
"Yang semalam,aku juga membuangnya keluar" jawab Jo dengan asal sambil membelai pucuk kepalanya Desi hingga ke ujung rambutnya Desi,padahal ia menyemburkan semuanya ke dalam miliknya Desi tanpa ada yang di sia-siakan.
Jo hanya tersenyum saja,saat Desi hanya diam saja.Ia juga menebak,pasti Desi menjadi sedih saat mendengar jawaban darinya tadi.
"Baguslah" ucap Desi,ia berusaha menyembunyikan nada kecewanya tapi tetap saja Jo bisa mendengarnya.
Ia juga tidak tahu bagaimana wujud cairan miliknya Jo,karena baru ini pertama kalinya ia melakukannya.Ia melirik di sekitar atas kasur yang mereka tiduri saat ini tapi ia tidak melihat apa-apa,hingga membuat dirinya menjadi bingung.
"Oh iya,aku baru teringat.Bagaimana dengan wanita genit itu?" tanya Desi sambil menepis beberapa tetes air matanya yang hampir meluncur dari sudut matanya,dengan menggunakan ibu jarinya.Ia sengaja mengalihkan pembicaraan mereka agar hatinya tidak semakin sakit nanti,jika harus mendengar kata-kata yang tidak di inginkan keluar dari mulutnya Jo.
Jo terdiam beberapa saat,hatinya jadi ikut sakit saat ia baru menyadari kalau ternyata wanitanya sedang menahan tangis.
Ingin sekali ia mengatakan sejujurnya.Tapi kalau ia mengatakan sejujurnya,kedatangan kedua orang tuanya nanti tidak akan bisa menjadi kejutan buat Desi.
Ia bahkan sudah menyuruh kedua orang tuanya untuk usahakan agar bisa datang lebih cepat,jadi ia harus bisa bersabar sedikit lagi agar kedatangan kedua orang tuanya berhasil menjadi sebuah kejutan untuk Desi.
"Wanita itu sudah di jebloskan ke dalam penjara.Sekretarisku sudah menyerahkan bukti CCTVnya kepada polisi tadi sore " jawab Jo dengan nada santai dan berusaha tetap tenang,walaupun hatinya tidak selaras dengan eskpresi wajahnya.
"Jadi,wanita j*l*ng itu akan mendekam di dalam penjara selama 5 tahun" lanjut Jo lagi,sambil terus membelai rambut panjangnya Desi.
"Wah,lama juga ya..." tanya Desi dengan wajah kagetnya,wajah kecewanya berubah menjadi kasihan saat memikirkan kalau wanita genit itu harus berada di dalam penjara selama 5 tahun.
"Apa tidak bisa di kurangi lagi waktu pengurungannya?" tanya Desi dengan nada seriusnya,walaupun ia tidak suka atau kesal pada wanita genit itu tapi ia juga merasa kasihan pada wanita genit itu.
"Sudah,kamu tidur saja.Jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi" jawab Jo dengan wajah yang tersenyum,ternyata calon istrinya ini mempunyai hati yang baik juga.
"Tapi kamu harus berjanji dulu,kalau kamu akan mengurangi waktu pengurungan wanita itu terlebih dahulu" ucap Desi dengan nada cepat,ia hanya ingin menolong wanita genit itu agar waktunya Wanita genit itu tidak sia-sia karena terlalu lama di dalam penjara.
"Baiklah" jawab Jo dengan wajah pasrahnya,apa lagi waktu sudah mau pagi,bisa-bisa jadi pagi ntar kalau ia terus berdebat dengan Desi.
"Baiklah,sekarang ayo kita tidur " ucap Desi sambil mengeratkan pelukannya pada tubuhnya Jo,rasa kecewanya tadi juga mulai menghilang karena merasa lelah dan juga ngantuk,walau pun tidak bisa menghilang sepenuhnya.
Jo hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan dan tersenyum,saat melihat tingkah pemaksanya Desi.
Beberapa saat kemudian,terdengar suara nafas yang teratur di pernafasannya Desi.Tangannya Jo yang sibuk membelai rambut panjangnya Desi tadi,langsung berhenti membelai.Kemudian ia mengecup keningnya Desi dengan sayang lalu memejamkan kedua matanya dengan wajah yang tersenyum bahagia.
Beberapa saat kemudian, ia pun ikut Desi ke alam mimpi dengan memeluk tubuhnya Desi.ß
***
Di Mansion Kusuma.
Hari ini Ashley yang masih merasa mual dan sedikit pusing masih sibuk beristirahat di Mansion,dan selalu di temani oleh suami tercintanya.
Jangan lupa,Grandma juga ikut memerhatikannya,sedangkan Ayah dan Ibu baru akan datang sebentar lagi karena salah satu pengawalnnya Hery sudah di dalam perjalanan menjemput mereka.
