
Setelah sampai di dalam kamar,Ashley segera merebah kan tubuh nya ke atas kasur dan ia segera meraih selimut lalu menutup tubuh nya berniat ingin langsung tidur.
Ia masih malas untuk menyapa suami nya itu karena masih sedikit kesal dengan ulah suami nya itu,karena ulah nya ia harus merasa kan malu yg tidak bisa terjabar kan di depan keluarga suami nya.
Tapi tidak semudah itu ia bisa langsung tidur,karena beberapa detik kemudian Hery segera menyusul masuk ke dalam selimut tanpa menghirau kan rasa kesal istri nya.
Tangan nya segera menyapa 2 bukit indah yg sedang di pikir nya barusan sebelum Ashley sempat menjauh kan diri dari nya.
Ashley yg ingin lari tadi,hanya mampu pasrah karena ia sudah tidak sempat menghindar karena gerakan mendadak dari Hery dan ia juga sudah mulai merasa kan panas dingin,ternyata suami nya sekarang semakin pandai membuat nya terbuai hingga tidak sanggup menolak lagi,dalam sekejap hilang sudah rasa kesal nya tadi.
"Ho honey,a apa kau tidak lelah?" tanya Ashley yg mencoba bernegosiasi,mata nya sudah terlihat sayu,membuat Hery semakin menyukai nya.
"Kalau yg ini,aku tidak akan pernah lelah Honey" jwb Hery sambil tersenyum senang karena istri nya sudah terbuai oleh sentuhan-sentuhan nya,hingga istri nya tidak mampu lagi berkutik,walau pun hanya untuk bicara karena Hery segera membungkam bibir nya dengan rakus,seperti tidak ingin melepas kan nya lagi.
Ashley akhir nya menyerah untuk membuat suami nya berubah pikiran karena suami nya seperti nya sudah tidak bisa di bantah lagi,saat ini ia hanya mampu mendesah pasrah di bawah kuasa suami nya,pakaian tidur mereka pun ntah sudah terlempar ke mana-mana tanpa ia sadari.
Hery yg melihat Ashley mengeluar kan suara indah nya,ia segera menurun kan tangan nya untuk mencari benda yg sudah ia incar-incar kan dari tadi hingga suara indah nya Ashley semakin terdengar di indra pendengaran nya,yg mampu membuat rasa panas di tubuh nya semakin membara.
Setelah ia puas mendengar suara indah nya Ashley,Hery segera memasuki Ashley dengan sekali hentakan walau pun masih terasa mengigit.
Tapi tidak seperti yg pertama kali nya lagi yg mengharus kan ia untuk berjuang 3 kali hentakan baru bisa memasuki nya,hingga membuat Hery sedikit kewalahan saat itu.
Akhir nya bencana yg seperti malam semalam harus terjadi lagi dan lagi-lagi Hery membuat tubuh Ashley kembali remuk redam,ntah bagaimana nasib Ashley besok pagi,hanya diri nya saja lah yg tahu.
Itu adalah bencana bagi Ashley yg sudah mulai tidak berdaya saat ini tapi tidak dengan Hery yg terlihat masih sangat bersemangat.
__ADS_1
Kemudian mereka ber dua pun kembali melalui malam panjang yg indah lagi,dentingan-dentingan jarum jam yg sedang bergerak semakin malam pun,sama sekali tidak membuat mereka terganggu.
Malahan suara indah mereka terus-terusan saling bersahutan sepanjang malam,seperti nya Hery memang pandai sekali memanfaat kan liburan seminggu nya ini,ia tidak akan menyia-nyia kan nya.
Malam berikut nya Hery terus menggempur nya seperti biasa nya hingga membuat Ashley terus cemberut jika di siang hari,tapi Hery sangat pandai menghibur nya,cemberut nya pun menjadi menghilang begitu saja,kadang datang kembali karena ulah mesum suami nya itu.
Sepasang pengantin baru itu sibuk memproduksi anak dan bergelut seperti tidak ada puas nya.
Sementara di sebuah restoran mahal,seorang pria yg sudah berpakaian rapi terlihat sangat tampan dan berkharisma walau pun tetap tidak bisa menandingi kharisma dan tampa nnya seorang Hery Kusuma.
Sedang duduk di tengah-tengah ruangan sambil melirik jam di pergelangan tangan nya,terlihat seperti sedikit gugup dan tidak sabaran agar wanita yg ia tunggu segera datang.
Ia terus-terusan menatap pintu masuk dengan wajah yg berusaha tenang,seperti nya ia sedang mempunyai feeling yg gak enak saat ini tapi ia mencoba mengusir nya jauh-jauh.
