Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
122. Kesedihan Agatha


__ADS_3

Di Perusahaan Kusuma Group.


Di ruangan nya Ars,Ars masih sibuk berkutat dengan perkerjaan nya.


Beberapa saat kemudian,terdengar suara ketukan pintu dari luar,Ars pun segera menjawab tanpa menghenti kan perkerjaan nya.


"Masuk" jawab Ars dengan wajah datar nya sambil menyimak setiap kata-kata yang ada di berkas yang sedang di pegang nya itu.


Terlihat Agatha yang sedang berjalan masuk ke dalam ruangan nya Ars.


"Tuan,sudah waktu nya makan siang " ucap Agatha setelah berada di samping nya Ars yang masih sibuk mengerja kan perkerjaan nya.


Ars segera menoleh kan kepala nya saat mendengar suara nya Agatha,lalu ia melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya.


Ternyata sudah jam 11 lewat 50 menit,ia pun segera menutup berkas yang sudah ia buka tadi lalu segera berdiri dari duduk nya.


"Ayo,kita berangkat" ajak Ars sambil mengambil jas dan kunci mobil nya,lalu melewati Agatha begitu saja.Ia tidak mau melihat Agatha kelaparan lagi seperti semalam,maka dari itu ia segera membawa Agatha untuk makan siang tanpa banyak protes lagi.


"Baik Tuan" jawab Agatha dengan wajah yang tersenyum senang saat mendengar ajakan dari Ars,ia segera berjalan mengikuti langkah nya Ars.


Setelah mereka berdua berjalan sampai di mobil milik nya Ars,Ars dan Agatha pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa banyak bicara lagi.


Lalu Ars segera melaju kan mobil milik nya untuk menuju ke tempat biasa mereka makan siang.


"Kenapa sekarang Tuan tidak pernah ke Perusahaan kami lagi?" tanya Agatha yang mencoba memberani kan diri untuk bertanya,dari kemaren ia sudah ingin bertanya tapi saat melihat wajah datar nya Ars,membuat dirinya tidak berani untuk bertanya.


Ars melirik Agatha sekilas melalui cermin yang ada di depan kepala nya,lalu ia kembali fokus ke depan.


"Karena aku sudah tidak ada keperluan lagi di sana" jawab Ars dengan wajah tenang dan datar nya,tanpa menoleh ke arah Agatha.


Ia kemaren sering ke Perusahaan milik nya orang tua nya Agatha karena ingin mendekati Agatha,tapi ternyata ujung-ujung nya ia di tolak begitu saja,jadi buat apa lagi ia ke sana.


Padahal ia selalu seperti Hery,ia hanya mengurus yang penting-penting saja atau memang yang perlu saja,sisa nya ia hanya mengutus sekretaris pria nya Hery untuk mengerja kan nya.


Tapi demi Agatha,ia sanggup menghabis kan waktu santai nya untuk ke Perusahaan milik nya Ayah Agatha.


Hati Agatha terasa sakit saat mendengar jawaban nya Ars,tapi ia berusaha untuk tegar.


"Apa sekarang, Tuan masih tidur di kantor?" tanya Agatha dengan suara yang pelan,ia jadi penasaran dengan apa yang Ashley bilang kepada nya kemaren kalau akhir-akhir ini Ars sudah jarang pulang ke Mansion karena sering tidur di kantor.


"Itu bukan urusan kamu" jawab Ars dengan nada tegas,wajah tenang nya langsung terganggu dengan pertanyaan nya Agatha barusan.


Dari mana pula,Agatha sampai tahu kalau dirinya tidur di kantor.Ah,ia jadi memikir kan sepasang suami istri yang sedang tidak masuk ke kantor itu.


"Ma maaf Tuan" ucap Agatha dengan suara gugup nya,saat mendengar suara tegas nya Ars dan melihat wajah tidak suka nya Ars karena pertanyaan nya barusan.


Ars yang mendengar suara gugup nya Agatha pun menjadi tidak tega,ia segera menormal kan kembali wajah tidak suka nya barusan agar menjadi tenang kembali,tanpa menanggapi permohonan maaf dari Agatha.


