
"Baik lah,sekarang cepat jelas kan..." ucap Grandma, yg masih merasa tidak percaya dengan apa yg telah di kata kan oleh cucu menantu nya ini.
Sedang kan Grandpa dan Daddy yg sedang berdiri di belakang nya Grandma,mereka ber dua sedang menanti kan jwban dari Hery dengan wajah yg penasaran.
"Tadi sore,wanita tua itu mengajak aku bertemu di sebuah Cafe dan dia juga membawa seorang wanita muda Grandma" jelas Hery singkat dengan menggaruk-garuk kan belakang leher nya yg tidak gatal,sambil tersenyum gugup.
Walau pun singkat,ia yakin kalau Grandma akan mengerti dengan cepat tapi ia harus bersiap-siap menerima amarah dari Sang Grandma.
"Apa?" ucap Grandma dengan nada terkejut,ia langsung kaget, saat beberapa detik kemudian ia sudah mengerti dengan apa yg di kata kan oleh Hery barusan.
"Grandma sudah bilang berapa kali,kalau kau tidak boleh menemui wanita itu lagi.Kenapa kau tidak mau mendengar nya...." lanjut Grandma dengan dada yg naik turun karena sedang marah,Grandpa segera datang mengelus punggung nya Grandma agar bisa mengontrol emosi nya kembali.
"Wanita itu hanya akan merusak mu saja,apa kau berniat untuk menikah dengan wanita muda yg telah ia bawa itu?" tanya Grandma lagi dengan nada mengejek dan berusaha menetral kan emosi nya,saat mengingat wanita murahan yg meninggal kan putra nya,hanya demi harta saja.
"Tidak" Hery.
"what? " Ashley.
Jwb Hery dan Ashley dengan cepat secara bersamaan lalu mereka saling menatap,tapi dengan eskpresi yg berbeda.
"Itu tidak boleh terjadi Grandma" bisik Ashley di samping Grandma dengan nada khawatir dan juga suara yg pelan tapi masih bisa di dengar oleh Hery.
Grandma segera menepuk pelan tangan Ashley yg masih berada di dalam genggaman nya,untuk menenang kan rasa khawatir nya Ashley.Padahal ia juga tidak serius dengan perkataan nya barusan,ia hanya sedang kesal dengan cucu nya itu karena bertemu dengan wanita murahan itu tanpa izin nya.
Mereka masih saja saling tatap,Ashley dengan wajah kesal nya sedang kan Hery dengan wajah tersenyum nya saat mendengar bisikan dari Ashley kepada Grandma.
"Tidak Grandma,aku tidak akan menikah lagi.Sekarang hanya istri ku yg pantas menjadi pendamping ku seumur hidup.Aku bertemu wanita tua itu,hanya untuk terakhir kali nya saja" lanjut Hery lagi dengan nada tegas,yg membuat Ashley tersenyum dalam hati saat mendengar perkataan nya suami nya.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu,jadi apa yg di ingin kan oleh wanita itu?" tanya Grandma yg langsung ke inti nya,ia sangat tahu sifat tamak wanita tersebut,lalu ia melirik sekilas ke arah Daddy yg hanya memasang wajah datar saja dari tadi.
"Wanita tua itu ingin aku mencerai kan istri ku dan menikah dengan wanita muda yg ia bawa tadi sore" jwb Hery dengan terpaksa,sambil menatap wajah istri nya yg sudah semakin kesal.
Hery tidak mau menjelas kan terlalu detail ,apa lagi tentang ancaman dari Ibu kandung nya itu.Ia tidak mau membuat Grandma menjadi banyak pikiran nanti,padahal tanpa di bilang pun,Grandma pasti bisa menebak dengan mudah karena Grandma sangat mengenal sifat buruk wanita itu.
"Dasar wanita tidak tahu malu.Kau dengar itu putra ku,jangan sampai wanita murahan itu menganggu cucu menantu ku ini" ucap Grandma dengan emosi yg meledak-ledak sambil memeluk Ashley dengan pelan yg langsung di balas dengan Ashley.
"Sayang kamu tenang saja.Jangan terlalu memikir kan nya,nanti darah tinggi mu bisa naik kembali" ucap Grandpa dengan wajah khawatir nya,apa lagi saat melihat wajah Grandma yg sudah di penuhi emosi.
Ashley pun jadi ingin ikut menenang kan Grandma karena ikut merasa khawatir,walau pun ia juga sedikit bingung dengan pembicaraan Grandma dan Hery tadi.Tapi gerakan mulut nya kalah cepat dengan Daddy dan juga Grandma.
"Bagaimana aku bisa tenang,dari dulu wanita itu tidak berhenti menganggu cucu ku,sekarang wanita murahan itu pasti akan menganggu cucu menantu ku nanti" ucap Grandma,masih dengan wajah yg emosi,kemudian berubah menjadi eskpresi khawatir.
"Mom,jangan terlalu banyak berpikir.Masalah wanita itu biar aku dan Hery yg mengurus nya" ucap Daddy yg ikut merasa khawatir dengan kesehatan Grandma.
"Iya,Grandma jangan memikir kan nya lagi.Kami akan segera mengurus nya" ucap Hery yg juga ikut merasa kan khawatir sambil menatap Grandma yg masih berusaha mengatur nafas emosi nya.
