
Setelah Grandma,Grandpa,Daddy,Ars dan Hery selesai bercanda dan mengobrol tentang persiapan pernikahan dan resepsi Hery dan Ashley,Grandma dan Grandpa pun menghembus nafas lega.
Ternyata cucu nya sudah memperdisp kan segala nya dari awal,seperti nya Hery memang berniat sekali untuk menikah,padahal 2 bulan lalu ketika pulang ke kota ini bersama Ars.
Ia malas mau membicara kan hal yg berbau pernikahan bahkan terkadang ia sering menghindar,tapi kehadiran seorang wanita ke dalam hidup nya telah merubah segala nya.
Wanita yg tidak di sangka akan merubah rasa trauma nya terhadap pernikahan Ayah nya dan juga merubah hati nya yg awal nya selalu beku sekarang telah mencair dengan suka rela,tapi hanya untuk seorang wanita yg bernama Ashley Richard saja tentu nya.
Tentu saja Grandma dan Grandpa tidak akan menyia-nyia kan kesempatan berharga ini,apa lagi saat mereka memikr kan tentang cicit yg akan hadir di dalam keluarga mereka nanti,seperti nya kebahagiaan mereka akan terus bertambah.
Hery dan Ars pun segera mengikuti langkah kaki Daddy saat melihat isyarat mata dari Daddy yg menyuruh mereka ber dua mengikuti nya meninggal.
Grandma dan Grandpa yg mengerti pun langsung mengangguk pada Hery dan juga Ars,sebelum mereka ber dua beranjak dari sana tadi.
Di ruang kerja Daddy.
"Apa kau begitu tidak sabaran untuk menikah hm?" tanya Daddy dengan nada kesal,wajah nya sudah hampir mau kusut saja karena tidak bisa melepas kan rasa kesal nya dari kemaren saat ia sudah mengetahui keputusan akhir dari putra nya itu.
"Kenapa kau tidak mau mendengar peringatan ku kemaren?" tanya Daddy lagi,ternyata rasa kesal nya sudah bertumpuk-tumpuk.
Sedang kan Hery dan Ars hanya diam saja dan sedikit menunduk kan kepala mereka,mereka ber dua dengan wajah tenang nya mendengar luapan kesal dari Sang Daddy dan menunggu kesempatan untuk berbicara.
"Baru 2 bulan saja di sini,sudah mampu membuat ku pusing" lanjut Daddy,ia memang bahagia jika Hery ingin menikah,tapi untuk sekarang terlalu beresiko menurut nya.
"Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu sama calon menantu ku itu?" tanya Daddy lagi,wajah kesal nya berubah menjadi khawatir,ia bertanya sambil terus menatap Hery.
"Itu tidak akan terjadi Dad" ucap Hery dengan wajah tenang sambil menatap Daddy.
__ADS_1
Tapi sebenar nya di dalam hati nya,ia sedang berpikir,perkataan Daddy ada benar nya juga,seperti nya mulai sekarang ia harus lebih waspada lagi.
"Kenapa kau bisa seyakin itu?"tanya Daddy dengan wajah penasaran karena melihat wajah tenang putra nya,ia bertanya sambil menelisik wajah Hery dan Ars secara bergantian.
"Karena aku rasa dengan kemampuan ku dan Ars,kami pasti bisa melindungi wanita ku jadi ia pasti akan selalu aman,terlebih lagi jika nanti akan ada Ayah yg membantu ku untuk menjaga calon istri ku"jwb Hery dengan wajah santai nya tanpa merasa bersalah.
"Cih,kenapa kau percaya diri sekali.Seperti aku benar-benar akan membantu mu saja" ucap Daddy sambil mendengus kesal.
"Setelah berbuat semau nya,sekarang memintak bantuan ku cih..." lanjut Daddy lagi dengan wajah yg semakin kesal.
Kemaren saat ia mendengar dari Ars kalau putra nya itu sedang jatuh cinta hingga membuat ia senang bukan main,ia pun sudah merencana kan pernikahan putra nya itu setelah beberapa bulan ke depan nanti setelah urusan wanita gila itu selesai,tapi perbuatan putra nya malah di luar dugaan nya.
