
"Apa yang kau dapat kan?" tanya Hery pada Ars yang masih sibuk dengan laptop milik nya,Hery sudah berada di dalam ruangan tempat Ars berada sekarang.
Saat ini mereka sedang berada di markas mereka,karena hanya di sana lah Ars bisa melaku kan perkerjaan nya dengan gampang karena alat yang ingin ia guna kan ada di markas tersebut.
Sekarang,jam sudah menunjuk kan pukul 10 dan Ars sudah 2 jam berada di ruangan ini.Jika Ars masih tidak bisa mendapat kan apa-apa,ia akan membunuh Asisten nya itu detik ini juga.
Ars yang terlalu fokus dengan laptop nya langsung tersentak kaget saat mendengar suara tegas nya Hery.
"Sudah Tuan" jawab Ars cepat sambil menatap Tuan nya yang sudah duduk tidak jauh dari dirinya.
"Apa?" tanya Hery dengan singkat,ia sudah tidak sabar untuk mendapat kan dalang dari kejadian yang di alami oleh istri nya itu.
"Aku sudah menyuruh Clark untuk segera menemui ketua geng ***** ***** itu dan ketua geng itu memintak maaf atas kesalahan yang di perbuat oleh anak buah nya,dia juga bilang kalau salah satu anak buah nya yang telah mengerja kan perkerjaan nya itu,terhitung masih baru namun bela diri nya lumayan tapi anak buah nya itu tidak mengenal Tuan sama sekali,maka dari itu anak buah nya berani mengambil perkerjaan tersebut" ucap Ars panjang lebar,ia sudah mendapat kan laporan yang akurat dari Clark 5 menit yang lalu.
Clark adalah pria yang melaku kan 2 peran,ia menjadi ketua geng Lion White milik Hery yang di alih kan oleh Hery sendiri kepada diri nya.Tapi walau pun sudah di alih kan,Clark tetap menghormati Hery sebagai ketua nya,Clark sekarang mengurus urusan mafia dan juga membantu Lusi tentang urusan Perusahaan milik nya Hery.
'Apa kita perlu menghancur kan geng ***** ***** itu, setelah sudah menghancur kan geng tiger red, 3 hari yang lalu' pikir Ars.
Ars yang melihat Tuan nya hanya diam saja,ia berniat ingin bertanya tapi Tuan nya sudah lebih dulu menjawab pertanyaan yang ada di pikiran nya barusan.
"Tidak perlu" jawab Hery yang tahu,apa yang ada dalam pikiran nya Ars.Ia hanya mengingin kan dalang nya saja,lagi pula geng ***** ***** itu memang selalu menerima perkerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka,Ia juga tidak bisa terlalu egois dan anak buah mereka yang telah melaku kan nya juga sudah tewas semua,jadi ya sudah lah.
Hingga Ars yang baru ingin membuka mulut nya,kembali ia tutup,Tuan nya ini memang mempunyai indra ke enam yang sangat bagus.
"Siapa?" lanjut Hery lagi,tanpa menoleh ke arah Ars,ia hanya menatap lurus ke depan,yang terdapat jendela tembus pandang,hingga menampak kan langit malam yang redup seperti hati nya saat ini.
"Clara" jawab Ars singkat,ia sudah mengerti arah dari pertanyaan Tuan nya.Clark memang bisa di andal kan,bisa memberi nya informasi dalam waktu tidak sampai 2 jam.
"Di mana?" tanya Hery lagi,wajah nya sudah memerah karena menahan rasa amarah nya sambil menguat kan kepalan kedua tangan nya.
"Ia menyembunyi kan diri di sebuah pulau terpencil dengan beberapa puluh pengawal nya,sekarang anak buah kita sudah dalam perjalanan untuk menangkap nya" jawab Ars cepat,ia memang sudah mengutus kan anak buah nya yang terbaik di antara yang telah ia bawa dari Paris kemaren.
Ia tidak mau sampai mereka gagal menangkap wanita j*l*ng itu,anak buah yang ia kirim,semua nya sudah terlatih dengan baik oleh diri nya dan juga Mark.
Jadi ia hanya perlu memantau dari sini saja karena ia yakin mereka semua pasti bisa melaku kan dengan baik,lagi pula ia juga mengkhawatir kan keadaan Tuan nya.
"Bagus" ucap Hery,lalu ia menyandar kan kepala nya ke belakang.Sedang kan Ars hanya diam saja,sambil memantau pergerakan anak buah nya dari laptop milik nya.
__ADS_1
Setelah 5 jam berlalu,Ars masih saja terus memantau pergerakan anak buah nya sambil menahan rasa kantuk nya.Anak buah nya sudah berhasil masuk ke pulau terpencil itu dan langsung beraksi,tidak lama kemudian terdengar suara panggilan di HP nya Ars.
"Bagaimana?" tanya Ars setelah ia sudah mengangkat telepon dari anak buah nya.
"Sudah tertangkap Tuan"ucap pria yang ada di seberang sana,pria itu langsung melapor saat mendengar suara Tuan mereka.
"Bagus,segera bawa ke markas" perintah Ars,masih dengan suara tegas nya.
"Baik Tuan" jawab pria tersebut.
"Ars langsung menutup panggilan tersebut setelah mendengar jawaban anak buah nya,lalu ia menghela nafas lelah beberapa detik.
" Tuan, Clara sudah....." ucapan Ars langsung melayang ke udara saat ia melihat Sang Tuan sudah terkapar tidak berdaya di sofa panjang yang memang sudah tersedia di dalam ruangan tersebut.
