
Kemudian Hery pun keluar dari dalam mobil,setelah selesai memarkir kan nya di depan villa.Lalu ia berjalan ke arah samping mobil nya dan lgsng membuka pintu mobil nya.
Hery geleng geleng kepala melihat Ashley yg masih tertidur dengan pulas,ia pun segera menunduk kan kepala nya sedikit,lalu ia lgsung mengendong Ashley dengan perlahan lahan .
Kemudian ia pun segera berjalan masuk ke dalam Villa dengan mengendong wanita nya yg sedang tertidur,sambil melirik sebentar ke arah mobil nya Ars yg baru saja tiba,lalu ia kembali melangkah kan kaki nya ke dalam Villa tanpa curiga.
Para pelayan yg sudah berjejer rapi pun menyapa Tuan nya dengan serentak,walau pun hanya di jawab dengan anggukan kepala saja.
" Di mana mereka?"tanya Hery kepada kepala pelayan.
" Di taman belakang Tuan" jwb kepala pelayan sambil menunduk.
Hery pun lgsng berjalan ke arah taman belakang dengan Ashley yg masih tetap di dalam gendongan nya.
" Apa kau begitu nyaman berada di dalam gendongan ku?" tanya Hery dengan terus berjalan ke arah taman sambil tersenyum.
Hery dari tadi terus memperhati kan Ashley melalui ekor mata nya,dalam diam.
Ternyata Ashley sudah terbangun ketika mendengar suara sapaan dari para pelayan tadi,tapi wanita kecil yg baru saja resmi menjadi kakasih nya ini malah terus menatap wajah nya tanpa bersuara.
" Hah!" Ashley hanya ter nganga dengan sedikit suara dan mulut yg sedikit terbuka.
Hery menghenti kan langkah nya ketika melihat kesadaran Ashley yg belum terkumpul saat baru bangun tidur tadi.
" Cup..." Hery mengecup bibir Ashley,ia juga menyesap dan ******* nya sedikit,saat menatap mulut Ashley yg sedikit terbuka.
Lalu Hery melepas kan ******* nya dan tersenyum menatap wajah terkejut wanita kecil nya itu.
" Apa kau sangat nyaman berada di dalam gendongan ku?" tanya Hery sambil terus menatap wajah nya Ashley.
"Atau,,,,Apa wajah ku ini sangat tampan,sampai kau menatap ku hingga tdk ingin berkedip hm ?" tanya Hery lagi sambil tersenyum jahil.
" Ih kau ini.Kenapa kau sangat percaya diri sekali.Mana ada aku menatap kau sampai seperti itu,aku kan baru saja terbangun" jwb Ashley mengelak perkataan dari Hery dengan wajah salah tingkah karena di cium oleh Hery lagi.
" Cepat turun kan aku sekarang" lanjut Ashley lagi untuk mengalih kan rasa malu nya sambil sedikit menggerak gerak kan kaki nya.
Hery pun mau tdk mau terpaksa menurun kan wanita kecil nya itu,walau pun ia masih ingin mengendong nya.Lagi pula,jarak mereka berada sudah tdk jauh dengan keberadaan sepasang suami istri paruh baya itu.
"Tadi kau bilang ingin membangun kan ku,jika sudah sampai.Kenapa tdk membangun kan ku tadi?Kau malah mengendong ku"tanya Ashley dengan wajah malu yg sudah berubah menjadi kesal,setelah sudah di turun kan dari gendongan nya Hery.
"Tadi aku melihat mu tidur dengan pulas,jadi aku tdk tega untuk membangun kan mu"jwb Hery dengan nada santai.
"Benar kah seperti itu?" tanya Ashley dengan mata menyelidik,pura pura tdk percaya.
__ADS_1
" Bukan untuk mencari kesempatan dalam kesempitan kan?" tanya Ashley lagi,masih dengan mata menyelidik.
"Terserah apa kata mu saja" jwb Hery dengan wajah kesal nya,lalu ia berjalan menuju ke taman.
" Hei kau mau ke mana? aku hanya bercanda" tanya Ashley dengan berteriak,saat melihat Hery sudah berjalan menjauh.
" Bertemu dengan org tua mu" jwb Hery dengan berteriak juga sambil tersenyum,tapi ia terus melanjut kan langkah nya.
" Org tua ku" gumam Ashley sambil berpikir.
" Ah iya,aku ke sini kan karena ingin mencari Ayah dan Ibu.Kenapa aku bisa lupa" Ashley berbicara sendiri sambil menepuk jidat nya.
Beberapa detik kemudian ia baru tersadar kalau ia di tinggal kan oleh Hery,ia pun segera berlari mrngejar Hery.Untung saja Hery memelan kan langkah nya ,jadi ia masih sempat mengejar Hery.
" Tunggu aku,nanti kalau aku tersesat bagaimana?" teriak Ashley lagi dengan berteiak sambil mengejar Hery.Ia juga tersenyum saat mengingat wajah kesal nya Hery,jarang jarang ia melihat wajah kesal nya Hery.
Hery yg masih bisa mendengar nya pun hanya tertawa kecil saja tanpa menjawab.
