
Di Perusahaan Kusuma Group.
Hery sedang duduk di kursi kebesarannya sambil merenggangkan tubuhnya yang kaku setelah baru saja menyelesaikan perkerjaannya,tubuhnya merasa kaku karena merasa lelah dengan perkerjaan seharian ini.
Karena seharian ini,Ars sibuk bersama kekasihnya dan tidak berniat ingin ke Perusahaan kembali,lalu meninggalkan semua perkerjaan kantor pada dirinya.
Ia yang biasanya,selalu berkerja dengan Ars yang berada di sampingnya dan juga di bantu oleh Ars.
Hari ini, ia harus berkerja sepanjang hari tanpa Ars kecuali pagi tadi saja,hingga membuat tubuhnya merasa sangat lelah.
Bukan hanya itu saja,ia juga terpaksa membiarkan istrinya beristirahat di ruangan pribadinya karena terlalu lama menunggu dirinya.
Padahal awalnya,ia hanya ingin datang ke kantor untuk melancarkan rencana dan mengerjakan perkerjaannya sebentar saja,lalu membawa istrinya pulang secepatnya.
Tapi sekarang,ia harus menyelesaikan perkerjaannya dengan penuh kesabaran.
"Dasar pria tidak tahu diri.Tunggu dan lihat saja,aku akan membalasmu nanti" gumam Hery dengan nada kesalnya,sambil merapikan berkas-berkas yang sudah ia periksa dan sudah ia tanda tangani.
"Honey" panggil Ashley dari dalam ruangan pribadi suaminya,dengan suara sedangnya sambil berjalan ke arah Hery.
Sedangkan Hery segera menghilangkan wajah kesal di wajahnya dan menampilkan senyuman termanis versinya,saat mendengar panggilan Honey dari Agatha.
"Ada apa hm?" tanya Hery dengan nada lembutnya,sambil memutar kursi kerjanya ke arah istrinya.
"Honey,apa kamu sudah selesai? aku sudah sangat bosan berada di dalam sini" tanya Ashley balik,dengan suara malasnya.
Setelah sampai di hadapannya Hery,Ashley langsung mendaratkan bokongnya ke atas kedua pahanya Hery.
Sedangkan Hery,segera menyambutnya dengan senang hati,ia bahkan tersenyum senang saat melihat tingkah manjanya Ashley.
"Aku bahkan sudah tertidur selama 2 jam di dalam sana" lanjut Ashley lagi,dengan wajah yang malas karena merasa bosan.Lalu ia menatap wajah lelahnya Hery dan turun ke bibirnya Hery yang mampu membuat dirinya selalu kehilangan fokus.
"Cup....Vitamin untuk rasa lelahku" ucap Hery setelah mengecup sekilas bibir kenyalnya Ashley,sambil memeluk tubuh langsingnya Ashley.
"Tapi,aku rasa itu belum cukup" ucap Ashley dengan wajah yang tersenyum menggoda.Setelah selesai bicara,ia segera menc**m dan m"l"m"t bibir seksi suaminya.
Mereka terus berc**m*n hingga beberapa menit,lalu segera berhenti setelah mereka berdua merasa sudah cukup.
"Ternyata,istriku sangat pengertian sekali" puji Hery dengan wajah yang tersenyum bahagia karena Ashley selalu bisa menghilangkan rasa lelahnya.Bahkan hanya menatap wajahnya Ashley saja,lelahnya pasti akan mengurang sedikit demi sedikit.
"Tentu saja,aku harus pengertian sama suami tampanku ini.Kalau tidak,aku takut nanti suamiku ini akan menghilang dari pandanganku,karena zaman sekarang banyak pelakor yang sedang berkeliaran" ucap Ashley,dengan nada bercanda.Tapi,sejujurnya ia juga takut Hery akan tergoda sama yang di luar sana,makanya ia berusaha agar bisa menjadi yang terbaik untuk suaminya.
"Apa yang kamu bilang hm? Aku bersum....." ucapannya Hery langsung terhenti,saat Ashley menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.
"Jangan mengatakan itu lagi,aku tidak suka mendengarnya" ucap Ashley dengan wajah kesalnya.
"Kalau begitu,kamu jangan berkata yang bukan-bukan lagi ya...Kamu tenang saja,itu tidak akan pernah terjadi.Aku akan selalu bersamamu sampai akhir hayatku" ucap Hery dengan suara yang lembut dan nada seriusnya dan juga wajah yang tersenyum saat melihat wajah kesalnya Ashley.
Sudah 2,3 hari ini,istrinya selalu cemburuan.Kemaren malam saja,ketika ia berbalas email sama Lusi Sekretarisnya yang ada Di Paris,istrinya terus marah-marah tidak jelas pada dirinya.
