
Jonathan segera kembali mengambil bantal dan melempar nya ke arah Ryan yang sedang bersiap-siap ingin memberi sebuah kiss kepada Desi melalui udara,hingga membuat Ryan menghenti kan gerakan tangan nya dan langsung berlari keluar dengan tersenyum lebar saat menyadari kalau Jo sedang melempar bantal ke arah dirinya.
"Akhir nya sahabat playboy ku,ada wanita yang mampu menakluk kan nya juga" gumam Ryan saat sudah berada di luar ruangan,lalu ia berjalan keluar dari Perusahaan milik nya Jo dengan wajah yang tersenyum puas.
Akhir nya bantal yang di lempar oleh Jo hanya terbentur daun pintu lalu jatuh ke lantai begitu saja karena tubuh nya Ryan yang sudah lebih dulu menghilang di balik pintu itu.
"Jangan tertawa terus,cepat kembali berkerja" tegur Jo saat melihat Desi yang terus tertawa kecil sambil menatap dirinya.
Setelah melihat Desi yang kembali berkerja,ia langsung berdiri dari duduk nya tadi dan berjalan ke arah meja kerja nya.
Ia harus melanjut kan perkerjaan nya kembali,perkerjaan nya sudah menumpuk karena hal aneh yang terjadi hari ini.
Sebelum ia melanjut kan perkerjaan nya kembali,Jo menyentuh bibir nya sendiri sambil menatap wajah Desi yang kembali serius,lalu ia tersenyum.
Ini sudah untuk kedua kali nya wanita aneh itu melahap bibir nya,padahal dia seorang pria playboy ,kenapa malah seperti wanita aneh itu yang sudah meleceh kan dirinya.
Akhir nya jadi lah,Jo mengerja kan perkerjaan nya sambil terus tersenyum tidak jelas,sedang kan Desi terlalu sibuk dengan tugas nya hingga tidak memerhati kan wajah tersenyum nya Jo.
Setelah beberapa jam kemudian,jam sudah menunjuk kan pukul 5,sudah waktu nya untuk pulang.
Jo juga sudah selesai mengerja kan perkerjaan nya,kemudian ia melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya lalu menoleh kan kepala nya ke arah Desi.
Ternyata Desi belum juga selesai mengerja kan tugas yang ia beri tadi,ia tersenyum puas karena sudah berhasil membuat Desi tidak sempat menatap dirinya sore ini,untung saja ia mempunyai ide untuk membuat tugas yang agak sulit untuk Desi tadi.
Kemudian ia berdiri dari duduk nya dan mengambil kunci mobil dan juga jas untuk ia pakai kembali lalu ia berjalan ke arah Desi.
"Ayo,kita pulang" ajak Jo saat sudah berada di depan nya Desi sambil menatap wajah kusut nya Desi karena tugas sulit yang ia beri kan.
"Tapi,tugas ku belum selesai..." ucap Desi sambil mendongak kan kepala nya untuk menatap wajah nya Jo.
"Kenapa tugas hari ini sangat sulit,aku sampai tidak sempat menatap wajah tampan mu" gerutu Desi dengan wajah kesal nya ,ia kembali menatap tugas yang ada di atas meja nya.
Jo langsung memijit pangkal hidung nya,ia jadi tidak habis pikir dengan isi kepala nya Desi,apa sebegitu penting nya menatap wajah nya hingga harus menjadi kesal seperti itu.
"Seharus nya kau memberi ku tugas yang mudah saja,sayang.Jadi aku masih punya waktu lebih untuk bisa menatap wajah tampan mu itu" lanjut Desi lagi dengan menggerutu kesal.
"Sudah ,besok saja baru kau kerja kan" ucap Jo akhir nya,sambil merapi kan tugas yang di bolak-balik oleh Desi dengan wajah kesal nya.
"Sekarang kita pulang dulu" lanjut Jo lagi,ia segera berjalan keluar dari ruangan nya setelah selesai merapi kan meja nya Desi.