Sedang kan 2 pria yg dari tadi sedang mengamati sepasang kekasih itu,sibuk dengan pikiran nya masing masing.Ars yg wajah nya tetap datar sedang kan pria itu dengan wajah yg masih saja kesal dari pagi tadi.
Rasa nya ia ingin sekali membunuh 2 pria kaya ini,hanya untuk bertemu Ashley saja,ia harus melalui banyak prosedur.Sekarang ia harus menonton tingkah aneh sepasang kekasih itu.
Lalu mereka ber dua pun melanjut kan langkah mereka yg terhenti tadi,karena sepasang kekasih yg sibuk berdebat.
Bukk...
" Auck" pekik Ashley karena ia berlari tanpa memperhati kan langkah kaki Hery yg berhenti mendadak,jadi lah ia menabrak punggung keras nya Hery.
" Kenapa kau berhenti,tdk bilang bilang?"tanya Ashley dengan wajah kesal nya sambil mengelus elus kening nya yg sedikit ngilu itu.
Hery tdk menjawab,ia segera mengulur kan tangan nya untuk mengelus elus kening Ashley yg menabrak punggung nya barusan.
Membuat Ashley terdiam beberapa saat,sambil menatap wajah serius nya Hery yg sedang mengelus kening nya.
" Sudah?" tanya Hery setelah ia merasa cukup.
" Su sudah" jwb Ashley gugup.
"Kau ini manis sekali" ucap Hery saat melihat wajah merah nya Ashley lagi,sambil tersenyum lebar.
Ashley hanya mampu tersenyum malu saat di bilang manis,sambil menggaruk garuk leher nya yg tdk gatal.
Lalu Hery kembali ke wajah serius nya.
__ADS_1
" Itu" tunjuk Hery dengan ekor mata nya kepada Ashley.
Ashley pun mengikuti arah ekor mata nya Hery.
Lalu ia melihat sepasang suami istri paruh baya yg ia kenal,sedang duduk dengan mesra di sebuah kursi panjang yg ada di taman itu.
Kepala sang istri yg bersandar di dada bidang nya sang suami sedang kan sang suami yg juga memeluk sang istri dengan mesra.
Hery hanya bisa geleng geleng kepala, melihat tingkah sepasang suami istri yg seperti sudah lupa umur itu.
" Ayah Ibu " gumam Ashley pelan.Ia kebingungan,kenapa org tua nya bisa berada di sini,dan juga Hery.
' Apa kah Hery yg telah menculik org tua nya' pikir Ashley sambil menatap Hery.
"Sudah aku bilang,jangan berpikiran negatif lagi tentang aku" ucap Hery dengan cepat saat melihat reaksi wajah nya Ashley yg seperti ingin menuduh nya yg tdk tdk.
Baru saja Ashley ingin bertanya,sudah ada tepuk tangan yg terlebih dahulu mendahului nya.
Pria yg bersama Ars tadi,bertepuk tangan dengan keras sambil terus berjalan ke arah sepasang suami istri paruh baya tersebut,hingga membuat suami istri itu menoleh ke belakang dengan cepat karena terkejut.
Hery dan Ashley juga ikut menoleh,membuat Ashley juga terkejut,apa lagi Hery.
" Wah,kalian bermesra mesraan di sini,sedang aku dan Ashley kebingungan karena mencari kalian" ucap pria itu dengan ketus,sambil menghenti kan tepukan tangan nya.
" Daniel, kapan kau pulang nak?" tanya Ibu dengan tersenyum bahagia dan sedikit berteriak ,sambil berjalan cepat menuju ke arah pria itu dan di ikuti juga oleh Ayah.
" Daniel? Nak? " gumam Hery sambil menatap mereka ber 3 yg sedang berpelukan itu.
Ashley lgsng tertawa kecil saat mendengar gumaman nya Hery.
Sedang kan Ars sudah berniat untuk kabur dari sana,ia sudah mulai melangkah mundur dengan pelan pelan agar tdk ketahuan.
Hery masih berpikir keras untuk mengingat nama Daniel,ia seperti nya pernah mendengar seseorg menyebut nama itu.
Lalu ia menatap Ashley saat mendengar tawa kecil nya Ashley itu,membuat ia seperti mendapat kan jawaban.Kemudian ia menatap Ashley dan 3 org yg sedang berpelukan itu secara bergantian.
" Tetap di situ.Jika tdk,tubuh kau akan aku hancur kan berkeping keping " teriakan Hery menggema di taman itu saat ia melihat sekilas bayangan Ars yg mulai menjauh.
Teriakan Hery mampu menghenti kan langkah Ars yg sedikit lagi akan menghilang,juga mengaget kan 3 org yg masih berpelukan itu,Ashley juga ikut tersentak,karena ia yg paling dekat.
Hery segera menangkap tubuh Ashley yg hampir terhuyung ke samping,ia juga menepuk nepuk pelan punggung nya Ashley untuk menghilang kan rasa terkejut nya Ashley.
" Tamat riwayat ku" gumam Ars yg hanya mampu untuk ia dengar sendiri.
__ADS_1