Kemudian istrinya juga selalu bicara tentang wanita genitlah,pelakorlah,wanita penggodalah dan juga selalu membicarakan berulang-ulang hingga ia bisa langsung menghafalnya dengan baik.
__ADS_1
Contohnya seperti yang barusan tadi,hingga membuat dirinya harus extra bersabar karena harus selalu berbicara lembut dan menelan semua rasa kesal ataupun marahnya.
Untung saja dirinya mampu mengontrol segala emosinya,walaupun ia agak kewalahan menghadapi istrinya yang sedang hamil ini.
Tapi,karena ia sangat mencintai istrinya.Jadi,kewalahan bagaimanapun,tidak jadi masalah buat dirinya.
"Baiklah,tapi kamu benar-benar tidak akan berpindah ke lain hati kan?" tanya Ashley dengan wajah yang menuntut jawaban dari Hery.
Hery menghela nafasnya terlebih dahulu,sebelum menjawab pertanyaannya Ashley yang ntah sudah ke berapa kalinya.
"Iya Honey,aku tidak akan pernah berpindah hati.Hatiku hanya akan hidup,jika selalu bersama hatimu" jawab Hery dengan kata-kata karangannya sendiri dan juga wajah yang tersenyum tulus.
Walaupun ia sudah di tanya berkali-kali,tapi ia tetap tidak mau mengecewakan istri tercintanya.Ia akan berusaha semampunya untuk membuat istrinya merasa selalu di cintai setiap hari,setiap jam,setiap menit,bahkan setiap detik sekalipun,ia tetap akan berusaha.
Ashley langsung tersenyum bahagia, saat mendengar jawaban dari suaminya.walaupun jawaban dari suaminya selalu berbeda-beda tapi selalu bisa membuat hatinya merasa bahagia.
"Sepertinya semakin hari,aku semakin mencintaimu,Honey" ucap Ashley dengan wajah yang terus tersenyum bahagia sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Memang itu yang seharusnya terjadi,Honey" ucap Hery,dengan wajah yang ikut tersenyum bahagia karena lagi-lagi istrinya terlihat sangat bahagia setelah mendengar jawaban darinya.
"Sudah,sekarang ayo kita pulang" lanjut Hery lagi,sambil melirik jam tangan di tangannya yang berada di pinggulnya Ashley.Karena terlalu asyik mengobrol dengan istrinya,ia sampai tidak menyadari kalau sudah jam 5 sore lewat 30 menit.
"Aku mau di gendong,Honey" ucap Ashley dengan nada manjanya,sambil menyandarkan kepalanya ke bahunya Hery.
"Baiklah,ayo kita pulang" ucap Hery dengan nada semangatnya sambil tersenyum lucu saat melihat istrinya yang begitu manja terhadapnya.
Kemudian Hery segera mengambil kunci mobil dan jasnya yang langsung ia letakkan di bahu sebelahnya lagi,lalu ia segera berdiri dengan mengendong istrinya dan berjalan keluar dari ruangannya.
"Nah,ini ambil" perintah Hery kepada Sekretaris,setelah berada di luar ruangan.Ia berjalan sambil melempar kunci mobil ke arah Sekretaris tersebut,yang langsung di tangkap oleh Sekretaris tersebut dengan sigap.
"Baik Tuan" jawab Sekretaris tersebut sambil menangkap kuncil mobil yang sudah melayang ke arahnya.Sekretaris tesebut yang tahu apa maksud Tuannya pun,segera mengikuti langkah lebar Tuannya dari belakang.
Sedangkan Ashley,hanya sibuk menyandarkan kepalanya ke dada kekarnya Hery dengan gerakan manjanya.Ia dulu yang agak pemalu,sekarang langsung berubah banyak karena efek dari kehamilannya
Hery sendiri,ia terus berjalan dengan langkah lebarnya dan wajah datarnya,ia juga mengabaikan para karyawan yang terlihat sedang iri hati karena melihat permandangan indah tersebut,para karyawan juga sibuk menggosipi dirinya dan istrinya,hanya saja ia malas ingin menanggapi mereka.
"Apa kalian tidak punya perkerjaan lain,selain berdiri saja?" tanya Hery saat mendapati wajah istrinya yang sudah mulai kesal sambil menghentikan langkah kakinya,mau tidak mau ia harus membuka suara emasnya.Ia segera bicara dengan suara menggelegarnya dan tatapan tajam yang di tujukan untuk para karyawan wanita yang menatap ke arah istrinya dengan tatapan sinis dan juga tatapan iri.