Biar bagaimana pun Agatha menolak dirinya waktu itu,ia juga tidak tega untuk menyakiti Agatha.Tuan nya memang sangat pandai menjebak dirinya,hingga membuat dirinya jadi serba salah seperti sekarang.


Antara ingin menjadi kan Agatha sebagai sahabat nya atau menjauh dari Agatha lagi,tapi jika ia ingin menjadi kan Agatha sebagai sahabat nya,ia tidak bisa karena ia paling tidak suka bersahabat dengan wanita karena tidak tahan dengan sikap manja dan rewel nya wanita.


Tapi jika ia ingin menjauh dari Agatha,ia harus melawan Tuan nya sendiri.


Kenapa pilihan nya menjadi sulit seperti sekarang,seperti nya mau tidak mau ia harus terbiasa dengan kehadiran Agatha di sisi nya.

__ADS_1


Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat,hingga suara Agatha kembali terdengar.


"Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?" tanya Agatha dengan wajah yang harap-harap cemas.


Ars segera menoleh kan kepala nya untuk menatap wajah gugup nya Agatha sebentar dengan kening yang mengerut dalam,lalu ia kembali menatap lurus ke depan.


"Tidak lagi,semenjak kau menolak ku hari itu" jawab Ars dengan suara tegas nya dan wajah datar nya,ia sedang berusaha tenang saat menjawab pertanyaan dari Agatha.


'Pertanyaan apa itu,kenapa tiba-tiba mempertanya kan yang aneh seperti itu setelah menolak cinta dari nya' pikir Ars.


Jujur saja,sampai sekarang Ars memang masih mencintai Agatha.Tapi ia tidak mau masuk ke lubang yang sama lagi untuk kedua kali nya,mana tahu saja Agatha hanya kasihan pada dirinya atau bahkan hanya ingin menjebak dirinya.


Sedang kan Agatha langsung terdiam dengan wajah kecewa nya dan hati nya juga kembali sakit saat mendengar jawaban nya Ars,padahal ia juga mencintai Ars.


Ia jadi menyesali perbuatan bodoh yang telah ia laku kan hari itu,bagaimana sekarang,apa yang harus ia laku kan untuk mengembali kan cinta nya Ars kepada dirinya.


Tentang Ayah nya saja belum selesai,sekarang harapan nya untuk bisa bersama Ars malah pupus begitu saja.


10 menit kemudian,mereka pun sampai di Cafe biasa yang selalu mereka datangi di jam makan siang,mereka berdua segera keluar dari dalam mobil setelah hanya terdiam saja di dalam setengah perjalanan tadi.


"Ini pesan lah" ucap Ars setelah ia selesai memesan,sambil menyodor kan menu makanan ke arah Agatha yang hanya duduk diam saja dari tadi dengan wajah sendu nya.


Ars hanya sedikit mengernyit kan dahi nya karena heran,saat melihat wajah sendu nya Agatha dan suara nya juga terdengar seperti tidak bersemangat ketika memesan makanan nya tadi.


Tapi kemudian ia segera menepis rasa penasaran nya saat melihat pelayan yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa pesanan-pesanan mereka berdua tadi.


Ars memakan pesanan nya sambil melirik Agatha melalui ekor mata nya,terlihat Agatha yang seperti tidak berdaya untuk mengangkat sendok dan memakan suap demi suap dengan pelan.


Hingga membuat ia menggeleng-gelemg kan kepala nya dengan pelan saat melihat tingkah aneh nya Agatha,padahal tadi baik-baik saja,bahkan suara nya terdengar sangat semangat ketika mengajak dirinya makan siang tadi,tapi kenapa saat ini wajah nya malah menjadi tidak bersemangat seperti ini.


"Kenapa makanan mu,tidak habis?" tanya Ars dengan wajah penasaran nya,sambil terus menatap wajah nya Agatha.


Akhir nya ia bertanya juga,ia sudah tidak tahan dengan rasa penasaran nya dari tadi,dari tadi wajah nya Agatha terus saja sendu tanpa senyuman,padahal biasa nya senyuman nya selalu terlihat.


Hingga membuat dirinya menjadi khawatir,mungkin saja terjadi apa-apa sama Agatha sampai membuat wajah nya menjadi sendu.


