
Ars menghela nafas dengan pelan,ia sudah tidak punya banyak waktu untuk menjelas kan apa pun,dirinya pun sebenar nya juga tidak suka terlalu banyak bicara.
"Jangan banyak bertanya,cepat ikuti aku sekarang" jawab Ars dengan nada tegas dan wajah datar nya,sambil berbalik badan lalu berjalan pergi dari hadapan nya Agatha.
Ars menghenti kan langkah ke 3 nya saat merasa kan kalau Agatha tidak juga mengikuti nya dari belakang,ia pun berbalik badan kembali dan melihat Agatha yang masih berdiri tanpa bergerak dengan wajah yang semakin bingung.
Ars menghela nafas dengan pelan,ia segera berjalan ke arah Agatha berdiri.
"Eh eh Tuan..." panggil Agatha sambil mengikuti langkah Ars dengan sedikit berlari karena Ars menarik tangan nya secara tiba-tiba dan membawa nya berjalan dengan langkah lebar nya ke arah lift.
Setelah sampai di dalam lift,Agatha tersenyum bahagia sambil melihat tangan nya yang masih di pegang oleh Ars sejak kena tarik tadi.
"Tuan....." ucapan Agatha langsung di sela oleh Ars,saat ia baru saja mau memulai bertanya.
"Diam,menurut lah" ucap Ars tanpa menoleh ke arah Agatha yang berada di samping nya.
"Satu lagi.Ingat,jangan banyak bertanya" peringat Ars lagi dengan wajah datar nya,posisi kepala nya masih saja tetap seperti tadi.
Ia juga segera melepas kan tangan nya Agatha yang berada di dalam genggaman tangan nya sejak tadi,karena ia baru saja menyadari genggaman tangan yang belum ia lepas dari tadi.
Agatha yang mendengar peringatan dari Ars,hanya mampu tersenyum terpaksa sambil menatap tangan nya yang sudah terlepas dari tangan nya Ars dengan tatapan sedih.
Apa lagi saat melihat wajah Ars yang tanpa senyuman sama sekali dan Ars juga berbicara dengan dirinya tidak lembut seperti sebelum nya lagi,membuat hati nya menjadi sesak.
'Apa kah begini rasa nya,saat dirinya menolak Ars kemaren....Apa kah Ars sudah tidak mencintai nya lagi...' pikir Agatha.
Sudah tidak ada lagi senyuman yang selalu Ars tunjuk kan pada nya,ketika Ars sedang mendekati dirinya waktu itu.
Kenapa hati nya malah merasa semakin sakit saja ,saat memikir kan kalau Ars benar-benar sudah tidak mencintai nya lagi.
Setelah lift sudah berhenti di lantai bawah,Ars segera keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh Agatha dengan wajah sedih nya.
Ars segera masuk ke dalam mobil di susul dengan Agatha dari belakang,mobil di mana Hery dan Ashley sedang menunggu mereka.
"Kenapa kau menjadi seperti Ryan saja?"tanya Hery dengan nada kesal nya.
"Maaf Tuan" jawab Ars dengan nada kesal nya juga dan langsung melaju kan mobil untuk menuju ke rumah sakit,padahal Tuan nya sendiri yang menyuruh nya untuk membawa Agatha hingga membuat nya menjadi sedikit terlambat ,sekarang malah menyalah kan dirinya.
__ADS_1
Ars hanya mampu mengeluh di dalam hati nya saja
Hery pun tidak berbicara apa-apa lagi,lalu ia kembali memijat kepala nya Ashley dengan pelan.
"Ashley....." pekik Agatha karena terlalu senang,ternyata sahabat nya ada di belakang nya.
"Eh,maaf-maaf" ucap Agatha saat melihat tatapan tajam dari Hery,sambil mengangguk-ngangguk kan kepala nya beberapa kali.
Hery menjadi kesal kembali saat mendengar pekikan nya Agatha.Padahal hanya berjarak 1,2 jengkal saja,kenapa juga harus pakai memekik.
Ashley tersenyum saat melihat Agatha yang langsung kembali menghadap ke depan dan duduk dengan diam,ia juga melihat wajah datar nya Ars,seperti nya tidak mudah untuk menyatu kan mereka berdua.
Di dalam benak nya saat ini,hanya suami nya saja yang mampu membantu nya dalam misi tentang Ars dan Agatha sahabat nya ini.Ia harus menunggu tubuh lemah nya ini membaik terlebih dahulu,baru ia akan memulai misi nya itu kembali.
Ia ingin bicara banyak sama Agatha tapi badan nya masih terasa sangat lemah,jadi ia pun hanya mampu menyandar kan kepala nya di dada kekar nya Hery.
Sedang kan Ars hanya tersenyum tipis saat melihat tingkah lucu nya Agatha,senyum yang tidak bisa di sadari oleh Agatha.Ars juga sedang berusaha terus menormal kan debaran jantung nya karena berdekatan dengan Agatha,ia tidak mau terjebak lagi dalam cinta yang tidak berbalas itu.
Di dalam perjalanan mereka,hanya hening tanpa suara yang menemani tiap menit mereka.Akhir nya setelah 40 menit berlalu,mereka pun sampai di rumah sakit,sedang kan Ryan sudah dari tadi sampai karena ia memakai mobil milik nya sendiri tadi.
Ars dan Agatha pun ikut masuk karena di paksa oleh Ashley karena Ashley ingin sahabat nya juga melihat dan mendengar secara langsung hasil dari periksa nya.
"Bagaimana?" tanya Hery dengan tidak sabaran setelah Dokter Obgyn wanita tersebut sudah selesai memeriksa istri nya,sambil mengenggam tangan nya Ashley yang sedang gugup karena menunggu jawaban dari Dokter wanita tersebut.