"Ma maafkan kami,Tuan" ucap para karyawan secara serentak dengan wajah kaget bercampur takut saat melihat tatapan tajam dari Presdir mereka,mereka semua langsung menundukkan kepala mereka dan tiba-tiba saja otot-otot kaki mereka tidak bisa bergerak.
"Apa kalian masih ingin berdiri di sana?" tanya Hery lagi,masih dengan suara yang menggelegar.Karena para karyawan yang ia tegur barusan masih berdiri di sana dengan wajah yang takut dan juga kening yang sudah berkeringat.
Karena jarang-jarang mereka mendengar suara menggelegar dari Presdir mereka,hingga mampu membuat otot-otot sepasang kaki mereka langsung melemas.
"Ba baik Tuan" jawab para karyawan dengan cepat dan kembali menundukkan kepala mereka agak ke bawah,pertanda memberi hormat,lalu mereka semua segera berlari terbirit-birit saat otot-otot kaki mereka otomatis berfungsi kembali.
Sedangkan Sekretaris yang berdiri di belakangnya Hery,hanya tersenyum saja.Karena dirinya sudah lama mengikuti Daddynya Hery,jadi ia sudah sering melihat permandangan seperti ini.soalnya sikap Presdirnya yang baru ini sama persis dengan yang lama.
"Sudah?" tanya Hery dengan wajah yang tersenyum,sambil menatap wajah tersenyumnya Ashley yang sedang berada di dalam gendongannya.
Ashley menganggukkan kepalanya dengan cepat,lalu ia segera mengangkat kepalanya dan menarik tengkuknya Hery agar wajahnya bisa mendekat ke arah wajahnya Hery,dengan menggunakan pegangan kedua tangannya yang memang sudah berada di tengkuknya Hery dari tadi.
__ADS_1
"Cup emhh" terdengar kecupan dan sedikit l*m*t*n di bibirnya Hery karena di kecup dan berlanjut l*m*tan dari Ashley dengan wajah yang tersenyum bahagia.
"Ternyata,istriku memang benar-benar sudah merasa senang sekarang?" tanya Hery dengan wajah yang tersenyum setelah istrinya melepaskan l*m*t*nnya,lalu ia melanjutkan langkahnya kembali.
Sedangkan Sekretaris yang sedang memalingkan wajahnya ke samping saat Nona mudanya menc**m bibirnya Tuannya tadi.Ia segera kembali menatap lurus ke depan,lalu ia segera mengikuti langkah lebar Tuannya dengan sedikit berlari sambil menggerutu kesal di dalam hati,karena ia terlambat menyadari kalau Tuannya sudah mulai berjalan menjauh dari hadapannya akibat terlalu lama memalingkan wajahnya.
"Tentu saja,karena suamiku selalu bisa membuatku senang.Suamiku juga, selalu tahu apa yang aku inginkan" jawab Ashley dengan nada senangnya sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya dengan gaya manjanya.
Hery hanya menanggapi perkataannya Ashley dengan senyuman termanisnya karena ia sibuk mau masuk ke dalam lift dan berniat ingin memencet angka yang sedang ingin di tujunya.
Tapi,belum sempat ia menggerakkan tangannya.Pria dewasa yang sedang berlari ke arahnya,mampu menghentikan niatnya untuk memencet angka yang ada di lift tersebut.
Dari arah depan, menampakkan Sekretarisnya yang sedang berlari dengan sekuat tenaga dan langsung menerobos masuk ke dalam dengan nafas yang ngos-ngosan tapi ia berusaha sebisa mungkin tidak menampakkan nafas ngos-ngosannya di depan Tuannya.
"Maafkan aku,Tuan" ucap Sekretaris tersebut dengan nafas yang pelan karena sedang berusaha menetralkan nafas ngos-ngosannya,sambil memencet angka yang Tuannya inginkan.Lalu,ia segera melangkah ke belakang Tuannya dan berdiri tegak di belakang Tuannya.
"Sepertinya,kau harus banyak belajar sama Ars" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum,saat melihat gerakan Sekretarisnya yang kurang sigap,tidak seperti Ars yang dari hal kecil ataupun hal besar selalu bergerak tanpa perlu di perintah.Kecuali ledakan di kamar Hotel waktu itu.
"Baik Tuan" jawab Sekretaris tersebut dengan eskpresi yakin di wajahnya.
