Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
154. Hukuman dari Ars


__ADS_3

Wanita paruh baya tersebut terus memohon,selama dia di seret.Sedangkan suaminya hanya diam saja,sama sekali tidak berniat untuk membantu istrinya untuk memohon,karena suaminya hanya memikirkan Perusahaan kecilnya saja saat ini.


Suaminya tidak akan rela kalau Perusahaan kecilnya sampai di hancurkan oleh Ars,hanya gara-gara ingin menolong putra mereka yang tidak tahu diri itu,maka dari itu ia tidak mau mengambil resiko.


Agatha yang sudah tidak tahanpun,langsung bersuara dan mencoba membujuk Ars,karena tidak tahan dengan linangan air mata yang terus mengalir dari kedua mata wanita paruh baya tersebut.


Walaupun ia tidak begitu akrab dengan wanita paruh baya tersebut dan mereka juga pernah datang ke rumah untuk ribut,tapi ia juga mempunyai seorang Ibu,jadi ia bisa tahu bagaimana perasaan wanita paruh baya tersebut.


"Ars..." panggil Agatha,dengan wajah memelasnya.Sambil menatap Ars yang langsung menatap dirinya juga.


"Apa? " tanya Ars,dengan nada malasnya.Karena ia sudah tahu,apa yang ingin di katakan oleh Agatha padanya,melalui eskpresi wajahnya Agatha.


"Aku sudah memaafkan pria itu,bebaskan saja pria itu ya..." ucap Agatha,masih dengan wajah yang memelas.


Kedua satpam yang sedang sibuk menyeret suami istri tersebut,langsung menghentikan langkah mereka tanpa melepaskan genggaman mereka,saat mendengar suara memelasnya calon Nona mereka.Sedangkan suami istri tersebut,berdiri dengan wajah yang penuh harap.


"Tapi aku belum bisa memaafkan pria brengsek itu.Jadi,jawabannya tetap tidak" jawab Ars,dengan wajah tegasnya bercampur kesal karena Agatha yang terlihat akan kekeh dengan permohonannya.


"Kalau begitu,bagaimana kalau kamu ringankan saja kurungannya?" tanya Agatha sambil berjalan mendekat ke arah Ars yang sedang duduk bersandar di kursi kerjanya,ia masih mencoba untuk membujuk kekasihnya itu.


"Tidak" jawab Ars,dengan singkat.Ia menjawab sambil menyangga keningnya dan menatap wajah memelasnya Agatha yang sudah berada di atas kedua pahanya,karena Agatha yang sedang berjongkok di hadapannya dan meletakkan dagunya di atas kedua pahanya.


"Ars..." panggil Agatha,dengan wajah yang semakin memelas,hingga membuat Ars menjadi tidak tega.


Ars menghela nafas dengan berat,karena tidak tega melihat wajah memelasnya Agatha.


"13 tahun" jawab Ars dengan singkat,sambil memijit keningnya dengan pelan dan terus menatap wajah memelasnya Agatha.


"Ars..." panggil Agatha lagi,wajahnya masih saja memelas.


"10 tahun" jawab Ars lagi,dengan wajah pasrahnya,tanpa menghentikan jari-jarinya yang sedang memijit keningnya.


"Ars..." panggil Agatha lagi,karena merasa masih kurang.


Ars kembali menghela nafasnya,dengan berat.Baru kali ini ia menerima tawar menawar dari keputusan yang sudah ia ambil.


Ia dan Hery,hampir tidak pernah mengubah keputusan yang sudah mereka ambil.Beda dengan kasus Nona mudanya waktu itu,karena terlihat jelas di wajah kedua orang tua pria yang waktu itu, sangat tulus dalam meminta maaf.


Tapi kali ini,pria paruh baya tersebut terlihat sangat tidak tulus.Jadi,ia menganggap kalau putranya pasti memiliki karakter dari Ayahnya.Jadi,ia rasa pria brengsek itu memang tidak pantas untuk di bebaskan,walaupun di ringankan hukumannya sekalipun.


Tapi,kembali lagi.Kali ini,kekasihnya malah kembali berulah,dengan memelas di hadapannya.Mau tidak mau,dengan terpaksa ia harus meringankan hukuman penjara pria berengsek itu.


"5 tahun" jawab Ars,dengan singkat lagi.


"Aku tidak mau menerima permohonan lagi.5 tahun atau tidak kurang sama sekali" lanjut Ars lagi saat ia melihat Agatha yang kembali ingin memanggilnya,ia berbicara dengan wajah tegasnya bercampur serius yang tidak terbantahkan lagi.


