Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
133. Penyesalan Ayahnya Agatha


__ADS_3

"Kau masih bertanya,setelah apa yang telah kau laku kan?"tanya Ars,karena sedang emosi bercampur kesal,ia sampai tidak memikir kan sopan santun lagi terhadap kedua orang tuanya Agatha.


"A apa maksud Tuan?" Ayahnya Agatha malah balik bertanya dengan wajah yang bingung bercampur takut.


Ia bingung dengan perkataan nya Ars,setahu dirinya dan sekejam-kejam apa dirinya,ia tidak pernah berniat atau pun tega membiar kan putrinya menderita tapi Ars sekarang malah menuduh dirinya,yang ia sendiri tidak tahu apa permasalahan nya.


Ars menghembus kan nafasnya dengan kasar,ia menahan rasa amarahnya agar ia tidak sampai berbuat sesuatu yang buruk pada pria paruh baya yang ada di depannya ini,terlebih lagi pria paruh baya itu adalah Ayahnya Agatha.


"Menjadi Ayah yang egois.Menjodohkan putri sendiri,perjodohan yang hanya demi kepentingan Perusahaan saja" jawab Ars dengan wajah yang tidak sedingin tadi lagi tapi masih tetap dengan wajah yang datar dan nada yang tegas.


"Pria brengsek yang kau jodoh kan untuk putri kau itu,tadi hampir saja meleceh kan Agatha" lanjut Ars, sambil menatap wajah bingungnya Ayah Agatha yang langsung berubah menjadi terkejut saat mendengar perkataan dari dirinya.


"Kali ini aku bisa menyelamatkannya tapi lain kali belum tentu aku bisa menyelamatkannya" lanjut Ars lagi,walau pun ia merasa sanggup untuk menjaga Agatha lebih baik dari Ayahnya Agatha,hanya saja untuk sekarang ia belum memiliki hak penuh atas hidup Agatha.


"Lain kali jika ingin mencari kan suami untuk putri kau,lihat lah baik-baik terlebih dahulu pria yang akan di nikah kan sama Agatha.Jika kejadian tadi kembali terulang,aku akan membawa Agatha pergi dari sini saat itu juga " lanjut Ars lagi,ia sudah berbicara panjang lebar malam ini,demi untuk mengurangi rasa kesal dan juga amarahnya.


Kemudian ia langsung berjalan keluar dari dalam rumahnya Agatha tanpa menunggu jawaban dari Ayahnya Agatha lagi,ia juga tidak memperduli kan wajah terkejutnya Ayahnya Agatha tadi yang sudah kembali berubah eskpresi.


Setelah berada di dalam mobil,Ars segera melaju kan mobil miliknya menuju ke Apartemen nya dengan kecepatan sedang,ia ingin segera mengistirahat kan tubuh dan pikiran lelahnya.


Sedang kan di ruang tengah rumahnya Agatha,Ayah Agatha masih berdiri dengan wajah kaget bercampur emosi sambil memegang dadanya yang terasa sedikit sakit,karena efek dari sakit jantung nya.


Tapi untung saja tidak terjadi apa-apa sama putrinya,jika sampai terjadi apa-apa sama putrinya tadi.Mungkin saja tubuh tuanya itu sudah ambruk ke lantai saat ini juga,karena perbuatan bodohnya yang telah mengambil keputusan untuk menjodoh kan putrinya sendiri ke putra rekan bisnisnya.


Sekarang ia menyesali keputusannya hari itu.Benar kata Tuan Ars tadi,ia memang Ayah yang egois karena hanya memikir kan keuntungan bisnis hingga tidak memikir kan kebahagiaan putrinya,bahkan putri nya masih terlalu muda untuk di nikah kan.


Tapi putrinya juga tidak menolak perjodohan yang ia tawar kan hari itu,maka dari itu ia tidak memikir kan lebih banyak lagi.Ia juga tidak menyangka kalau pria yang ia pilih kan itu,yang ia anggap pria yang baik dan bisa menyayangi putrinya malah berbuat sebrengsek itu sama putrinya.


Ia baru sadar kalau ternyata mereka hanya mengingin kan hartanya saja,karena hanya Agatha satu-satunya Pewaris keluarganya untuk menerus kan Perusahaan.


Setelah beberapa menit ia berdiri di sana sambil menyesali kesalahannya,ia segera menelepon Ayahnya pria yang ia pilih itu dan membatal kan kerja sama antara mereka tanpa memperduli kan maki-makian yang di sembur oleh Ayah pria tersebut dari seberang telepon sana.


Kemudian setelah ia selesai telepon,lalu ia segera berjalan untuk menaiki anak tangga menuju kamar putrinya dengan langkah yang pelan.