"Apa kau sedang sakit hm?" tanya Ars saat Agatha tidak juga menjawab pertanyaan nya tadi,ia bertanya dengan wajah datar nya padahal hati nya sedang merasa khawatir.


"Tidak apa-apa,hanya sedang tidak bernafsu makan saja" jawab Agatha dengan jujur dan nada tidak bersemangat,ia memang langsung tidak bernafsu makan lagi ketika mendengar jawaban dari Ars tadi.


"Oh" jawab Ars dengan singkat,ia juga bingung mau bicara apa lagi.Apa lagi mereka berdua tidak mempunyai hubungan apa-apa,mereka berdua hanya sebatas atasan dan bawahan saja.


Tiba-tiba terdengar suara pria menyapa Agatha,hingga membuat Ars yang bersiap-siap ingin membersih kan sisa makanan di mulut nya jadi terhenti.


"Agatha,ternyata kau ada di sini..." ucap pria tersebut setelah sudah berdiri di dekat Agatha.


Agatha segera mengangkat kepala nya yang sedikit menunduk tadi,wajah sendu nya Agatha langsung saja berubah menjadi malas saat melihat siapa pria yang sedang menyapa nya itu.


"Aku mencari mu sampai Di Perusahaan Ayah mu tadi,kenapa kau tidak manggang Di Perusahaan Ayah mu saja?" lanjut pria itu lagi sambil menatap Agatha yang hanya diam saja.


"Kau siapa?" tanya Ars yang dari tadi hanya diam saja,sambil menatap pria itu dengan mata yang menelisik.


"Aku tunangan nya Agatha,Tuan.Maaf karena sudah menganggu makan siang kalian" ucap pria itu dengan pura-pura merasa bersalah,tapi hanya di tanggapi dengan wajah datar nya Ars saja.


"Kenapa kau ingin mencari ku?" tanya Agatha dengan cepat dan wajah khawatirnya sambil melirik wajah datar nya Ars yang sedang menatap dirinya.

__ADS_1


"Aku ingin mengajak mu makan malam,malam nanti.Aku ingin kita membicara kan tentang pernikahan kita,aku juga sudah meminta izin pada Ayah mu Di Perusahaan tadi" jawab pria itu dengan wajah yang tersenyum senang sambil menatap wajah nya Agatha.


Hati nya Ars langsung saja seperti tertikam oleh ribuan pisau tajam saat mendengar jawaban panjang lebar pria itu,ia mengepal kan kedua tangan nya sambil menahan amarah yang sedang membara di dalam tubuh nya.


"Nanti aku saja yang jemput ya? Ayah mu juga sudah memberi izin, jadi kau tidak perlu khawatir lagi" lanjut pria itu,biasa nya dengan mengguna kan nama Ayah,Agatha akan segera menuruti perkataan nya.


Ars segera membersih kan setiap sudut mulut nya dengan mengguna kan tisu yang memang sudah ada di dalam genggaman nya tadi ketika suara pria itu datang menghenti kan gerakan tangan nya.


"Sekalian saja antar tunangan mu ke Perusahaan Kusuma Group,karena ia masih ada sedikit perkerjaan di sana" ucap Ars dengan wajah tenang nya sambil berdiri dari duduk nya,lalu ia langsung berjalan keluar dari Cafe tersebut dan mengabai kan Agatha yang sedang teriak karena memanggil dirinya.


"Oke,nanti kau jemput saja,chat aku jam berapa kita berangkat ..." jawab Agatha dengan asal dan nada yang cepat kepada pria itu sebelum pria itu sempat berbiacara kembali,saat melihat Ars yang sudah mulai menjauh.


Ia segera berlari mengejar langkah lebar nya Ars,meninggal kan pria itu yang sedang menatap kepergian dirinya sambil berteriak dengan wajah yang heran.


"Tuan,tunggu aku" teriak Agatha yang ntah sudah ke berapa kali nya,sambil terus mengejar Ars yang sudah hampir sampai di mobil milik nya.


Ars yang ingin segera melaju kan mobil nya pun,terpaksa menghenti kan gerakan tangan nya sambil menghela nafas nya dengan berat,saat ia melihat Agatha yang sudah berada di samping mobil dan ingin masuk ke dalam mobil nya.