"Selamat Tuan muda dan Nona muda,Nona muda saat ini sedang hamil.Kehamilan nya sudah masuk 7 minggu" jawab Dokter setelah melalui sedikit tanya jawab dan pemeriksaan tadi.
"Honey,aku sangat bahagia hari ini" ucap Hery dengan yang tersenyum lebar karena terlalu bahagia saat mendengar jawaban dari Dokter tersebut,sambil memeluk istri nya yang sedang duduk di samping nya.
"Aku juga ,Honey" ucap Ashley yang sama bahagia nya dengan Hery,sambil membalas pelukan dari Hery dengan terus tersenyum.
"Ya Tuhan,ternyata kau sedang hamil ley.."pekik Agatha lagi tanpa sadar dengan wajah kaget bercampur senang bahagia nya.
"Ah,senang nya.Tidak lama lagi,aku dan Desi akan mendapat kan keponakan" lanjut Agatha lagi tanpa menyadari tatapan kesal dari Hery,Agatha juga tanpa sadar memeluk Ars yang memang sedang berada di samping nya dari tadi karena terlalu bahagia saat mendengar kehamilan sahabat nya itu.
"Ini adalah kabar baik ley,kenapa kau tidak memberitahu ku dari tadi saja" lanjut Agatha lagi dengan suara bahagia nya sambil melompat-lompat kegirangan.
Ketika menyadari kalau hanya suara dirinya saja yang terdengar,Agatha segera menghenti kan perkataan nya,ia memutar wajah nya ke sekitar dengan wajah heran,saat ia melihat wajah kesal nya Hery,senyum bahagia nya tadi langsung menghilang begitu saja.
__ADS_1
Lalu ia kembali menghadap ke depan,tatapan mata nya langsung bertemu dengan tatapan mata nya Ars,wajah nya langsung memerah karena malu.
Apa lagi,saat merasa kan kedua tangan nya Ars yang sedang memerangkap pinggul nya.
"Maaf maaf" ucap Agatha,ia segera menjauh kan tubuh nya agar pelukan mereka terlepas,Ars yang langsung tersadar pun segera melonggar kan pegangan tangan nya yang ada di pinggul nya Agatha karena takut Agatha terjatuh akibat aksi melompat-lompat kegirangan tadi.
Agatha dan Ars pun jadi salah tingkah,hanya saja Ars masih bisa mengontrol reaksi tubuh dan wajah nya,ia hanya sedikit menggaruk-garuk kan pucuk kepala nya dengan wajah datar nya.
"Maaf Tuan,aku hanya terlalu senang" ucap Agatha kepada Hery dengan wajah yang masih memerah dan cenges-ngesan.
"Dasar" gumam Hery dengan pelan sambil menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan,lalu ia menoleh kembali ke istri nya yang sedang tersenyum lebar.
Senyum nya Ashley semakin lebar,saat melihat Agatha yang sedang mendelik kesal ke arah dirinya.
"Mulai sekarang kau sama sekali tidak boleh berkerja,Honey.Kamu hanya perlu makan teratur dan istirahat yang cukup saja" peringat Hery pada Ashley dengan wajah yang tersenyum lebar sambil menatap wajah pucat nya Ashley.
"Iya,aku mengerti" jawab Ashley dengan nada pasrah,walau pun kesal tapi ia sudah tidak punya tenaga untuk berdebat dengan suami nya itu.
"Apa kah bayi kami pria atau wanita Dok?" tanya Hery sambil menoleh kan kepala nya ke arah Dokter tersebut.
"Dok,apa kau ingin di pecat saat ini juga?" tanya Hery lagi dengan nada tinggi nya dan juga wajah tegas nya bercampur marah,saat melihat Dokter tersebut hanya menatap nya saja tanpa mau menjawab.
"I iya, ma maaf kan saya Tuan muda" ucap Fokter tersebut dengan wajah takut nya setelah langsung tersadar dari lamunan nya karena suara tinggi nya Hery.Ia segera menunduk kan kepala nya sambil meminta maaf dengan suara yang gemetar.
"Sudah.Jangan begitu kejam,ingat di sini sudah ada bayi" ucap Ashley sambil meletak kan tangan nya Hery ke perut datar nya.
Ia berusaha untuk membujuk suami nya yang sedang menahan amarah,Hery pun langsung menurut saat mendengar perkataan Ashley,Hery juga segera mengelus-elus perut datar nya Ashley sambil tersenyum tipis,hingga mampu membuat Ashley tersenyum lega.
"Bagaimana ? Bayi kami berjenis kelamin apa?" tanya Hery,mengulangi pertanyaan nya tadi.
"Maaf Tuan,sekarang masih belum bisa di lihat terlalu jelas jadi belum bisa memasti kan pria atau wanita" jawab Dokter sambil menormal kan rasa gugup nya.
"Jika Tuan ingin mengetahui nya,harus tnggu janin nya berusia 3 bulan agar bisa di lihat dengan jelas" lanjut Dokter tersebut lagi dengan wajah yang berkeringat dingin.
"Honey,kalau begitu lain kali kita datang cek kandungan lagi ya..." ucap Hery yang kembali menoleh ke arah Ashley yang langsung mengangguk ke arah dirinya,pertanda kalau istri nya menyetujui usulan nya.
"Aku peringat kan lagi,lain kali kau tidak boleh menatap ku lebih dari 30 detik.Mengerti?" perintah Hery kepada Dokter tersebut dengan nada tegas nya dan juga tatapan tajam nya.
__ADS_1