
Setelah 3 hari berlalu,hari weekend juga sudah lewat.Saatnya orang-orang kembali beraktifitas,karena memang waktunya mulai berkerja kembali seperti biasanya.
Hari ini ars kembali berkerja,ia berjalan masuk ke dalam Perusahaan dengan langkah yang tegas,wajah datarnya yang tetap terlihat tampan dan seperti biasanya,wajah datarnya sama seperti wajah datar Tuannya yang selalu mampu memikat karyawan wanita manapun yang sedang berjalan berlawanan dengan dirinya.Tapi seperti biasanya,Ars sama sekali tidak pernah melirik satupun dari mereka semua.
Setelah masuk ke ruangan miliknya,lalu ia segera duduk di kursi miliknya.Ars tersenyum saat mengingat isi chatnya Agatha yang di kirimkan padanya 2,3 malam belakangan ini.
Wanita itu memang aneh.Ketika di kejar,dia tidak merasakan kehilangan.Ketika di tinggal pergi,barulah dia merasakan kehilangan.
Sekarang,begitulah yang di pikirkan oleh Ars.Ketika dirinya mengejar Agatha,Agatha hanya biasa-biasa saja.Ketika dirinya sudah menjauh dari agatha,Agatha malah sibuk mendekatinya.
Ntah dirinya harus senang atau sedih,karena wanita yang di cintainya seperti sedang main tarik ulur dengan dirinya,bahkan sekarang mampu membolak-balikkan hatinya.
"Benar kata Hery.Wanita itu memang bisa membunuh kita,tapi membunuh dengan pelan-pelan" ucap Ars dengan suara yang pelan,sambil tersenyum bodoh.
Ars sampai tidak menyadari kalau Hery sudah berdiri di belakang kursi yang ia duduki,karena terlalu pusing dengan sikap Agatha yang sangat berbeda dari Agatha yang hari itu.
Agatha yang ia kenal hari itu,sangat pemalu juga agak pendiam.Agatha hari itu juga hanya menjawab seperlunya saja,hanya saja ia menyukai Agatha yang selalu tersenyum padanya hari itu.
Tapi sekarang,ntahlah.Ia juga bingung,bagaimana cara menanggapi sikap berbedanya Agatha.
"Aku pasti sudah gila" ucap Ars lagi,sambil menggusar rambutnya dengan kasar.
"Kau itu kan,memang sudah gila" ucap Hery dengan nada santainya,ia berdiri bersedekap sambil menatap Ars yang langsung tersentak kaget karena mendengar suaranya yang tiba-tiba.
"Ya Tuhan" ucap Ars dengan wajah kagetnya dan mengelus-elus dadanya dengan pelan,sambil segera berdiri dari duduknya dan melihat siapa pelaku yang berani membuat dirinya kaget.
"Tuan" panggil Ars dengan wajah kaget yang masih belum berkurang,ia segera berdiri tegak dan menghadap ke arah Tuannya.
"Kenapa Tuan ada di sini?" tanya Ars,dengan wajah penasarannya.Hingga membuat Hery mendengus kesal karena mendengar pertanyaannya Ars.
"Cih,dasar Asisten tidak tahu diri" jawab Hery,dengan nada kesalnya sambil menatap meja kerjanya Ars yang sepertinya belum tersentuh sama sekali.
"Eh,bukan.Maksudku,kapan Tuan berada di sini?" tanya Ars lagi.Ia meralat kembali pertanyaannya tadi,saat baru menyadari kalau pertanyaannya salah tapi tetap saja salah di pendengaran Tuannya dan juga dirinya.
Masa iya,pemilik Perusahaan harus memberi alasan kepada dirinya, kenapa berada di Perusahaan sang pemilik.
"Sejak kau terus tersenyum bodoh tadi" jawab Hery dengan nada mengejek.Kedua matanya yang menatap meja kerjanya Ars,segera menatap penampilan Ars hari ini.