Desi pun tersenyum saat melihat sedikit perhatian dari Jo,lalu ia segera mengambil tas selempang nya dan mengejar langkah lebar nya Jo dengan sedikit berlari.
Jo pun segera melaju kan mobil milik nya setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil,ia yang biasa nya risih dengan ocehan nya Desi,sekarang ia sudah mulai terbiasa,bahkan sekali-kali ia menanggapi ocehan nya Desi.
"Apa sayang tahu,seperti nya OB wanita tadi menyukai mu" ucap Desi dengan wajah kesal nya,mata nya menatap lurus ke depan sambil memikir kan wajah sinis dari OB wanita tadi.
__ADS_1
"Rasa nya aku ingin sekali mencakar wajah nya,saat dia menatap ku dengan wajah jelek nya tadi" lanjut Desi lagi dengan wajah yang memerah karena marah bercampur kesal.
"Mata nya juga menatap mu dengan tatapan lapar" lanjut Desi lagi,ia terus meluap kan rasa kesal nya yang sudah bersemayam di hati nya dari tadi,sejak OB wanita itu menatap nya dengan tatapan sinis.
Sedang kan Jo hanya tersenyum saat mendengar ocehan-ocehan nya Desi,terlihat seperti wanita yang sedang cemburuan sama pacar nya atau suami nya.
Tapi kan,mereka kan memang sedang pacaran sekarang,lebih tepatnya pacaran yang melalui paksaan.
Tapi ntah kenapa dirinya merasa senang saat melihat Desi yang cemburuan terhadap dirinya,tapi ia selalu menepis rasa aneh yang mulai menghampiri hati nya,ia belum siap untuk menjalani hubungan yang serius apa lagi sampai di ajak menikah.
Apa lagi ketika ia melihat mata Desi yang di penuhi cinta untuk dirinya semalam dan wajah cemburu nya sekarang membukti kan kalau Desi memang serius dengan pernyataan nya semalam,tiba-tiba Jonathan ngeri sendiri saat melihat betapa nekad nya Desi untuk bisa menakluk kan dirinya.
"Dasar wanita penggoda" umpat Desi lagi sambil menoleh kan kepala nya ke arah Jo.
"Kenapa sayang malah tersenyum begitu saat aku membicara kan wanita penggoda itu? Apa kau menyukai wanita penggoda itu?" tanya Desi saat melihat wajah Jo yang sedang tersenyum senang dengan mata yang menelisik ke arah wajah Jo ,hingga membuat Jo salah tingkah dan senyum di wajah nya langsung menghilang begitu saja saat ketahuan oleh Desi kalau ia sedang tersenyum.
"Tidak,kau ini sembarangan saja" jawab Jo dengan mendengus kesal.
"Seperti nya kau sangat senang,kalau wanita penggoda itu menggoda mu?" tanya Desi lagi,masih dengan mata yang menelisik.
"Kau pikir,aku cowok apaan.Dasar aneh..." jawab Jo dengan nada yang semakin kesal sambil menyentil kening nya Desi yang sedang menatap ke arah dirinya.
"Auchk,sakit sayang " pekik Desi saat merasa kan sakit di kening nya karena di sentil oleh Jo.
"Siapa suruh kau bicara sembarangan ?" ucap Jo dengan wajah yang tersenyum tipis saat melihat eskpresi wajah sakit nya Desi dan pekikan manja nya.
"Ti tidak kenapa-kenapa" jawab Jo dengan nada gugup sambil menggaruk-garuk kan belakang leher nya yang tidak gatal dengan mengguna kan sebelah tangan nya.
"Memang nya tidak boleh tersenyum,kau ini ada-ada saja" lanjut Jo lagi sambil berusaha menormal kan rasa gugup nya sambil menatap ke arah Desi sekilas lalu kembali fokus ke depan lagi.