Agatha yang tadi ingin kembali memanggilpun,langsung terdiam.Apa lagi,saat ia seperti mendengar kata final dari perkataannya Ars tadi.


"Ingat...Ini tidak gratis,kamu harus membayarnya dengan mahal" bisik Ars di samping telinganya Agatha,dengan senyum nakalnya.Setelah ia sudah berhasil membungkukkan badannya agak ke bawah,hingga tepat berada di samping telinganya Agatha yang masih terdiam.


Kemudian Ars segera menegakkan tubuhnya kembali,setelah ia selesai berbisik di samping telinganya Agatha.

__ADS_1


Lalu Ars langsung menatap kedua satpam dan Sekretaris tersebut dengan isyarat mata yang menandakan,kalau kedua satpam itu harus segera membawa kedua suami istri tersebut keluar dari Perusahaan sekarang juga.


Kedua satpam itupun,langsung kembali melanjutkan langkah mereka untuk membawa sepasang suami istri tersebut keluar dari Perusahaan ini.


"Terima kasih, terima kasih Tuan,atas kebaikanmu.Agatha,terima kasih juga,karena sudah mau membantu tante" ucap wanita paruh baya tersebut dengan tersenyum syukur karena hukuman penjara putranya akan di kurangi sebanyak itu.


Walaupun hukuman penjara putra mereka masih terhitung lama dan banyak tahun.Tapi ia harus tetap bersyukur,karena angka hukuman penjara putranya sudah lumayan dikit dari pada yang awal punya.


Suami istri tersebut segera membungkuk-bungkukkan badan mereka beberapa kali,sebelum kedua satpam tersebut benar-benar menyeret mereka berdua keluar dari sana dan di ikuti Sekretaris tersebut dari belakang,Sekretaris tersebut juga tidak lupa menutup pintu ruangan tersebut.


Sedangkan Agatha,masih berjongkok dengan wajah yang tercengang karena bisikannya Ars tadi.


Karena terlalu sibuk memikirkan tentang bayaran apa yang harus ia bayar kepada kekasihnya itu,hingga ia tidak menyadari kalau di dalam ruangan tersebut,sudah hanya tinggal mereka berdua saja seperti semula.


Ars langsung tersenyum lucu,saat melihat wajah tercengangnya Agatha.Ia segera mengambil remot,lalu ia mengunci pintu secara otomatis melalui remot tersebut.Kemudian,ia langsung berdehem agar Agatha segera bangkit dari berjongkoknya.


"Ehem ehem ehem" dehem Ars,dengan wajah yang terus tersenyum,sambil meletakkan remot yang ia ambil tadi.


"Ke kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Agatha setelah tersadar dari tercengangnya dan lamunannya tadi yang ntah melayang kemana.Ia bertanya dengan nada gugupnya karena mendapatkan tatapan mesumnya Ars,sambil bangkit dari berjongkoknya.


"Memangnya,apa yang salah dengan tatapanku?" tanya Ars balik,sambil terus menatap Agatha dengan tatapan mesumnya.Ia ingin memberi pelajaran pada Agatha,karena sudah berani membantu orang yang sedang ingin di hukumnya.


"Ti tidak,tidak ada yang salah.Kalau begitu,aku akan melanjutkan tugasku kembali" jawab Agatha,dengan nada yang semakin gugup,saat ia merasakan tatapan Ars yang semakin mesum ke arahnya.


Agatha segera berbalik badan,ia berniat untuk melanjutkan tugasnya kembali dan sekalian melarikan diri dari tatapan mesumnya Ars.Tapi baru saja ia mau melangkah,setelah sudah berbalik badan barusan.


Tubuhnya malah di tarik oleh Ars dari belakang secara tiba-tiba,hingga membuat tubuhnya langsung berada di pelukannya Ars,dalam posisi Ars yang sedang duduk dan Agatha yang terduduk di atas kedua pahanya Ars.


Ia berbicara dengan wajah gugupnya bercampur malu,karena posisi wajah mereka yang sangat dekat,hanya berjarak 3 cm saja.


"Aku ? Aku sedang melakukan apa yang harus aku lakukan" jawab Ars,ia menjadi bertambah semangat untuk memberi pelajaran kepada Agatha,saat ia melihat wajah memerahnya Agatha.


