Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
46. Penganggu yg tdk bisa di bunuh.


__ADS_3

Ashley segera membuka mata nya yg terpejam tadi dan bangkit berdiri saat mendengar suara yg sangat di hafal nya itu, hingga ciuman mereka barusan pun terlepas begitu saja,membuat Hery menatap kesal ke arah suara penganggu itu.


Hery pun juga segera bangkit berdiri,lalu merapi kan kemeja nya dengan wajah tenang dan datar nya yg seperti biasa.


Tapi tdk dengan Ashley,wajah nya sudah memerah hingga ia ingin segera menenggelam kan wajah nya ke dalam selimut tidur nya,tapi sial nya ia harus menghadapi penganggu tersebut terlebih dahulu sebelum bisa menenggelam kan wajah nya.


Ia segera merapi kan pakaian nya yg sedikit berantakan akibat adegan berpelukan dan berciuman tadi,lalu menatap wajah tdk bersalah kakak nya itu dengan rasa kesal campur malu.


" Apa sudah tdk ada tempat lain lagi yg bisa kau datangi selain ke sini?" tanya Hery dengan nada kesal dan sedikit meninggi,sambil menatap Daniel dengan mata tajam nya.


"Aku hanya tdk sengaja berjalan ke arah sini.Lagian kenapa kalian melaku kan hal itu di ruangan terbuka seperti ini,mata ku jadi ternoda karena ulah kalian"jwb Daniel dengan memutar bola mata nya dengan malas,wajah nya juga ikut sedikit memerah saat memikir kan ciuman mereka ber dua tadi.


Sekalian mencoba membela diri,padahal tadi ia tdk sengaja melihat sepasang kekasih itu sedang berciuman,isi kepala nya yg memang selalu berisi kejahilan itu pun jadi bereaksi,ia pun segera melangkah kan kaki nya untuk mendekati sepasang kekasih itu.


" Kau kira aku akan percaya?" tanya Hery,masih terus menatap Daniel dengan mata tajam nya.


"Oke oke,aku mintak maaf ,ok?" jwb Daniel nyerah saat melihat mata tajam nya Hery,sambil mengaruk garuk belakang leher nya yg tdk gatal.


"Cih" Hery hanya mampu berdecih karena masih sangat kesal,padahal momen seperti tadi jarang ia dapat kan,tiba-tiba calon kakak ipar nya ini datang menghancur kan nya begitu saja.


"Kenapa kakak tdk pergi tdr saja,malah ke sini menganggu kami?" tanya Ashley yg mendukung kekesalan nya Hery,sambil memberengut kesal,karena ia juga sedang kesal.


' Sudah kepalang tertangkap basah juga ,jadi ya ikut gaya nya Hery saja' pikir Ashley.


"Aku tdk menyangka ternyata baru di tggal 1 tahun,adik ku ini dewasa dengan cepat"ucap Daniel dengan nada menyindir sambil tersenyum jahil.


"Kakak" panggil Ashley dengan nada manja dan wajah yg kembali memerah karena malu,sambil mengerucut kan bibir nya sedikit ke depan.


" Kau juga sama,kenapa selalu pakai nyosor saja"lanjut Ashley yg malah menyalah kan Hery karena rasa malu nya yg tdk mau menghilang.

__ADS_1


Ia juga memberengut kesal dengan bibir mengerucut ,sambil menatap Hery yg masih saja tetap terlihat tenang.


Hery tersenyum dan segera menarik pinggang nya Ashley saat mendengar perkataan dari Ashley.


"Cup" Hery mengecup sekilas bibir nya Ashley ,karena tidak tahan melihat bibir ngerucut nya Ashley.


"Heryyy" teriak Ashley dengan kesal dan suara yg sedikit meninggi,setelah Hery melepas kan kecupan nya.


Sedang kan Daniel segera mrmaling kan wajah nya ke samping dengan wajah kesal nya.


'Dasar tidak tahu tempat' batin Daniel.


"Sudah malam,kau harus cepat masuk ke dalam.Jika tdk kau benar-benar akan kedinginan nanti"ucap Hery dengan wajah tegas nya yg tdk ingin di bantah.


Ashley yg masih ingin berbicara pun lgsng mengurung kan niat untuk berbicara,saat melihat mata tegas dari Hery.


