
Hery terus berjalan maju ke depan sambil menatap Grandma dan Ibu dengan wajah tegar nya,semua para tamu tadi yang sudah berdatangan 80 % dari semua tamu yang ia undang,sudah pulang semua.
Karena langsung di urus oleh anak buah nya ketika terjadi ledakan tadi,apa lagi saat mereka melihat para tamu yang panik dan terjadi sedikit keributan karena mendengar suara ledakan di lantai 2 tadi,hingga sekarang hanya menyisa kan,Grandpa,Grandma,Daddy,Ibu,Ayah,Daniel,Desi dan Agatha.
" Buk"
Tinggal 5 langkah lagi,Hery malah sudah tersungkur ke lantai karena terkena bogeman mentah yang cukup keras dari Daniel.
Hery segera mengangkat sebelah tangan nya,untuk mengisyarat kan kepada anak buah nya agar mundur,saat melihat anak buah nya yang ingin menghajar kakak ipar nya itu.
Anak buah nya yang melihat isyarat tangan Tuan mereka pun,segera mundur dengan wajah yang tidak rela,apa lagi saat mereka melihat sudut bibir Tuan mereka sedikit robek sampai berdarah karena terkena bogeman mentah nya Daniel.
"Kau bilang, akan menjaga adik ku dengan baik.Sekarang kau jelas kan pada ku,mana janji kau itu..." ucap Daniel,dengan nada emosi nya sambil menarik dan mencengkram kerah baju nya Hery hingga membuat tubuh Hery langsung berdiri.
Ketika ia mendengar ledakan di lantai 2 tadi dan salah satu pengawal mengata kan kalau itu adalah kamar Hotel yang adik nya tempati,ia segera berlari ingin melihat adik nya tapi para pengawal terus menghadang dirinya.
Ketika para pengawal tidak memperboleh kan mereka semua naik ke atas saja,emosi nya sudah memuncak.
Apa lagi sekarang,ia melihat eskpresi wajah adik ipar nya yang seperti membenar kan dugaan nya kalau adik nya sudah tiada,membuat emosi nya semakin memuncak.
Hery hanya diam saja dengan wajah datar dan mata sedih nya,sambil terus menatap wajah emosi nya Daniel.
"Daniel" tegur Ayah dengan nada tinggi nya,saat melihat putra nya sedang mengangkat sebelah tangan nya,kembali ingin memberi menantu nya bogeman mentah.
Daniel yang mendengar teguran dari Ayah pun,akhir nya dengan terpaksa,ia melepas kan cengkraman nya pada kerah baju nya Hery dengan sedikit mendorong dan meletak kan kembali sebelah tangan nya dengan enggan.
Lalu ia berbalik badan,berjalan ke arah Ayah dengan mata sedih nya dan wajah tidak puas nya.
Hery segera menahan keseimbangan tubuh nya agar tidak terjatuh karena dorongan dari adik ipar nya barusan,lalu ia kembali berjalan ke arah Grandma dan Ibu yang sedang duduk beberapa langkah dari depan nya.
__ADS_1
Saat Hery sudah berada di depan mereka berdua,ia langsung berlutut di depan Grandma dan Ibu yang masih sedang menangis tanpa henti dari tadi.
"Maaf" ucap Hery dengan nada yang lemah sambil menunduk kan kepala nya,walau pun suara nya pelan,tapi tetap masih bisa di dengar oleh semua orang.
Rasa hancur,sedih dan sesak yang tersembunyi di wajah tegar nya Hery,membuat semua orang tidak tega untuk memberi hukuman apa pun lagi kepada Hery,hanya Daniel yang masih tersulut emosi,sedang kan Desi dan Agatha hanya mampu berpelukan dan menangis.
"A apa ka kamu sudah periksa nak,a apa be benar mayat itu milik putri kami?" akhir nya Ibu berhasil mengeluar kan suara nya dengan suara serak setelah berusaha mereda kan isak tangis nya,ia masih berharap kalau putri nya masih hidup.
"Belum tahu bu,aku sudah menyuruh seorang Dokter memeriksa nya,hasil nya besok baru akan keluar" jawab Hery,masih dengan nada lemah nya.
"Se semoga saja,itu bukan putri kami" ucap Ibu sambil berdoa,wajah nya sudah di penuhi dengan air mata tapi tetap saja ada air mata yang ingin terus memaksa keluar.
"Iya,semoga saja itu bukan milik cucu menantu ku " ucap Grandma yang juga menyetujui perkataan Ibu,ia berbicara sambil menangis dan sesekali mengelap air mata nya dengan kain kecil yang memang selalu ia bawa.