Terlihat di ambang pintu kamarnya sepasang suami istri muda itu,Hery yang baru keluar kamar dari beberapa menit yang lalu sedang berdiri dan menyandarkan tubuhnya ke daun pintu dengan wajah yang tersenyum,sambil memerhatikan sang istri yang sedang berbaring miring dan sibuk mengetik sesuatu di HPnya dan ia juga mengambil HPnya yang ada di dalam celana panjangnya dengan gerakan pelan lalu ia segera melihat apa yang di lakukan oleh istrinya di grup chat WA mereka.
Sedangkan Ashley sibuk mengetik sesuatu di HPnya dengan wajah yang tersenyum kadang juga kesal,hingga ia tidak menyadari keberadaannya Hery yang sudah ada di dekatnya.
………
Chat grup (sahabat terbaik).
"Kalian sedang ngapain?" Ashley.
"Aku sedang tidur-tiduran di rumah" Agatha.
""Sama,aku juga lagi tidur-tiduran di Apartemennya Jonathan" Desi.
"What?"Agatha.
"What?" Ashley.
"Kenapa kamu bisa sampai tidur-tiduran di Apartemennya Jo?" Agatha.
"Iya,ngapaen kamu berada di sana?" Ashley.
"Nanti saja baru akan aku ceritakan ya, kalau kita sudah ketemu nanti" Desi.
"Baiklah" Agatha.
"Baiklah"Ashley.
"Bagaimana dengan pria kalian?" Ashley.
__ADS_1
"Hambar" Agatha.
"Mengecewakan" Desi.
"Kenapa bisa begitu?" Ashley.
"Apa kalian ber 3 tidak punya perkerjaan lain selain membicarakan tentang pria?" Daniel.
"Dasar Jomblo penganggu" Ashley.
"Kalau iri,bilang saja kak" Desi.
"Cepat cari pendamping hidup kak,agar tidak jomblo terus" Agatha.
"Memangnya kalian punya? "Daniel.
" Antara ada dan tiada" Desi.
"Hampir" Agatha.
"Jadi,kenapa kalian malah ikut-ikutan sombong seperti Ashley?" Daniel.
"😁"Agatha.
"😁"Desi.
"Jangan suka marah-marah kak,nanti tidak ada wanita yang mau sama kakak" Desi.
"Iya,kenapa sekarang kakak jadi sensi sekali" Agatha.
"Kalian ini,ingin sekali aku menjewer kalian saat ini juga" Daniel.
"😄😜"Agatha.
"😄😜"Desi.
"Kenapa kakak suka sekali menganggu kami?" Ashley.
" Chat kalian menggangu kosentrasiku" Daniel.
"Kan bisa kakak matikan notifikasinya "Ashley.
"Benar" Agatha.
"Iya juga ya,tapi nanti kakak bisa ketinggalan berita terbaru 😂" Daniel.
"Pria kepo itu,wajib di hindari.Kalian juga,sepertinya hari ini kalian terlihat sangat santai" Hery.
Agatha offline.
Desi offline.
"Dasar,pria pengacau" Daniel.
Daniel offline.
………
"Honey,kenapa kamu suka menganggu kesenanganku?" tanya Ashley dengan wajah kesalnya,lagi-lagi suaminya membuat 2 sahabatnya kabur duluan dan mengambil HP miliknya.
Ia berbicara dengan berubah posisi dari miring menjadi terlentang,ia segera menatap Hery yang sedang berdiri di samping kasur sambil meletakkan HP milik mereka berdua ke atas nakas.
"Kamu itu masih pusing,Honey.Jadi,jangan terlalu banyak menatap layar HP" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum,beberapa hari ini istrinya memang sangat labil hingga membuat dirinya menjadi sedikit kewalahan.
Kadang cepat senangnya,kadang juga cepat marahnya.Mungkin pengaruh sedang hamil dan usianya yang tergolong masih muda.
"Cup" Hery mengecup sekilas keningnya Ashley,hingga membuat wajah kesalnya Ashley langsung tersenyum.
"Apa masih merasa mual,hm?" tanya Hery,sambil duduk dan mengangkat kepalanya Ashley sedikit ke atas agar bisa ia pangkukan di pahanya.
"Udah berkurang dari tadi pagi sih,hanya saja aku masih sedikit pusing" jawab Ashley dengan nada manjanya,sambil memeluk pinggangnya Hery.
"Baguslah,kamu harus banyak istirahat lagi.Karena sebentar lagi,mungkin Ayah dan Ibu sudah akan sampai.Apa nanti kamu mau turun ke bawah juga?" tanya Hery dengan wajah yang tersenyum lega,saat mendengar perkataan dan nada manja nya Ashley.
