantung Ayah.Jadi,aku tidak tahu harus berbuat apa.Maafkan aku,aku berjanji,lain kali aku akan jujur tentang semuanya" jawab Agatha dengan suara gugupnya saat mendengar nada kesalnya Ars,sambil mengeratkan pelukan mereka karena takut Ars tidak mau berbicara dengannya lagi.


Ars menghela nafasnya dengan berat,ingin sekali ia meluapkan rasa kesalnya pada Agatha.Karena gara-gara penolakan dari Agatha,dirinya sampai galau untuk waktu yang lama.Padahal hanya masalah kecil yang jadi penghalang untuk mereka bersama,dan ia yakin kalau ia pasti bisa mengatasi masalah itu dengan baik,kenapa juga mereka berdua harus melalui banyak hal terlebih dahulu.


Tapi ia juga tidak sampai hati,apa lagi saat ia mendengar nada gugup dan merasakan pelukan Agatha yang semakin erat hingga membuat dirinya semakin tidak tega untuk meluapkan rasa kesalnya pada Agatha.


Tapi walaupun begitu,penjelasan dari Agatha mampu membuat keraguannya terhadap Agatha langsung menghilang sepenuhnya.


Tiba-tiba saja, ia mengingat kembali kata bertunangan yang di ucapkan oleh Agatha tadi,kapan pula ia bilang kalau ia ingin bertunangan dengan wanita lain.


"Siapa yang bilang padamu,kalau aku akan bertunangan dengan wanita tadi?" tanya Ars lagi,dengan wajah penasarannya dan berusaha menghilangkan rasa kesalnya.


"Ashley yang memberitahuku.Ashley mengatakan padaku,kalau kamu akan bertunangan di restoran itu.Untung saja,aku sempat membatalkannya.Kalau tidak,mungkin saja sekarang kamu sudah menjadi tunangan wanita lain" jawab Agatha sambil terus menyandarkan kepalanya di dada kekarnya Ars dan juga masih dengan suara yang serak,tapi isakannya sudah mulai mengurang karena elusan di punggungnya.Rasa gugupnya tadipun,juga sudah mengurang karena ia tidak mendengar nada kesalnya Ars lagi.


Sedangkan Ars hanya mampu mendengus kesal di dalam hati,ternyata semua kejadian aneh hari ini adalah ulah sepasang suami istri itu.Pantasan saja,ia merasa Tuannya seperti sengaja menyuruh dirinya untuk mendatangi pertemuan tadi dan juga Agatha yang tiba-tiba saja ada di sana.


"Jadi,siapa yang bilang kita akan menikah tadi.Memangnya,siapa yang mau menikahimu?" tanya Ars dengan wajah yang tersenyum jahil,ia mencoba menggoda Agatha.


Wajah Ars,lagi-lagi kembali tersenyum bahagia saat Agatha menyatakan kepemilikan atas dirinya.


Sepertinya sebentar lagi ia harus segera mencari Daddy dan menuntut janji tidak langsung dari Daddy kemaren,karena sekarang hatinya sudah tahu apa yang harus di lakukan oleh dirinya tentang Agatha dan juga tentang tawaran calon Ayah mertuanya kemaren.


"Apa kamu benar-benar ingin bertunangan dengan wanita genit itu?" tanya Agatha dengan hati yang gelisah karena Ars hanya diam saja.


"Menurutmu?" tanya Ars balik,wajahnya terus tersenyum.Apa lagi,saat ia membayangkan wajah kesalnya Agatha di balik dada kekarnya.


"Kenapa tadi kamu tidak mengabaikanku saja.Jadi,aku tidak akan perlu terlalu berharap padamu lagi" jawab Agatha dengan nada kesal dan juga air mata yang kembali mulai menggenang di pelupuk matanya.Ia berniat menjauhkan tubuhnya dari pelukannya Ars,tapi tubuhnya bahkan tidak bisa bergerak sama sekali karena kedua tangannya Ars yang menahan tubuhnya dengan erat.


