
Di Cafe Desi.
Ashley hari ini kembali ke aktivitas sehari hari nya setelah td sibuk berpamitan sama ke 2 org tua nya.Jadi di sini lah Ashley skrang,di Cafe Desi.
Dari tadi Ashley terus saja berkerja sambil melihat jam yg ada di dinding padahal di tangan nya sudah ada jam tangan pemberian dari kakak nya.
Setelah ia melihat jam sudah menunjuk kan waktu makan siang,ia malah sibuk mondar mandir hingga membuat Desi yg sedang berdiri di sana pun jadi bingung.
" Kau ini kenapa sih ley,aku perhati kan dari tadi,kau ini sudah seperti cacing kepanasan saja" tegur Desi yg sudah tdk tahan melihat Ashley mondar mandir terus,membuat mata nya menjadi sakit saja.
" Bagaimana ini Des,bentar lagi pria itu akan datang.Mau aku sembunyi kan di mana Wajah ku ini,kau tahu tdk ley aku sangat malu" jwb Ashley tp tdk menghenti kan kaki nya untuk mondar mandir.
Sudah waktu nya makan siang dan Hery akan dtg makan siang,maka nya Ashley dari tadi tdk tenang,ia akan sangat malu jika harus ketemu Hery apa lg ketika mengingat kejadian semalam.
" Malu?" tanya Desi kebingungan saat mendengar pertanyaan Ashley.
Ashley yg melihat Desi kebingungan pun,segera melihat ke kiri kanan,apa kah ada org di sekitar mereka berdua karena mereka skrg sedang berada di dapur.
" Begini semalam aku......................." Ashley pun mencerita kan tentang kejadian semalam kepada Desi tp kecuali 1 hal yaitu tentang ciuman pertama nya.
" Apa? jd kalian sudah berpelukan?" teriak Desi sedikit kuat karena terkejut.
" Iya,tp kau jg jgn pakai teriak Des.Pelan kan suara mu itu" ucap Ashley kesal karena Desi teriak tdk pada tempat nya.
" Aku seperti tdk percaya saja ley tp gak apa apa,aku senang mendengar nya" balas Desi lg.
' Seperti memang berjodoh saja' pikir Desi.
" Kau ini,aku bingung dan juga sangat malu tp kau malah senang,sahabat seperti apa kau ini?" gerutu Ashley sambil mondar mandir lagi.
" Memang apa yg harus kau bingung dan malu kan,itu kan tdk kesengajaan jadi kau tak perlu bingung dan malu.Lagian kau mau sembunyi sampai kapan? sampai rambut mu memutih?" tanya Desi lagi.
" Kau harus menghadapi nya bukan nya malah lari,ada ada saja kau ini" lanjut Desi lagi sambil duduk di kursi yg ada di dapur.
" Tumben kau pintar Des" ucap Ashley setelah selesai mencerna kata kata Desi dengan baik,seperti nya kata kata Desi memang ada benar nya juga.
"Memang kapan aku tdk pintar?" tanya Desi dengan wajah kesal nya.
" Tdk ada,kau kan memang selalu pintar " balas Ashley,pura pura memuji Desi.
Desi hanya mendengus karena ia tahu Ashley hanya pura pura memuji nya.
Ashley tertawa kecil saat melihat wajah kesal Desi,lalu ia bersuara kembali.
__ADS_1
" Baik lah,aku harus menghadapi nya tdk boleh lemah" ucap Ashley menyemangati diri nya sendiri di ikuti oleh Desi yg ikut menyemangati diri nya.
' Ternyata bukan kami saja yg merestui,tp tuhan juga merestui hubungan kalian.Bagus sekali,Agatha ini adalah berita bahagia,kau harus mengetahui nya' gumam panjang lebar.
" kau mengata kan sesuatu Des?" tanya Ashley karena ia seperti mendengar Desi sedang berbicara saja.
" Ha! tidak,tidak ada" jawab Desi cpt.
" Itu ley,dia sudah datang.Cepat kau bersiap siap" heboh Desi saat melihat ke luar Cafe,Hery dan Ars sudah keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam Cafe.
Ashley yg juga ikut melihat pun tak lagi banyak bicara,ia segera bersiap siap untuk menyambut Hery seperti biasa nya.
Seperti biasa nya Ashley melayan Hery dan Ars,wajah Hery pun jg seperti biasa saja seperti tdk terjadi apa apa dengan Ashley.Ashley pun juga mengikuti cara nya Hery.
Ashley duduk bersama Desi tak jauh dari tempat duduk nya Hery dan Ars,setelah selesai melayani 2 pria itu.Siang ini ia seperti nya agak sedikit santai karena hanya tggal beberapa tamu saja tp para pelayan lain yg ambil giliran jadi ia dapat istirahat sebentar.
" Coba kau lihat ke sana ley" seru Desi pelan,saat melihat sepasang kekasih berjalan masuk ke dalam Cafe,seperti nya mereka juga ingin makan siang di Cafe ini.
" Biarin saja Des,sama sekali gak ada kaitan nya sama aku" ucap Ashley cuek,ia sudah malas berurusan sama Aldy.
Hery dan Ars yg sedang makan,sibuk mempertajam indra pendengaran nya karena memang jarak mereka dekat jadi mereka dengar, apa yg di kata kan oleh Ashley dan Desi.
"Memang nya kau sudah move on?" tanya Desi,kelihatan sekali kalau ia sengaja ingin membuat Ashley kesal.