Ia lega karena mual dan pusingnya Ashley hari ke hari terus berkurang,jadi ia tidak perlu melihat istrinya menderita karena tidak bisa makan dan bangun pagi-pagi langsung merasa mual dan pusing.
__ADS_1
Sekarang istrinya sudah bisa makan sedikit-sedikit,untung saja Grandma selalu menyediakan makanan kesukaannya Ashley yang di sarankan oleh Ibu kemaren.
"Tentu saja,aku mau turun Honey" jawab Ashley dengan suara pelannya.
"Apa kamu berpikir,aku ini sedang sakit keras Honey?" tanya Ashley dengan memberengut kesal sambil menolehkan kepalanya untuk menatap wajah Hery yang berada di atasnya,hingga membuat Hery merasa gemas dengan bibirnya Ashley yang sudah maju ke depan itu.
"Eemmmhhhh" Hery segera mengangkat tengkuknya Ashley dan langsung ******* bibir Ashley yang sedang memberengut kesal itu.
"Bukan begitu,Honey.Aku hanya takut kepalamu akan semakin pusing kalau harus turun ke bawah" jawab Hery dengan suara lembutnya setelah c**m*n mereka terlepas dan kepalanya Ashley juga sudah berada di atas pahanya Hery kembali,ia menatap istrinya dengan tatapan cinta dan tangannya terus membelai pipi dan bibirnya Ashley secara bergantian.
"Kamu ini,terlalu berlebihan" ucap Ashley dengan wajah malunya,karena Hery terus menatapnya.
"Honey,jangan terus menatapku seperti itu..." ucap Ashley lagi,sambil menelusupkan wajah malunya ke perut sixpacknya Hery.
Sedangkan Hery langsung tertawa kecil saat melihat wajah istrinya yang semakin malu,tangannya beralih membelai pucuk kepala istrinya.
"Apa sekarang kamu merasa bahagia hm?" tanya Hery dengan wajah tersenyumnya,sambil terus membelai pucuk kepalanya Ashley yang masih berada di perut sixpacknya.
"Tentu saja aku bahagia,bahkan aku sangat bahagia Honey.Asalkan kamu selalu ada di sampingku,aku akan selalu merasa bahagia,Honey" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum bahagia, sambil menolehkan kepalanya ke arah wajahnya Hery dan tangan yang tetap memeluk pinggang suaminya.
"Cup"
"Aku sangat mencintaimu,Honey" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum bahagia juga setelah mengecup sekilas bibir bengkaknya Ashley karena ia hisap terlalu kuat tadi.
"Dan aku juga mencintai kamu,aku sangat mencintai kalian" lanjut Hery lagi,sambil mencium dengan sedikit lama, perutnya Ashley yang masih datar itu.
"Aku juga sangat mencintaimu,Honey" ucap Ashley ,wajah bahagianya tidak memudar sama sekali.Ia juga memeluk pinggangnya Hery semakin erat,begitu juga dengan Hery yang terus tersenyum bahagia dan membelai sayang pucuk kepalanya Ashley.
"Oh iya,bagaimana dengan Agatha dan Desi Honey?" tanya Ashley dengan wajah penasarannya saat ia baru mengingat isi chat 2 sahabatnya di grup mereka tadi,karena ia sibuk mual dan pusing hingga membuat ia tidak bisa berkumpul dan bercerita dengan 2 sahabatnya itu.
Wajah tersenyum bahagianya Hery langsung berubah menjadi tersenyum terpaksa dan mendengus kesal di dalam hatinya,saat mendengar pertanyaan sang istri.Di dalam 1 hari, istrinya pasti akan bertanya tentang 2 sahabatnya itu hingga membuat hatinya kesal bukan main tapi sayangnya, mau tidak mau ia harus memendamnya.Apa lagi istrinya sekarang lagi labil,suka berubah-ubah.
"Mereka berdua baik-baik saja,Honey" jawab Hery dengan suara malasnya,tapi tangannya terus mengelus pucuk kepalanya Ashley dengan sayang.
"Honey..." panggil Ashley dengan nada kesalnya.Karena ia tahu,pasti suaminya tahu secara detail apa yang sedang terjadi sama Agatha dan juga Desi.
Tapi suaminya malah tidak mau menceritakan padanya,wajahnya sudah menjadi semakin kesal hingga membuat suaminya mendesah pasrah.
"Sayang,kamu lagi hamil.Jadi,kamu jangan banyak berpikir ya...Masalah 2 sahabatmu itu biar aku yang urus saja" jawab Hery dengan suara pelan sambil menahan rasa kesalnya.