"Ceklek" Ayahnya Agatha segera mrmbuka pintu kamar miliknya Agatha dengan gerakan pelan,terlihat Sang istri yang sedang mengoles cream ke pergelangan tangan putrinya.


"Ayah"


"Ayah"

__ADS_1


Panggil Ibunya Agatha dan Agatha secara bersamaan sambil menatap Sang Ayah yang sedang berjalan mendekati mereka dengan wajah yang tersenyum.


Setelah sampai di dekat istri dan juga putrinya,ia langsung duduk di samping putrinya,lalu memeluknya dari samping dan langsung di balas oleh Agatha dengan wajah bingungnya saat melihat Sang Ayah yang jarang seperti ini.


Sedang kan Sang Ibu yang tahu kalau sang suami yang pasti sedang sedih mengenai kejadian yang telah menimpa putri mereka itu,ia pun segera berdiri dan berpindah duduk di sebelah suaminya dan sedikit memeluk suaminya.


Ia juga terkejut dan marah,pada saat mendengar penjelasan dari putri mereka tadi.Ia juga tidak menyangka pria itu akan sebrengsek itu.


Dari kemaren ia juga tidak menyetujui perjodohan itu karena putrinya yang masih berumur 19 tapi karena suaminya memaksa dan putrinya juga tidak berkomentar,maka dari itu ia pun tidak melanjut kan penolakannya lagi.


"Kenapa kamu tidak menolak saja,perjodohan yang Ayah tawarkan hari itu? " tanya Ayah tanpa melepas kan pelukan mereka sambil menahan tangisannya di pelupuk mata karena baginya pria paling pantang untuk menangis.


Agatha hanya terdiam karena terkejut mendengar pertanyaan dari Ayahnya,tapi beberapa detik kemudian ia malah terisak di dada Ayahnya.


"Jika saja,hari itu kamu menolaknya,Ayah pasti akan membatal kan perjodohannya hari itu juga" lanjut Ayah lagi,dengan wajah bersalahnya sambil mengelus-elus sayang punggung putrinya yang sedang terisak.


Sedang kan Ibu juga ikut terisak di punggung suaminya,ia jadi ikut menjadi sedih saat melihat putri kecilnya yang sedang terisak di pelukan suaminya.


Agatha semakin terkejut saat mendengar perkataan yang tidak ia sangka dari Ayahnya,ia kira Ayahnya akan marah kalau ia menolaknya hari itu tapi ternyata malah di luar dugaannya.


Kalau tahu begini,kenapa ia tidak menuruti saran 2 sahabatnya yang menyuruhnya bilang terus terang sama Ayahnya,ia hanya bisa merutuki kebodohannya saat ini.


"Dasar,apa Ayah memang suka memarahimu hingga kamu menjadi takut begitu untuk melawan Ayah hm" tanya Ayah sambil mengurai kan pelukan mereka untuk menatap wajah dan mata sembab putrinya.


"Tidak juga,aku hanya mengkhawatir kan jantung Ayah saja" jawab Agatha dengan wajah yang cenges-ngesan saat melihat wajah tersenyum Ayahnya, sambil menunjuk dada Ayahnya menggunakan jari telunjuknya.


"Dasar" Ucap Ayah sambil menyentil keningnya Agatha dengan pelan hingga membuat Agatha mengaduh pelan karena merasa ngilu.


"Auchk.... Ayah" panggil Agatha dengan nada manjanya sambil mengelap sisa isakannya tadi.


Ayah hanya menggeleng-geleng kan kepalanya dengan pelan saat melihat bibir yang mengerucut ke depan dan suara manja putrinya ini.


"Maaf kan Ayah ya,hampir saja Ayah menghancur kan masa depan mu " ucap Ayah dengan wajah bersalahnya kembali, sambil memegang kedua pundaknya Agatha dan menatap wajah tersenyum putrinya.


"Ayah tidak bersalah apa pun,ini semua salah ku karena aku yang tidak berani menolak tawaran dari Ayah hari itu.Jadi Ayah jangan merasa bersalah lagi ya..." jawab Agatha dengan wajah yang tersenyum lebar sambil memeluk Ayahnya kembali dan langsung di balas oleh Sang Ayah,mereka pun saling berpelukan tanpa menyadari wajah cemberut wanita paruh baya yang berada di punggung Sang Ayah.


Ayah hanya tersenyum pasrah saat mendengar perkataan mengalah dari putrinya ini,anaknya memang hanya Agatha 1 orang saja tapi mampu membuat mereka berdua bahagia.


karena Agatha tidak pernah membantah dan juga tidak pernah berbuat yang aneh-aneh hingga membuat mereka berdua tidak perlu memusing kan hal-hal yang tidak perlu di usia tua mereka sekarang,mereka berdua sangat bersyukur dan bahagia karena sudah memiliki Agatha dalam hidup mereka.