"Tidak juga sih" jawab Desi dengan nada pasrah dan memberengut kesal,ia merasa tidak puas dengan jawaban nya Jo.
Lalu Desi kembali menghadap ke arah depan,hingga membuat Jo kembali tersenyum karena melihat wajah memberengut nya Desi,apa lagi bibir nya yang sedikit maju terlihat sangat mengemas kan,rasa nya ia ingin sekali.....ah Jo segera fokus menatap ke arah depan kembali,kenapa ia malah memikir kan yang aneh-aneh apa lagi kalau ia teringat kejadian tadi siang,lama-lama dirinya bisa ikut-ikutan aneh seperti Desi.
"Apa ada lagu yang enak di dengar? Untuk membuat suasana hati ku membaik..." tanya Desi,masih dengan wajah memberengut kesal nya sambil mengotak atik head unit mobil,ia ingin segera mendingin kan hati nya yang panas saat memikir kan kalau Jo tergoda dan tertarik oleh wajah cantik nya OB wanita tadi.
"Ini saja" ucap Jo yang tahu kalau Desi kesal karena cemburu, sambil menyetir dan menyambung kan HP nya ke Head unit mobil,lalu ia segera memencet lagu-lagu romantis untuk di dengar oleh Desi.
"Jangan coba-coba sentuh HP aku.Jika tidak,kau akan ku keluar kan dari Perusahaan sekarang juga" tegur Jo dengan pura-pura berbicara tegas saat melihat Desi yang terus menatap HP milik nya.
Sudah dari kemaren Desi terus memintak no HP milik nya tapi ia sama sekali tidak mau memberi nya,bahkan dengan Hery dan yang lain nya, Jo juga sudah memperingati mereka dengan tegas.
Bukan apa-apa,Jo sangat malas di ganggu saat ia sedang ingin istirahat,dengan pacar-pacar sebelum nya pun,ia juga sama sekali tidak pernah memberi no HP milik nya.
Jika melihat dari tingkah nya Desi,pasti ia akan terus di ganggu oleh suara nada panggilan atau chat dari Desi di setiap jam atau mungkin tiap menit,maka dari itu ia tidak mau memberi nya kepada Desi.
__ADS_1
Cukup saja Desi menganggu dirinya dari pagi hingga sore,jangan di malam hari lagi,bisa-bisa kepala nya bisa langsung error jika sampai di ganggu 24 jam.
"Siapa juga yang mau menyentuh HP mu,sayang " ucap Desi dengan mengeram kesal,padahal ia ingin mengintip no HP milik nya Jo ternyata tidak berhasil.
Jo hanya tersenyum mendengar ucapan nya Desi,ia juga tertawa di dalam hati nya saat memikir kan Desi yang menduga kalau ia menyukai OB wanita tadi hingga Desi menatap tajam ke arah dirinya,untung saja ia berusaha untuk tidak berpengaruh pada tatapan tajam dari Desi tadi,jadi ia tidak ketahuan tadi,ia tersenyum karena apa.
Sepanjang perjalanan hanya di hiasi dengan suara nyanyian Desi yang mengikuti suara lagu dari HP nya Jo.
Jo terus tersenyum saat melihat tingkah lucu dan mendengar suara nya Desi dari tadi,tidak begitu enak di dengar tapi juga tidak buruk untuk di dengar,wajah kesal nya Desi juga berubah menjadi ceria kembali.
Jo yang awal nya tidak berniat bernyanyi pun,ikut bernyanyi bersama Desi sambil menyetir,mungkin karena ikut terbawa suasana jadi reflek ia mengikuti Desi bernyanyi.
Desi terdiam beberapa saat saat mendengar suara bagus nya Jo,lalu ia kembali bernyanyi lagi,melihat Jo yang menemani dirinya bernyanyi membuat ia semakin semangat untuk bernyanyi.
Setelah sampai di depan rumah nya Desi ,Jonathan segera menghenti kan mobil nya dan menunggu Desi keluar dari dalam mobil.
