
Setelah 30 menit berlalu,mobil nya Hery pun sampai di Apartemen nya.Hery menoleh ke arah Ashley yg masih saja tertidur,membuat Hery menggeleng geleng kan lagi kepala nya.
'Kewaspadaan Ashley memang sangat minim,bagaimana kalau ada yg ingin menculik nya lagi'pikir Hery.
Hery tersenyum sambil melihat wajah manis Ashley yg sedang terlelap.Setelah itu ia menghela nafas pelan saat mengingat kalau kecemburuan nya tadi itu,hampir saja membuat wanita nya terluka.
Kemudian Hery keluar dari dalam mobil,lalu berjalan ke arah samping mobil,di mana Ashley sedang terlelap.
Ia segera mengendong Ashley dengan perlahan lahan,setelah ia sudah membuka pintu mobil tadi.
Lalu Hery mengendong Ashley,sambil berjalan menuju ke lift untuk naik ke Apartemen nya.
Mobil nya tadi sudah di urus oleh pengawal nya yg ada di sana,yang memang sudah siap siaga di setiap saat.
Pengawal yg selalu berjaga di depan pintu nya Apartemen Hery pun segera menyingkir dengan kepala menunduk,saat melihat Tuan nya pulang,bahkan dengan mengendong seorang wanita,yg ternyata Nona muda mereka.
Hery membuka pintu Apartemen nya dengan jari jempol ,walau pun dengan sedikit kesulitan tapi tetap berhasil ia buka.
Pintu Apartemen nya itu,mempunyai 2 cara untuk membuka nya,dengan kode angka dan jari jempol nya Hery.
Cara jari jempol hanya Hery sendiri yg bisa membuka nya, sedang kan cara kode angka hanya ia dan Ars ber dua saja yg mengetahui nya.
Biasa nya Hery selalu membuka nya dengan kode angka,tp lantaran agak sulit,ia pun mengguna kan jari jempol nya.
Setelah sudah masuk ke dalam,ia menutup pintu kembali dengan mengguna kan kaki nya.Hery segera membawa Ashley ke dalam kamar tidur nya,lalu membaring kan nya ke atas ranjang besar mewah milik nya itu.
Ia memperbaiki posisi tidur nya Ashley dengan pelan pelan,agar tdk menganggu tidur nya Ashley.
Karena memang setiap malam,Hery pergi memantau Ashley,ia selalu mandi trlebih dahulu.Jadi ia tdk perlu mandi lagi,ia juga merasa sudah ngantuk.
__ADS_1
'Seperti nya akan sangat nyaman,jika ia tidur sambil memeluk wanita nya' ucap Hery dalam hati.
Kemudian Hery pun ikut berbaring berhadapan dengan wanita nya,ia terus menatap wajah lelap wanita nya sebentar.
Kemaren hanya bisa menatap melalui layar HP,sekarang ia bisa menatap secara lgsng,seperti nya Hery sangat bahagia malam ini.Sedang kan wanita yg di tatap nya itu sudah masuk ke alam mimpi nya dari tadi.
Hery baru teringat sesuatu,ia segera mengambil HP yg ia letak kan di atas nakas tadi.Lalu mengirim kan pesan ke seseorg,setelah itu ia meletak kan kembali HP nya ke atas nakas.
Kemudian ia membaring kan tubuh nya kembali,lalu memeluk Ashley dengan menyandar kan kepala wanita nya ke dada bidang nya,sambil menghirup wangi aroma rambut nya Ashley.
Untung saja Ashley setiap sore,selalu numpang mandi di Cafe nya Desi.Jadi wanita yg belum membersih kan diri itu tdk membuat Hery terpengaruh karena ia belum mandi malam,mungkin saja Hery pun sama sekali tdk memperduli kan itu semua.
Ashley bukan nya terbangun,ia malah menyusup lebih dalam lagi ke dada bidang nya Hery.Karena wangi aroma tubuh nya Hery menyeruak ke hidung nya dan juga tubuh Hery yg hangat,membuat ia tambah tenang dan juga semakin nyaman.
