
"Kamu masih bertanya kenapa?" tanya Ars dengan wajah dingin nya,sambil duduk di kursi yang sudah di sedia kan oleh anak buah nya.
"A aku tidak mengerti,dengan apa yang kau kata kan,Hery..." jawab Clara dengan wajah yang pura-pura tidak mengerti.
Hery tersenyum sinis dan berdiri dari duduk nya lalu berjalan ke arah Clara,ternyata ular yang satu ini mau bermain-main dengan dirinya.
"Kau masih ingin berpura-pura?" tanya Hery sambil mencengkram leher nya Clara dengan sedikit kuat.
"Setelah kau membuat aku kehilangan istri ku,sekarang kau berpura-pura tidak tahu apa-apa" lanjut Hery lagi dengan wajah yang semakin dingin.
"He Hery,ka kau pa pasti salah paham..." ucap Clara dengan terbata-bata karena leher nya yang hampir tercekik,ia masih saja mencoba membela diri.
Tapi di dalam hati nya,Clara tersenyum senang karena ternyata ia berhasil menyingkir kan istri nya Hery.Karena tadi malam ia terus memantau untuk memasti kan kematian istri nya Hery,ia juga berpikir akan mencari cara untuk membunuh nya lagi jika istri nya Hery berhasil lolos dari ledakan tersebut.
Sekarang saat mendengar perkataan nya Hery,ia merasa sangat senang.Karena dengan begini,sebentar lagi ia pasti akan dapat memiliki Hery.
"Cih,salah paham" ucap Hery yang semakin emosi saat mendengar pembelaan dari mulut Clara.
"Ternyata kau memang j*l*ng yang tidak tahu diri" lanjut Hery lagi dengan suara emosi nya,ia sudah sangat geram melihat kepura-puraan nya Clara.
"I itu semua,ka karena a aku mencintai mu Hery" ucap Clara yang akhir nya mengaku juga,karena tidak tahan mendengar Hery merendah kan dirinya.
"Cinta? itu bukan cinta tapi obsesi" ucap Hery,cengkraman tangan nya di leher Clara masih belum ia lepas kan.
Sedang kan Ars yang masih berada di belakang,sudah mulai waspada saat melihat amarah Tuan nya yang semakin memuncak.
"Bu bukan,a aku memang benar-benar mencintai mu.Ji jika istri mu sudah tiada,ma masih a ada aku.Me menikah lah dengan ku,Hery" ucap Clara dengan wajah tidak tahu malu nya.
"Sudah menghancur kan separuh hidup ku,sekarang kau masih ingin bermimpi..." ucap Hery dengan nada yang semakin tinggi,cengkraman di tangan nya semakin kuat di leher nya Clara hingga membuat Clara hampir kehilangan nafas.
"Tuan,ingat Grandma" tegur Ars dengan suara tinggi nya,ia segera mendekat dan menyentuh pundak nya Hery.
Hery segera melepas kan cengkraman tangan nya dari leher nya Clara,saat mendengar Ars menyebut Grandma,ia langsung membalik kan badan nya sambil berusaha menetral kan rasa amarah nya.
"Uhuk uhuk uhuk" Clara terbatuk-batuk dengan nafas yang tidak menentu karena hampir kehabisan nafas tadi.
__ADS_1
"Ars,masuk kan wanita j*l*ng itu ke dalam kolam buaya" perintah Hery dengan wajah tegas nya bercampur dingin,Clara yang mendengar perkataan nya Hery,wajah nya langsung menjadi panik dan ketakutan.
"Baik Tuan" jawab Ars dengan cepat.
"He Hery,a apa yang kau kata kan?" tanya Clara dengan nada gugup nya,wajah nya sudah berkeringat dingin saat ini.
"Hery,tolong maaf kan aku" mohon Clara dengan air mata yang terus berjatuhan,saat melihat Hery yang sedang berjalan keluar.
Sedang kan Hery terus berjalan keluar tanpa memperduli kan teriakan-teriakan mintak maaf nya Clara,dari kemaren ia sudah memperingati Clara tapi Clara seperti tuli dan bahkan membuat dirinya kehilangan istri tercinta nya,ia tidak akan pernah memaaf kan nya.
Ars segera berlari mengejar langkah lebar Tuan nya setelah selesai memerintah kan anak buah nya untuk segera melaku kan perintah Tuan nya tadi.
Selama di dalam perjalanan,Hery dan Ars tidak ada yang berbicara,mereka hanya diam dalam hening.Sekarang mereka berdua ingin ke rumah sakit untuk mengetahui hasil malam tadi dari Ryan.
Setelah sampai di halaman nya rumah sakit,Hery segera keluar dari dalam mobil tanpa menunggu Ars membuka pintu mobil untuk nya lagi.
Ars hanya mengikuti Tuan nya dalam diam,walau sebenar nya ia masih merasa ngantuk dan lelah karena harus mengikuti Tuan nya itu untuk mengurus banyak hal.
"Ya tuhan" pekik Ryan dengan nada sedikit tinggi karena kaget,pintu ruangan nya di buka dengan hentakan yang kuat oleh Hery hingga membuat dirinya tersentak kaget, padahal pintu ruangan nya tidak di kunci.