"Sudah samapi,kenapa kau masih tidak keluar dari mobil ku?" tanya Jo dengan menoleh kan kepala nya ke arah Desi yang masih duduk di samping nya sambil menatap dirinya .
"Sudah sampai Nona,kenapa kau malah terus menatap ku?" tanya Jo dengan mata yang mulai waspada,saat melihat Desi yang lagi-lagi seperti ingin menerkam dirinya.
"Panggil sayang dulu,baru aku akan keluar..." pinta Desi dengan tersenyum menggoda hingga membuat Jo mengedik ngeri ke arah Desi.
"Nona Desi cepat keluar,sudah sampai di rumah mu.Jangan banyak tingkah lagi" ucap Jo dengan wajah kesal nya,ia tetap kekeh tidak mau menuruti kata nya Desi yang menurut nya sangat konyol.
"Cepat panggil sayang dulu,jika tidak...." jawab Desi dengan mengedip sebelah mata nya ke arah Jo,sambil perlahan-lahan maju mendekat ke arah tubuh Jo.
Ia sengaja menggoda dan sekalian menjebak Jo,agar mau memanggil dirinya dengan panggilan sayang.
"Oke Oke " jawab Jo dengan cepat sambil menahan kedua bahu nya Desi yang sudah hampir menabrak tubuh nya.
"Sayang,sudah sampai di rumah mu.Sekarang keluar lah,sayang pulang lah ke rumah dan istirahat ya..." lanjut Jo lagi dengan panjang lebar dan suara yang pelan dan juga wajah memerah nya sambil menatap Desi yang mulai menjauh dari tubuh nya.
Jonathan tidak mau kejadian tadi siang sampai terulang lagi,ia bisa dalam bahaya apa lagi sampai bersentuhan dengan 2 bukit kembar dan bawah nya Desi,bisa-bisa ia kembali hilang kendali.
"Baik lah sayang,kamu juga harus segera pulang dan istirahat ya" ucap Desi dengan tersipu malu,tapi walau pun malu,ia tetap gencar dan semakin semangat untuk terus menggoda Jo saat melihat wajah merah nya Jo.
"Iya sayang " jawab Jo dengan wajah pasrah nya,mau tidak mau ia terpaksa harus menuruti kemauan nya Desi ,dari pada harus terjadi bencana alam.
"Cup" Desi segera mengecup sekilas,bibir milik nya Jo,kemudian ia langsung membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil milik nya Jo lalu berlari ke arah rumah nya dengan wajah yang senang bercampur malu karena berhasil menggoda dan sekaligus menjebak Jo.
Meninggal kan Jo yang sedang terdiam dengan wajah kaget nya karena lagi-lagi bibir nya di terkam secara tiba-tiba,padahal ia tadi sudah melihat Desi menjauh dari tubuh nya maka nya ia kembali santai karena mengira ancaman sudah menjauh,ternyata itu hanya tipu muslihat nya Desi saja.
"Ya Tuhan" gumam Jo sambil mengusap wajah nya dengan pelan setelah rasa kaget nya sudah menghilang.
Kenapa ia seperti pria lemah sekarang,hingga terus di leceh kan oleh wanita aneh itu.Seharus nya ia yang menganggu atau meleceh kan Desi,apa lagi ia kan seorang pria playboy,tapi apa yang terjadi dengan dirinya sekarang malah berbeda dengan dirinya yang biasa nya.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Hery,awas saja kau Hery.Kalau lama-lama begini terus,aku benar-benar akan gila" gumam Jo lagi dengan wajah kusut nya,lalu ia langsung melaju kan mobil nya untuk menuju ke Apartemen nya Hery yang sudah menjadi milik nya karena sudah ia beli sama Hery.
Ia harus segera mendingin kan kepala dan seluruh tubuh nya,lalu pergi beristirahat agar kepala nya segar dan jernih kembali.