Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
20. Ars jatuh cinta.


__ADS_3

Di Kediaman Orang tua Ashley.


Tepat jam 7 malam,rombongan beberapa mobil berhenti di depan sebuah rumah yg berpagar dan sederhana tp tdk terlalu kecil.Beberapa pria keluar dari dalam mobil lalu menyisa kan 1 mobil yg masih ada penghuni nya.


Beberapa pria yg turun tadi ,lgsng bergegas hendak masuk ke dalam rmh tersebut.


Pintu rmh org tua nya Ashley pun lgsng di dobrak dari luar,lalu terlihat lah isi dari dalam rmh tersebut.Mereka pun lgsng masuk untuk memeriksa dan melaku kan apa yg di tugas kan oleh Tuan nya.


Seorg pria yg terlihat seperti ketua dari kelompok itu pun lgsng menyuruh anak buah nya untuk memeriksa ke seluruh pelosok yg di dalam rmh tersebut,untuk mencari apa yg di ingin kan oleh Tuan nya.


Tp ternyata yg di cari tdk ada sama sekali,kemudian sang ketua pun segera menyusul ke tempat Tuan nya berada,bermaksud untuk memberi laporan kepada Tuan nya.


" Tuan 2 paruh baya itu tdk ada di rmh itu Tuan?" lapor sang pengawal sambil menunduk kan sedikit kepala nya,di samping jendela mobil.


" Apa ? bagaimana bs? bukan kah td sore mereka masih ada di rmh" ucap Aldy heran dengan nada tinggi.


" Apa kah mereka tengah pergi keluar sebentar?" tanya Aldy sambil berpikir keras.ia juga berbicara sambil berjalan masuk ke dalam rmh itu.


" Iya seharus nya memang begitu Tuan,tp ntah kenapa sekarang ke 2 paruh baya itu malah tdk ada di dalam rmh itu" jwb anak buah nya dengan gugup.


Aldy pun menjadi sangat marah setelah mendengar apa yg di kata kan oleh bawahan nya,meja yg ada di depan nya pun menjadi sasaran kemarahan nya.Aldy menendang meja yg ada di depan nya dengan emosi,hingga membuat meja tersebut terpelanting ke ujung sudut rmh.


" Dasar sangat tdk berguna ,kenapa kalian selalu saja gagal " ucap Aldy marah dengan perasaan campur aduk,emosi dan kesal.


" Dasar sialan " umpat Aldy lagi setelah mendapati kalau 2 paruh baya itu bukan sekedar keluar sebentar tp ke 2 paruh baya itu sedang melari kan diri,amarah nya pun semakin menjadi jadi.


Aldy juga berteriak teriak untuk meluap kan segala amarah nya.Para bawahan nya hanya mampu berdiri diam dengan kepala tertunduk.Asisten nya juga sama,tak mampu berbuat apa apa selain berdiam diri dan menunduk kan kepala nya.


Setelah Aldy selesai melepas kan semua emosi nya,dia pun berjalan ke arah keluar untuk menuju ke mobil nya dengan wajah yg sangat kesal.Lalu di ikuti oleh Asisten nya,kemudian bergantian dengan bawahan nya.


Meninggal kan rumah yg berisi dengan ruang tamu yg berantakan,kemudian mereka semua pun pergi dari sana dengan tangan kosong.


###


Di Cafe Desi.

__ADS_1


Sementara di tepi jalan depan sebuah Cafe milik Desi,sebuah mobil berhenti di sana tepat jam 7 malam.Ada 2 penghuni di dalam mobil tersebut,siapa lagi kalau bukan Hery dan Ars, mereka ber 2 berhenti di sana,itu sudah menjadi aktivitas mereka ber 2 hampir setiap malam.


Mereka ber 2 duduk dalam hening di mobil tersebut,sambil melihat 3 wanita yg ada di tepi danau sana yg sibuk mengobrol.


Hery menatap Ashley tanpa bergerak sedang kan Ars juga tak berhenti menatap Agatha sambil tersenyum penuh arti.Seperti nya ia sudah tahu akan kemana,ia harus mencari calon istri.


" Tuan ,apa aku boleh mintak tolong?" tanya Ars tiba tiba hingga mampu membuyar kan lamunan Hery.


" Tumben sekali kau seperti ini? " tanya Hery dengan bingung campur rasa tak percaya sambil menelisik wajah Ars lama.Ars memang sama sekali tdk pernah mintak tolong sama nya,malahan Ars lah yg paling banyak menolong nya.Maka dari itu Hery seperti tdk percaya dengan apa yg sedang di dengar kan nya sekarang.


" Jwb dulu pertanyaan ku Tuan" jwb Ars dengan kesal,karena Hery tdk henti henti nya menatap wajah nya.