'Biarpun Tuan Ars dan Tuan mudanya sama-sama mengerikan.Tapi, kalau mau di suruh memilih.Lebih baik,ia memilih Tuan Ars saja.Karena kalau Tuan mudanya,ia bahkan seperti sulit untuk bernafas. Sedangkan Tuan Ars,walaupun wajahnya datar,tapi Tuan Ars selalu memberi penjelasan atau kalimat yang ia bisa mengerti.Kalau Tuan mudanya,selalu memberi kalimat yang sangat singkat hingga membuat dirinya harus berpikir agak lama untuk bisa mengerti dan juga tatapan tajam dari Tuan mudanya selalu mampu membuat dirinya berkeringat dingin ' pikir Sekretaris tersebut.
Ashley langsung tertawa kecil,karena dari tadi ia terus menahan tawa saat melihat wajah lelah Sekretaris tersebut akibat berlari untuk mengejar mereka.
Sekretaris tersebut,lagi-lagi harus mendengus kesal di dalam hati saat melihat Nona mudanya sedang menertawakan dirinya.
Sedangkan Hery, hanya tersenyum senang sambil menatap wajah tertawanya Ashley dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan karena hari ini istrinya terus terhibur,terbukti dengan wajah yang lebih banyak tertawa dan tersenyum dari tadi hingga sekarang.
Ternyata,tidak sulit untuk membuat istrinya terhibur.Jadi,ia tidak perlu repot-repot karena harus membeli barang-barang mahal untuk istrinya seperti para klien-kliennya yang pernah curhat secara tidak langsung dengan dirinya kalau mereka harus membeli barang-barang mahal dan bermerek untuk membuat istri mereka terhibur atau jika istrinya sedang merajuk.
Bukannya dirinya tidak punya uang atau pelit,hanya saja ia tidak terlalu suka ke tempat yang ramai.Karena,jika istrinya seperti istri-istri para kliennya,otomatis dirinya harus melakukannya sendiri tanpa bisa menyuruh anak buahnya ataupun Ars.
Di dalam hati,ia sangat bersyukur karena memiliki istri seperti Ashley.Walaupun,kalau memang ia harus melakukan semua itupun,itu tidak akan menjadi masalah baginya,asalkan istrinya yang menginginkannya.
"Apa ada yang ingin Honey beli,saat di perjalanan pulang nanti?" tanya Hery dengan nada pelan,saat tawa istrinya sudah reda.Ia hanya ingin mencari aman saja,karena jam 12 malam tadi istrinya mulai berulah,dengan menyuruh dirinya untuk mencari makanan yang ia inginkan.Untung saja ia berhasil membujuk istrinya,hingga Ars dan Sekretarisnya yang mendapat imbasnya.
"Hhmmm...Sepertinya,aku ingin makan kebab daging sapi,kepiting goreng sama martabak coklat,Honey" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum senang sambil memikirkan betapa lezatnya,ketika makanan-makanan yang ia sebutkan barusan sudah berada di dalam mulutnya.
"Baiklah,suami tampanmu ini akan segera membelinya" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum bercampur sedikit bingung,karena mendengar istrinya menyebut kepiting goreng.Walaupun begitu,ia tetap mengiyakannya.
'Semalam yang di inginkan istrinya beda dari makanan kesukaan biasanya.Hari ini,semakin beda saja.Wanita hamil ini,memang aneh' pikir Hery.
Sedangkan Sekretaris yang sedang berada di belakangnya Hery hanya mampu menghela nafas dengan pelan karena takut di dengar oleh Tuannya.
'Tengah malam semalam,Tuannya menyuruh dirinya dan Tuan Ars mencari makanan-makanan yang di inginkan oleh istri Tuannya.Hingga membuat dirinya dan Tuan Ars harus menahan kantuk dan kesal sambil melaksanakan perintah dari Tuannya.Sepertinya mulai dari sekarang,mereka yang berkaitan dengan Tuannya akan mendapatkan hadiah tidak terduga dari Tuan mudanya dan Nona mudanya secara bergiliran' pikir Sekretaris tersebut.
Setelah pintu lift sudah terbuka,Hery segera melangkah menuju mobil miliknya dan di ikuti oleh Sekretarisnya dari belakang.
Kemudian mereka ber 3 pun,masuk ke dalam mobil.Lalu Sekretaris tersebut segera melajukan mobil dan menuruti arahan-arahan Tuannya yang menunjuk tempat yang harus di singgah.Walaupun ia yang lebih lama berada di kota ini,tapi tetap saja dirinya bukan Tuan Ars.
Di perjalanan pulang mereka ber 3 pun,terus di temani oceh-ocehan dan canda-candaannya Ashley.Sedangkan Hery dan Sekretaris tersebut,sekali-kali ikut menimpali dan juga ikut terhibur dengan oceh-ocehan berserta canda-candaannya Ashley.
__ADS_1