__ADS_1


Jadi mereka pun tidak pernah mengkhawatir kan tentang pewaris pria atau apa pun,karena bagi mereka memiliki Agatha saja sudah cukup bagi mereka.


"Jadi,bagaimana dengan perjodohan hari itu Yah?" tanya Agatha sambil mendongak kan kepalanya untuk menatap wajah Ayahnya,ia baru teringat kalau Ayahnya masih belum membatal kan perjodohan itu.


"Tenang saja,perjodohan itu sudah Ayah batal kan barusan" jawab Ayah sambil tersenyum sambil menatap wajah panik putrinya.


"Benar kah?" tanya Agatha dengan wajah tidak percayanya,secepat itu kah Ayahnya membatalkan perjodohan itu,padahal baru saja di bicara kan tadi.


"Terima kasih Ayah" ucap Agatha dengan wajah yang tersenyum lega dan nada senang,sambil kembali memeluk Ayah dengan erat untuk menyalur kan rasa senangnya.


"Apa kamu ingin membuat suami ku sesak hm?" tanya wanita paruh baya yang sudah mulai kesal dari tadi karena tidak di perhati kan,hingga membuat Agatha segera mengendur kan pelukannya.


"kenapa berada di sini,jika aku seperti patung tidak bernyawa saja " lanjut Ibu lagi dengan wajah yang pura-pura merajuk tanpa menatap 2 orang yang berbeda usia itu.


"Maaf kan Ayah ya"


"Maaf kan Agatha Bu"


ucap Ayah anak itu dengan wajah bersalahnya tapi beberapa detik kemudian mereka ber 3 tersenyum bersama-sama.


Ayah segera merangkul pinggul Istri dan putrinya di samping kiri dan kanan tubuhnya,lalu ia tersenyum bahagia,memiliki 2 wanita yang mengisi hidupnya ini adalah hal yang paling bahagia buat dirinya di dunia ini dan ia sudah merasa cukup.


Beberapa saat kemudian...


"Ayah,siapa pria yang mengendong Agatha tadi?" tanya Ibu dengan wajah penasarannya,ia baru teringat dengan pria tampan tadi yang menyelamatkan putri mereka itu tapi wajah pria tampan itu agak menakut kan karena hanya wajah datar saja yang ia lihat tadi.


"Dia adalah salah satu pria hebat yang berada di tangan pria yang terhebat Bu" jawab Ayah dengan tersenyum kagum,ia juga sangat ingin berterima kasih kepada Tuan Ars karena telah menolong putrinya malam ini,besok atau kapan saja,mungkin ia akan mencari kesempatan untuk berterima kasih kepada pria itu.


"Owh,kedengaran nya sangat bagus.Tapi dia sangat perhatian sama putri kita Yah,seandainya saja pria itu menjadi menantu kita" ucap Ibu berandai andai,sekali lihat saja ia sudah menyukai pria itu tadi.Hanya saja wajah datar pria itu,membuat dirinya jadi bergidik ngeri.


"Alangkah bagus nya ya Yah,kalau benar begitu?" tanya Ibu lagi sebelum suaminya sempat menyela.


"Jangan mengada-ngada" jawab Ayah dengan wajah kesalnya,istrinya ini ada-ada saja,malah mengharapkan yang tidak mungkin.Ia juga berpikir kalau Tuan Ars perhatian atau menyelamat kan Agatha hanya salah satu tugasnya saja karena Agatha masih manggang di Perusahaan Tuannya dan masih menjadi tanggung jawabnya.


"Ayah,aku mempunyai 1 permintaan.Boleh ya?" tanya Agatha yang memotong pembicaraan antara kedua orang tuanya,ia mencoba memberani kan diri untuk meminta,walau pun ia tidak tahu akan di kabul kan atau tidak.


"Apa saja,akan Ayah kabul kan.Tapi jangan yang aneh-aneh ya..." jawab Ayah dengan wajah tersenyum dan nada seriusnya,sambil menatap wajahnya Agatha.


"Aku.... ingin meminta Ayah menjodoh kan aku dengan Tuan Ars" jawab Agatha dengan wajah yang harap-harap cemas dan takut,ia juga berbicara dengan lambat sambil sedikit menunduk kan kepalanya karena takut menatap wajah Ayahnya,kalau-kalau saja Ayahnya marah atau syok saat mendengar permintaan gilanya ini.

__ADS_1


"Apa?" tanya Ayah, dengan wajah kagetnya sambil berdiri dari duduknya karena syok saat mendengar permintaan gila putrinya ini.


__ADS_2