Seperti biasa,rapi,formal dan bersih.Tapi ada berbeda dengan wajah datarnya,karena baru saja ia melihat wajah Ars yang tersenyum bodoh,setelah itu berubah menjadi frustasi.
"Apa Tuan ada keperluan lain?" tanya Ars,dengan wajah datarnya.Ia berusaha menyembunyikan rasa malunya,ia juga sengaja tidak menanggapi ejekan dari Tuannya.Jika tidak,pasti dirinya akan terus di ejek sama Tuannya.
Ia terlalu sibuk memikirkan Agatha hingga ia tidak menyadari kedatangan Tuannya.Padahal dari jendela kaca yang ada di depan meja kerjanya itu,ia bisa melihat pantulan wajahnya Hery yang tepat berada di belakangnya.
Maka dari itu,Hery juga bisa melihat wajahnya yang sedang tersenyum bodoh tadi di pantulan jendela kaca tersebut.
"Dasar....Ah sudahlah" jawab Hery dengan wajah kesalnya,ia juga lagi malas mau banyak bicara sama Ars karena istrinya sedang menunggunya di ruangannya.
Ashley ikut bersama dirinya ke Perusahaan hari ini karena mau menjalankan rencananya,lagi pula pusing dan mualnya Ashley sudah lumayan membaik dan ia juga merasa bosan berada di Mansion kalau tanpa suaminya.
__ADS_1
Hery yang tadi hanya ingin memanggil Ars lewat telepon saja,akhirnya harus berjalan sampai ke ruangannya Ars karena Ars yang ssma sekali tidak menjawab telepon darinya.Ternyata sibuk melamun,wajar saja sampai tidak mendengar suara telepon.
"Tadi,Sekretarisku memberitahuku kalau nanti siang akan ada pertemuan dengan Tuan Jerry di restoran ******.Karena kau adalah Asisten pribadiku,jadi kau saja yang mengurusnya" lanjut Hery lagi dengan nada tegasnya,tapi wajahnya masih saja merasa kesal karena Ars yang tidak mengangkat panggilan telepon darinya tadi.
"Baik Tuan" jawab Ars dengan wajah datarnya.Tapi di dalam hatinya,ia merutuki Tuannya dengan hati yang kesal.Padahal selama Tuannya tidak masuk,memang ia yang mengurus semuanya.Sekarang,Tuannya berkata seolah ia tidak berkerja sama sekali.
Setelah mendengar jawabannya Ars,Hery segera keluar dari ruangannya Ars dan berjalan ke arah ruangan miliknya sendiri dengan wajah yang tersenyum lebar karena Ars tidak mencurigai rencana kecilnya.
Sedangkan Ars langsung menghela nafas dengan kasar,karena lagi-lagi ia menjadi bodoh juga gila akibat terlalu sibuk memikirkan Agatha.
"Menyebalkan" ucap Ars yang di tujukan untuk Tuannya,dengan nada kesalnya.
Kemudian ia pun langsung duduk di kursinya kembali dengan wajah datarnya kembali,lalu ia segera mengerjakan perkerjaannya yang belum sempat ia sentuh dari ia masuk tadi.
Sementara di ruangannya Hery.
"Ceklek" terdengar suara pintu yang di buka oleh Hery dari luar ruangan miliknya.
Terlihat Ashley yang sedang duduk di sofa dan bermain HP sambil menunggu Hery.
"Bagaimana,Honey?" tanya Ashley dengan wajah tidak sabarannya,sambil berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah Hery yang sedang berjalan ke kursi kebesarannya.
"Tentu saja berhasil" jawab hery dengan wajah yang tersenyum,setelah ia sudah duduk.Ia segera menarik pinggul istrinya dengan pelan,hingga membuat Ashley langsung terduduk di pangkuannya.
"Aachk" terdengar pekikan tertahan dari mulutnya Ashley saat Hery secara tiba-tiba menariknya,ia segera merangkul lehernya Hery dengan kedua tangannya.Ia juga tersenyum karena ia sangat menyukai gerakan tiba-tiba dari hery,ternyata ia menjadi sama mesumnya dengan suaminya.