"Ingat,jangan sampai terjadi apa-apa sama cucu menantu kami.Kalian harus segera memberi nya pengawal yg terbaik" ucap Grandpa dengan nada tegas dan wajah yg serius,sambil menatap Hery dan Daddy secara bergantian.
"Baik Dad" Daddy.
"Baik Grandpa" Hery.
jwb Daddy dan Hery secara serentak dengan cepat saat melihat nada serius dari pria yg sudah berumur itu.
"Tung tunggu,memang nya siapa wanita itu?" tanya Ashley dengan wajah bingung nya saat melihat wajah serius dari Grandma,Grandpa,Daddy dan juga suami nya sendiri.
__ADS_1
Ia baru punya kesempatan untuk berbicara, sejak tadi hanya mampu diam saja.Sedang kan Ars,jangan di tanya lagi,ia masih sibuk dengan lembur nya.Tapi walau pun begitu,ia tetap mendapat kan laporan dari bawahan nya,jadi saat ini ia hanya akan bergerak jika ketika Tuan nya sedang terancam saja.
"Apa kau belum memberitahu istri mu nak?" tanya Grandma,setelah baru saja selesai menormal kan rasa emosi nya,sambil menatap Hery.
"Belum Grandma" jwb Hery dengan suara yg pelan sambil menatap Ashley yg sedang bingung.
Ketika sudah menikah kemaren,ia mau memberitahu nya tapi ia khawatir kalau nanti akan membebani Ashley.Jadi ia pun mengurung kan niat nya,untuk memberitahu Ashley.
"Wanita itu adalah Ibu kandung nya Hery nak dan wanita muda itu adalah wanita yg ingin di nikah kan dengan Hery oleh Ibu kandung nya" jelas Grandma dengan singkat sambil menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan, saat mengetahui kalau sudah 2 minggu menikah tapi cucu nya itu belum juga memberitahu istri nya tentang mantan istri Daddy nya.
Sedang kan Ashley langsung terkejut saat mendengar penjelasan dari Grandma,ia baru mengerti dengan jawaban dari Hery tadi,kalau Ibu kandung Hery menyuruh Hery untuk mencerai kan nya dan menikahi wanita muda itu.
Ketika 3 hari setelah pernikahan nya,ia memberani kan diri untuk bertanya tentang Ibu nya Hery kepada Hery,tapi Hery selalu menghindar.
Jadi ketika ada kesempatan ia pun bertanya kepada Grandma ,tapi sayang nya Grandma hanya mencerita kan kalau ke dua org tua nya Hery sudah lama berpisah karena Ibu nya Hery lebih memilih pria yg lebih kaya dari Daddy nya Hery.
Dan Grandma tidak mencerita kan secara detail sifat buruk atau apa pun tentang Ibu kandung nya Hery itu,sekarang ia baru mengetahui kalau wanita paruh baya tadi itu lebih kejam dari penampilan nya tadi.
"Grandma,maaf kan aku.Karena telah membuat mu khawatir sampai seperti ini,aku tidak tahu kalau 2 wanita itu,,,,aku mengira Hery selingkuh dari ku,maka nya...." ucap Ashley setelah selesai mencerna semua nya,saat ini ia menatap Grandma dengan wajah yg merasa bersalah karena telah membuat Grandma jadi memikir kan masalah mereka,wajah nya juga sedikit memerah karena malu saat mengata kan kalimat yg terakhir.
"Sudah,tidak apa-apa.Grandma bisa mengerti perasaan mu,sekarang pergi lah beristirahat" ucap Grandma dengan wajah yg tersenyum sambil menepuk pelan pundak nya Ashley.
"Hery,cepat bawa Ashley beristirahat dan jelas kan semua nya kepada Ashley "lanjut Grandma lagi dengan wajah serius nya sambil menatap Hery yg masih sibuk menatap Ashley dan terus tersenyum, hingga membuat Grandma lagi-lagi harus menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan saat melihat tingkah menggeli kan dari cucu nya itu dan gelengan kepala nya Grandma pun menular ke Grandpa dan juga Daddy.
"Baik Grandma" ucap Hery dengan wajah datar nya kembali saat melihat tatapan geli dari mereka ber 3 dan tanpa memperduli kan eskpresi wajah Grandpa,Grandma dan Daddy yg tersenyum geli,ia segera membawa Ashley yg sudah berubah menjadi kesal karena Hery tidak jujur pada nya.
Setelah Hery dan Ashley menghilang dari tatapan mereka,Grandpa pun segera membawa Grandma untuk beristirahat.
__ADS_1
"Kau harus mengutus Willy untuk menjaga cucu menantu ku dengan baik,jangan sampai terjadi apa-apa sama cucu menantu ku" perintah Grandpa dengan nada tegas sebelum berlalu dari sana dan membawa Grandma yg hanya diam saja karena sudah mengerti apa yg di laku kan oleh suami nya,ia juga menjadi lebih tenang sekarang.
"Baik Dad" jwb Daddy dengan wajah datar nya sambil menatap punggung ke dua orang tua nya yg mulai menjauh.