Karena terlalu fokus sama laptop nya barusan,ia sampai lupa kalau 2 jam yang lalu Tuan nya hilang kendali dan untuk meluap kan hati yang hancur atau rasa sesak nya,Tuan nya memilih untuk meneguk hampir habis sebotol wine yang di ambil oleh salah satu anak buah nya karena di perintah oleh Tuan nya sendiri.
Hingga membuat diri nya harus berjuang keras karena berusaha menenang kan Tuan nya yang terus ingin melukai diri sendiri dengan membentur kan kepala nya ke dinding dan melempar kan barang-barang yang bisa di raih nya dengan tidak menentu karena tubuh nya yang sudah sempoyongan akibat mabuk,Tuan nya juga terus meracau nama istri nya tanpa henti.
Ars pun baru dapat istirahat 30 menit yang lalu,Ars kembali memantau laptop nya setelah mengambil nafas sebanyak-banyak nya karena rasa lelah nya,akibat sibuk menopang tubuh mabuk Tuan nya yang terus oleng ke kiri dan ke kanan.
Sekarang ia sudah mendapat kan laporan terbaru tapi Tuan nya malah sudah tidak sadar kan diri karena mabuk.
Ars menghela nafas nya dengan berat saat menatap wajah Tuan nya yang sudah seperti mayat hidup yang terlantar.
Baru ini kali pertama nya,Tuan nya meminum wine lebih dari setengah gelas,lagi-lagi ia menghela nafas berat dengan wajah tidak berdaya.
Kemudian ia melirik jam yang berada di pergelangan tangan nya,ternyata sudah jam 3 dini.Karena terlalu fokus mengerja kan tugas nya dan sedikit berperang dengan Tuan nya tadi,ia sampai tidak sadar,kalau sebentar lagi akan pagi.
Lalu ia berdiri dari duduk nya dan berjalan ke samping Tuan nya,masih ada sisa sedikit di ujung sofa tersebut.
Ia langsung merebah kan tubuh lelah nya ke ujung sofa itu,sekarang ia sudah tidak sanggup lagi melawan mata berat nya,akhir nya ia pun terlelap dengan kedua kaki yang tergantung di ujung sofa.
---
Hery menutup kedua mata terpejam nya dengan sebelah tangan nya saat cahaya matahari menerobos masuk melalui celah-celah dari jendela yang tanpa penghalang itu dan mengenai wajah nya Hery.
__ADS_1
Hery terbangun dari tidur nya dan langsung duduk dari berbaring nya saat ia menyadari kalau ternyata sudah pagi.
Ia segera memegang kepala nya karena terasa sangat pusing,kepala nya terasa berdenyut sekarang.Lalu ia memandang ruangan yang berserakan,ia berpikir sejenak,baru lah ia mengingat samar-samar apa yang sudah ia laku kan malam tadi.
Kemudian ia segera melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya,ternyata sudah jam 6 pagi,lalu ia beralih menatap Ars yang sedang tertidur di samping nya.
"Ars" panggil Hery dengan nada tinggi nya,wajah merah nya menanda kan kalau ia sedang marah saat ini.
Kenapa Ars tidak memanggil nya bangun,malah tertidur dengan lelap.
"A apa Tu Tuan ?" tanya Ars dengan gelagapan dan mata yang belum sepenuh nya terbuka,padahal ia sedang bermimpi indah tapi tiba-tiba di panggil dengan suara yang sangat keras hingga membuat diri nya langsung terlonjak duduk dengan wajah kaget nya.
"Kenapa kau tidak membangun kan aku?" tanya Hery dengan nada emosi nya sambil menatap Ars yang sedang mengumpul kan kesadaran nya karena terbangun dengan cara paksa.
"Maaf Tuan" jawab Ars dengan wajah pasrah nya,setelah kesadaran nya sudah terkumpul semua.
'Dasar,memang orang mabuk bisa di bangun kan.Kenapa tadi malam,aku tidak meyiram nya dengan seember air saja' Ars merutuki Tuan nya dalam hati.
"Bagaimana hasil nya?" tanya Hery yang sudah tidak sabar ingin mengetahui hasil kerja Ars semalam.
"Dalam perjalanan Tuan" jawab Ars yang langsung mengerti apa yang di tanya kan oleh Tuan nya,untung saja kepala ngantuk nya cepat berkerja.Ia menjawab sambil berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah laptop milik nya.
"1 jam lagi,mereka akan sampai Tuan" lanjut Ars lagi setelah memeriksa laporan demi laporan yang di kirim kan oleh anak buah nya dari tadi malam.
Hery tidak berkata apa-apa lagi,ia langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersih kan diri nya.
Ars hanya mampu menggeleng-geleng kan kepala nya pelan dengan wajah ngantuk nya dan juga wajah lelah nya.
----
Jam sudah menunjuk kan pukul 7 pagi,Clara sudah terikat di dalam sebuah ruangan yang memang di khusus kan untuk para musuh dan para penghianat.
Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah beberapa pasang kaki mendekat dari arah luar ruangan,Clara segera mendongak kan kepala nya yang sedang tertunduk tadi.
"Hery,kau sudah datang ?" tanya Clara dengan tersenyum senang nya saat melihat Hery yang sedang berjalan mendekat ke arah nya.
"Kenapa mereka menangkap ku,Hery? Apa salah ku?" tanya Clara pura-pura sedih saat melihat wajah dingin nya Hery.
__ADS_1