Desi hanya tertawa kecil,apa lagi ketika melihat wajah kesal sahabat nya itu.Seperti nya hobi nya Desi memang melihat kekesalan sahabat nya itu.
Mereka asyik mengobrol,tiba tiba 2 pasang kaki datang menhampiri meja nya Ashley dan juga Desi.
Ashley dan Desi pun mendongak kan kepala nya untuk melihat siap gerangan yg telah menganggu ketenangan mereka berdua.
Ashley dan Desi lgsng memutar bola mata nya dengan malas,setelah tau siapa org nya,mereka adalah Aldy sama Siska.
Aldy dan Siska memang suka menganggu Ashley jika ketemu.
" Hai Ashley,apa kabar?" sapa Siska pura pura ramah sambil mengandeng lengan nya Aldy.
Tp malah tdk di gubris sama Ashley dan Desi,2 wanita itu bahkan bangkit berdiri dari duduk nya,berniat meninggal kan Aldy dan Siska,hingga membuat wajah Siska memerah menahan emosi.
" Hei wanita murahan,kenapa sombong sekali?" pancing Siska saat melihat Ashley dan Desi ingin pergi.
" Apa kau sedang mengatai diri mu nona ?" geram Ashley karena Siska selalu menghina nya padahal ia sudah mendapat kan Aldy,apa lagi yg di ingin kan oleh Siska,benar benar wanita tdk tahu malu.
" Kau,,,apa kau tdk bs move on dengan kekasih ku,maka dari itu sifat kau begitu sama aku?" tanya Siska karena tdk terima dengan perkataan Ashley.Sedang kan Aldy hanya memperhati kan adegan mereka berdua saja.
__ADS_1
" Cih...apa menurut mu, aku sebegitu menyedih kan" balas Ashley sambil tertawa kecil.
" Kalian memang sangat serasi,satu brengsek dan satu lagi ******.Benar kan Des?" lanjut Ashley lg sambil tersenyum mengejek,geram nya sudah di ambang batas.
" Benar apa yg kau bilang itu ley,hanya saja mereka berdua kan tdk tahu diri jd mana mungkin bs menyadari nya" balas Desi membantu Ashley melampias kan geram nya,padahal ia sendiri juga sedang geram.
" Kau..." ucap Siska emosi,ia pun melayang kan tangan nya ke udara bersiap siap ingin menampar Ashley.
Ashley yang terlambat menyadari nya hanya pasrah dan memejam kan mata nya.
" Jika kau berani menyentuh nya seujung kuku saja,aku pasti kan kau akan membusuk di dalam kuburan" ucap Hery setelah ia berhasil menangkap tangan Siska lalu ia menghempas kan nya dengan kuat hingga Siska pun terhuyung ke samping.
Hery sangat marah td,saat melihat ada yg ingin menampar wanita nya,ia pun segera melangkah maju,hingga Ars baru menyadari jika Hery sudah tdk ada di samping nya saat mendengar suara yg sudah berpindah tempat.
Ashley yg mendengar suara tak asing pun segera membuka mata nya,setelah membuka mata nya ia hanya mampu terbengong melihat yg di laku kan dan mendengar apa yg di ucap kan oleh Hery.
" Siapa kau? berani sekali mencampuri urusan kami" ucap Aldy yg dari tadi hanya diam,dengan nada tinggi .Sedang kan Siska,ia sedang menahan sakit di pergelangan tangan nya akibat hempasan Hery td.
" Kalian tdk perlu tahu siapa aku,yg perlu kalian tahu jgn pernah menganggu wanita ini lg jika kalian ingin hidup" ucap Hery tegas dan jangan lupa dengan tatapan mata tajam nya yg seperti bs menembus ke mana mana,hingga mampu membuat nyali Siska dan Aldy menciut.
Aldy dan Siska segera pergi dari sana,apa lg melihat Ars berdiri di samping Hery.mereka memang tdk begitu mengenali Hery tp mereka mengenali Ars.
Asisten Di Perusahaan Kusuma Group,mereka selalu mendengar berita,jika ada yg menganggu keluarga Kusuma pasti akan tinggal nama,maka nya mereka segera pergi dari sana dari pada nyawa nya melayang.
" Terima kasih " ucap Ashley saat melihat Hery ingin pergi juga.
Hery berhenti melangkah karena mendengar kata terima kasih dari Ashley.
" Hm " jwb Hery singkat lalu melanjut kan langkah nya kembali,di ikuti oleh Ars dari belakang.
" Siapa nama mu?" teriak Ashley ketika melihat punggung Hery semakin menjauh.
" Hery " jwb Hery cepat dengan nada agak tinggi supaya Ashley bs mendengar nya.Hery menjawab sambil melangkah terus, ia jg tersenyum tp sayang nya Ashley tdk bs melihat nya.
" Hery " gumam Ashley sambil terus melihat mobil Hery hingga menghilang.
" Manis nya ..." ucap Desi sambil memikir kan kembali kejadian barusan.
" Des sudah,org nya sudah pergi.Kau ini sedikit saja sudah melayang ke mana mana" ejek Ashley,padahal ia sama juga.
" Memang nya kau tdk?" kesal Desi.
" Sudah lah,ayo berkerja kembali " ucap Ashley sambil melanjut kan kerja nya kembali,di ikuti oleh Desi.
__ADS_1
Mereka berdua pun berkerja sambil tertawa kecil.