"Sebentar lagi,giliran kamu Honey" ucap Hery sambil memeluk Ashley yang sibuk menatap wajahnya.
"Cup" Hery segera mengambil tangannya Ashley yang membelai pipinya itu dan mengecupnya sebentar.
"Honey,bagaimana kalau kita melakukan yang tertunda di pagi hari tadi?" tanya Hery dengan wajah nakalnya.
"Hhmm....Boleh juga" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum malu.Sejak dirinya hamil,selalu membuat dirinya terus ingin di sentuh oleh suaminya.Tentu saja Hery tidak menolaknya,suaminya bahkan menerima keinginannya dengan senang hati.
"Tapi,bagaimana dengan perkerjaanmu?" tanya Ashley sambil menunjuk ke arah setumpuk berkas yang sudah ada di atas meja,melalui kedua matanya.
Hery segera melihat arah tunjuk matanya Ashley,ia kembali tersenyum sambil melihat berkas-berkas yang belum ia periksa dan juga belum ia tanda tangani,berkas-berkas yang baru saja di antar oleh Sekretarisnya.
"Tenang saja,itu semua masih bisa aku kerjakan setelah kita selesai bermain,Honey" jawab Hery dengan wajah yang terus tersenyum senang dan menggoda,ia segera berdiri dari duduknya dan mengendong istrinya,lalu berjalan ke arah ruangan pribadinya.
Ashley segera menyembunyikan wajah malunya di balik dada kekarnya Hery,sedangkan Hery hanya tersenyum saat melihat tingkah Ashley yang masih saja malu,padahal ntah sudah berapa puluh kali mereka melakukan adegan yang menyenangkan itu.
Setelah sudah berada di dalam ruangan pribadinya dan juga sudah mengunci pintu,Hery segera menc**m bibir istrinya yang baru saja menghadap ke arahnya.
Hery melahap isi dalam mulut istrinya dengan rakus dan sambil berjalan ke arah kasur dengan langkah yang pelan.
Lalu mereka berduapun saling berc**m*n,saling menyentuh dan juga saling menyingkirkan penghalang yang ada di tubuh mereka.
Setelah itu,terjadilah yang seharusnya terjadi di antara sepasang suami istri tersebut.Seperti biasanya,mereka berdua kembali mengarungi surga ken*km*t*n dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Mereka berdua bahkan tidak menyadari kalau ada seorang pria yang sedang berdiri dengan wajah yang kesal, di luar ruangan kerja miliknya Hery.
Di luar ruangan.
"Apa yang sedang di lakukan oleh pria menyebalkan itu,sampai tidak mendengar ketukan pintu dariku?" tanya Ars dengan wajah kesalnya,sudah 8 kali ia mengetuk tapi tetap tidak ada suara yang menyahutinya.
"Ceklek" terdengar suara pintu yang di buka oleh Ars,ia sudah malas mau menunggu lagi.Jadi,iapun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut agar bisa segera memberi berkas-berkas yang sudah ia periksa tadi,untuk di tanda tangani oleh Tuannya.
Biasanya ia membawa berkas-berkas tersebut ke Mansion,tapi lantaran Tuannya sekarang sudah berada di sini,jadi ia tidak perlu bolak balik ke Mansion lagi karena sudah bisa memberi secara langsung.
Ars segera mencari sosok yang sedang ingin ia cari saat ini,di setiap sudut ruangan tersebut,hasilnya kosong.Ars jadi heran,di mana Tuannya berada,kenapa tiba-tiba saja menghilang.
Baru saja ia berjalan 3 langkah ke arah ruangan pribadi tuannya karena hanya di dalam sana yang belum ia cek ,langkah kakinya langsung terhenti dan ia langsung menajamkan pendengarannya saat mendengar suara yang tidak begitu jelas.
(Di dalam ruangan pribadinya Hery).
"Honey,aahhh,,,yang lebih cepat lagi" pinta Ashley dengan suara seksinya.