"A apa maksudmu?" tanya Agatha,dengan wajah gugupnya bercampur malu,sambil sedikit menundukkan kepalanya agar bisa menghindari pikiran-pikiran mesumnya Ars karena bibir mereka yang hampir bersentuhan.Dari tadi,ia sudah membayangkan bermacam-macam hukuman yang akan di berikan oleh Ars,tentang bayaran mahal yang di katakan oleh Ars tadi


Tapi,kenapa di benaknya sekarang hanya ada bayangan-bayangan mesum saja.Apa lagi,saat ia melihat tatapan mesumnya Ars yang tidak mengurang sama sekali.Itu sudah cukup,untuk membenarkan apa yang ada di benaknya saat ini,hingga membuat dirinya menjadi semakin gugup dan ingin melepaskan diri dari pelukan Ars.


"Kamu harus membayar mahal permohonanmu tadi,dengan ini" jawab Ars,dengan wajah yang tersenyum menggoda,sambil menyentuh bibir merahnya Agatha dan menahan pinggulnya Agatha yang sibuk ingin melepaskan diri darinya.


"A apa ti tidak bisa di gantikan sama yang lain saja?" tanya Agatha,dengan nada gugupnya,sambil terus menahan dadanya Ars yang semakin mendesak untuk maju ke dadanya karena tarikan tangannya Ars yang semakin kuat di pinggulnya.


Padahal biasanya Agatha akan menerima dengan senang hati c**m*n dari Ars,tapi kali ini tatapan mesumnya Ars yang berbeda dari sebelum-sebelumnya,membuat Agatha menjadi gugup tidak karuan.


"Aku tidak ingin yang lain,selain bagian-bagian tubuhmu ini" jawab Ars,sebelah tangannya yang berada di bibirnya Agatha tadi,langsung berpindah ke dadanya Agatha.


"Ta tapi,i itu...." ucap Agatha,dengan wajah gugup,bingung dan malu bercampur menjadi satu.Apa lagi,Ars menunjuk dadanya.Ia jadi berpikir,apakah Ars sedang menginginkan 2 gunung kembarnya.


Di dalam hati,ia merutuki dirinya yang tadi sok-sok an ingin menjadi pahlawan siang bolong.Sekarang,ia harus menghadapi kekasihnya yang sudah berubah menjadi singa jantan yang seperti ingin menerkam tubuhnya melalui tatapan mesum itu.


Sedangkan Ars,tatapan mesumnya semakin terlihat nyata saat ia melihat 2 gunung kembar yang tampak berisi dan sangat padat di balik kemeja kerjanya Agatha.Senyum menggodanya juga semakin melebar,saat mendengar nada bingungnya Agatha.


"Apapun alasanmu,kamu tetap harus menerima hukuman dariku saat ini juga" ucap Ars,ia segera menyela perkataannya Agatha yang terputus-putus itu,sambil mengangkat dagunya Agatha agar menatap wajahnya yang sudah mulai di penuhi oleh gairah.

__ADS_1


"Ars,ta tapi jan......ehhmmm....." Agatha yang baru saja ingin memperingati Ars agar tidak boleh melakukan lebih,hanya boleh melakukan yang sebatas wajar saja,karena mereka belum menikah.Tapi belum sempat ia menyelesaikan perkataannya,mulutnya sudah di bungkam oleh Ars terlebih dahulu.


Ars tersenyum di balik c**m*n mereka,saat ia melihat Agatha yang langsung memejamkan kedua matanya dan mengalungkan kedua tangan ke lehernya dan Agatha juga membalas c**m*n darinya karena sudah mulai terbawa suasana.


Ars terus menc**m dan ******* isi mulutnya Agatha dengan lembut,tapi lama-kelamaan c**m*n mereka semakin lama semakin memanas.Bahkan sebelah tangannya Ars sudah mulai meremas 2 gunung kembarnya Agatha dengan pelan tanpa melepaskan c**m*n mereka.


"Emmpphh" terdengar d*s*han tertahan dari mulutnya Agatha,karena terus di bungkam oleh mulutnya Ars.


Ars menjadi semakin bergairah,saat mendengar d*s*han tertahannya Agatha,bahkan benda terkulai di bawahnya juga sudah bangun dari sejak ia menatap 2 gunung kembarnya Agatha tadi.Jadi,benda di bawahnya sudah bangun dengan kesadaran penuh saat ini.


Sedangkan Agatha,men*km*t* c**m*nnya Ars dengan perasaan yang tidak menentu,saat merasakan Ars yang sudah mulai hilang kendali karena Ars yang sudah mulai membuka kancing-kancing kemejanya tanpa melepaskan c**m*n mereka sedetikpun.