Akhir nya mereka ber dua pun tidur sambil berpelukan hingga pagi.
Di dalam Apartemen Ars.
" Ke mana Tuan kau membawa Ashley?" tanya pria tadi dengan wajah marah,sambil memikir kan keadaan Ashley dan yg ntah ada di mana.
Padahal wanita yg di pikir kan nya itu sedang tidur dengan nyenyak tanpa beban.
"Siapa kalian sebenar nya?Setahu aku, kami ber dua tdk pernah berurusan dengan org org seperti kalian?"tanya pria itu lagi dengan marah campur kesal sambil berpikir dan menatap wajah datar yg ada di depan nya itu.
" Diam lah,kau membuat aku semakin pusing saja" jwb Ars yg sejak tadi terus terus terdiam memikir kan sesuatu.
Ars tadi yg ingin meninggal kan pria itu di sana saja,mau tdk mau terpaksa membawa pria itu untuk ikut bersama nya.Karena pria itu terus marah marah ingin membawa Ashley kembali kepada nya.
" Apa kau sadar ,kalian sudah menculik Ashley.Kalian akan aku lapor kan ke polisi sekarang juga" ucap pria itu dengan geram,sambil mengambil HP nya dari saku celana,ia sudah kebingungan tdk punya cara lain lagi untuk menyelamat kan Ashley.
__ADS_1
" Jika kau ingin melihat mayat nya Nona Ashley,maka telepon lah" ucap Ars dengan nada mengancam,hingga mampu membuat pria itu menghenti kan gerakan jari nya.
"Masuk lah ke kamar tamu itu dan nurut lah sampai besok,jika ingin bertemu dengan Nona Ashley" lanjut Ars lagi sambil berdiri dan menunjuk kamar tamu dengan jari telunjuk nya.
" Apa kau bisa menepati janji kau itu?" tanya pria itu,tdk mau percaya begitu saja.
" Aku tdk akan bicara 2 kali.Jika kau tdk ingin menurut juga,kau sama sekali tdk akan bertemu dengan Nona Ashley" jwb Ars dengan wajah yg semakin kesal.
Karena ia sudah pusing,sekarang tambah pusing dengan pertanyaan pertanyaan Pria itu dari masuk ke Apartemen tadi.
" Baik lah Baik lah aku akan masuk,tapi kau harus janji besok bawa aku ketemu sama Ashley" ucap pria itu dengan nada pasrah,ia hanya sedang khawatir dengan Ashley.
" Hm " jwb Ars dengan singkat.
Pria itu pun segera berlalu dari sana untuk masuk ke kamar tamu,setelah mendengar jawaban Ars.
Ars menghela nafas dengan berat,seperti nya besok benar benar akan ada malapetaka yg menimpa nya.
Ting...
Nada dering pesan di HP nya Ars terdengar,Ars pun segera membuka nya.
'Kau urus pria itu dengan baik,jangan biar kan dia lolos.Dan 1 lagi,besok pagi beli kan sepasang pakaian ganti untuk Ashley,besok aku akan membawa nya menemui ke dua org tua nya' isi pesan tersebut.
' Bagaimana kalau besok Tuan mengetahui semua nya,apa yg akan terjadi pada ku?" pikir Hery dengan nada lesu campur khawatir.
Lalu ia pun ikut berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar nya sendiri untuk tidur.Mungkin besok akan ia pikir kan lagi,sekarang ia sudah sangat lelah.
Sedang kan di dalam kamar tamu ,pria itu sedang berdebat dengan pikiran nya sendiri.Memikir kan ada masalah atau hubungan apa Ashley dengan mereka,Apa lagi saat ia melihat wajah cemburu pria yg menarik Ashley tadi.
__ADS_1
Ia juga mendengar,kalau pria barusan itu memanggil Ashley dengan sebutan Nona.' Kapan pula Ashley menjadi seorang Nona' pikir pria itu dengan bingung.
Kemudian pria itu pun tertidur sambil membawa semua kebingungan nya ke dalam mimpi,karena sudah tdk tahan dengan rasa ngantuk nya.