"Baiklah Honey,kalau itu maumu" jawab Hery,ia segera mempercepat gerakannya tadi,gerakan yang masih di bilang lambat oleh istrinya.
(Di ruangan kerjanya Hery).
"****" umpat Ars dengan wajah kesalnya,setelah ia sudah mempertajamkan pendengarannya.
Ternyata Tuannya sedang bercinta dengan istrinya,ia tidak tahu kalau Tuannya juga membawa istrinya ke Perusahaan,makanya ia dengan santainya langsung masuk ke dalam ketika ketukan pintu darinya tidak di gubris oleh sang pemilik.
Ars langsung meletakkan berkas-berkas yang ia bawa tadi di atas meja kerja Tuannya,lalu ia segera berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan langkah yang lebar dan juga menggerutu kesal.
Kedua telinganya jadi ternodai karena tingkah Tuannya yang tidak tahu tempat itu,padahal baru saja kembali masuk kantor,sudah membuat dirinya kesal seperti ini.
Belum lagi,tubuhnya yang langsung panas dingin karena mendengar suara-suara seksi dari sepasang suami istri tersebut,hingga mampu membuat jiwa jomblonya ingin segera melepaskan diri dari status jomblonya itu.
Setelah sampai di ruangannya,Ars segera melanjutkan perkerjaannya dengan wajah yang masih kesal,sambil berusaha menghilangkan rasa aneh yang mulai menjalar di tubuhnya karena ulah Tuannya tadi.
(Di ruangan pribadinya Hery).
Setelah selesai bercinta dan selesai membersihkan diri,sepasang suami istri itupun keluar dari ruangan tersebut.Hery segera berjalan ke arah meja kerjanya,sedangkan Ashley berjalan ke arah sofa dan ia berniat ingin duduk sambil bermain game yang ada di HPnya.
Begitulah kerjanya sekarang,apa lagi ketika Hery meliburkan kuliahnya sejak ia merasa mual dan pusing hari itu.Sekarang sudah mengurang tapi suaminya masih saja, tetap belum mau mengizinkan dirinya untuk kembali masuk kuliah.
Hingga membuat dirinya tidak punya kerjaan,ia hanya boleh makan,tidur dan main game.Walaupun bosan,mau tidak mau ia terpaksa membiasakan diri.Karena kalau ia membantah,Grandma dan suaminya selalu menatapnya dengan tatapan tajam.Hingga membuat dirinya takut untuk membantah,akhirnya ia hanya bisa menurut saja.
Sedangkan Hery,ia segera menanda tangani berkas-berkas yang sudah di periksa oleh Ars dengan wajah yang tersenyum,ia bisa langsung menebak apa penyebabnya,sampai Ars tidak memberitahunya terlebih dahulu sebelum ke pertemuan yang ia anjurkan tadi.
Kemudian ia langsung memeriksa berkas-berkas yang di bawakan oleh Sekretarisnya tadi dengan wajah datarnya, setelah sudah selesai menanda tangani semua berkas-berkas yang di bawakan oleh Ars tadi.
Setelah beberapa jam kemudian,tibalah waktunya untuk makan siang.Ars baru saja berangkat ke restoran yang di katakan oleh Tuannya tadi pagi,ia bahkan tidak memberitahu kepada Tuannya lagi kalau ia akan ke restoran tersebut,karena masih merasa kesal dengan tingkah tidak berperasaan Tuannya.
Sedangkan Hery dan Ashley sibuk makan siang dengan santai tanpa gangguan,tapi tiba-tiba saja suara pintu ruangannya yang terbuka dengan sedikit keras tanpa ketukan terlebih dahulu,mampu menganggu makan siangnya.
__ADS_1
"Brak" terlihat Agatha yang berdiri di ambang pintu dengan nafas yang ngos-ngosan karena habis berlari,ia bahkan belum menyadari kalau ada 2 pasang mata yang menatap dirinya dengan tatapan tajam dan juga tatapan penasaran.