Jadi,perasaannya Agatha menjadi semakin bercampur aduk,antara mau memberontak atau melanjutķan.Karena kata hatinya dan bahasa tubuhnya seperti sedang berlawanan.


Setelah kancing kemejanya Agatha sudah terlepas semua,Ars segera menjauhkan kemeja tersebut dari tubuh mulusnya Agatha,hingga hanya menyisakan kain kaca matanya Agatha yang berwarna merah di separuh tubuh polosnya Agatha.


Kedua tangannya Ars, berlanjut mencari pengait kain kaca matanya Agatha dan membukanya.Ia terus ******* isi mulut dan membelit lidahnya Agatha tanpa jeda,hingga membuat Agatha menjadi tidak berdaya dan tidak punya kesempatan untuk bisa mencegah sedikitpun.


Setelah bagian atasnya Agatha sudah tidak memiliki penghalang sama sekali.C**m*nnya Ars,segera turun ke leher mulusnya Agatha dengan perlahan-lahan,hingga ke dada polosnya Agatha.


"Aahh aahhh aahhh, Ars "terdengar suara merdunya Agatha,saat dirinya merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sama sekali.Agatha terus memejamkan kedua matanya dan meremas rambutnya Ars dengan gerakan sembarangan.


Sedangkan Ars,melahap sebelah gunung kembar tersebut dengan sangat rakus dan sebelah tangan yang sibuk memainkan pucuk gunung yang berwarna hitam tersebut.


Hingga mampu membuat Agatha terus mengeluarkan suara merdunya tanpa henti,remasannya di rambutnya Ars juga terus berlanjut.


Ars yang sudah di luar kendali dan tubuh yang sudah di kuasai gairahpun,terus melanjutkan kegiatannya tanpa berpikir panjang lagi.


Bahkan,sebelah tangannya sudah turun ke ar*a int*mnya Agatha dengan sebelah tangannya lagi yang masih sibuk memainkan pucuk gunung tersebut dan mulut yang terus melahap sebelah gunung padat tersebut.


Tubuhnya Agatha langsung menegang dan gejolak-gejolak aneh yang mulai memenuhi saraf-saraf di tubuhnya,saat sebelah tangannya Ars yang sudah bermain di ar*a int*mnya yang masih di lapisi kain segi tiga.


Apa lagi,saat ini tubuh atas dan bawahnya merasakan gejolak-gejolak aneh secara bersamaan,hingga membuat pikirannya langsung buntu dan tidak berdaya,ia hanya mampu mengeluarkan suara-suara merdunya saja dan meremas rambutnya Ars yang sudah berantakan karena remasannya.


Ars yang juga sudah lepas kendali,berniat melepaskan kain segi tiga yang menjadi penghalang terakhir untuknya.


Tapi baru saja Ars ingin menarik kain segi tiga tersebut ke bawah,suara ketukan pintu dari luar langsung mampu menyadarkan setan yang ada di dalam tubuhnya.


"Tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.


Ars langsung menegakkan kepalanya dan mengeluarkan sebelah tangannya dari dalam roknya Agatha dan berpindah ke pinggulnya Agatha karena rasa kagetnya.Begitu juga,dengan Agatha yang langsung membuka kedua matanya yang terpejam tadi,ia juga sama kagetnya dengan Ars.


Mereka saling menatap dengan wajah yang sama-sama memerah karena masih di penuhi gairah,nafas mereka berdua juga terdengar masih memburu karena hasrat mereka sama-sama belum terpenuhi.


"Tok tok tok" kembali terdengar ketukan pintu dari luar ruangan.


Ars segera memeriksa tubuhnya Agatha,saat ia baru tersadar dari kesalahannya tadi.Pandangannya langsung tertuju pada 2 gunung kembar yang memang berada di hadapannya dan sudah tanpa sehelai benangpun karena ulahnya tadi.


Kedua matanya langsung tidak mampu berkedip,saat menatap 2 gunung kembar tersebut yang terlihat sangat montok,padat,mulus dan pucuk gunung tersebut juga terlihat sangat sempurna di matanya.


"Ars" panggil Agatha,dengan nada kesalnya bercampur malu setelah ia menyadari apa yang sedang di tatap oleh Ars sampai tidak mau berkedip,sambil menutup 2 gunung kembarnya dengan menggunakan kedua tangannya dan gerakan cepat.

__ADS_1


Ia menjadi semakin kesal,karena tatapan mesumnya Ars yang kembali terlihat lagi.


__ADS_2