" Bilang dulu,apa yg harus aku tolong?" tanya Hery,lgsng ke inti nya,tapi mata nya sudah berpindah menatap Ashley kembali.


" Apa kah Tuan bs kirim surat kerja sama ke Perusahaan Wijaya Group?" jwb Ars sambil bertanya.


" Aku ingin mendekati putri nya Tuan Wijaya" lanjut Ars lagi,supaya Tuan nya itu mau membantu nya.


Hery yg mendengar perkataan Ars yg terakhir itu,menjadi semakin kaget,ia pun lgsng menoleh kan kepala nya ke arah Ars.


" Serius,aku harus mendapat kan calon istri untuk melunas kan permintaan Grandma" ucap Ars dengan kesal saat melihat wajah tak percaya nya Hery.


" Apa kau ingin mempermain kan hati sahabat Ashley Ars?" tanya Hery tegas,karena ia merasa ide nya Ars kurang bgs.


" Apa kah kau tahu resiko nya?" lanjut Hery lagi,ia memang benar benar tdk akan membantu bahkan mendukung jika Ars memang hanya ingin mempermain kan hati Agatha.


Ars memutar bola mata nya dengan malas saat mendengar tuduhan tdk benar dari Hery,belum sempat menjawab nya tp sudah di potong sama Hery ke mana mana.


" Apa aku sebrengsek itu?" tanya Ars kesal.


" Mana aku tahu,maka nya tadi aku tanya" jawab Hery santai sambil tertawa kecil saat melihat wajah kesal nya Ars.


" Aku tdk akan mempermain kan hati nya karena seperti nya,aku memang benar benar telah jatuh cinta kepada putri Tuan Wijaya itu saat pertama bertemu kemaren" jwb Ars bersungguh sungguh sambil tersenyum menatap ke arah Agatha yg sedang sibuk bersenda gurau bersama 2 teman nya.


" Kapan kau bertemu dengan dia? kenapa aku bs tdk tau ?" tanya Hery penasaran.

__ADS_1


" Kemaren ketika Tuan pertama kali melihat Nona Ashley berkumpul bersama 2 teman nya" jwb Ars,masih terus menatap Agatha.


' Bagaimana Tuan nya bs tau,sedang kan saat itu isi kepala nya penuh dengan wajah Nona Ashley' batin Ars.


" Oh ya,itu bearti aku yg pertemu kan kalian berdua,sangat Perfect sekali" ucap Hery sambil tersenyum senang dan bahagia karena saudara nya juga telah menemu kan pujaan hati nya.


" Baik lah, kalau begitu aku akan membantu mu,besok kau bs lgsng mengirim kan surat kerja sama itu ke Perusahaan Wijaya Group" lanjut Hery lagi,seperti nya ia memang benar benar turut bahagia untuk Ars.


" Terima kasih Tuan" jwb Ars sambil menggoda Hery dengan sengaja.


" Kau buat aku geli saja" ucap Hery sambil bergidik geli.


Ars yg melihat nya,hanya tertawa kecil.


Mereka ber 2 kembali fokus menatap ke arah 3 wanita tadi,ternyata masih belum selesai mengobrol.


Di dalam mobil kembali hening,10 menit berlalu Hery kembali bersuara.


" Apa kah kau sudah mendapat kan bukti bukti kejahatan yg di laku kan olah Aldy?" tanya Hery penasaran.


" Sudah Tuan,cuma kasihan nya,ke dua org tua nya sama sekali tdk tahu menahu" ucap Ars sambil menatap Agatha.


" Itu sudah menjadi resiko nya,kenapa juga mereka tdk mengawai dan mendidik putra nya dengan baik" ucap Hery yg jg sambil menatap Ashley


Seperti nya saat ini 2 pria ini,di benak nya hanya ada wanita nya saja.


" Tuan memang benar" jwb Ars pura memuji,padahal ia hanya asal menjawab karena terlalu fokus ke Agatha.


" Dasar kau ini" ucap Hery kesal sambil menjitak kening nya Ars.


" Auch" pekik Ars sambil mengelus elus kening nya yg memang terasa sakit karena Hery memang menjitak nya dengan tenaga 50 persen nya.


" Ayo,sudah waktu nya kita pulang untuk beristirahat" ucap Hery saat ia melihat 3 wanita itu sudah beranjak meninggal kan Cafe untuk pulang ke rumah masing masing.


" Kita juga harus mengumpul kan tenaga untuk melawan Aldy ,seperti nya beberapa hari lagi dia akan bereaksi kembali" lanjut Hery lagi sambil menegadah kan kepala nya ke atas lalu memejam kan mata nya.

__ADS_1


" Baik Tuan" jwb Ars sambil melaju kan mobil untuk menuju ke apartemen mereka.


__ADS_2