"Tuan,kenapa kau tidak menunggu ku...Malah meninggal kan ku dengan pria itu?" tanya Agatha dengan menggerutu kesal dan nafas yang ngos-ngosan karena ia sibuk berlari tadi.


"Tuan,jangan salah paham dulu" lanjut Agatha lagi saat Ars tidak juga menjawab,dengan wajah khawatir nya setelah nafas lelah nya sudah sedikit mengurang.


"Salah paham?" tanya Ars dengan kening yang mengerut dalam sambil menatap Agatha,pertanda ia sedang berpikir keras atas perkataan Agatha barusan.


Ars kembali menatap lurus ke depan kembali dengan wajah datar nya setelah melihat anggukan kepala pelan nya Agatha,ia juga langsung melaju kan mobil nya agar bisa segera sampai Di Perusahaan Kusuma.


Jika tidak,amarah nya pasti akan meluap begitu saja.


'Apa kah Agatha sedang mempermain kan dirinya saat ini,pria tadi juga dengan jelas mengata kan kalau dia adalah tunangan nya Agatha dan apa tadi,ingin membicara kan tentang pernikahan ' pikir Ars dengan wajah tidak percaya nya.


"Nona,apa kamu sadar kalau kita ini sama sekali tidak ada hubungan apa-apa.Tadi apa kamu bilang,salah paham? Yang benar saja? Bagaimana 2 manusia yang tidak mempunyai hubungan bisa salah paham? " tanya Ars bertubi-tubi dengan nada mengejek tapi wajah nya tetap saja datar,ia ingin sekali meluap kan rasa amarah nya kepada Agatha tapi ia takut kalau amarah nya nanti akan menyakiti Agatha.


Sedang kan Agatha hanya mampu terdiam dengan wajah sedih nya,saat mendengar nada ejekan dari mulut nya Ars.


Tapi yang di kata kan oleh Ars ada benar nya juga,kenapa ia malah seperti seorang kekasih yang sedang ketahuan selingkuh atau lebih tepat nya seperti wanita yang takut kekasih nya salah paham saja.


Tapi ia tidak mencintai pria itu,ia hanya mencintai Ars.Bagaimana cara nya ia menjelas kan kepada Ars,ia menjadi semakin bingung sekarang.


"Apa kamu tidak takut tunangan mu akan marah nanti,kalau sampai mendengar perkataan mu tadi,jangan sampai aku di anggap selingkuhan mu oleh tunangan mu nanti" lanjut Ars lagi sambil tersenyum hambar.


"Tuan,tapi pria itu bu....." ucapan Agatha langsung di sela cepat oleh Ars,hingga Agatha tidak sempat untuk menyelesai kan kalimat nya.


"Stop,jangan menjelas kan apa pun lagi.Karena itu semua sudah tidak penting untuk ku" sela Ars dengan suara tegas nya dan wajah datar nya kembali.


Suara tegas nya Ars pun mampu membuat Agatha langsung tertunduk tanpa suara dengan wajah sedih nya,ia sedang menahan air mata nya saat ini agar tidak meluncur bebas dari sudut mata nya.


Padahal Ars dulu selalu bicara lembut kepada diri nya dan juga selalu tersenyum,tapi sekarang....kenapa jadi seperti ini,Agatha segera merutuki kesalahan nya sendiri di dalam hati.


Sedang kan Ars hanya melirik sekilas ke arah Agatha melalui cermin yang ada di depan kepala nya itu.


'Ternyata kau sudah bertunangan,wajar saja kamu menolak ku pada saat itu.Seharus nya kamu bahagia sekarang karena sebentar lagi kamu akan menikah,kenapa kamu malah menunjuk kan wajah sedih seperti itu di depan ku" pikir Ars saat tadi ia sempat melihat mata Agatha yang mulai memerah karena sedang menahan tangis.


Hati nya juga menjadi semakin sesak saja ketika memikir kan Agatha yang akan menikah dengan pria lain,tapi ia berusaha untuk tidak memperlihat kan kesedihan nya pada Agatha.


Di dalam perjalanan mereka ke Perusahaan pun hanya di temani oleh keheningan saja,mereka berdua pun duduk tanpa suara dan larut di dalam pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2