"Aku tidak mengabaikanmu karena aku mencintaimu" ucap Ars dengan wajah yang terus tersenyum,sambil menahan tubuhnya Agatha yang sedang berusaha ingin melepaskan diri dari pelukannya.


"Apa katamu?Coba kamu ulangi sekali lagi..." tanya Agatha dengan wajah tidak percayanya,ia ingin memastikan kalau pendengarannya barusan tidak salah,ia juga segera mendongakkan kepalanya untuk bisa menatap wajahnya Ars.


"Aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi,untuk kedua kalinya" jawab Ars dengan nada santainya,sambil menatap wajah tidak percayanya Agatha dan juga air mata di kedua matanya Agatha yang lagi-lagi mulai mendesak untuk keluar.


"Apa kamu serius dengan perkataanmu barusan?" tanya Agatha dengan wajah yang masih gelisah,ia terus menelisik wajah tampannya Ars yang terus tersenyum ke arahnya.


Wajah gelisahnya Agatha langsung tersenyum bahagia saat melihat anggukan pelan kepalanya Ars dan wajah Ars yang tersenyum lebar ke arahnya.Senyuman yang sudah lama tidak ia lihat sejak hari itu,tapi sekarang senyuman itu kembali terbit untuk dirinya.

__ADS_1


Agatha segera memeluk Ars dengan erat dan kembali menyandarkan kepalanya ke dada kekarnya Ars dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,air matanya yang sudah terlanjur menggenang itupun,mengalir begitu saja karena rasa bahagianya.


"Tapi kalau kamu mencintaiku.Kenapa tadi siang,kamu malah ingin bertunangan dengan wanita lain?" tanya Agatha,dengan wajah kesalnya.Ia baru teringat tentang pertunangan antara Ars dan wanita seksi di restoran tadi,ia kembali mendongakkan wajah kesalnya dan menatap wajah Ars yang masih terus tersenyum.


"Aku tidak pernah bilang sama kamu,kalau aku akan bertunangan dengan wanita lain.Aku ke restoran tadi atas perintah dari Tuan Hery,itupun hanya untuk membicarakan tentang perkerjaan saja.Dan tentang tawaran perjodohan Ayahmu itu,aku belum sempat memikirkannya.3 hari ini aku sangat sibuk karena Tuan Hery belum bisa masuk ke kantor.Kamu juga tahu kan,kalau aku sampai lembur di hari weekend kemaren.Lagi pula,aku juga lagi pusing dan bingung dengan tingkah anehmu beberapa hari ini.Makanya,aku masih belum bisa memberi jawaban atas perjodohan itu" jawab Ars dengan panjang lebar sambil tersenyum lucu saat melihat wajah kesal dan air matanya Agatha yang sudah mengalir di kedua pipinya.


"Aku menjadi aneh seperti itu,juga karena dirimu" ucap Agatha dengan nada kesal.Tapi saat mendengar penjelasan dari Ars,hatinya merasa sangat bahagia saat ini hingga air mata kebahagiaannya terus mengalir tanpa henti.


"Tapi,Ashley bilang kalau kamu...." lanjut Agatha lagi sambil berpikir dan kalimatnya langsung terhenti di akhir kalimat,saat ia baru menyadari kalau sahabatnya itu telah membohongi dirinya.


"Kenapa kamu ini,gampang sekali di bohongi?" tanya Ars dengan wajah yang tertawa kecil karena melihat Agatha yang sedang mendengus kesal.Ia bertanya sambil menguraikan pelukan mereka dengan perlahan-lahan.


"Dan juga,kenapa sekarang kamu menjadi cengeng sekali hm?" tanya Ars lagi,sambil mengelap air matanya Agatha yang tidak mau berhenti mengalir dengan kedua ibu jarinya.


