Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
42. Perdebatan antara pria


__ADS_3

Daniel yg mendengar ejekan dari Hery pun menjadi kesal,saat ingin membalas ejekan dari Hery,ia malah sudah di dahului oleh Hery.


" Kau tdk perlu khawatir tentang itu.Selama Ashley bersama aku,akan aku pasti kan,tdk akan ada air mata kesedihan yg akan mengalir dari mata nya.Itu janji ku pada kalian semua" ucap Hery dengan wajah tegas nya sambil menatap Ayah,Ibu dan Daniel lalu terakhir Ashley.


Perkataan Hery mampu membuat Ayah dan Ibu sedikit tenang.


"Jika kau masih saja ingin menjadi penghalang di antara kami.Akan aku pasti kan,perusahaan kau yg baru sebesar ujung jari kelingking ku itu akan hancur dalam 1 jam"ucap Hery dengan nada yg mengancam sambil menatap Daniel dengan wajah santai nya.


'Kenapa semalam tdk aku tenggelam kan saja di danau yg ada di Cafe itu,agar mulut nya itu tdk bercabang ke mana mana' pikir Hery dengan kesal.


" Itu tdk akan terjadi.Memang nya kau siapa,hingga bisa menghancur kan perusahaan aku?" tanya Daniel mencoba menantang,padahal ia sudah ketakutan dalam hati nya.


' Bagaimana kalau perusahaan yg selama setahun ini ia perjuang kan,benar benar hancur.Bisa menjadi sia sia segala perjuangan nya selama setahun ini' pikir Daniel.


Hery bukan menjawab tapi ia malah balik bertanya.


" Kau tdk percaya?"tanya Hery dengan wajah serius nya sambil menatap Daniel dengan mata tajam nya itu.


" Kakak,sudah lah jangan mempermasalah kan nya lagi.Kenapa kau malah suka membesar besar kan masalah?"ucap Ashley dengan ber pindah duduk dari samping Hery ke samping kakak nya.


Ia berbicara sambil menarik narik lengan kakak nya,mencoba membujuk kakak nya.


" Apa kah kau sekarang menjadi pendukung pria ini?Apa kah karena pria ini lebih kaya dari kakak mu ini?" tanya Daniel dengan ketus sambil menatap Ashley dan Hery secara bergantian.


" Bukan begitu,ah sudah lah kalau kau tdk mau mendengar kan nasihat dari aku" jwb Ashley dengan wajah yg cemberut,sambil berpindah duduk lagi ke samping nya Hery dan menghentak hentak kan kaki nya beberapa kali.


Ashley yg ingin membantu menyudahi perdebatan antara kakak nya dan Hery pun menjadi kesal karena tdk di hargai oleh sang kakak.


' Kenapa kakak menjadi kekanakan sekali' pikir Ashley dengan wajah cemberut nya.


" Apa kau tdk pernah mendengar nama Hery Kusuma?" tanya Hery lagi,membuat perdebatan antara dua kakak beradik itu berhenti.


Sedang kan Ayah dan Ibu hanya menonton saja dengan wajah yg berubah rubah,kadang tersenyum kadang tercengang.Seperti nya mereka ber dua lebih suka menonton dari pada ikut campur, 'Membuang tenaga saja' pikir mereka ber dua.

__ADS_1


" Hery Kusuma " gumam Daniel sambil berpikir keras.


" Apa kau sudah mendapat kan jawaban nya ?" tanya Hery lagi, yg tdk sabaran saat melihat wajah Kakak ipar nya yg kebingungan.


" Bukan kah Hery Kusuma adalah seorg pengusaha ternama yg ada di Paris dan Perusahaan keluarga nya juga yg no 1 seasia" ucap Daniel dengan pelan pelan sambil sedang berpikir.


" Ternyata kau juga suka mengikuti berita berita terbaru?" tanya Hery dengan wajah santai nya kembali.


" Memang apa hubungan nya dengan kau?" tanya Daniel yg mulai penasaran.


" Apa kau tdk bisa berpikir lebih cepat?" tanya Hery dengan wajah kesal nya,ternyata kakak ipar nya sangat lambat dalam berpikir.


" Tuan,Hery Kusuma yg kau bilang tadi,sekarang ini ia ada di depan kau.Apa Tuan sudah mengerti sekarang?"ucap Ars yg sudah tdk tahan melihat perdebatan antara 2 pria muda itu.