Mau tdk mau,setelah Hery melepas kan pelukan nya,ia pun pergi dari sana untuk masuk ke dalam Villa sambil sedikit menghentak hentak kan kaki nya dan menggerutu kesal sepanjang jalan.


"Tidak sadar ternyata adik ku yg selalu aku jaga dulu,benar benar sudah besar" ucap Daniel memecah keheningan yg ada di antara mereka ber dua,sambil menatap punggung Ashley yg sudah mulai menjauh.


"Sekarang dan seterus nya biar aku yg akan menjaga nya"ucap Hery dengan wajah nya yg tegas dan serius,ia juga ikut menatap punggung wanita nya yg sudah menjauh itu.


"Apa kau benar-benar mencintai nya atau hanya untuk bermain main saja?" tanya Daniel.Kali ini dengan wajah tegas dan serius nya,ia sangat menyayangi adik nya itu,jadi ia tdk mau jika sampai ada yg menyakiti satu satu nya adik yg ia punya itu.


"Apa wajah ku terlihat seperti bercanda?"jwb Hery dengan wajah kesal,tadi Ashley sekarang kakak nya membuat Hery semakin kesal saja.


"Tidak juga sih,tapi setahu aku org kaya bisa melaku kan apa saja yg ia mau.Aku hanya tdk ingin adik ku menderita saja"jwb Daniel,masih dengan nada serius nya,sambil terus menatap lurus ke depan.


"Apa kah wajah ku ini seperti pria brengsek?"tanya Hery,masih dengan nada kesal nya,ia juga terus menatap ke arah depan.

__ADS_1


"Mungkin juga"jwb Daniel dengan tersenyum jahil.


"Syukur kau adalah kakak nya wanita ku,jika tdk sekarang mungkin saja kau tdk akan bisa mengeluar kan suara lagi"ucap Hery yg semakin kesal,sambil menoleh untuk menatap ke arah Daniel yg ada di samping nya.


"Itu tdk akan terjadi "ucap Daniel dengan tertawa kecil sambil menatap wajah Hery yg sudah kusut karena terus di buat kesal dari tadi.


Hery hanya mendengus kesal saat mendengar perkataan Daniel.


Kemudian mereka ber dua kembali menatap ke arah depan,lalu hening sejenak.


"Aku akan menjaga nya dengan nyawa ku karena aku memang benar-benar serius dalam mencintai nya.Jadi kau tenang saja,aku selalu menepati janji-janji yg sudah aku lontar kan"ucap Hery setelah hening beberapa saat.


"Aku akan segera menikahi Ashley untuk menghindari bahaya yg akan mendekati Ashley nanti"lanjut Hery lagi dengan wajah tegas dan tenang nya.


"Menikah?Apa kau bercanda?"tanya Daniel dengan wajah kaget dan bingung.


"Iya,aku akan mencerita kan alasan sebenar nya pada kau nanti.Jika sudah waktu nya"jawab Hery sambil menatap Daniel yg sedang menatap nya.


"Memang nya Ashley mau menikah dengan kau?" tanya Daniel dengan nada mengejek.


"Aku akan memasti kan itu sebentar lagi"jwb Hery dengan penuh keyakinan.


Daniel hanya mendengus kesal,saat melihat percaya diri nya Hery.


"Kau tdk boleh menghalangi jalan aku dan membuat aku kesal lagi.Jika tdk,wanita yg sedang kau incar itu akan menjauh dari diri kau,hanya dengan telepon dari ku saja"ucap Hery pura-pura dengan nada mengancam,sambil tersenyum puas dalam hati saat melihat wajah tercengang nya Daniel.


Hery lgsng berlalu dari sana untuk masuk ke dalam Villa,setelah menepuk-nepuk pelan pundak nya Daniel sambil tersenyum,meninggal kan calon kakak ipar nya yg masih berdiri dengan wajah tercengang nya.


"Hey,apa maksud kau?"teriak Daniel saat sudah tersadar dari tercengang nya,tapi sayang nya suara nya sudah tdk terdengar oleh Hery karena saat ia teriak, tubuh Hery langsung menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"Sialan,apa maksud dia sebenar nya?" Daniel bertanya pada diri sendiri dengan sambil berpikir.


Kemudian ia pun ikut berjalan masuk ke dalam Villa karena ia juga ingin pergi tidur,sambil menggerutu kesal dan memikir kan perkataan Hery dengan wajah yg berubah-rubah ekspresi.


__ADS_2