Tapi untuk alasannya itu, memang dari hatinya karena ia mengkhawatirkan kalau Ashley turut membantu 2 sahabatnya itu,ia takut kalau Ashley sampai stres nanti.
Sedangkan dirinya saja sudah mulai pusing dan kesal sama tingkah Jo dan ars,apa lagi istrinya yang sedang dalam kondisi hamil ini.Dan ia tidak akan mau,kalau kehamilan istrinya nanti sampai terganggu karena mengurus tingkah bodoh 2 sahabatnya itu.
"Tapi Honey,kamu sangat lambat geraknya.Lihat mereka berdua,sampai sekarang status mereka masih tidak jelas gitu" omel Ashley dengan nada kesalnya,padahal sudah dari kemaren ia menyuruh suaminya untuk segera membantu dan menyatukan 2 sahabatnya dengan pria yang di cintai oleh mereka.
Hery menghela nafas dengan pelan,sepertinya kali ini istrinya tidak bisa di pujuk lagi.Mau tidak mau,ia terpaksa harus menjelaskan semuanya kepada istri tercintanya itu.
Bukan semuanya,tapi hanya bagian-bagian terpentingnya saja.Ia juga tidak mungkin menceritakan tentang bencana alam yang di lakukan oleh Jo dan Desi kepada istrinya,lagi pula ia juga malas mau menceritakan terlalu panjang lebar karena itu bukan kebiasaan dirinya.
"Honey,kamu harus bisa bersabar.Sebentar lagi,mereka pasti akan bersatu" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum.Tidak mungkin ia menunjukkan wajah kesalnya di hadapan istrinya,bisa-bisa ia tidak akan mendapatkan jatahnya hari ini.
"Benarkah,Honey?" tanya Ashley sambil menatap wajah tampannya Hery yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Iya,benar" jawab Hery dengan nada santainya.
"Tapi kita harus menyatukan Agatha dan Ars terlebih dahulu, karena Desi dan Jonathan agak sedikit rumit" lanjut Hery lagi,lalu ia segera memperbaiki posisi duduknya saat melihat Ashley bangun dari berbaringnya tadi.
"Memangnya ada apa dengan Desi dan Jo?" tanya Ashley dengan wajah penasarannya setelah sudah duduk di hadapannya Hery,ia segera merebahkan kepalanya di dada kekarnya Hery saat melihat Hery yang sudah bersandar di sandaran kasur tersebut.
"kamu mau mendengar kabar yang baik dulu atau yang buruk dulu?" tanya Hery dengan wajah yang terus tersenyum,sambil memeluk Ashley yang sudah berada di dada kekarnya.
"Hhmmmm,,,,,Sepertinya aku suka mendengar yang buruk terlebih dahulu" jawab Ashley setelah selesai berpikir,ia menatap wajah tersenyum suaminya sejenak lalu kembali merebahkan kepalanya di dada kekarnya Hery lagi.
"Baiklah.Jo sebenarnya sudah mempunyai seorang kekasih di Paris,sampai sekarang hubungan Jo sama kekasihnya itu masih sepasang kekasih.Dan wanita itu sangat tergila-gila dengan Jo,aku hanya khawatir kalau wanita itu akan mencelakai Desi kalau Jo akan memutuskan hubungannya dengan wanita itu atau wanita itu tahu kalau Jo mempunyai wanita lain selain dirinya" ucap Hery,semalam ia juga baru mendengar ini dari anak buahnya yang ia suruh untuk mencari informasi tentang wanita yang baru tidak lama ini di jadikan kekasih oleh Jo.Apa lagi , anak buahnya juga melaporkan kalau wanita itu memiliki sikap yang buruk.
"Aku sudah menyuruh orangku untuk menjaga dan mengawasi Desi dari jauh,agar Desi tetap baik-baik saja walaupun tidak ada Jo di sampingnya" lanjut Hery lagi.
"Cup"
"Suamiku ini,memang selalu bisa di andalkan" puji Ashley setelah selesai memberi kecupan di bibirnya Hery,lalu ia kembali merebahkan kepalanya lagi.
Sedangkan Hery langsung tersenyum lebar saat mendapatkan kecupan tiba-tiba dari istrinya.
"Lalu kabar baiknya apa?" tanya Ashley dengan nada santainya,sambil tersenyum malu di balik dada kekar suaminya.
__ADS_1
"Kabar baiknya ,ternyata Jo juga mencintai Desi" ucap Hery,sambil mengelus-elus paha mulusnya Ashley yang sedikit terbuka karena hari ini Ashley memakai rok pendek.
"Benarkah,Honey?" tanya Ashley dengan nada senangnya,karena baru mengetahui kalau ternyata cinta sahabatnya tidak bertepuk sebelah tangan.