Yah,dia adalah Ars yg sudah dari kemaren mengatur rencana untuk melamar wanita yg di cintai nya,ia sudah menyuruh para karyawan restoran mendekorasi restoran agar se perferct mungkin,restoran nya juga sudah Ars booking hanya untuk mereka,jadi untuk malam ini tidak akan ada tamu lain lagi selain mereka ber dua saja.
Ars masih sabar menunggu,beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki yg melangkah masuk dari pintu masuk restoran tersebut.
Ars akhir nya bisa sedikit menghembus kan nafas lega karena wanita yg di tunggu-tunggu akhir nya datang juga tapi eskpresi wajah nya bercampur aduk.
Agatha melangkah dengan gaya santai nya tapi tetap terlihat anggun walau pun hanya memakai dress yg sederhana dan dress berwarna merah yg melekat di tubuh nya yg sangat pas itu mampu memperlihat kan tubuh langsing nya yg sanggup membuat para pria tidak mampu berkedip,ia memang tidak terlalu suka menyombong kan diri.
Ternyata Ars yg selama ini paling anti wanita sama seperti Tuan nya itu,di buat tidak berkedip saat menatap Agatha bahkan wajah nya yg datar tadi berubah menjadi senyuman.
"Maaf Tuan,tadi ada sedikit urusan jadi agak terlambat datang" ucap Agatha,ia memintak maaf dengan wajah malu sambil duduk di kursi yg sudah di sedia kan untuk nya.
__ADS_1
Ketika pagi tadi ia mendapat kan ajakan makan malam dari Ars,ia merasa sangat bahagia tapi masalah 2 hari lalu yg telah terjadi pada nya,membuat rasa bahagia nya sirna begitu saja.
Tapi ia tidak mau menyia-nyia kan kesempatan berharga ini karena ia bisa menghabis kan waktu makan malam bersama pria yg baru ia kenal 1 bulan ini.
Maka dari itu,dari tadi ia sibuk berpikir hingga akhir nya ia memutus kan untuk datang sampai menyebab kan ia datang saat waktu sudah terlewat dari jam perjanjian mereka.
"Tidak apa-apa,ayo kita makan dulu" ucap Ars dengan nada santai sambil memulai makan,karena kebetulan pelayan baru saja selesai menata semua pesanan tadi.
"Baik lah" ucap Agatha dengan wajah bahagia nya saat ia melihat begitu banyak nya dekorasi bunga-bunga yg indah di setiap sudut restoran dan lampu yg sedikit redup di setiap sisi restoran dan juga beberapa lilin yg di tata dengan rapi di tepian meja makan mereka.
"Tuan,kenapa malam ini sepi sekali di restoran ini?" tanya Agatha dengan wajah bingung dan juga penasaran,sambil melihat di sekitar nya,yg memang hanya ada mereka ber dua saja bersama dengan beberapa org karyawan restoran.
"Kamu akan tahu nanti,sekarang kita makan saja dulu" ucap Ars dengan nada santai dan tersenyum,senyuman yg selalu mampu membuat Agatha salah tingkah.
"Baik lah Tuan" balas Agatha saat melihat senyuman pria yg ada di depan nya,ia jadi bingung mau bertanya lagi,akhir nya ia pun menuruti kata-kata Ars,walau pun ia masih penasaran dengan restoran yg sangat sepi ini.
Setelah mereka ber dua selesai makan,Ars segera menyuruh pelayan memberes kan sisa makanan yg ada di atas meja mereka,lalu hanya menyisa kan minuman jus yg masih sisa setengah gelas.
Ars menyeruput jus hingga tandas sambil terus tersenyum menatap wajah Agatha yg juga sedang menyeruput jus nya dengan wajah yg terlihat memerah karena terus di tatap oleh nya.
Setelah melihat Agatha sudah selesai minum,Ars segera memberi kode kepada karyawan restoran dengan jentikan jari nya.
Seketika suara jentikan jari Ars dan lampu yg telah nyala langsung terdengar secara bersamaan,sedang kan Agatha langsung mendongak kan kepala nya saat menyadari kalau ruangan yg sedikit redup tadi langsung berubah menjadi terang benderang dan juga langsung memperlihat kan wajah tampan Ars yg hanya bisa ia lihat samar-samar dari tadi.
Agatha segera menoleh kan kepala nya ke samping saat melihat isyarat mata nya Ars yg menanda kan ia harus melihat apa yg ada di samping mereka.
__ADS_1
Saat ia sudah menoleh dengan sempurna,wajah nya menjadi sangat kaget,sejenak kemudian wajah kaget nya berubah menjadi bahagia saat ia menoleh kembali ke Ars yg ternyata sudah berlutut dengan sebelah kaki yg sedang menopang siku tangan nya.
Tapi saat ia melihat cincin yg indah berserta kotak cincin yg ada di telapak tangan nya Ars,wajah nya berubah menjadi suram ketika ia kembali mengingat masalah nya 2 hari yg lalu.