"Bagaimana?" tanya Hery singkat,ia sudah bersabar dari tadi malam.Jadi saat ini,ia tidak mau bertanya panjang lebar lagi.
"Apa nya yang ba........Oh itu,3 mayat itu adalah 2 mayat pria dan 1 mayat wanita" jawab Ryan ,wajah nya yang awal nya kesal langsung berubah menjadi serius saat menatap tatapan tajam dari Hery.
"Apa aku perlu memotong lidah kau, saat ini juga?" tanya Hery lagi dengan nada emosi nya.Apa perduli nya,jika mayat itu pria atau wanita.Ia hanya ingin mengetahui,ada mayat istri nya atau tidak di antara 3 mayat semalam,tapi sahabat nya ini malah menjawab yang tidak ingin ia dengar.
Ars hanya mampu merutuki Ryan dalam hati,sudah tahu suasana hati Tuan nya sedang tidak baik tapi kenapa kepala nya malah lelet begini.
"Ah iya,di antara 3 mayat itu,tidak ada satu pun yang milik istri kau" ucap Ryan dengan cepat saat melihat alarm bahaya dari wajah dingin sahabat nya itu.
Tapi jawaban nya Ryan,mampu membuat wajah dingin nya Hery angsur-angsur mengurang.Hati nya Hery dan Ars juga sama-sama merasa kan sedikit kelegaan.
"Ars,segera lacak lokasi istri ku melalui cincin pernikahan yang sudah aku letak kan alat pelacak" perintah Hery dengan nada semangat tapi wajah nya tetap datar dan sedikit dingin.
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Ars,ia segera duduk di sofa milik nya Ryan dan memangku laptop milik nya.Untung saja ia membawa laptop nya tadi,jika tidak,ia harus bolak balik untuk pergi mengambil laptop nya.
"Ryan,kau segera kabari keluarga nya istri ku tentang kabar baik ini.Agar mereka bisa mengurang kan rasa khawatir nya mereka,ketika mendengar kabar baik ini" ucap Hery pada Ryan tanpa menatap ke arah Ryan,karena ia sibuk melihat Ars yang sibuk dengan laptop nya.
"Baik" jawab Ryan dengan pasrah.
Setelah 30 menit berlalu,Ars menutup kembali laptop nya dengan wajah tidak berdaya nya.
"Bagaimana?" tanya Hery lagi,ini sudah pertanyaan ke 5 kali nya dalm 30 menit itu,hingga membuat Ars menghela nafas dengan berat.
"Aku tidak bisa menemu kan nya Tuan,lokasi terakhir hanya berada di depan Hotel saja" jawab Ars dengan nada pasrah nya,ia juga di buat bingung karena tidak dapat menemu kan lokasi Nona muda nya,apa kah keahlian nya mulai melemah sekarang.
Kening Hery semakin mengernyit heran dan amarah nya kembali menguasai dirinya karena lagi-lagi jawaban yang sama ,yang ia dapat kan dari Ars.
"Brak"
"****" umpat Hery bersamaan dengan suara kursi yang terhempas ke dinding karena di tendang dengan keras oleh Hery.
"Ya tuhan.Hery,apa kau sudah gila?" tanya Ryan sambil menatap dengan wajah kesal nya ke arah patahan-patahan kursi milik nya yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Jika kau di posisi ku,apa kau masih bisa tenang hah?" tanya Hery dengan wajah marah nya,sambil mondar-mandir dengan kedua tangan yang berada di pinggang nya.
Ia sedang memikir kan istri nya sekarang,jika istri nya tidak berada di ledakan itu,jadi di mana istri nya sekarang.
Sedang kan Ryan,ia langsung terdiam.Ia jadi berpikir kalau dirinya berada di posisi Hery,ia pasti akan begini juga,bahkan mungkin akan lebih parah dari sahabat nya itu.
Saat Ryan,Ars dan Hery sedang larut dalam pikiran mereka masing-masing,salah satu pengawal datang dengan langkah tergesa-gesa nya.
Mereka ber 3 pun langsung menatap ke arah pengawal tersebut dengan eskpresi berbeda tapi sama-sama dengan rasa penasaran yang sama,beda dengan eskpresi pengawal tersebut,pengawal tersebut malah menjadi semakin takut karena di tatap oleh 3 pria itu,apa lagi oleh mata dingin Tuan nya.
Tapi ia harus berani ambil resiko untuk berbicara,jika ia tidak bicara,mungkin akan lebih bahaya lagi buat dirinya.
"Tu Tuan,Tuan Mark sudah tersadar.Tuan Mark sedang mencari anda,Tuan" lapor Pengawal tersebut dengan cepat dan nada gugup,sambil menunduk.
Hery yang mendengar laporan dari pengawal nya pun,segera berjalan keluar dari ruangan nya Ryan tanpa menanggapi perkataan pengawal nya lagi.
__ADS_1
Ars dan Ryan pun segera mengikuti langkah lebar nya Hery,meninggal kan pengawal tersebut yang langsung menghembus nafas lega dan mengelap sedikit keringat dingin yang sudah terlanjur keluar dari dahi nya.