"Apa Daddy pikir aku tidak tahu kalau Daddy selalu mengirim seseorang untuk melindungi kami?" tanya Hery dengan wajah yg tersenyum puas saat melihat wajah kaget nya Daddy.
"Dari mana kau bisa tahu?" tanya Daddy dengan wajah kaget nya sambil terus menatap Hery.
Ia memang mengirim seseorang untuk melindungi 2 putra nya itu karena khawatir dengan keselamatan mereka ber dua,walau pun kemampuan mereka melindungi diri cukup membuat ia mengacung kan jempol tapi tetap saja ia merasa khawatir.
"Apa Daddy sedang meragu kan kemampuan ku?" tanya Hery balik tanpa menjawab sambil tersenyum sombong ke arah Daddy.
"Cih,dasar anak nakal,merepot kan" ucap Daddy,lagi-lagi Daddy mendengus kesal saat melihat nada sombong nya Hery.
"Daddy jangan khawatir,aku akan membantu Hery" timpal Ars yg dari tadi hanya menyimak saja.
"Iya,kalian ber dua sama saja" ucap Daddy yg sudah terlanjur kesal,Ars pun ikut menjadi sasaran luapan kekesalan nya.
Setelah 1 jam berlalu,Hery dan Ars pun segera keluar dari dalam ruang kerja nya Daddy setelah selesai di omelin dan di beri beberapa nasehat tentang seorang pria yg sudah menikah nanti.
__ADS_1
Setelah selesai berpamitan sama Grandma dan Grandpa,mereka ber dua pun langsung menuju ke mobil.Kemudian masuk ke dalam mobil lalu Ars segera melaju kan mobil ke Perusahaan untuk mengerja kan perkerjaan yg telah tertunda pagi tadi.
Di rumah Ashley.
Sekarang tepat pukul 7 malam,Ashley sudah bela-bela tidak sekolah tadi pagi,ia sudah memintak bantuan kepada Agatha dan Desi untuk memintak izin atas nama nya.
"Apa kau tidak bisa duduk sebentar saja" tegur Daniel dengan ketus sambil menatap jengah ke arah adik nya yg sedang mondar-mandir dengan melangkah pelan sambil mengigit jari telunjuk nya.
"Apa dengan kau begitu,akan bisa mengubah rasa khawatir mu itu..." lanjut Daniel dengan terus menatap adik nya sambil menggeleng-geleng kan kepala dengan pelan.
"Apa perlu kakak memvideo kan tingkah mu ini,lalu kakak akan mengirim kan nya kepada kekasih pujaan mu itu" lanjut Daniel lagi dengan nada mengancam saat melihat adik nya yg masih tidak mau duduk.
Ternyata ancaman dari kakak nya berhasil membuat Ashley berhenti mondar-mandir dan segera duduk di samping kakak nya.
"Kak,apa yg harus aku laku kan jika keluaga nya Hery sampai nanti?" tanya Ashley dengan wajah bingung nya sambil menatap kakak nya.
"Pertanyaan apa itu? Tentu saja kau harus menyambut mereka,kau ini ada-ada saja" jwb Daniel dengan tersenyum heran saat melihat wajah bingung adik nya,sambil menoyor dahi nya Ashley dengan lengkungan jari nya sedikit kuat.
'Padahal hanya mau bertemu keluarga kekasih nya saja tapi tingkah adik nya seperti mau bertemu siapa saja,ia benar-benar di buat tidak mengerti'pikr Daniel.
"Kakak"pekik Ashley dengan wajah kesal nya sambil mengelus-elus dahi nya yg terasa sakit.
Sedang kan Ayah dan Ibu hanya mampu geleng-geleng kepala saat melihat tingkah ke dua putra putri mereka nya ini.
"Sudah sudah kau jangan khawatir terlalu berlebihan nak,tunggu saja mungkin bentar lagi mereka akan sampai,jadi kau harus menyambut mereka dengan sopan nanti.Mengerti?"ucap Ayah yg berusaha menenang kan sang putri.
"Iya,bukan kah Hery juga sudah bilang,jika semua nya akan baik-baik saja" lanjut Ibu yg membantu Ayah untuk menenang kan putri mereka.
__ADS_1
Ashley pun segera mengangguk tanpa bicara apa-apa lagi.
Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil dari luar rumah,seperti nya bukan satu mobil saja tapi lebih dari satu mobil.?