"Itu semua juga,karena dirimu.Aku mengira kamu sudah tidak bisa mencintaiku lagi,hingga membuat aku mudah di bohongi karena terlalu memikirkan dirimu" jawab Agatha dengan wajah yang memerah karena malu,ia segera memeluk tubuhnya Ars kembali dan menyembunyikan wajah malunya di dada kekarnya Ars.


Sedangkan Ars,hanya mampu mengeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan,saat mendengar perkataan Agatha yang tidak sepenuhnya benar.


"Dan aku bukan cengeng.Air mata ini adalah air mata kebahagiaanku " jawab Agatha lagi dengan wajah yang tersenyum bahagia bercampur malu.


"Tapi wanita hamil itu memang menyebalkan,mereka juga membuat aku berada di dalam mobil selama 6 jam lamanya karena harus mengalami kemacetan beberapa kali sepanjang perjalanan dari rumah hingga ke Perusahaan" lanjut Agatha lagi dengan wajah yang semakin kesal,tapi wajahnya masih tetap bersembunyi di dada kekarnya Ars dan air matanya juga sudah berhenti.


"Tapi sekarang bagiku yang terpenting,di hatimu ini sudah menyimpan namaku kembali" lanjut Agatha dengan wajah malunya,sambil menunjuk dada kekarnya Ars menggunakan jari telunjuknya dan wajahnya yang masih tetap menempel di sana.


Wajah Ars langsung menjadi kesal saat mendengar Agatha mengatakan tentang ulah sepasang suami istri tersebut,tapi hanya beberapa saat saja karena wajah kesalnya berubah menjadi tersenyum kembali saat mendengar lanjutan kalimat dari Agatha.


"Apa kamu tidak tahu... Kalau di hatiku,dari pertama kali aku melihatmu hingga sekarang.Di hatiku,selalu menyimpan namamu dan tidak akan ada satu wanitapun yang mampu menggantikan namamu di hatiku" ucap Ars dengan wajah seriusnya,sambil menyanggakan kepalanya di pucuk kepalanya Agatha.


"Benarkah?" tanya Agatha dengan wajah yang tersenyum bahagia dan kedua matanya yang kembali mulai memerah,karena ternyata cintanya Ars untuk dirinya tidak pernah memudar.


Sedangkan Ars segera mengangkat wajahnya saat Agatha ingin mendongakkan kepala ke arah wajahnya.


"Aku harus melakukan apa,agar kamu mau mempercayai perkataanku hm?" tanya Ars dengan nada seriusnya,ia langsung ke intinya saja karena ia tidak begitu ahli dalam bicara kata-kata manis atau romantis.Ia bertanya sambil menatap wajah tersenyumnya Agatha dan air mata yang sudah penuh di pelupuk matanya Agatha.


"Menikahlah denganku " jawab Agatha dengan cepat dan wajah yang penuh keyakinan sambil tersenyum karena ia bisa melihat ada kejujuran di setiap perkataannya Ars tadi,ia juga bisa melihat kalau di kedua matanya Ars di penuhi tatapan cinta untuk dirinya.


Hanya saja,kali ini ia tidak mau melewatkan kesempatan yang di berikan oleh Ars.Ia harus segera mengikat Ars dengan pernikahan agar Ars tidak bisa menjauh dari jangkauannya lagi.


Air matanya Agatha yang masih menggenang tadi,langsung saja mengalir saat melihat Ars hanya diam saja dengan wajah bingungnya.


Ars langsung menghela nafas dengan pelan,saat melihat air matanya Agatha yang kembali mengalir.


"Apa kamu tidak lelah,menangis terus? Jangan menangis lagi,aku tidak suka melihat calon istriku menangis" tanya Ars dengan suara lembutnya,tapi ada nada tegas di dalamnya karena ia tidak tahan melihat wanitanya yang terus menangis.Ia juga berbicara sambil mengelap air matanya Agatha yang sudah membanjiri kedua pipinya Agatha dengan kedua ibu jarinya berulang-ulang.

__ADS_1


__ADS_2