"Berdiri lah nak,kita tidak boleh berpikiran negatif dulu sebelum mendapat kan hasil nya" ucap Ayah sambil mendekat ke arah Hery dan menyentuh kedua pundak nya Hery agar berdiri dari berlutut nya.
"Terima kasih Yah" ucap Hery saat mendengar nada suara yang pengertian di perkataan Ayah mertua nya.
Setelah 30 menit Hery menenang kan Grandma dan Ibu,semua orang pun pulang ke rumah masing-masing.
Awal nya mereka semua tidak mau pulang,tapi Hery memaksa dengan berbagai bujukan,akhir nya mereka pun pulang dengan membawa wajah sedih mereka masing-masing.
Hery kembali naik ke atas setelah melihat semua orang sudah hilang dari pandangan nya,beberapa puluh anak buah nya masih berada di sekitar ledakan tersebut,sebagian nya sedang mengurus mayat-mayat yg ada di mana-mana tadi lalu pulang ke markas.
Hery segera duduk di kursi yang sudah di sedia kan oleh anak buah nya,ia menatap puing puing ledakan tersebut dengan senyum hambar nya,ia kembali mengamati ruangan yang sudah hancur berkeping-keping itu.
Ia tidak menyangka kalau ia akan di serang dengan cara begini,saat ini amarah nya kembali meningkat ketika ia ingin naik ke atas tadi, anak buah nya kembali melapor kan kalau cctv mereka di retas hingga mereka tidak mengetahui kalau ada penyerangan di samping Hotel ini.
__ADS_1
Sistem sinyal yang ingin di kirim oleh Mark kepada Ars pun di beri virus hingga Mark tidak bisa memintak bantuan dari jarak jauh.
Sekarang ia harus kehilangan istri nya karena kecerobohan Asisten nya,padahal Ars adalah seorang Hacker yang lumayan pintar,tapi.....
Lagi-lagi ia menghela nafas dengan berat,ia juga segera menepis beberapa air mata yang sedang menetes di sudut mata nya dengan jari telunjuk nya.
Ntah bagaimana cara nya,ia harus melampias kan amarah nya kepada Asisten nya itu,padahal biasa nya Ars selalu bisa di andal kan.Tapi sekarang,ah,ia sudah tidak mau memikir kan tentang Ars lagi,jika tidak,amarah nya pasti akan terus meningkat.
Kemudian Hery berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar dari ruangan yang sudah hancur itu,tapi baru saja ia berjalan 2 langkah,kaki nya memijak sesuatu,ia pun langsung menghenti kan langkah nya.
"Apa ini? "tanya Hery pada diri nya sendiri sambil berjongkok dan menelisik benda keras yang sedang ia pijak.
"Bukan kah ini HP nya Honey" gumam Hery dengan nada yang semakin lemah saat sudah mengenali benda yang hanya utuh sebelah saja.
Hati nya semakin sesak saja saat melihat salah satu benda milik istri nya ada di sekitar ledakan tersebut,harapan nya tentang istri nya masih hidup, terasa seperti mustahil sekarang.
Kemudian ia melempar kan HP tersebut ke sembarang tempat,lalu kembali berdiri dari jongkok nya dan melanjut kan langkah nya.
Tapi lagi-lagi ada benda yang di pijak oleh Hery,saat ia sudah 3 langkah dari ruangan hancur itu.Ia kembali berjongkok,karena rasa penasaran nya.
"Apa itu bearti,kamu masih hidup Honey" gumam Hery pelan,saat melihat kalung pemberian Ayah dan Ibu untuk istri nya ketika pernikahan kemaren,gara-gara kalung itu sampai istri nya tidak mau memakai kalung yang ia beri,istri nya hanya memakai cincin pernikahan mereka saja.
Walau pun begitu,Hery tidak pernah mempermasalah kan nya.Tapi sekarang kalung itu terjatuh di luar ruangan yang sudah hancur itu,jika dugaan nya benar,bearti istri nya sudah keluar sebelum ruangan itu meledak.
Tapi di mana istri nya sekarang,jika benar-benar masih hidup.Ia jadi harus berpikir keras untuk mencari tahu tentang dugaan nya ini.
Harapan nya yang sempat hampir pupus tadi,kembali muncul,hati sesak nya juga sudah mengurang saat memikir kan kemungkinan besar istri nya masih hidup.Walau pun ia tetap tidaķ bisa tersenyum,tapi kalung ini setidak nya dapat memberi nya sedikit semangat.
Kemudian ia pun kembali berdiri dari jongkok nya,lalu kembali melanjut kan langkah nya lagi untuk menuju ke tempatArs berada, yang di guna kan oleh Ars untuk melaksana kan tugas yang ia perintah tanpa suara tadi.
__ADS_1