" A apa?Ja jadi kau adalah Hery kusuma?" tanya Daniel dengan gugup ,setelah ia sudah mengerti.


"Iya,apa kau masih tdk percaya,jika aku bisa menghancur kan Perusahaan kau itu dalam 1 jam?" tanya Hery pura pura dengan wajah serius nya.


" Eh Eh jangan jangan.Tadi itu aku hanya bercanda saja,kau jangan terlalu menyimpan nya dalam hati" jwb Daniel dengan cepat sambil cenges ngesan,setelah tersadar dari rasa tdk percaya nya.


" Sekarang kau baru mengerti ?" tanya Hery dengan nada menyindir sambil tersenyum.


" Oke oke,aku menyerah.Aku mintak maaf" ucap Daniel dengan nada pasrah sambil sedikit mengangkat tangan nya.


' Dasar ,hanya tahu mengancam saja' gerutu Daniel dalam hati.


" Apa kau sedang mengumpat ku?" tanya Hery dengan mengenyit kan alis nya,sambil memperhati kan raut wajah kakak ipar nya itu.


" Tidak" jawab Daniel dengan cepat sambil menggaruk belakang kepala nya yg tdk gatal dengan pelan.


" Baik lah,lain kali jika kau berusaha menentang aku untuk bersama dengan Ashley lagi,Perusahaan kecil kau itu akan rata dalam sekejab" ucap Hery lagi dengan wajah yg pura pura serius lagi.


" Tidak akan lagi" jwb Daniel dengan ketus sambil memaling kan wajah nya ke arah lain.

__ADS_1


" Bagus" ucap Hery dengan tersenyum sambil merapi kan kemeja nya.


Daniel hanya mendengus kesal,sedang kan Ayah,Ibu,Ashley dan Ars tertawa kecil melihat semua itu.


" Ayah Ibu,kalian menginap lah semalam lagi.Besok kita pulang bersama sama.Jika tdk,putra kalian pasti akan merengek lagi seperti anak kecil"ucap Hery tanpa menoleh ke arah korban yg telah ia sindir barusan.


" Ayah Ibu kenapa sekarang aku seperti menjadi anak angkat kalian saja?"tanya Daniel,masih dengan wajah kesal nya.


" Sudah lah.Kau ini juga,kenapa pulang pulang malah mencari musuh" jwb Ibu dengan menghela nafas pelan sambil tersenyum ke arah Daniel,yg di sambut oleh dengusan kesal dari Daniel lagi.


Sedang kan Ashley dan Ayah hanya tertawa kecil saja,mereka ber dua paling malas kalau di suruh berdebat,jadi mereka menikmati saja.


Jika Ashley,mungkin nanti ia lebih suka berdebat dengan pujaan hati nya saja.Di kepala nya sudah banyak ter simpan pertanyaan untuk Hery,tapi sekarang belum waktu nya.


" Paman" teriak Hery dengan nada sedikit tinggi.


"Iya Tuan" jwb kepala pelayan saat ia sudah ada di depan Tuan nya.


" Apa kah kamar untuk Nona muda,Tuan muda dan Tuan ini sudah siap di bersih kan?" Ars lgsng bertanya kepada kepala pelayan saat melihat isyarat mata dari Hery yg menanda kan kalau ia yg harus mewakili nya untuk berbicara.


"Sudah Tuan" jwb kepala pelayan sambil sedikit menunduk.


"Baik lah.Jika Nona muda dan Tuan ini ingin beristirahat,kalian harus segera mengantar nya dan sedia kan juga apa yg mereka ingin kan.Apa kalian mengerti?" perintah Ars dengan wajah yg memang selalu tegas setiap saat itu.


" Baik Tuan" jawaban serentak dari beberapa pelayan yg ada di depan Ars,termasuk kepala pelayan nya juga.


" Apa kau tdk ingin istirahat?" tanya Hery pada Ashley.


" Aku belum lelah,mungkin sebentar lagi" jwb Ashley dengan tersipu malu,karena dapat perhatian dari Hery di depan banyak org.


"Baik lah.Kalau begitu kau di sini lah bersama keluarga mu,aku ingin beristirahat dulu sebentar" ucap Hery dengan tersenyum saat melihat wajah malu nya Ashley,sambil bangkit berdiri.


Ia memang sedikit lelah karena menyetir selama 2 jam tadi,apa lagi tadi pagi pagi ia sudah bangun untuk menyelesai kan sisa perkerjaan yg ia bawa dari kantor semalam.

__ADS_1


__ADS_2